Uncategorized

Semangat Pancasila Harus Dijadikan Sebagai Spirit Dalam Bekerja

Bulan Juni adalah bulan lahir Pancasila. Dalam bekerja dan berkarya harus dibarengi dengan semangat dan spirit Pancasila sebagai nilai-nilai norma dasar dalam berperilaku. Selain itu semangat Pancasila juga sebagai penguat dan pemersatu bangsa. Sehingga dalam melayani masyarakat, sinergitas dan koordinasi yang baik dari semua stakeholder akan terjalin semakin kuat, demi kemajuan dan kesejahteraan yang berkelanjutan. Demikian dikatakan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., saat menjadi Pembina Apel Lintas Sektoral di halaman Kantor Kecamatan Kalikajar, kamis (30/6) pagi.

“Pancasila sebagai spirit bagi kita, yang harus kita fahami yang harus kita ilhami yang harus kita implementasikan, tugas kita sebagai anak bangsa, adalah untuk mengamalkan Pancasila dalam kehidupan kita sehari, dan dimanapun kita berada, baik dirumah maupun dalam bekerja dan berkarya”, ujar Bupati.

Sehingga jika semangat Pancasila ini dijadikan pegangan, apapun tantangan yang di hadapi Negara ini, dan khususnya Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Bupati optimis permasalahan yang ada akan bisa diatasi dengan baik secara bertahap.

“Kalau Pancasila ini kita jadikan pegangan, seberat apapun tantangan yang dihadapi negara ini, seberat apapun tantangan yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Wonosobo saat ini, yaitu menyangkut kemiskinan ekstrem, stunting, pendidikan yang mana masih banyak anak tidak sekolah, menyangkut infastruktur sarana dan prasarana, saya optimis ini bisa terurai dengan baik secara bertahap. Adil tidak harus merata namun proporsional. Pancasila adalah gotong royong, dalam menghadapi tantangan harus diselesaikan dengan kerjasama, koordinasi, sinergi dari semua sektor sebagai pilar utama dan semua itu diwujudkan dalam gotong-royong”, tegas Bupati.

Seiring doa dan ikhtiar serta petunjuk dari Tuhan Yang Maha Esa, Bupati mengajak agar Spirit Pancasila dijadikan landasan fikir dalam bekerja mengabdi kepada bangsa dan negara, sehingga dengan semangat tersebut akan menggiring kedalam perilaku berbuat yang terbaik.  Sembari berpesan agar selalu meningkatkan kualitas bekerja dan berkarya, utamanya dalam memberikan pelayanan yang prima bagi masyarakat Wonosobo.

“Marilah spirit Pancasila ini, spirit para pejuang dan pahlawan bangsa ini, kita jadikan landasan fikir kita dalam melaksanakan tugas dan dalam bekerja, sehingga jika sudah memiliki landasan fikir yang cerdas, yang jernih, pasti bisa menyelesaiakan persoalan yang kita hadapi seiring dengan doa, ikhtiar dan petunjuk dari Allah SWT, karena hanya dengan petunjuk-Nya semua akan berjalan di jalurnya. Saya berharap apa yang sudah dicapai, yang baik agar terus ditingkatkan, sehingga kedepan akan mendapatkan sesuatu yang terbaik jika kita bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kabupaten Wonosobo”, pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/07/semangat-pancasila-harus-dijadikan-sebagai-spirit-dalam-bekerja/

Rapat Koordinasi JDIH Desa

Pada Hari Kamis 23 Maret 2022
JDIH Kabupaten Wonosobo Melakukan Rapat Koordinasi Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Tingkat Desa Kabupaten Wonosobo.
Dengan Tema Mewujudkan Informasi Hukum yang Lengkap, Akurat Mudah dan Cepat Serta Menuju Informasi Hukum Yang Berkualitas.

SOSIALISASI KETENTUAN DIBIDANG CUKAI BAGI MASYARAKAT PEDAGANG DAN KONSUMEN ROKOK

Senin (11/10), sosialisasi terkait ketentuan dibidang cukai digelar oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo (Setda). Sosialisasi ini merupakan awal dari rangkaian sosialisasi sejenis yang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Kali ini Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam menargetkan masyarakat pedagang dan konsumen rokok di Kecamatan Wonosobo, sebagai peserta dari sosialisasi ini.

