News

Wonosobo Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Pra PORPROV Dayung Jateng

Kabupaten Wonosobo menjadi tuan rumah kejuaraan Pra PORPROV Dayung Jawa Tengah 2022. Tepatnya digelar di Waduk Wadaslintang, yang rencananya akan berlangsung selama 3 hari. Mulai 30 September hingga 2 Oktober, dan diikuti 320 atlet dari 17 kabupaten di Jawa Tengah.

Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, saat membuka perhelatan tersebut, menyampaikan bahwa Pra PORPROV merupakan fase penting menuju ke selanjutnya, sehingga seluruh peserta harus menunjukkan performa terbaiknya, untuk dapat berlaga dengan membawa nama baik daerah asal masing-masing.

“Kepada seluruh peserta untuk dapat mengerahkan kemampuan terbaiknya, yang telah dilatih tanpa kenal lelah bersama rekan tim dan pelatih. Tunjukkan bahwa latihan panjang yang telah dilalui dapat menghasilkan performa terbaik, selaras dengan kerjasama tim serta kemampuan penggabungan stamina, kekuatan, dan waktu yang baik,” ungkapnya.

“Saya harap perlombaan ini mampu menyebarkan lebih luas spirit kebugaran jasmani, serta memasyarakatkan budaya olahraga. Teriring harapan pula bahwa atlet-atlet dayung, khususnya yang berasal dari Wonosobo, mampu menunjukkan perilaku positif, rendah hati, dan sportif, baik di dalam maupun di luar arena perlombaan,” lanjutnya.

M.Albar juga menegaskan bahwa kemenangan merupakan target utama dalam setiap perlombaan, namun tidak boleh menjadi alasan untuk menghalalkan segala cara demi meraihnya.

“Kemenangan adalah sebuah tujuan atau target, namun ini tidak boleh dijadikan alasan untuk menghalalkan segala cara untuk meraihnya, sehingga sportivitas, kejujuran, keadilan, dan sikap ksatria dalam menjalankan perlombaan dari awal hingga akhir, merupakan esensi utama dalam setiap jenis olahraga. Oleh karena itu, saya harap seluruh atlet dayung mampu menanamkan dalam diri untuk melaksanakan lomba secara jujur, berkomitmen untuk bekerjasama dalam tim, serta patuh terhadap aturan baku perlombaan yang telah ditetapkan,”ungkapnya.

Sementara itu, ketua Panitia Pra PORPROV, Agung menyampaikan, bahwa tujuan pelaksanaan Pra PORPROV sebagai ajang kualifikasi menentukan nomor yang dapat diikuti oleh kontingen kabupaten kota untuk berlaga selanjutnya pada Porprov Jateng di Patiraya.

“Adapun jumlah kontingen yang mengikuti pra Porprov kali ini ada 17 Kabupaten dan Kota meliputi, Kabupaten Blora, Kabupaten Pati, Kabupaten Jepara, Kabupaten Demak, Kabupaten Grobogan, Kota Semarang Kabupaten Kendal, Kabupaten Batang, Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Purwojero, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Cilacap, dengan total atlet yang mengikuti pra Porprov Dayung ini sejumalah 320 atlet dan 85 official,” pungkasnya.

 

Informasi ini dapat dilihat juga di :

Wonosobo Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Pra PORPROV Dayung Jateng

Wakil Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan Tanjung Sari Resort

Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, M.M., bersama Komisaris Utama Fachruddin dan Dirut PT Tambi Suwito, S.IP. M.M, didampingi Dewan Direksi PT Tambi, Kabag Perekonomian Setda Kristiana Dewi, S.E., Camat Sapuran, Sumarno, S.Sos.M.M., beserta Muspika melakukan peletakan batu pertama pembangunan kawasan wisata Tanjungsari Resort, dikomplek kebun teh tambi tanjungsari Sapuran, kamis (22/9).

Pada kesempatan itu Wakil Bupati  memberikan apresiasi dengan adanya pembangunan kawasan wisata tersebut. Mengingat Wonosobo masih menduduki peringkat dua termiskin se-Jawa Tengah. Sehingga dengan pengembangan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar dan Wonosobo umumnya.

