News

32 IKM Terima Sertifikat Uji Nutrisi

Pentingnya label nutrisi pada produk makanan dan minuman bagi konsumen, menjadi salah satu perhatian Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Transmigrasi (Disnakerintrans) Kabupaten Wonosobo terhadap para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Oleh karena itu Disnakerintrans memfasilitasi para pelaku IKM untuk mendapatkan sertifikat uji nutrisi. Seperti hari ini, Kamis (20/1) bertempat di Pendopo Bupati, Pemkab Wonosobo menyerahkan sertifikat uji nutris kepada 32 IKM yang merupakan kerjasama antara Disnakerintrans Kabupaten Wonosobo dengan laboratorium Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Sertifikat uji nutrisi diserahkan oleh Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM kepada 32 IKM Kabupaten Wonosobo.
Usai menyerahkan Sertifikat, Wabup menyampaikan bahwa Pemkab Wonosobo selalu berupaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing produk hasil industri lokal, dimana geliat sektor perindustrian di Kabupaten Wonosobo semakin meningkat meskipun berada ditengah Pandemi Covid-19. Dimana kontribusi sektor industri pengolahan di Kabupaten Wonosobo, ditopang oleh industri pengolahan makanan dan minuman atau industri pangan.
Dalam meningkatkan peran strategisnya, pemerintah senantiasa mengupayakan pemberdayaan industri kecil dan menengah, demi mewujudkan industri kecil dan menengah yang berdaya saing, mampu berperan secara signifikan dalam penguatan struktur industri nasional, pengentasan kemiskinan, perluasan kesempatan kerja, serta mampu menghasilkan barang dan jasa untuk keperluan ekspor.


“Salah satu upaya mewujudkan daya saing produk adalah melalui standarisasi atau sertifikasi. Namun baru sebagian kecil dari industri kecil dan menengah yang memiliki sertifikasi. Saya harap kedepan akan semakin banyak fasilitasi sertifikasi atau standarisasi produk olahan di Wonosobo, termasuk sertifikasi uji nutrisi, sertifikasi halal, serta didalamnya memperhatikan packaging atau pengemasan produk, untuk mampu bersaing dengan produk lainnya diera industry,” ungkap Albar.
Kepada pelaku industri kecil dan menengah yang menerima sertifikat uji nutrisi hari ini, Wabup ucapkan selamat sekaligus apresiasi positif. “Saudara telah selangkah lebih maju dalam meningkatkan daya saing produk terhadap produk sejenis lainnya. Dengan adanya sertifikat uji nutrisi ini, saya harap industri yang Saudara jalankan dapat lebih maju, sehingga mampu berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian daerah,” pungkas Wabup.
Sementara pada kesempatan itu Kepala Disnakerintrans, Dr. Prayitno, mengatakan bahwa Label nutrisi merupakan panduan sekaligus bentuk perlindungan konsumen dalam membeli produk. Melalui label nutrisi konsumen dapat mengetahui komposisi penting dalam produk tersebut. Hal tersebut penting dilakukan karena komposisi dan kandungan produk tersebut bisa diketahui manfaatnya.
Prayitno juga menyampaikan bahwa baru sebagian kecil IKM di Wonosobo yang mempunyai sertifikat uji nutrisi. Di tahun 2021 Pemkab memfasilitasi 32 IKM untuk memperoleh Sertifikat Uji Nutrisi. Di tahun 2022 Pemkab akan memfasilitasi 30 IKM untuk bisa memperoleh Sertifikat Uji Nutrisi. “ secara bertahap Pemkab akan terus berusaha membantu dan memfasilitasi para IKM untuk memperoleh sertifikat uji nutrisi,” pungkas Prayitno.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Ijazah Formal Merupakan Modal Dasar Menyongsong Masa Depan

Dalam rangka menyongsong kehidupan yang lebih baik, dituntut melakukan langkah-langkah konkrit melalui berbagai tahapan menuju masa depan yang cerdas dan cemerlang, salah satunya adalah dengan memiliki ijazah formal yang bisa dimanfaatkan sebagai modal dasar dalam mengarungi bahtera kehidupan. Demikian dikatakan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat menghadiri Wisuda Pendidikan Kesetaraan PKBM Prospek tahun ajaran 2020/2021, di desa Gondang Kecamatan Watumalang, kamis (20/1).

