Uncategorized

SOSIALISASI KETENTUAN DIBIDANG CUKAI BAGI MASYARAKAT PEDAGANG DAN KONSUMEN ROKOK

Senin (11/10), sosialisasi terkait ketentuan dibidang cukai digelar oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo (Setda). Sosialisasi ini merupakan awal dari rangkaian sosialisasi sejenis yang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Kali ini Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam menargetkan masyarakat pedagang dan konsumen rokok di Kecamatan Wonosobo, sebagai peserta dari sosialisasi ini.

Acara dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Retno Eko Syafariati N, S.Sos., M.M., mewakili Bupati Wonosobo. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Staf Ahli Pembangunan Ekonomi dan Keuangan dikatakan bahwa semakin besar hasil Cukai hasil tembakau yang dipungut suatu daerah maka akan mendapat pembagian DBH CHT yang lebih besar pula. Maka untuk semakin meningkatkan pemasukan dari sektor cukai, tentu perlu adanya keterlibatan semua pihak, untuk mengawasi dan ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu Retno berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan dan mengikuti sosialisasi ketentuan tentang Cukai dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Dra. Siti Nuryanah, M.Si, dalam laporannya mengatakan acara ini diikuti oleh 120  peserta perwakilan Masyarakat Pedagang dan Masyarakat Konsumen Rokok se-Kecamatan Wonosobo. Dirinya menambahkan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat perihal barang barang yang dikenai cukai, utamanya cukai pada barang hasil tembakau. Sehingga diharapkan masyarakat dapat membedakan pita cukai legal dan pita cukai ilegal sebagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal ditengah masyarakat Kecamatan Wonosobo.

Sosialisasi ini diharapkan membangun pengertian dan pemahaman masyarakat pedagang dan konsumen terkait cukai, sehingga mampu membedakan antara pita cukai asli dan pita cukai palsu, dan diharapkan dapat bermuara kepada dapat ditekannya peredaran barang kena cukai ilegal, utamanya peraderan rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo. Selain itu, diharapkan pula sosialisasi ini dapat mengurangi peredaran rokok ilegal sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara dari sumber cukai, dengan demikian DBHCHT yang dibagikan kepada Daerah penghasil juga meningkat dalam rangka mendukung pembangunan daerah. Terakhir, sosialisasi diharapkan dapat menghindarkan pelanggaran hukum bagi masyarakat pedagang dan konsumen.

Narasumber dari Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, Siswanto, menjelaskan materi antara lain tentang pengertian cukai, jenis-jenis Barang Kena Cukai (BKC), pelunasan dan pembayaran cukai, analisis pelanggaran cukai beserta modusnya yang marak terjadi di masyarakat. Selain itu, dijelaskan pula tentang identifikasi pita cukai melalui kasat mata atau beberapa alat seperti kaca pembesar dan lampu UV. Melalui acara ini, diharapkan para peserta bisa memahami aturan cukai serta dapat menyampaikan pengetahuan yang didapat selama sosialisasi kepada masyarakat lainnya, sehingga tujuan pengenaan cukai, mengawasi atau membatasi penggunaan barang tertentu dapat tercapai.

Sekda Apresiasi Elemen Masyarakat Yang Bersinergi Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Pandemi global covid-19 sampai saat ini belum usai. Penyebaran virus yang ditemukan pertama kali di Wuhan China ini ini sangat berpengaruh terhadap segala aspek kehidupan manusia, terutama berdampak pada sektor kesehatan dan sektor ekonomi yang mengalami keterpurukan. Berbagai upaya telah dilakukan Pemerintah dengan kebijakan yang bersinergi bersama berbagai elemen masyarakat dalam penanganan pandemi, serta untuk pemulihan ekonomi.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo Drs. One Andang Wardoyo, M.Si., menyampaikan apresiasi kepada TNI, POLRI, Instansi Pemerintah dan Swasta serta seluruh elemen masyarakat lainya, yang telah bersinergi dan berkontribusi dalam upaya penanganan, pencegahan penyebaran covid-19, serta dalam rangka pemulihan ekonomi di Kabupaten Wonosobo.