Tak lepas dari itu Wonosobo dikaruniai alam yang begitu indah dan elok, sehingga munculah banyak destinasi wisata. Salahsatunya agro wisata tambi ini. Sehingga dengan dibangunya Tanjungsari Resort ini nantinya akan menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan baik domestik  maupun mancanegara untuk menikmati keindaham alam Wonosobo ini.

“Saya menyampaikan apresiasi dan merasa gembira dengan adanya pembangunan kawasan wisata ini, Wonosobo itu alamnya sangat elok dan indah sehingga muncul banyak destinasi wisata salahsatunya ya ini, jadi dengan adanya Tanjungsari Resort ini nantinya saya harap menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan baik domestik maupun mancanegara untuk menikmati keindahan alam Wonosobo ini”.

Wabup mengaskan pembangunan kawasan wisata ini tidak semata hanya untuk PT Tambi ataupun Pemerintah Daerah, namun harus diwujudkan untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ini semua tidak hanya untuk kepentingan tambi atau pemerintah saja, tapi untuk masyarakat, niatnya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat  sugih lan maju bareng masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat akan semakin maju, dan dengan kebersamaan ini, kesejahteraanpun meningkat sehingga kemiskinan akan terangkat, mari gayung bersambut, danbharus antusias, saya yakin Tanjung Sari Resort akan menjadi icon dan idola”, pungkasnya.

Dirut PT. Perkebunan Teh Tambi Suwito menyampaikan pembangunan ini merupakan pengembangan Agro Wisata Tanjungsari yang rencananya akan dijadikan Tanjungsari Resort, yang akan dikembangkan oleh PT Maju Bersama Tambi yang merupakan anak perusahaan dari PT Tambi itu sendiri.

Lebih lanjut Wito mengatakan pengembangan pembangunan kawasan wisata tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan dari sektor pariwisata serta memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar terutama pada para pelaku UMKM, sehingga dengan adanya Tanjungsari Resort ini diharapkan mampu meningkatkan dan memajukan sektor ekonomi.

 

Informasi ini juga dapat dilihat melalui :

Wakil Bupati Letakan Batu Pertama Pembangunan Tanjung Sari Resort

334 PNS Mendapatkan Kenaikan Pangkat

Sebanyak 334 usulan  Kenaikan Pangkat di lingkungan Pemkab Wonosobo Periode 1 Oktober 2022, 331 SK telah diterbitkan hari ini, sementara 3 SK Golongan IV/c masih dalam proses di BKN Pusat.

Kepala Dinas BKD Kabupaten Wonosobo, Drs. Tri Antoro, M.Si. mengungkapkan, KP tersebut meliputi, KP Pilihan Jabatan Struktur dari Golongan 3 sebanyak 10 orang, Golongan IV,  8 orang. KP pilihan Jabatan Fungsional Golongan III 120 orang, Golongan IV 59 orang. KP Penyesuaian Ijazah Golongan III 4 orang, serta KP Reguler Golongan I, 3 orang, Golongan II, 105 orang, Golongan III 25 orang.

Sementara penerbitan SK KP terebut didasari oleh, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara; Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil; Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 12 Tahun 2002 tentang Ketentuan Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2002.

Penyerahan secara simbolis oleh Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesra A.Didiek Wibawanto, S.Sos., M.M., dilakukan bersamaan apel karyawan dilingkungan Pemkab Wonosobo, yang diberikan kepada perwakilan PNS dari Golongan 1, 2, 3 dan 4, kamis (22/9) pagi.

Didiek menyampaikan kepada para penerima SK, dengan kenaikan pangkat itu berarti pula akan diikuti dampak selaras pada peningkatan kesejahteraan, kepegawaian maupun karier. “Saya mengucapkan selamat kepada para penerima SK Kenaikan Pangkat yang secara simbolis diwakilkan penerimaannya oleh beberapa PNS, yang berarti pula akan diikuti dampak selaras pada peningkatan kesejahteraan, kepegawaian maupun karier”, ucapnya.