“Kita bersama-sama bagaimana menyongsong kehidupan yang lebik baik itu melalui tahapan-tahapan yang harus dilakukan, diantaranya memiliki ijazah formal yang bisa dimanfaatkan bagi kita semua untuk mengarungi bahtera kehidupan dimasa depan”, ucap Gus Albar.

Dikatakan Gus Albar, terkait pendidikan Pemkab Wonosobo sangat serius dalam menyikapinya, salah satunya dengan program Wonosobo Pinter, yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Daerah. Yang salah satu isinya adalah untuk mengentaskan dunia pendidikan dengan baik dengan tujuan
melahirkan generasi SDM yang baik pula, sehingga pembangunan Wonosobo kedepan semakin baik dan maju yang manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat Wonosobo sendiri bahkan lebih luas lagi.

“Kita semua harus benar-benar konsentrasi terhadap pendidikan, kita di pemerintah ada program unggulan Wonosobo Pinter, salah satu isinya adalah mengentaskan dunia pendidikan kita ini dengan baik, tidak ada lagi anak-anak yang tidak sekolah, tidak ada lagi masyarakat yang secara jenjang pendidikan tidak mempunyai ijazah. Jika ini bisa kita lakukan insyaallah dunia pendidikan kita akan semakin baik dan maju dan tentunya karena SDM yang sudah bagus pembangunan di Wonosobo akan semakin sejahtera dan jaya, sehingga manfaatnya bisa dirasakan masyarakat Wonosobo yang kita cintai ini,” ungkap Gus Albar.

Selain mengucapkan terima kasih kepada PKBM Prospek yang telah memberikan segalanya dalam membantu perkembangan dunia pendidikan di Wonosobo melalui jalurnya, Wabup juga mengajak kepada para wisudawan tidak berhenti sampai disini dalam hal belajar. Namun diharapkan melanjutkan ke jenjang pendisikan selanjutnya.”Ini sudah jaman modern yang menuntut kita untuk terus meningkatkan SDM kita, sehingga saya berharap tidak hanya berhenti disini saja namun setelah ini bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya,” ajak Wabup.

Sementara itu direktur PKBM Nurcholis menyampaikan, “pada tahun pembelanjaran 2021 ini telah meluluskan paket C sebanyak 255 siswa dari 334 siswa terdaftar, paket B 230 siswa yang mengikuti ujian dan dinyatakan lulus sebanyak 138 siswa. Sedangkan untuk paket A ada 1 siswa. Total jumlah siswa lulus pada tahun pelajaran 2020/2021 adalah 140 dan 255, namun yang mengikuti wisuda hanya 50 peserta, karena adanya pembatasan dimasa pandemi dan hanya perwakilan,” terangnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Bupati Membuka Muskab PMI Kabupaten Wonosobo Tahun 2022

Bupati Afif Nurhidayat membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo tahun 2022, di Aula Kantor PMI rabu (19/1). Acara tersebut dihadiri Ketua PMI Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana, Ketua PMI Kabupaten Wonosobo Muchson, serta para peserta muskab dari Instansi Pemerintah dan para Camat se-Kabupaten Wonosobo.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Wonosobo Bupati menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, atas kiprah terbaik Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo, yang selama ini telah menjadi pioneer dalam bidang sosial dan kemanusiaan. “Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya, atas kiprah terbaik Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo, yang selama ini telah menjadi pioneer dalam bidang sosial dan kemanusiaan. Terutama selama pandemi Covid-19 berlangsung, dimana stok darah dan plasma konvalesen menjadi kebutuhan pokok, selama puncak pandemi berlangsung,” ucapnya.

Bupati mengungkapkan muskab tersebut menjadi momentum penting bagi siklus kepengurusan PMI Kabupaten Wonosobo, karena dengan berakhirnya masa bakti pengurus periode 2017-2022, tonggak kepemimpinan selanjutnya akan berlanjut. Kepada pengurus periode 2017-2022, Bupati mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya atas dedikasi serta perannya selama ini, dalam penanganan musibah atau bencana, memberikan pelayanan darah, melakukan pembinaan relawan, melaksanakan pendidikan dan pelatihan yang berkaitan dengan kepalangmerahan serta tugas kemanusiaan lainnya.