“Kami memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat Wonosobo, yang tidak bisa kami sebut satu-satu, yang telah bersinergi dan berkontribusi dalam penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi saat ini, karena dengan sinergi dan partisipasi masyarakat, kita akan semakin kuat untuk melawan pandemi ini,” ucap Sekda.


One menambahkan dengan kebersamaan dan sinergi dari berbagai elemen ini diharapkan mampu mendorong arah kebijakan yang diupayakan oleh pemerintah bisa menuai hasil yang baik dan tepat sasaran. Sehingga upaya pemulihan ekonomi bisa dioptimalkan, dengan diperkuat oleh adanya pertisipasi dan kontribusi dari berbagai elemen masyarakat tersebut.

“Kami berharap dimasa pandemi ini masyarakat tetap menjunjung tinggi kepedulian terhadap sesama, saling membantu, dan tolong menolong. Banyak hal baik yang bisa kita lakukan bersama, bagi yang mampu bisa dengan memberikan bantuan kepada sesama yang sedang membutuhkan, sehingga kita bisa bangkit dan beranjak dari pandemi ini,” ujarnya.

Sekda menyampaikan apresiasi kepada komunitas Bumbu Langit, yang beranggotakan pengusaha muslim Wonosobo atau Indonesian Islamic Busines Forum (IBF)  yang selama ini dan di masa PPKM ini telah bersinergi dan berpartisipasi dalam upaya membantu masyarakat lain yang membutuhkan di masa pandemi ini. Dimana mereka telah memberikan berbagai bantuan, salahsatunya dengan membagikan makanan secara gratis kepada masyarakat yang membutuhkan terutama kepada warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) karena terkonfirmasi covid-19.

Ketua Komunitas Bumbu Langit, Alfa mengungkapkan, bahwa ini berangkat dari berkumpulnya para pengusaha muslim di Wonosobo. Sebelumnya kegiatan seperti ini dimulai dibulan Ramadhan dengan memberikan takjil gratis, dan seiring jalanya waktu terus meningkat. Dan dimasa pandemi ini, karena banyak yang membutuhkan sehingga dilakukan lebih, dengan memberikan paket makanan.

“Kegiatan kami bermula dari memberikan takjil di bulan ramadhan, dan seiring waktu terus meningkat, dan kita melihat di masa pandemi ini ada banyak sekali yang membutuhkan sehingga kegiatan ini kita lebih tingkatkan lagi, dengan bissmillah kita berupaya semaksimal mungkin agar bisa berkontribusi lebih luas lagi. Dan kegiatan ini kita tandai dengan take line makan kenyang dibayar pakai doa,” ungkapnya.


Menurut penuturan Alfa, selama PPKM ini ada berbagai kerjasama yang dilakukan dengan menjalin sinergi bersama TNI, POLRI, untuk mendistribusikan makanan di lokasi vaksinasi, namun saat ini yang lebih diutamakan adalah kepada masyarakat yang sedang melaksanakan isoman. Ia menambahkan dengan berbagai upaya saat ini sudah ada lebih dari 65 donatur tetap yang mana di setiap bulanya diwajibkan memberikan sedekah minimal 50 ribu saja.

“Selama PPKM, kami bekerjasama dengan Polda dan Polres untuk mendistribusikan makanan di lokasi vaksinasi. Kita juga mengutamakan memberikan kepada yang sedang isoman. Jadi kita akan berupaya dengan mendapatkan dana sebanyak mungkin untuk kita salurkan dan distribusikan di setiap harinya. Dan alhamdulillah saat ini sudah ada 65 donatur tetap, yang mana tiap bulanya mereka diwajibkan memberikan sedekah minimal 50 ribu saja. Untuk donasi dan distribsi atau membutuhkan makanan bisa menghubugi no hp saya di +628995944995,” terangnya.