Lebih lanjut Didiek menegaskan, kenaikan pangkat yang merupakan penghargaan untuk PNS, hendaknya mampu mendorong agar lebih optimal dalam menjalankan fungsi sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

“Untuk itu, diterimanya SK Kenaikan Pangkat ini, saya harap dapat mendorong Saudara untuk dapat terus meningkatkan prestasi kinerja, serta menjadi suntikan semangat dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Hendaknya Saudara memiliki kesadaran lebih untuk mampu mewujudkan tujuan reformasi birokrasi, yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, produktif, berintegritas tinggi, dan memberikan pelayanan prima berorientasi pada kinerja yang profesional, komitmen pada kepentingan rakyat serta akuntabilitas sesuai pada tuntutan zaman”.

Menurut Didiek, pelayanan publik merupakan prioritas utama dalam reformasi birokrasi, yang mengisyaratkan untuk dapat tercipta terobosan, dalam rangka percepatan peningkatan pelayanan publik.

“Selain itu bahwa pelayanan publik merupakan prioritas utama dalam reformasi birokrasi, yang mengisyaratkan untuk dapat tercipta terobosan, dalam rangka percepatan peningkatan pelayanan publik. Dengan demikian, saya minta seluruh PNS di Kabupaten Wonosobo untuk berkomitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada publik, dengan mengoptimalkan jam kerja seefektif mungkin, serta terus melaksanakan konsolidasi internal.

Didiek menegaskan, Core value BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, Kolaboratif), sudah seharusnya dipedomani dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sebagai nilai dan etika profesional dalam memberikan pelayanan publik. “Mari terapkan core value BerAKHLAK dalam pelaksanaan tugas dan fungsi sehari-hari, guna menciptakan Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang baik dan bersih. Selain itu saudara sudah seharusnya dan sepatutnya membuang jauh-jauh dan merubah stigma negatif yang melekat bahwa PNS sibuk melayani diri sendiri”.

Kenaikan Pangkat ini menjadi penanda sebagai PNS sekaligus etalase dan representasi pemerintah, untuk dapat terus menunjukkan kinerja terbaik kepada publik. Lebih dari itu, komitmen ini sudah seharusnya ditunjukkan sebagai wujud profesionalisme sebagai aparatur negara, yang sudah seharusnya terus-menerus ditingkatkan guna memotori terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik. “Saya optimis, dengan komitmen seluruh pegawai di Kabupaten Wonosobo yang diwujudkan dengan tindakan nyata, cita-cita kita bersama dalam mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju, dan sejahtera, bukan lagi angan-angan namun dapat secara nyata kita wujudkan”.

“Hendaknya Kenaikan Pangkat ini menjadi penanda bagi Saudara, sebagai PNS sekaligus etalase dan representasi pemerintah, untuk dapat terus menunjukkan kinerja terbaik kepada publik”, pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

334 PNS Mendapatkan Kenaikan Pangkat

Monitoring Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja Perumda Air Minum Tirta Aji Kabupaten Wonosobo 2020-2023

Perumda Air Minum Tirta Aji menerima kunjungan Monitoring dan evaluasi dari tim DFAT, KIAT dan PIC Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (AMBK), bertempat di Aula gedung PDAM Wonosobo dilanjutkan dengan tinjauan lapangan ke mata air Mudal, Reservoar Jlamprang, di jalan Dieng dan dilanjutkan pengecekan peralatan di jalan Liongkar Selatan Wonolelo, untuk mengecek Water Meter (WM) dan Pressure Logger (PL) hibah dari Australia, Selasa (21/9).
Program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (AMBK) adalah suatu strategi peningkatan kinerja Badan Usaha Milik Daerah Air Minum (BUMD AM) atau pemerintah daerah melalui pemberian hibah berdasarkan peningkatan kinerja yang terukur atau Performance Based Grant (PBG). Dimana sumber dana program ini berasal dari hibah pemerintah Australia melalui pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.