“Melalui suksesi ketua PMI dan restrukturisasi kepengurusan periode 2022-2027, saya harap terpilih penggerak yang amanah dan mampu meningkatkan performa PMI dimasa depan. Terlebih dalam menghadapi situasi yang tidak menentu ini, diperlukan kesiapsiagaan dan strategi yang adaptif disegala kondisi. Saya berpesan kepada PMI Kabupaten Wonosobo untuk dapat menyusun program kerja, yang dapat berjalan beriringan dengan program dan visi-misi Pemerintah Kabupaten Wonosobo,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Wonosobo Mas Afif mengajak seluruh pihak untuk saling bergandengan tangan, termasuk PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang memiliki relawan di seluruh penjuru Wonosobo, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan bencana. Menurutnya, tidak hanya pandemi Covid-19 saja yang menjadi kewaspadaan bersama, namun juga situasi kebencanaan Kabupaten Wonosobo yang belakangan terus terjadi. Curah hujan yang tinggi serta kondisi geografis yang berupa pegunungan, meningkatkan potensi terjadinya bencana tanah longsor, banjir, dan lain sebagainya. “Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Wonosobo mengajak seluruh pihak untuk saling bergandengan tangan, termasuk PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang memiliki relawan di seluruh penjuru Wonosobo, dalam rangka pencegahan dan penanggulangan bencana,” ajak Bupati.

Sementara pada kesempatan itu, atas nama PMI Provinsi Jawa Tengah Sarwa Pramana memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para Pengurus, Pegawai dan Relawan atas peran dan sumbangsihnya dalam pelayanan kemanusiaan dalam menghadapi pendemi Covid-19 dan bencana alam. Sembari mengajak untuk tetap waspada dan tetap menjaga prokes dengan munculnya varian Omicron. Selain itu ia berpesan agar PMI mulai waspada memasuki musim hujan, dengan bekerja secara maksimal sehingga bisa meminimalisir adanya korban. Kesiapsiagaan direncanakan dengan baik, dengan spirit kemanusian yang tinggi.

“Pada kesempatan yang baik ini kami sampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo, serta jajaran Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Kabupaten Wonosobo Masa Bakti 2017-2022 yang telah berhasil dengan baik menjalankan tugas dan pengabdian dibidang kemanusiaan. Kami berpesan dalam bekerja dan mengemban amanah untuk selalu menjaga integritas dalam mengelola dana dari masyarakat dan harus senantiasa seiring sejalan dengan visi misi Bupati Wonosobo. Sehingga dapat mewujudkan Visi PMI yaitu Terwujudnya PMI Yang Profesional dan Berintegritas Serta Bergerak Bersama Masyarakat,” pungkasnya.

Informasi ini juga dapat dilihat si :

GEBYAR VAKSINASI 5000 PELAJAR DAN SANTRI, PERCEPAT VAKSINASI DI WONOSOBO

Para pelajar dan santri di Kabupaten Wonosobo tampak antusias mengikuti gebyar vaksinasi di Gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo, Selasa, (18/1). Gebyar vaksinasi 5.000 pelajar dan santri merupakan kolaborasi Relawan Indonesia Optimis dan Wonosobo Hebat.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, bersama Wakil Bupati, Drs. Muhammad Albar, MM, yang turut meninjau vaksinasi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, menyambut gembira atas terselenggaranya gebyar vaksinasi 5.000 pelajar dan santri di Kabupaten Wonosobo.
Bupati, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari berbagai pihak yang turut mendukung pemerintah dalam percepatan vaksinasi. “Dimana capaian vaksinasi di Kabupaten Wonosobo hingga saat ini sudah mencapai sekitar 78% dosis 1 dan 48% dosis 2,” terang Bupati.


Bupati juga berharap dengan percepatan vaksinasi ini bisa membangkitkan semua sektor di Wonosobo, baik sektor kesehatan, ekonomi dan yang lainnya. “Kita semua berharap dengan adanya percepatan vaksinasi ini bisa membangkitkan berbagai sektor, mari kita bersama sama mendukung program vaksinasi covid 19, agar kita bisa meminimalisir penyebaran covid 19 di kabupaten Wonosobo ini, sehingga kita dapat beraktifitas normal kembali,” ungkap Afif.
Pelajar dan santri yang menjadi sasaran vaksinasi mendapatkan vaksinasi dosis kedua dengan jenis vaksin Sinovac, yang diharapkan turut mendukung PTM (Pembelajaran Tatap Muka) yang kini sudah mulai diberlakukan. “Dengan capaian vaksinasi yang sesuai target kedepannya bisa dilakukan PTM 100% di semua sekolah di Kabupaten Wonosobo, tetapi tetap dengan menerapkan protokol kesehatan dan aturan aturan yang ada,” pungkas Bupati.
Gebyar vaksinasi ini tidak hanya diselenggarakan di gedung Sasana Adipura Kencana tapi serentak dilaksanakan di 4 titik lainnya di Kabupaten Wonosobo.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Panitia Adjudikasi PTSL Tahun 2022 Di Kukuhkan