Acara dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Retno Eko Syafariati N, S.Sos., M.M., mewakili Bupati Wonosobo. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Staf Ahli Pembangunan Ekonomi dan Keuangan dikatakan bahwa semakin besar hasil Cukai hasil tembakau yang dipungut suatu daerah maka akan mendapat pembagian DBH CHT yang lebih besar pula. Maka untuk semakin meningkatkan pemasukan dari sektor cukai, tentu perlu adanya keterlibatan semua pihak, untuk mengawasi dan ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu Retno berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan dan mengikuti sosialisasi ketentuan tentang Cukai dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Dra. Siti Nuryanah, M.Si, dalam laporannya mengatakan acara ini diikuti oleh 120  peserta perwakilan Masyarakat Pedagang dan Masyarakat Konsumen Rokok se-Kecamatan Wonosobo. Dirinya menambahkan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat perihal barang barang yang dikenai cukai, utamanya cukai pada barang hasil tembakau. Sehingga diharapkan masyarakat dapat membedakan pita cukai legal dan pita cukai ilegal sebagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal ditengah masyarakat Kecamatan Wonosobo.

Sosialisasi ini diharapkan membangun pengertian dan pemahaman masyarakat pedagang dan konsumen terkait cukai, sehingga mampu membedakan antara pita cukai asli dan pita cukai palsu, dan diharapkan dapat bermuara kepada dapat ditekannya peredaran barang kena cukai ilegal, utamanya peraderan rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo. Selain itu, diharapkan pula sosialisasi ini dapat mengurangi peredaran rokok ilegal sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara dari sumber cukai, dengan demikian DBHCHT yang dibagikan kepada Daerah penghasil juga meningkat dalam rangka mendukung pembangunan daerah. Terakhir, sosialisasi diharapkan dapat menghindarkan pelanggaran hukum bagi masyarakat pedagang dan konsumen.

Narasumber dari Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, Siswanto, menjelaskan materi antara lain tentang pengertian cukai, jenis-jenis Barang Kena Cukai (BKC), pelunasan dan pembayaran cukai, analisis pelanggaran cukai beserta modusnya yang marak terjadi di masyarakat. Selain itu, dijelaskan pula tentang identifikasi pita cukai melalui kasat mata atau beberapa alat seperti kaca pembesar dan lampu UV. Melalui acara ini, diharapkan para peserta bisa memahami aturan cukai serta dapat menyampaikan pengetahuan yang didapat selama sosialisasi kepada masyarakat lainnya, sehingga tujuan pengenaan cukai, mengawasi atau membatasi penggunaan barang tertentu dapat tercapai.

Sekda Apresiasi Elemen Masyarakat Yang Bersinergi Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Pandemi global covid-19 sampai saat ini belum usai. Penyebaran virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan China ini ini sangat berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan manusia, terutama berdampak pada sektor kesehatan dan sektor ekonomi yang mengalami keterpurukan. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah dengan kebijakan yang bersinergi bersama berbagai elemen masyarakat dalam penanganan pandemi, serta untuk pemulihan ekonomi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo Drs. One Andang Wardoyo, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada TNI, POLRI, Instansi Pemerintah dan Swasta serta seluruh elemen masyarakat lainya, yang telah bersinergi dan berkontribusi dalam upaya penanganan, pencegahan penyebaran covid-19, serta dalam rangka pemulihan ekonomi di Kabupaten Wonosobo.

“Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat Wonosobo, yang tidak bisa kami sebut satu-satu, yang telah bersinergi dan berkontribusi dalam penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi saat ini, karena dengan sinergi dan partisipasi masyarakat, kita akan semakin kuat untuk melawan pandemi ini,” ucap Sekda.