Hibah AMBK sendiri bertujuan untuk meningkatkan kinerja BUMD AM gar dapat memberikan pelayanan yang berkualitas dan berkesinambungan kepada pelanggan dan meningkatkan akses air minum ke seluruh lapisan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, saat ikut menerima tim monitoring menyampaikan bahwa pemerintah kabupaten Wonosobo terus berkomitmen untuk mendorong dan mendampingi Perumda Air Minum Tirta Aji atau PDAM agar semakin maju dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua masyarakat.
“dulu PDAM yang terseok seok kini sudah survive. Bahkan bisa disebut sebagai salah satu PDAM terbaik di Indonesia. Semoga kemajuan PDAM ini bisa dirasakan oleh seluruh karyawan dan masyarakat pada umumnya,” ungkap Wabup.
Wabup juga berharap berbagai upaya yang telah dilakukan oleh PDAM ini, semoga bisa memberikan kepuasan dan penilaian yang baik dari masyarakat dan juga bagi pemberi hibah. Agar kedepan akan terus terjalin kerjasama yang baik dari Pemkab, PDAM dan pemberi Hibah.
Sementara pada kesempatan itu Direktur Utama PDAM Wonosobo, M. Sjahid, menyampaikan bahwa program Hibah Air Minum Berbasis Kinerja (AMBK) Perumda Air Minum Tirta Aji Kabupaten Wonosobo berlangsung dari tahun 2020 hingga 2023.


Sjahid juga menyampaikan bahwa keikutsertaan Perumda Air Minum Tirta Aji Kabupaten Wonosobo dalam program hibah AMBK ini terdai dari beberapa komponen dan indikator. Yaitu Komponen Tata Kelola Indikator Rencana Bisnis (RB). Komponen Efisiensi Operasi Indikator Air Tak Berekening (ATR). Komponen Keuangan Indikator Rasio Operasi (RO). Komponen Kualitas Pelayanan Indikator Kualitas Air (KuA) dan Indikator Kontinuitas Aliran (KA). Komponen Khusus/Hibah untuk penanganan Covid-19 Indikator Komunikasi, Ibnformasi dan Edukasi dan Indikator Kepatuhan terhadap Peraturan Pedoman dan SOP untuk Klorinasi, Indikator Peningkatan Kinerja Klorinasi dan Pengamanan (PKC).

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/monitoring-program-hibah-air-minum-berbasis-kinerja-perumda-air-minum-tirta-aji-kabupaten-wonosobo-2020-2023/

Tembakau Garangan Aset Budaya

“Tembakau Garangan merupakan Aset Budaya masyarakat Desa Tieng”, berikut disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, MM pada Pelatihan Branding Garang Tembakau, di kawasan dataran tinggi Dieng yaitu Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa (20/9/22), yang diikuti sejumlah 20 peserta.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, MM, menyampaikan bahwa pelatihan digitalisasi ini merupakan salah satu upaya untuk melestarikan Mbako Garangan atau Tembakau Garangan sebagai salah satu aset budaya desa Tieng.

“Pelatihan digitilasisi ini adalah salah satu upaya untuk melestarikan Mbako Garangan atau Tembakau Garangan sebagai salah satu aset budaya Desa Tieng yang harus kita uri-uri apalagi jika kita menilik nilai fislosofis dari proses penanaman yang memperhatikan mongso, proses pengolahan dari panen yang berurutan dari ruwek, ngimbu, rajang, nganjang, garang sampai mepe, juga menggunakan alat-alat yang khusus dari gubit (Sejenis pisau khusus untuk rajang mbako, pakai kakrak (Alat untuk menaruh tembakau yang di rajang), rigen sebagai alat untuk menata tembakau yang sudah di potong-potong halus hingga alat-alat yang digunakan untuk nganjang”, ungkap Drs. H. Muhammad Albar, MM yang kebetulan asli Tieng.

“Ke depan, saya berharap Mbako Garangan yang dalam prosesnya memiliki nilai eksotis dan nilai budaya saya harap dapat dibranding menjadi salah satu destinasi wisata budaya. Proses pengolahan Mbako Garangan perlu dikemas menjadi suatu hal yang menarik, sehingga mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, tentunya juga perlu dipersiapkan dengan baik, agar supaya Mbako Garangan ke depan dapat menjadi icon wisata budaya di Kabupaten Wonosobo serta mampu memberikan efek positif serta mengungkit perekonomian masyarakat, syukur dari Mbako Garangan ini dapat lahir Tieng Culture Festival, dengan membranding Mbako Garangan”, Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, MM menambahkan.

Dalam kesempatan itu juga, Kepala Desa, Farhan menyampaikan harapanya akan potensi Tembakau Garangan yang dapat dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata budaya.