Terbentuknya Panitia Adjudikasi PTSL Tahun 2022, yang melibatkan Kantor Pertanahan, ASN dan Pemerintah Desa, sangat diapresiasi Bupati dan berbagai pihak, karena merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan transparansi. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, saya memberikan apresiasi positif atas terbentuknya Panitia Adjudikasi PTSL Tahun 2022, yang melibatkan Kantor Pertanahan, ASN dan Pemerintah Desa, karena ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan transparansi,” demikian disampaikan Bupati Wonospbo Afif Nurhidayat saat menghadiri acara Pengangkatan Sumpah Panitia Adjudikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Ballroom Hotel Kresna, selasa (18/ 1).

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendukung secara positif terselenggaranya program PTSL tersebut. “Saya menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkomitmen untuk membantu keberlangsungan program pengurusan sertifikat ini, sesuai kewenangan serta berdasarkan situasi, kondisi, dan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah,” tegas Bupati.

Kepemilikan sertifikat tanah menurut Bupati mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, karena keberadaan sertifikat memberikan kekuatan hukum atas kepemilikan tanah, serta menjadi salah satu faktor pendukung perencanaan pembangunan daerah. Selain itu dengan adanya program ini, potensi sengketa tanah akan jauh berkurang, serta masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan tanahnya.

“Pelaksanaan program PTSL telah kita ketahui dan rasakan manfaatnya bersama. Seperti yang kita ketahui, kepemilikan sertifikat tanah mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, karena keberadaan sertifikat memberikan kekuatan hukum atas kepemilikan tanah, serta menjadi salah satu faktor pendukung perencanaan pembangunan daerah. Disamping itu, kasus sengketa dan konflik pertanahan banyak terjadi di Indonesia, sehingga dengan adanya program ini, potensi sengketa tersebut akan jauh berkurang, serta masyarakat dapat mengoptimalkan pemanfaatan tanahnya,” tegas Bupati.

Bupati beeharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan efektivitas proses berjalanya PTSL Tahun 2022. “Selamat atas dilantiknya Saudara sekalian, saya harap pelibatan lintas instansi ini dapat meningkatkan efektivitas berjalannya program PTSL Tahun 2022 mendatang. Kedepan saya harap Pemerintah Kecamatan dan Desa dapat turut mendukung suksesnyaa program PTSL Tahun 2022,” ucap Mas Afif.

Kepada panitia Adjukasi Bupati berpesan, “saya berpesan kepada Panitia Adjudikasi PTSL Tahun 2022, untuk dapat bekerja dengan baik, memegang prinsip transparansi serta keterbukaan informasi dengan baik. Saudara memegang peranan vital dalam pelaksanaan program PTSL, yakni sebagai investigator yang meneliti dan mencari kebenaran formal bukti kepemilikan hak atas tanah, data-data yuridis awal yang dimiliki pemegang hak atas tanah harus diketahui secara akurat, maka menjadi insan yang amanah adalah suatu keharusan. Jangan goyah, selalu terapkan prinsip-prinsip critical thinking dan kejujuran, untuk menjadi investigator yang berkredibilitas tinggi,” pesanya.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan penyerahan sertifikat tanah aset Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo. “Saya mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada segenap jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Wonosobo, atas terbitnya sertifikat aset Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Maya Rosida Pimpin GOW 5 Tahun Kedepan

Dra. Maya Rosida, MM terpilih untuk memimpin Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Wonosobo periode 2021-2026, setelah hari ini, Senin (17/1) bertempat di Pendopo Bupati dilantik oleh Bupati Wonosobo.
Selain melantik Ketua Umum, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga mengukuhkan Pengurus Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Wonosobo, periode 2021-2026. Dimana Maya Rosida Sebagai Ketua Umum menggantikan Siti Nurhidayati, SE, atau yang akrab disapa Bu Agung di periode sebelumnya.
Usai melantik, Bupati Wonosobo, menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum dan Pengurus GOW Kabupaten Wonosobo, yang baru saja dilantik dan dikukuhkan. Sebagai organisasi yang telah terdaftar sejak tahun 1962, GOW tentu sudah cukup berpengalaman dalam mengelola dinamika kehidupan berorganisasi, baik secara internal maupun eksternal yang tentunya mempengaruhi eksistensi GOW. “Saya harap pengurus yang baru dapat memajukan gerakan organisasi yang tergabung dalam GOW, serta bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam upaya pengarusutamaan gender. Tingkatkan peran serta dalam pembangunan daerah, khususnya dalam pembangunan sumber daya manusia perempuan dan anak,” ungkap Bupati.