One menambahkan dengan kebersamaan dan sinergi dari berbagai elemen ini diharapkan mampu mendorong arah kebijakan yang diupayakan oleh pemerintah bisa menuai hasil yang baik dan tepat sasaran. Sehingga upaya pemulihan ekonomi bisa dioptimalkan, dengan diperkuat oleh adanya pertisipasi dan kontribusi dari berbagai elemen masyarakat tersebut.

“Kami berharap dimasa pandemi ini masyarakat tetap menjunjung tinggi kepedulian terhadap sesama, saling membantu, dan tolong menolong. Banyak hal baik yang bisa kita lakukan bersama, bagi yang mampu bisa dengan memberikan bantuan kepada sesama yang sedang membutuhkan, sehingga kita bisa bangkit dan beranjak dari pandemi ini,” ujarnya.

Sekda menyampaikan apresiasi kepada komunitas Bumbu Langit, yang beranggotakan pengusaha muslim Wonosobo atau Indonesian Islamic Busines Forum (IBF)  yang selama ini dan di masa PPKM ini telah bersinergi dan berpartisipasi dalam upaya membantu masyarakat lain yang membutuhkan di masa pandemi ini. Dimana mereka telah memberikan berbagai bantuan, salahsatunya dengan membagikan makanan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan terutama kepada warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) karena terkonfirmasi covid-19.

Ketua Komunitas Bumbu Langit, Alfa mengungkapkan, bahwa ini berangkat dari berkumpulnya para pengusaha muslim di Wonosobo. Sebelumnya kegiatan seperti ini dimulai dibulan Ramadhan dengan memberikan takjil gratis, dan seiring jalanya waktu terus meningkat. Dan dimasa pandemi ini, karena banyak yang membutuhkan sehingga dilakukan lebih, dengan memberikan paket makanan.

“Kegiatan kami bermula dari memberikan takjil di bulan ramadhan, dan seiring waktu terus meningkat, dan kita melihat di masa pandemi ini ada banyak sekali yang membutuhkan sehingga kegiatan ini kita lebih tingkatkan lagi, dengan bissmillah kita berupaya semaksimal mungkin agar bisa berkontribusi lebih luas lagi. Dan kegiatan ini kita tandai dengan take line makan kenyang dibayar pakai doa,” ungkapnya.


Menurut penuturan Alfa, selama PPKM ini ada berbagai kerjasama yang dilakukan dengan menjalin sinergi bersama TNI, POLRI, untuk mendistribusikan makanan di lokasi vaksinasi, namun saat ini yang lebih diutamakan adalah kepada masyarakat yang sedang melaksanakan isoman. Ia menambahkan dengan berbagai upaya saat ini sudah ada lebih dari 65 donatur tetap yang mana di setiap bulanya diwajibkan memberikan sedekah minimal 50 ribu saja.

“Selama PPKM, kami bekerjasama dengan Polda dan Polres untuk mendistribusikan makanan di lokasi vaksinasi. Kita juga mengutamakan memberikan kepada yang sedang isoman. Jadi kita akan berupaya dengan mendapatkan dana sebanyak mungkin untuk kita salurkan dan distribusikan di setiap harinya. Dan alhamdulillah saat ini sudah ada 65 donatur tetap, yang mana tiap bulanya mereka diwajibkan memberikan sedekah minimal 50 ribu saja. Untuk donasi dan distribsi atau membutuhkan makanan bisa menghubugi no hp saya di +628995944995,” terangnya.

Perpustakaan Wonosobo Kembali Sabet Gelar Juara

Setelah menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang masuk nominasi enam besar untuk ketiga katagori perpustakaan (umum, sekolah dan desa) sekaligus, kini Kabupaten Wonosobo kembali menyabet juara dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinas Arpusda) menjadi pemenang pertama pada kategori Perpustakaan Umum dengan memperoleh nilai 914, mengalahkan Kota Magelang (905) yang menjadi runner up, dan Kabupaten Magelang (851) yang menjadi juara ketiganya. Untuk perpustakaan kategori Desa/Kelurahan, Wonosobo meraih juara kedua yang diraih oleh Perpustakaan Bergema, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, dengan nilai 923 di bawah Desa Puro, Kabupaten Sragen, yang meraup nilai 968,5, dan juara 3 direbut oleh Desa Kenteng, Semarang. Sementara perpustakaan sekolah yang diwakili SMK N 1 Wonosobo, meraih juara harapan 1 dengan perolehan nilai sebesar 912. Hasil kejuaraan ini berdasarkan Surat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Nomor 041/3 tanggal 10 Juni 2021.