Perpustakaan Wonosobo Kembali Sabet Gelar Juara

Setelah menjadi satu-satunya kabupaten di Jawa Tengah yang masuk nominasi enam besar untuk ketiga katagori perpustakaan (umum, sekolah dan desa) sekaligus, kini Kabupaten Wonosobo kembali menyabet juara dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah (Dinas Arpusda) menjadi pemenang pertama pada kategori Perpustakaan Umum dengan memperoleh nilai 914, mengalahkan Kota Magelang (905) yang menjadi runner up, dan Kabupaten Magelang (851) yang menjadi juara ketiganya. Untuk perpustakaan kategori Desa/Kelurahan, Wonosobo meraih juara kedua yang diraih oleh Perpustakaan Bergema, Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar, dengan nilai 923 di bawah Desa Puro, Kabupaten Sragen, yang meraup nilai 968,5, dan juara 3 direbut oleh Desa Kenteng, Semarang. Sementara perpustakaan sekolah yang diwakili SMK N 1 Wonosobo, meraih juara harapan 1 dengan perolehan nilai sebesar 912. Hasil kejuaraan ini berdasarkan Surat Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah Nomor 041/3 tanggal 10 Juni 2021.

Kepala Dinas Arpusda Dr. Drs. Musofa, M.Pd., mengungkapkan, pada tanggal 7 Mei 2021 pihaknya mengirimkan berkas 3 kategori lomba bidang perpustakaan ke Provinsi Jawa Tengah, kemudian pada tanggal 19 dan 25 Mei 2021 dilakukan penilaian lapangan untuk menentukan juara. “Pada tanggal 7 Mei 2021 kami mengirimkan berkas 3 kategori lomba bidang perpustakaan ke Provinsi Jawa Tengah, kemudian pada tanggal 19 dan 25 mei 2021 dilakukan penilaian lapangan untuk menentukan juara 1, 2, 3 dan harapan 1, 2, 3,” ungkapnya.

Proses Penilaian Lomba Perpustakaan

Musofa menambahkan, penilaian lapangan yang dilakukan tim penilai dari provinsi meliputi presentasi oleh kepala perpustakaan, verifikasi berkas, dan wawancara tim penilai kepada tim perpustakaan. Sementara aspek yang dinilai adalah gedung dan ruangan, perabot dan perlengkapan, koleksi perpustakaan, SDM perpustakaan, layanan perpustakaan, anggaran perpustakaan, promosi perpustakaan, pembinanan perpustakaan, kerjasama perpustakaan, dukungan Pemerintah Daerah terhadap pengembangan perpustakaan, dan kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial serta prestasi yang pernah diraih. Selain itu, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran perpustakaan, baik pejabat struktural, para pustakawan dan pendamping perpustakaan yang telah bekerja keras memunculkan ide-ide inovatif dan memberikan layanan kepada masyarakat, sehingga bidang perpustakaan di wonosobo mendapat pangkuan dari berbagai pihak. Serta kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan pelaksanaan lomba perpsutakaan tahun 2021.

“Kejuaran bukan tujuan akhir pengelolaan dan pengembangan perpustakaan. Kami sedang terus melakukan inovasi untuk menstimulasi penumbuhan budaya baca dan pembangunan perpustakaan yang lebih inklusif. Paradigma baru perpustakaan adalah perpustakaan transformatif inklusif, oleh karena itu akan terus diupayakan agar perpustakaan dapat menjadi pusat kegiatan, yang dapat mendorong percepatan terciptanya kesejahteraan masyarakat. Kami terus bangun kerjasama dengan berbagai komunitas masyarakat, seperti masyarakat para penulis, pegiat seni budaya, dan berbagai komunitas untuk dapat memanfaatkan fasilitas Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah lebih terbuka lan lebih produktif. Berkaitan dengan hal tersebut mohon dukungan agar area Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah yang kami rencanakan menajadi Pusat Kegiatan Literasi dan Seni Budaya dapat terwujud,” tegas Musofa.