“Semoga pelatihan ini, bisa memberikan dampak yang lebih, harapan kita bagiamana kita punya potensi Tembakau Garangan, dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya yang ada bisa dikembangkan, menjadi icon Desa Tieng, mulai dari metiknya sampai nanti merajangnya”, Ungkap Kepala Desa Tieng, Farhan.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini Tembakau Garangan dapat membangkitkan ekonomi di Desa Tieng, sudah saatnya kita punya potensi harus kita kembangkan, sebagai upaya mensejahterakan kita semua”, imbuh Kepala Desa Tieng, Farhan.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Tembakau Garangan Aset Budaya

Branding Tembakau Garangan Tieng

20 orang petani tembakau, mengikuti Pelatihan Branding Tembakau Garangan di kawasan dataran tinggi Dieng Desa Tieng, Kejajar, Wonosobo, Selasa (20/9/22).

Branding Tembakau ini sebagai upaya memperkenalkan kepada khalayak luas bahwa tembakau garangan bisa dinikmati semua kalangan, selain itu merupakan icon tembakau wonosobo.

Tembakau garangan sendiri diproses dengan cara dirajang halus, dipadatkan dan dibakar menggunakan kayu bakar di produksi secara tradisional oleh warga sekitar. Proses yang menarik ini memiliki nilai eksotis dari awal penanaman, panen, pengolahan, hingga konsumsi. Sehingga hasil pengolahan tembakau ini bernilai tinggi.

“Hasil pengolahan tembakau garangan ini harus dibranding, karena dalam prosesnya memiliki nilai eksotis yang luar biasa, dan tanpa tambahan bahan kimiawi, jadi tembakau garangan ini memiliki nilai tinggi yang harus kita kenalkan secara luas agar mendunia”, ungkap Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, MM, saat membuka pelatihan.

“Pelatihan ini adalah proses yang bisa dinikmati oleh masyarakat luas, ini aset yang luar biasa bagi desa Tieng. Bagaimana melesatarikan tembakau juga memberikan dampak ekonomi yang baik untuk kita,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Kepala Desa, Farhan menyampaikan harapanya bahwa dengan pelatihan ini akan menjadi awal, untuk kebangkitan khususnya tembakau tieng bisa memberikan dampak kesejahteraan bagi warga.

“Saya berharap dengan adanya pelatihan ini, masyarakat bisa membangkitkan ekonomi di desa tieng. Pencinta tembakau tieng, perlu ada pelatihan, karena temanya Branding, sudah saatnya kita punya potensi harus kita kembangkan, sebagai upaya mensejahterakan kita semua,”ungkapnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Branding Tembakau Garangan Desa Tieng

Lahan Kritis Di Wonosobo, Memprihatinkan

Luasan lahan kritis di kabupaten Wonosobo sekitar 36 ribu hektar, itu sangat memprihatinkan. Ini menjadi keprihatinan kita bersama, bahwa kerusakan alam secara nyata telah menghampiri kita, dan sudah sepatutnya jika kita mengupayakan untuk mengembalikan kesuburan dan produktivitas lahan demi generasi penerus kita dimasa depan. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, saat membuka peningkatan kapasitas kemampuan pembibitan bagi organisasi masyarakat dan komunitas. Bertempat di Arboretum Kalianget, Selasa (20/9).
Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, menyampaikan bahwa Wonosobo sebagai hulu beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Serayu, Bogowonto, dan Luk Ulo, menempati posisi strategis sebagai penyangga ketersediaan sumber daya air bagi kabupaten-kabupaten di sekitarnya. “Oleh karena itu, kelestarian alam patut menjadi prioritas dan perhatikan, untuk memastikan kelestarian sumber air dan ekosistem di sekitarnya. Apalagi mengingat lahan kritis di Wonosobo yang pada tahun 2020 sudah mencapai luas 36.482,85 hektar, yang terbagi dalam kawasan hutan lindung seluas 2.362,32 hektar, dan di luar kawasan hutan lindung seluas 34.120,53 hektar,” ungkap Wabup.