Kepala Dinas Arpusda Dr. Drs. Musofa, M.Pd., mengungkapkan, pada tanggal 7 Mei 2021 pihaknya mengirimkan berkas 3 kategori lomba bidang perpustakaan ke Provinsi Jawa Tengah, kemudian pada tanggal 19 dan 25 Mei 2021 dilakukan penilaian lapangan untuk menentukan juara. “Pada tanggal 7 Mei 2021 kami mengirimkan berkas 3 kategori lomba bidang perpustakaan ke Provinsi Jawa Tengah, kemudian pada tanggal 19 dan 25 mei 2021 dilakukan penilaian lapangan untuk menentukan juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3,” ungkapnya.

Proses Penilaian Lomba Perpustakaan

Musofa menambahkan, penilaian lapangan yang dilakukan tim penilai dari provinsi meliputi presentasi oleh kepala perpustakaan, verifikasi berkas, dan wawancara tim penilai kepada tim perpustakaan. Sementara aspek yang dinilai adalah gedung dan ruangan, perabot dan perlengkapan, koleksi perpustakaan, SDM perpustakaan, layanan perpustakaan, anggaran perpustakaan, promosi perpustakaan, pembinanan perpustakaan, kerjasama perpustakaan, dukungan Pemerintah Daerah terhadap pengembangan perpustakaan, dan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial serta prestasi yang pernah diraih. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran perpustakaan, baik pejabat struktural, para pustakawan dan pendamping perpustakaan yang telah bekerja keras memunculkan ide-ide inovatif dan memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga bidang perpustakaan di wonosobo mendapat pangkuan dari berbagai pihak. Serta kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan pelaksanaan lomba perpsutakaan tahun 2021.

“Kejuaran bukan tujuan akhir pengelolaan dan pengembangan perpustakaan. Kami sedang terus melakukan inovasi untuk menstimulasi penumbuhan budaya baca dan pembangunan perpustakaan yang lebih inklusif. Paradigma baru perpustakaan adalah perpustakaan transformatif inklusif, oleh karena itu akan terus diupayakan agar perpustakaan dapat menjadi pusat kegiatan, yang dapat mendorong percepatan terciptanya kesejahteraan masyarakat. Kami terus bangun kerjasama dengan berbagai komunitas masyarakat, seperti masyarakat para penulis, pegiat seni budaya, dan berbagai komunitas untuk dapat memanfaatkan fasilitas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah lebih terbuka lan lebih produktif. Berkaitan dengan hal tersebut mohon dukungan agar area Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah yang kami rencanakan menajadi Pusat Kegiatan Literasi dan Seni Budaya dapat terwujud,” tegas Musofa.

Atas prestasi tersebut, Bupati Afif Nurhidayat, S. Ag., bersama Wakil Bupati Drs. Muhammad Albar, M.M., mengucapan selamat dan terima kasih kepada jajaran perpustakaan Dinas Arpusda, Perpustakaan Bergema Desa Patak Banteng, dan perpustakaan SMK 1 Wonosobo, yang masing-masing telah mendapatkan juara 1, juara 2 dan juaran harapan 1 dalam Lomba Bidang Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Saya mengajak semua unsur Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk memberikan dukungan yang nyata kepada Perpustakaan Umum Daerah, Dinas Arpusda untuk menguatkan perjuangan dan melakukan hal yang terbaik. Jika kedepan ada lomba tingkat nasional untuk kategori perpustakaan umum daerah, agar dipersiapan secara maksimal dan jalin kerjasama dengan semua pihak yang terkait,” pintanya.