Atas prestasi tersebut, Bupati Afif Nurhidayat, S. Ag., bersama Wakil Bupati Drs. Muhammad Albar, M.M., mengucapan selamat dan terima kasih kepada jajaran perpustakaan Dinas Arpusda, Perpustakaan Bergema Desa Patak Banteng, dan perpustakaan SMK 1 Wonosobo, yang masing-masing telah mendapatkan juara 1, juara 2 dan juaran harapan 1 dalam Lomba Bidang Perpustakaan Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

“Saya mengajak semua unsur Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk memberikan dukungan yang nyata kepada Perpustakaan Umum Daerah, Dinas Arpusda untuk menguatkan perjuangan dan melakukan hal yang terbaik. Jika kedepan ada lomba tingkat nasional untuk kategori perpustakaan umum daerah, agar dipersiapan secara maksimal dan jalin kerjasama dengan semua pihak yang terkait,” pintanya.

“Kejuaraan merupakan salah satu bukti hasil kerja keras dan inovasi, saya berharap tidak berhenti hanya sampai disini saja, jadikan ini sebagai pemantik untuk memberikan layanan dan inovasi lebih banyak dan lebih manfaat bagi masyarakat karena tujuan akhir adalah kepuasan masyarakat,” pungkas Bupati.

Bupati Wonosobo : Zona Integritas Puskesmas Kaliwiro Menjadi Inspirasi

Wonosobo ― Puskesmas Kaliwiro telah menjadi inspirasi bagi OPD di Kabupaten Wonosobo dalam pelaksanaan Zona Integritas, demikian disampaikan Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag., saat menerima rombongan dari Kabupaten Pemalang dalam acara studi komparasi penerapan Zona Integritas di Pendopo Bupati, Jumat (11/6).

“Alhamdulillah ini terus berkembang di semua OPD yang terkait secara langsung pelayanan masyarakat untuk mengikrarkan. Paling tidak kita sudah mempunyai komitmen,” tegas Afif.

Bupati menyampaikan bahwa pencanangan Zona Integritas pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penting dilakukan, sebagai komitmen dasar untuk menghadapi berbagai ujian yang menerpa. Rombongan yang terdiri dari Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Pemalang, serta perwakilan-perwakilan dari Inspektorat, Bagian Organisasi, Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas di Kabupaten Pemalang, serta tim pembangunan Zona Integritas dari Puskesmas Mulyoharjo dan Puskesmas Warungpring, melaksanakan studi komparasi ke Kabupaten Wonosobo atas penerapan Zona Integritas di Puskesmas Kaliwiro, yang dianggap sudah baik.

dr. Erna Nuraini, M.Hlth.Sc., Asisten Administrasi Sekda Kabupaten Pemalang, menyatakan bahwa maksud dan tujuan rombongan melaksanakan studi komparasi di Kabupaten Wonosobo, adalah untuk mempelajari praktik pelaksanaan Zona Integritas di Puskesmas Kaliwiro. Puskesmas Kaliwiro selanjutnya akan menjadi pecontohan bagi puskesmas-puskesmas yang ada di Kabupaten Pemalang, untuk dapat meraih predikat WBK. Pihaknya menyatakan bahwa apa yang disajikan oleh Kabupaten Wonosobo akan menjadi referensi dalam membangun Kabupaten Pemalang.

Disisi lain, Isti Hartini, S.ST., Bidan Desa yang juga bertugas di Puskesmas Kaliwiro, dan bertanggung jawab dalam manajemen mutu, pada paparannya menyatakan bahwa Puskesmas Kaliwiro sempat meraih juara pertama sebagai Puskesmas Berprestasi Tingkat Nasional tahun 2018, sehingga banyak pula kabupaten lain yang melaksanakan studi komparasi ke Puskesmas Kaliwiro. Selain itu, Puskesmas Kaliwiro terakreditasi Paripurna pada tahun 2019, dan telah meraih predikat WBK pada tahun 2020. Untuk meningkatkan mutu pelayanan puskesmas, sejumlah kebijakan telah diambil. Diantaranya adalah memberikan pelayanan ramah, sepat tepat, dan nyaman, meningkatkan profesionalisme pegawai, meningkatkan pengetahuan dan peran serta masyarakat, meningkatkan sarana dan prasarana, serta menerapkan sistem manajemen mutu puskesmas secara efektif dan efisien.