Albar juga menyampaikan keberadaan lahan kritis akan menyebabkan terganggunya fungsi lahan sebagai media pengatur tata air, perlindungan banjir, dan sedimentasi di wilayah hilir. Lahan kritis juga berdampak pada penurunan fungsi konservasi, fungsi produksi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
“Keberadaan lahan kritis yang menjadi ancaman bagi keberlangsungan banyak aspek, hendaknya kita dapat menjadikan pemulihan lahan sebagai pilihan prioritas. Dan penanaman pohon merupakan sebuah langkah yang baik untuk mengawali upaya pemulihan lahan, sehingga pemilihan bibit yang cocok dengan karakteristik lahan menjadi penting,” jelas Albar.
“Sebab, tidak semua tanaman dapat hidup pada lahan kritis yang minim unsur hara, pohon harus memiliki akar tunjang yang kuat dan dalam, membutuhkan sedikit air, membutuhkan sedikit unsur hara, dan merupakan tanaman endemik pada habitatnya. Untuk itu, pengetahuan tentang bibit wajib diketahui oleh masyarakat yang akan melaksanakan penanaman pohon, sehingga upaya pemulihan lahan dapat terlaksana secara efektif dan mampu mengembalikan fungsi lahan,” pungkas Wabup.


Sementara pada kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih, kerusakan lingkungan di Wonosobo tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri, akan tetapi membutuhkan dukungan dari semua pihak.
Pada kegiatan yang diikuti oleh Banser Wonosobo, Pemuda Muhammadiyah, Kwarcab Pramuka, Komisi remaja pemuda gereja kristen jawa, pengelola pendakian (basecamp), pengelola arboretum, Endang juga menyampaikan bahwa melalui peningkatan kapasitas pembibitan bagi ormas dan komunitas ini sangat relevan untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat untuk bersama melakukan aksi nyata upaya pemulihan lingkungan di kabupaten Wonosobo.
“diharapkan masyarakat mempunyai kemampuan pembibitan, sehingga terwujud kemandirian penyediaan bibit oleh masyarakat serta munculnya partisipasi aktif masyarakat ikut serta memulihkan lingkungan,” punkas Endang.
Pada kesempatan itu juga diserahkan penghargaan bagi tim pembina Kalpataru Tahun 2022 yang telah berhasil mengantarkan Kabupaten Wonosobo meraih 3 penghargaan Kalpataru tingkat Provinsi Jawa Tengah.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/peningkatan-kapasitas-pembibitan-bagi-organisasi-masyarakat-dan-komunitas/

REGSOSEK UNTUK SATU DATA WONOSOBO

Dalam rangka menyediakan sistem dan basis data seluruh penduduk yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan yang terhubung dengan data induk kependududkan serta basis data lainnya hingga tingkat desa/kelurahan, Kantor Statistik Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pendataan Awal Registrasi Sosial-Ekonomi (REGSOSEK) Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 yang dihadiri oleh Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, Forkopimda, Kepala OPD, Perwakilan kepala desa, dan dari akademisi, di Hotel Dafam Selasa (20/9).

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, menyambut positif serta mendukung sepenuhnya dengan akan dilaksanakannya kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial-Ekonomi (REGSOSEK) Kabupaten Wonosobo Tahun 2022, dalam rangka menyajikan basis data profil, kondisi sosial-ekonomi dan tingkat kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Saya menyambut positif serta mendukung sepenuhnya dengan akan dilaksanakannya kegiatan Pendataan Awal Registrasi Sosial-Ekonomi (REGSOSEK) Kabupaten Wonosobo Tahun 2022, dalam rangka menyajikan basis data profil, kondisi sosial-ekonomi dan tingkat kesejahteraan seluruh masyarakat, sehingga diharapkan dapat dihasilkan basis data yang akurat, guna mewujudkan satu basis data sebagai salah satu langkah dalam mendukung reformasi perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat”, kata Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag.

Untuk mendukung Pendataan Awal Registrasi Sosial-Ekonomi (REGSOSEK) Kabupaten Wonosobo Tahun 2022, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag juga menekankan kepada seluruh stakeholder terkait untuk mendukung demi kelancaran kegiatan pendataan ini.