“Kejuaraan merupakan salah satu bukti hasil kerja keras dan inovasi, saya berharap tidak berhenti hanya sampai disini saja, jadikan ini sebagai pemantik untuk memberikan layanan dan inovasi lebih banyak dan lebih manfaat bagi masyarakat karena tujuan akhir adalah kepuasan masyarakat,” pungkas Bupati.

Bupati Wonosobo : Zona Integritas Puskesmas Kaliwiro Menjadi Inspirasi

Wonosobo ― Puskesmas Kaliwiro telah menjadi inspirasi bagi OPD di Kabupaten Wonosobo dalam pelaksanaan Zona Integritas, demikian disampaikan Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag., saat menerima rombongan dari Kabupaten Pemalang dalam acara studi komparasi penerapan Zona Integritas di Pendopo Bupati, Jumat (11/6).

“Alhamdulillah ini terus berkembang di semua OPD yang terkait secara langsung pelayanan masyarakat untuk mengikrarkan. Paling tidak kita sudah mempunyai komitmen,” tegas Afif.

Bupati menyampaikan bahwa pencanangan Zona Integritas pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penting dilakukan, sebagai komitmen dasar untuk menghadapi berbagai ujian yang menerpa. Rombongan yang terdiri dari Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Pemalang, serta perwakilan-perwakilan dari Inspektorat, Bagian Organisasi, Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas di Kabupaten Pemalang, serta tim pembangunan Zona Integritas dari Puskesmas Mulyoharjo dan Puskesmas Warungpring, melaksanakan studi komparasi ke Kabupaten Wonosobo atas penerapan Zona Integritas di Puskesmas Kaliwiro, yang dianggap sudah baik.

dr. Erna Nuraini, M.Hlth.Sc., Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Pemalang, menyatakan bahwa maksud dan tujuan rombongan melaksanakan studi komparasi di Kabupaten Wonosobo, adalah untuk mempelajari praktik pelaksanaan Zona Integritas di Puskesmas Kaliwiro. Puskesmas Kaliwiro selanjutnya akan menjadi pecontohan bagi puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Pemalang, untuk dapat meraih predikat WBK. Pihaknya menyatakan bahwa apa yang disajikan oleh Kabupaten Wonosobo akan menjadi referensi dalam membangun Kabupaten Pemalang.

Disisi lain, Isti Hartini, S.ST., Bidan Desa yang juga bertugas di Puskesmas Kaliwiro, dan bertanggung jawab dalam manajemen mutu, pada paparannya menyatakan bahwa Puskesmas Kaliwiro sempat meraih juara pertama sebagai Puskesmas Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2018, sehingga banyak pula kabupaten lain yang melaksanakan studi komparasi ke Puskesmas Kaliwiro. Selain itu, Puskesmas Kaliwiro terakreditasi Paripurna pada tahun 2019, dan telah meraih predikat WBK pada tahun 2020. Untuk meningkatkan mutu pelayanan puskesmas, sejumlah kebijakan telah diambil. Diantaranya adalah memberikan pelayanan ramah, sepat tepat, dan nyaman, meningkatkan profesionalisme pegawai, meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat, meningkatkan sarana dan prasarana, serta menerapkan sistem manajemen mutu puskesmas secara efektif dan efisien.

Melalui paparannya, Isti menyebutkan berbagai inovasi yang diciptakan oleh Puskesmas Kaliwiro untuk memberikan pelayanan yang optimal. Diantaranya adalah Gembok Emas yang merupakan gerakan untuk mengatasi permasalahan sanitasi, Pijar yang merupakan kegiatan kunjunganke rumah-rumah warga untuk memberikan berbagai pelayanan kesehatan, Domas Cantik dengan memberdayakan masyarakat untuk mengetahui data kehamilan, Smile atau Survei Migrasi Malaria Desa, Ceria untuk mencegah resiko tinggi ibu hamil dengan penggunaan alat kontrasepsi jangka Panjang, Harmoni yang merupakan pemberian edukasi pada keluarga penderita gangguan jiwa, dan Rindu sebagai kegiatan masyarakat dalam mendampingi dan membimbing remaja menjadi generasi sehat dan berkualitas.