Melalui paparannya, Isti menyebutkan berbagai inovasi yang diciptakan oleh Puskesmas Kaliwiro untuk memberikan pelayanan yang optimal. Diantaranya adalah Gembok Emas yang merupakan gerakan untuk mengatasi permasalahan sanitasi, Pijar yang merupakan kegiatan kunjunganke rumah-rumah warga untuk memberikan berbagai pelayanan kesehatan, Domas Cantik dengan memberdayakan masyarakat untuk mengetahui data kehamilan, Smile atau Survei Migrasi Malaria Desa, Ceria untuk mencegah resiko tinggi ibu hamil dengan penggunaan alat kontrasepsi jangka Panjang, Harmoni yang merupakan pemberian edukasi pada keluarga penderita gangguan jiwa, dan Rindu sebagai kegiatan masyarakat dalam mendampingi dan membimbing remaja menjadi generasi sehat dan berkualitas.

Kepala Puskesmas Kaliwiro, dr. Petrus Winarto, M.Si., menyatakan bahwa koordinasi kegiatan puskesmas lebih mudah dilakukan secara internal. Meski demikian, karena adanya dukungan dari berbagai pihak maka kegiatan tetap dapat dilakukan. Ditambahkan oleh Isti, bahwa semua inovasi yang dilakukan Puskesmas Kaliwiro telah mengantongi izin berupa SK dari Camat. Sebelum kegiatan dilaksanakan, pihaknya melakukan konsultasi, survei mawas diri, dan musyawarah bersama masyarakat desa.

Afif-Albar Panen Wiwitan Petik Merah Kopi di Bukit Sitalang

Para pelaku dan penggiat usaha Kopi yang tergabung dalam Klaster Kopi Wonosobo menggelar sarasehan, sekaligus panen perdana atau wiwitan petik merah oleh Bupati Afif Nurhidayat, S.Ag., dan Wakil Bupati Drs. Muhamad Albar, M.M., di area kebun LMDH Argo Mulyo, bukit Setalang, Desa Tambi Kecamatan Kejajar, Kamis (10/6/2021). Dalam sarasehan yang juga dihadiri  dan sejumlah pejabat Forkopimda tersebut, terungkap adanya komitmen dari pihak perbankan untuk membantu permasalahan modal yang biasa dihadapi para pelaku usaha Kopi.

Bupati menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya. Menurut Afif, inisiatif tersebut sangat bagus, mengingat para petani akan diajak untuk mengolah hasil pertanian secara benar sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan bersama. “Karena disini petani tidak hanya mengolah tanaman kopi sampai panen akan tetapi bahkan sampai pada tahapan kopi siap untuk diseduh di depan konsumen,” tutur Bupati.

Selain itu, Bupati tidak bosan selalu mengingatkan dan mengajak kepada seluruh masyarakat Wonosobo, tak terkecuali para pecinta kopi. Afif berpesan ditengah masa pandemi agar komunitas kopi bersama-sama membantu pemerintah untuk selalu menerapkan protokol kesehatan demi keselamatan semuanya.