“Selaras dengan itu, maka saya harap seluruh stakeholders terkait, untuk berperan aktif sesuai perannya masing-masing serta mengawal pelaksanaan Pendataan Awal REGSOSEK Kabupaten Wonosobo Tahun 2022, agar data yang dihasilkan benar-benar mampu memotret kondisi existing masyarakat saat ini yang selalu dinamis, dan terus mengalami perubahan yang dipengaruhi oleh banyak hal, baik kondisi kependudukan, kesehatan, pendidikan, sosial maupun kondisi ekonomi paska Pandemi Covid-19, sekaligus meminimalisasi rekayasa, serta terbebas dari kepentingan pribadi dan kelompok, mengingat data ini sangat penting sebagai dasar penentuan kebijakan serta pembangunan, maka saya harap data REGSOSEK ini mampu menjadi tonggak atas diwujudkannya Satu Data Wonosobo, serta kedepan dapat didayagunakan seoptimal mungkin sebagai rujukan untuk mengimplementasikan program kegiatan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah, sehingga akan mendukung upaya kita Bersama dalam mewujudkan Wonosobo yang Berdaya Saing, Maju dan Sejahtera ”, tandas Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag

Salah satu bukti dukungan lain Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo terhadap pelaksanaan Pendataan Awal REGSOSEK Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 adalah dengan diterbitkannya Surat Edaran Bupati Wonosobo Nomor: 470/1257/2022 tentang Dukungan Pendataan Awal REGSOSEK Kabupaten Wonosobo Tahun 2022, yang didalamnya berisi tentang penekanan dukungan masyarakat terutama RT/RW, Kepala Desa/ Lurah serta Camat di wilayah kerjanya masing masing.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor BPS Kabupaten Wonosobo, Ir. Tri Wahyu Joko Pratomo, M.M.Si menyampaikan bahwa pendataan akan dilaksanakan mulai tanggal 15 Oktober sampai dengan 15 November 2022 dan melibatkan banyak personil.

“Pelaksanaan Pendataan Awal REGSOSEK Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 akan dilaksanakan mulai tanggal 15 Oktober sampai dengan 15 November 2022 dan melibatkan banyak personil, diantaranya Petugas Pendataan Lapangan (PPL) 1.132 orang (mitra BPS), Petugas Pemeriksaan Lapangan (PML) 288 orang (mitra BPS), Koordinator Sensus Kecamatan (Koseka) 30 orang (organik BPS) dan Penunjuk Jalan/Ketua SLS (RT) 6.960 orang”, kata Kepala Kantor BPS Kabupaten Wonosobo, Ir. Tri Wahyu Joko Pratomo, M.M.Si.

“Saya juga berharap Pendataan Awal REGSOSEK Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 ini nantinya benar-benar menghasilkan data yang bisa dengan tepat digunakan untuk pengambilan kebijakan terutama dalam penangan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo mewujudkan satu data perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat”, Kepala Kantor BPS Kabupaten Wonosobo, Ir. Tri Wahyu Joko Pratomo, M.M.Si, menambahkan.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/regsosek-untuk-satu-data-wonosobo/

Warga RW 1 Jaraksari Hibahkan Tanah Untuk Pelebaran Jalan

Kegembiraan dirasakan Warga RW 1 Kelurahan Jaraksari Wonosobo, pasalnya pemukiman padat penduduk ini semula tidak memiliki jalan  layak dan memadai yang bisa dilalui kendaraan roda empat, namun karena kekompakan dan keikhlasan warga yang menghibahkan sebagian tanah miliknya untuk pelebaran jalan, sehingga kampung tersebut akan segera memiliki jalan selebar 3,5 meter sepanjang 200 meter yang menghubungkan dari jalan Muntang, RW 2, RW 1 Jaraksari, hingga tembus Jl. Jogonegoro atau jalan raya depan SMA N 1 Wonosobo.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., saat meninjau lokasi di RW 1 Kelurahan Jaraksari Senin (19/9) menyampaikan apresiasi terhadap hal ini. “Kami sampaikan apresiasi dan terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat dengan segala keikhlasanya, semoga nanti jalan bisa segera terwujud, menjadi lebar, sehingga mobil bisa masuk, damkar, ambulan, dan sebagainya, namun kami berharap semoga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan itu, tapi jika ada kegawatdaruratan maka bisa diantisipasi sedini mungkin. Niat baik dari seluruh warga masyarakat ini mudah-mudahan akan menuai kebaikan, semoga dapat limpahan rahmat dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga jika jalan sudah terbangun dan yang memanfaatkan orang banyak maka akan lebih berguna, sekali lagi jika diniati ibadah pasti akan memetik kebaikan,” ucap Bupati.

