Tapa Bisu, Hastungkara dan Birat Sengkolo
Wakil Bupati Drs. H. Muhammad Albar, M.M, dan Sekretaris Daerah Drs. One Andang Wardoyo, M.Si didampingi Jajaran Forkopimda hadiri Tapa Bisu, Hastungkara dan Birat Sengkolo. Dimana rangakain tersebut dilaksanakan secara berurutan pada Selasa, (23/7/2024) di mulai dari Hongoderpo, Pendopo Bupati dan Paseban Timur Alun-alun Wonosobo.
Tapa Bisu adalah prosesi kirab yang dari pukul 19.15 WIB, untuk tahun ini dimulai dari di Klenteng (Hongoderpo) menuju pendopo Bupati. Para peserta kirab yang yang lainnya akan membawa sumber penerangan berupa obor selama prosesi Tapa Bisu. Selama prosesi tidak diperkenankan untuk berbicara dan menyalakan penerangan dari listrik. Hal ini untuk menjaga agar prosesi Tapa Bisu bisa berjalan dengan khidmad dan lancar.
Sesampainya di Pendopo Bupati Wonosobo Air Suci Tirto Perwitosari yang dibawa saat kirab Tapa Bisu akan dicampur. Air suci tersebut merupakan air yang berasal dari 7 sumber mata air yakni Tuk Bimolukar, Gua Sumur, Tuk Mudal, Tuk Suradilaga, Tuk Tempurung, Tuk Kaliasem dan Tuk Sampang.
Setelah pencampuran air suci tersebut, dilanjutkan dengan doa bersama lintas agama (Hastungkara/Umbul Donga). Setelah doa bersama lintas agama, dilanjutkan kembali dengan acara lain yaitu prosesi Birat Sengkala.
Secara filosofis, Birat Sengkala berarti membalikkan sengkala, atau menyingkirkan segala bentuk ketidakbahagiaan seperti huru-hara, bencana, rintangan, dan rintangan. Dalam upacara ini, para sesepuh Majelis Keimanan Agung Indonesia (MLKI)
Prosesi ini dilakukan di Paseban Timur Alun – Alun pada tengah malam.
-
Tags
- Protokol Dan Komunikasi Pimpinan