Bupati juga menyampaikan, sebagai wadah atau forum koordinasi wanita yang bersifat lokal, saya harap GOW dapat meningkatkan komitmen dan peran, bersama-sama dengan pemerintah untuk mengatasi permasalahan di Kabupaten Wonosobo, terutama dalam lingkup pengarusutamaan gender, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan perempuan dan anak. Salah satunya Pemkab Wonosobo sedang berupaya menekan angka pernikahan usia anak yang kita ketahui bersama memiliki banyak implikasi negatif serta melanggar hak anak.
“Saya harap, terhadap isu-isu semacam ini GOW secara aktif mampu turut mengadvokasi, sekaligus merumuskan langkah pencegahan yang sifatnya kolaboratif dengan pemerintah. GOW harus mampu menyusun dan mengimplementasikan program kerja yang mengacu pada kebutuhan praktis dan strategis, serta fokus pada pemberdayaan perempuan,” terang Afif.
Bupati juga yakin masing-masing anggota organisasi yang tergabung dalam GOW memiliki pengaruh kuat di lingkungannya sekaligus mampu berkiprah dalam memajukan perempuan di Kabupaten Wonosobo. “oleh karena itu GOW dibawah pimpinan Maya Rosida, diharapkan mampu meningkatkan sinergitas yang sudah terjalin selama ini antara GOW dengan Pemkab dalam mengatasi berbagai permasalahan yang ada, khususnya perempuan dan anak, baik masalah pendidikan, ekonomi, budaya dan politik,” pungkas Afif Nurhidayat.


Sementara itu, Ketua Umum GOW yang baru dilantik, Maya Rosida mengungkapkan, kesejahteraan perempuan dan anak menjadi salah satu tolak ukur dari kemajuan suatu daerah. Dengan tanpa mengesampingkan peran laki-laki, perempuan mampu berkontribusi mewujudkan negara yang kuat dan tangguh, salah satunya dengan melahirkan dan mendidik anak-anaknya menjadi generasi penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas.
“Semoga 5 tahun ke depan, mampu menjalankan tugas dengan baik, siap bekerjasama dengan berbagai pihak sehingga tetap menjadi mitra terbaik Pemkab Wonosobo dalam mewujudkan masyarakat yang berkualitas, maju, serta sejahtera,” kata Maya.
Senada, Mantan Ketua Umum GOW, Nurhidayati S.E., berharap GOW sering melakukan diskusi dan bertukar pikiran baik dengan Bupati dan Wakil Bupati maupun OPD terkait untuk meningkatkan kualitas dan peran GOW dalam membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat . “Mari bekerja dengan semangat persaudaraan, solidaritas, kreativitas, serta rasa persatuan dan kesatuan yang kuat, serta selalu membangun sinergitas dengan pemerintah daerah,” pungkas Nurhidayati.

Informasi ini dapat dilihat juga di :

Perkawinan Dibawah Usia 19 Tahun Alami Penurunan dari Tahun Ke Tahun

Potret perkawinan dibawah usia 19 tahun di Kabupaten Wonosobo, terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Ini merupakan perkembangan positif yang harus kita respon bersama sama. Demikian disampaikan Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, pada acara Pemantauan Situasi Perkawinan Anak dan Pemetaan Kebutuhan Layanan Pencegahan Perkawinan Anak. Bertempat di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Sekda Wonosobo, Kamis (13/1).
Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Wonosobo, Dyah Retno Sulistyowati, SSTP, juga menyampaikan bahwa berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemkab Wonosobo untuk menurunkan angka pernikahan dibawah usia 19 tahun. “berbagai upaya terus dilakukan pemerintah dan seluruh stekholder yang ada, agar angka perkawinan dibawah usia 19 tahun bisa terus ditekan. Seperti dengan penguatan pemenuhan hak anak bagi Hakim Pengadilan Agama dalam memutus dispensasi kawin, penguatan Puspaga, penguatan lembaga sampai tingkat desa, penguatan forum anak PIK remaja, edukasi calon pengantin melalui Kemenag demi ketahanan keluarga,” jelas Dyah.
Dari data yang ada bahwa perkawinan dibawah usia 19 tahun di wonosobo terus mengalami penurunan, tahun 2018 ada 2.109 perkawinan, tahun 2019 ada 2.018 perkawinan, tahun 2020 ada 968 perkawinan dan tahun 2021 ada 479 perkawinan. “Itu penurunan yang cukup signifikan, dimana perempuan masih sangat mendominasi, seperti data tahun 2021 dari 479 perkawinan, perempuan sebanyak 435 dan laki laki sebanyak 44 orang,” ungkap Dyah.
Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami isteri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal. Perkawinan usia anak hanya menimbulkan kebahagiaan sesaat dan justru akan berpotensi menjadi bibit kemiskinan. Mencegahnya adalah sebuah langkah menyelamatkan nasib kesejahteraan bangsa ke depan.