Kepada warga yang rumahnya terdampak, Bupati juga mengucapkan terima-kasih. “Kepada yang terdampak, kami sampaikan terima-kasih atas keikhlasanya, semoga memberikan barokah yang membawa manfaat bagi semuanya, akan menjadi investasi yang tidak terhitung nilainya. Bangunan yang terdampak nanti akan segera dikondisikan, meskipun tidak sempurna, namun pasti dilakukan yang terbaik, karena yang menangani adalah tukang yang handal, jadi tidak asal”.

Selain itu Bupati juga mengapresiasi dan bangga atas langkah Warga Jaraksari ini yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, kegotongroyongan, keikhlasan dan  kekompakan demi kepentingan umum. “Kami bangga terhadap langkah Warga Jaraksari ini, yang tidak hanya memakai baju Pancasilais namun Warga Jaraksari bener bener sudah mengamalkan Pancasila, negara ini kuat karena gotong-royong, apapun itu, program setinggi apapun tanpa gotong-royong mustahil berhasil, oleh karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Wonosobo secara umum dan khususnya Warga Jaraksari ini,” ucap Bupati.

Ketua RW 1 Jaraksari Untung Nurohman mengungkapkan, bahwa keinginan warga memiliki jalan ini memang sudah digadang sejak lama, mengingat jalan yang layak tersebut sangat bermanfaat bagi aktifitas masyarakat, baik dilihat dari sisi ekonomi, sosial, bahkan terkait tentang kewaspadaan gawat darurat serta bencana yang mungkin terjadi.

“Apa yang selama ini menjadi angan-angan dan harapan warga, yang sangat ingin mempunyai jalan yang layak yang bisa dilalui roda 4 akan segera terpenuhi, mengingat kemanfaatan jalan layak itu ya sangat luarbiasa, dilihat disisi ekonomi, sosial, juga bahkan mungkin terkait kwaspadaan dan bencana bisa diantisipasi dijauh hari, sehingga kami warga semuanya satu suara satu kata satu keinginan agar harapan tersebut segera bisa terealisasikan, dan alhamdulillah dengan kekompakan, warga mendukung seluruhnya,” ungkapnya.

Untung menambahkan terkait jalan ini, pihaknya mengaku tidak memiliki lahan, namun berada diatas saluran irigasi.

“Terkait jalan, kami memang tidak punya lahan, semua yang kami miliki berada di atas saluran irigasi, dan selama ini dimanfaatkan oleh beberapa masyarakat yang membangun untuk kepentingan pribadi, namun demikian karena sudah menjadi kesepakatan semua warga, yang mana beberapa waktu sebelumnya telah kami fasilitasi dengan musyawarah bersama di kelurahan, bagaimana nantinya mau seperti apa, namun karena hal ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara umum, alhamdulillah warga yang bangunan rumahnya terdampak, baik yang berada diatas saluran irigasi maupun masyarakat yang menghibahkan lahan milik pribadinya, mereka memberikan secara sukarela dengan ikhlas tanpa paksaan, dan menyatakan dukunganya dengan ditandatangani diatas materai”.

Lebih lanjut Untung mengatakan bangunan yang terdampak pelebaran jalan tersebut sedikitnya ada 8 bangunan yang berada diatas saluran irigasi dan 5 bangunan dari hibah warga. Sementara estimasi besaran anggaran dan waktu pelaksanaan kurang lebih 85 juta dan dilaksanakan dua bulan.

“Pelebaran jalan ini, berdampak terhadap  bangunan warga yang harus dikepras, untuk yang menghibahkan ada 5 orang, adapun yang diatas saluran irigasi ada 8 orang. Dan Alhamdulillah tidak ada kendala sedikitpun. Sementara untuk penanganan biaya yang untuk renovasi bangunan terdampak kurang lebih 85 juta, dan estimasi waktu perkiraan satu sampai dua bulan,” terangnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Warga RW 1 Jaraksari Hibahkan Tanah Untuk Pelebaran Jalan