Kepala Puskesmas Kaliwiro, dr. Petrus Winarto, M.Si., menyatakan bahwa koordinasi kegiatan puskesmas lebih mudah dilakukan secara internal. Meski demikian, karena adanya dukungan dari berbagai pihak maka kegiatan tetap dapat dilakukan. Ditambahkan oleh Isti, bahwa semua inovasi yang dilakukan Puskesmas Kaliwiro telah mengantongi izin berupa SK dari Camat. Sebelum kegiatan dilaksanakan, pihaknya melakukan konsultasi, survei mawas diri, dan musyawarah bersama masyarakat desa.

Afif-Albar Panen Wiwitan Petik Merah Kopi di Bukit Sitalang

Para pelaku dan penggiat usaha Kopi yang tergabung dalam Klaster Kopi Wonosobo menggelar sarasehan, sekaligus panen perdana atau wiwitan petik merah oleh Bupati Afif Nurhidayat, S.Ag., dan Wakil Bupati Drs. Muhamad Albar, M.M., di area kebun LMDH Argo Mulyo, bukit Setalang, Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Kamis (10/6/2021). Dalam sarasehan yang juga dihadiri  dan sejumlah pejabat Forkopimda tersebut, terungkap adanya komitmen dari pihak perbankan untuk membantu permasalahan modal yang biasa dihadapi para pelaku usaha Kopi.

Bupati menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya. Menurut Afif, inisiatif tersebut sangat bagus, mengingat para petani akan diajak untuk mengolah hasil pertanian secara benar sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan bersama. “Karena disini petani tidak hanya mengolah tanaman kopi sampai panen akan tetapi bahkan sampai pada tahapan kopi siap untuk diseduh di depan konsumen,” tutur Bupati.

Selain itu, Bupati tidak bosan selalu mengingatkan dan mengajak kepada seluruh masyarakat Wonosobo, tak terkecuali para pecinta kopi. Afif berpesan ditengah masa pandemi agar komunitas kopi bersama-sama membantu pemerintah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan demi keselamatan semuanya.

Sementara itu disela sarasehan yang digelar di Coffee Tambi tersebut, ketua Klaster Kopi Wonosobo, Muhail Effendi, mengungkapkan adanya kesediaan dari salah satu Bank BUMN untuk menyediakan skema pembiayaan bagi para pelaku usaha kopi, menjadi penyemangat agar kedepan industri bahan baku minuman paling populer di dunia itu akan semakin menggeliat. “Memang untuk para pelaku usaha kopi, kendala utama adalah pada kurangnya kemampuan pengembangan lahan karena keterbatasan modal yang dimiliki, sehingga adanya komitmen dari pihak bank ini jelas akan sangat membantu kami,” terang Muhail saat ditemui

Klaster Kopi, disebut pria yang selama 10 tahun terakhir juga menggeluti pertanian dan pengolahan green bean kopi jenis arabica dan robusta itu, saat ini tengah berupaya membantu pemerintah untuk meningkatkan produktifitas kopi yg memiliki kualitas sesuai kebutuhan pasar, khususnya untuk pasar ekspor. “Secara nyata, klaster kopi juga melakukan pendampingan kepada petani kopi supaya tanaman kopinya dirawat dengan benar sehingga menghasilkan buah yang bagus, sampai pada pemetikan buahnya juga memenuhi kriteria, yaitu setelah merah matang kemudian diproses melalui berbagai tahapan seperti sortasi warna buah, perimbangan hingga pada penjemuran, pengupasan/ hulling,” terangnya. Tak hanya sampai disitu, pihaknya juga mendampingi pada tahap sortasi biji kering/ green beans, sehingga menghasilkan kopi standar yang dikehendaki pasar internasional. Harga kopi asal Indonesia diakui Muhail cukup tinggi di pasar dunia, sehingga amat sayang apabila Wonosobo tidak mengoptimalkan potensi yang dimiliki. “Di ibukota pun nama kopi asal Wonosobo tidak kalah dengan produk kopi dari berbagai daerah lain di Indonesia,” lanjutnya.