“Latar belakang perkawinan usia anak cukup kompleks, dapat dipengaruhi faktor pendidikan, ekonomi, budaya dan bahkan terdapat motif menambah kekayaan keluarga. Oleh karena itu Wonosobo mengedepankan strategi Kolaborasi berbagai pihak untuk mengendalikan perkawinan usia anak,” pungkas Dyah.
Sementara Direktur Keluarga, Perempuan, Anak, Pemuda dan Olahraga, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Woro Srihastusti Sulistyaningrum pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa perkembangan dan inovasi teknologi terjadi dengan sangat pesat, hingga dalam berbagai kasus, tidak seimbang dengan peningkatan kapasitas serta tingkat kewaspadaan seseorang dalam mengakses informasi di internet. Hal ini akhirnya dimanfaatkan sejumlah oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan. Salah satunya yaitu kekerasan berbasis gender online (KBGO) yang turut meningkatkan angka perkawinan anak.
Woro menuturkan angka perkawinan anak dari 2019 ke 2020 mengalami penurunan secara nasional, namun dibeberapa daerah masih terdapat peningkatan perkawinan anak. Ia menyampaikan di Jawa Tengah terdapat penurunan namun tidak signifikan yaitu dari 10,19% menjadi 10,05%.
“Melalui strategi nasional (Stranas) pencegahan perkawinan anak (PPA) diharapkan akan menyatukan visi misi, menguatkan sinergi, dan monitoring serta evaluasi berkelanjutan,” ungkap Woro.
Woro mengatakan upaya PPA perlu penyesuaian dari daerah masing-masing dengan terus meningkatkan pemberian layanan.
Sementara Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan dan Lingkungan, Kementrian Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, Rohika Kurniadi Sari menyampaikan upaya pemerintah dalam pencegahan perkawinan anak melalui berbagai program seperti Puspaga, Jo Kawin Bocah, Forum Anak dan lain sebagainya.
Rohika juga menyampaikan perkawinan usia anak merupakan pelanggaran hak anak dan harus segera dihentikan. “Komitmen bersama pemerintah akan melahirkan peraturan, kebijakan, dan tindak lanjut monitoring serta evaluasi,” pungkas Rohika.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Rakor Vicon Kesiapan Menghadapi Omicron Dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Dalam rangka kesiapan menghadapi varian omicron telah dilaksanakan rapat koordinasi  dipimpin Menko Maritim dan Investasi melalui video conference pada hari Selasa (11/01/2022) mulai pukul 18.30 WIB diikuti Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati/Walikota, Dandim dan Kapolres se-Jawa dan Bali,

Bupati Wonosobo hadir  didampingi  Wakil Bupati, Polres Wonosobo, Kodim 0707 Wonosobo, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Satpol PP, Kepala Pelaksana BPBD, dan Bagian Kesra di Ruang Kertonegoro, Setda.

Dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi memberikan arahan perkuat langkah-langkah pencegahan : penegakan protokol kesehatan dengan penegakkan aplikasi peduli lindungi,  penguatan testing, tracing dan isolasi terpusat,  akselerasi vaksinasi, terutama lansia dan anak-anak, mempersiapkan RS, obat-obatan, alat kesehatan dan tenaga kesehatan.  Menindaklanjuti rakor tersebut,  Bupati Wonosobo memerintahkan untuk dilaksanakan rapat  koordinasi melalui zoom meeting diikuti seluruh Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Wonosobo terkait untuk antisipasi kesiapan menghadapi omicron dan mengingatkan kembali agar disiplin protokol kesehatan. Mari kita bersama-sama untuk tetap disiplin protokol kesehatan dan segera vaksinasi agar semua terlindungi!