Sementara itu disela sarasehan yang digelar di Coffee Tambi tersebut, ketua Klaster Kopi Wonosobo, Muhail Effendi, mengungkapkan adanya kesediaan dari salah satu Bank BUMN untuk menyediakan skema pembiayaan bagi para pelaku usaha kopi, menjadi penyemangat agar kedepan industri bahan baku minuman paling populer di dunia itu akan semakin menggeliat. “Memang untuk para pelaku usaha kopi, kendala utama adalah pada kurangnya kemampuan pengembangan lahan karena keterbatasan modal yang dimiliki, sehingga adanya komitmen dari pihak bank ini jelas akan sangat membantu kami,” terang Muhail saat ditemui

Klaster Kopi, disebut pria yang selama 10 tahun terakhir juga menggeluti pertanian dan pengolahan green bean kopi jenis arabica dan robusta itu, saat ini tengah berupaya membantu pemerintah untuk meningkatkan produktifitas kopi yg memiliki kualitas sesuai kebutuhan pasar, khususnya untuk pasar ekspor. “Secara nyata, klaster kopi juga melakukan pendampingan kepada petani kopi supaya tanaman kopinya dirawat dengan benar sehingga menghasilkan buah yang bagus, sampai pada pemetikan buahnya juga memenuhi kriteria, yaitu setelah merah matang kemudian diproses melalui berbagai tahapan seperti sortasi warna buah, perimbangan hingga pada penjemuran, pengupasan/ hulling,” terangnya. Tak hanya sampai disitu, pihaknya juga mendampingi pada tahap sortasi biji kering/ green beans, sehingga menghasilkan kopi standar yang dikehendaki pasar internasional. Harga kopi asal Indonesia diakui Muhail cukup tinggi di pasar dunia, sehingga amat sayang apabila Wonosobo tidak mengoptimalkan potensi yang dimiliki. “Di ibukota pun nama kopi asal Wonosobo tidak kalah dengan produk kopi dari berbagai daerah lain di Indonesia,” lanjutnya.

Bupati Berharap ASN Meningkatkan Produktifitas dan Kedisiplinan Kerja

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., mengungkapkan, bahwa seiring dengan tuntutan akan pelayan kepada masyarakat yang begitu cepat, maka selaku ASN dituntut untuk bisa mengimbangi, dengan cara yang ditunjukan dari sisi produktifitas kerja dan kedisiplinan kerja. “Satu hal yang akan saya sampaikan disini, bahwa seiring dengan tuntutan akan pelayan kepada masyarakat yang begitu cepat, maka kita selaku ASN dituntut untuk bisa mengimbangi, mengimbangi dari sisi apa, dari sisi produktifitas kerja kita, kita tunjukan dari apa, kedisiplinan kita,” demikian ungkap Bupati saat menjadi Pembina apel pagi Karyawan Sekretariat Dewan Kabupaten Wonosobo, Kamis 10/6/2021. Bupati saat itu didampingi Wakil Bupati Drs. Muhammad Albar, M.M. dan Asisten Pemerintahan dan Kersra Drs. M.Aziz Wijaya, M.Si. serta Sekretaris Dewan Drs. Tri Antoro, M.Si.

Afif menegaskan tingkat kedisiplinan kerja dan tepat waktu dari ASN bisa menjadi titik awal untuk penilaian tingkat kerja ASN itu sendiri, jika awalnya baik, berikutnya pasti akan mengikuti, menurutnya. “Kerja-kerja kita itu diukur dari sisi mana, ya diawali dari sisi kedisiplinan kerja kita, kalau disiplin waktu insyaalloh nanti kerja yang lain akan mengikuti, persoalan kemampuan, sambil jalan, pasti  akan mengikuti, adaptasi di dalam hal kegiatan ini juga sambil jalan, karena tidak semua orang diberi oleh Tuhan dengan kapasitas dan kompetensi yang sama tapi berbeda, namun berusaha melakukan yang terbaik. Sehingga mari kita jaga kedisiplinan kita,” tegasnya.

Bupati mengajak agar terus meningkatkan kedisiplinan, karena dengan peningkatan disiplin, akan menjadi spirit untuk melakukan kerja, dan bekerja yang lebih maksimal lagi. Sembari berharap kepada ASN untuk tidak henti-hentinya melakukan himbauan kedisiplinan kepada masyarakat. Terutama saat pandemi seperti saat ini, tentang penegakan disiplin penerapan protokol kesehatan. Namun hal itu harus diawali dari diri masing-masing, apalagi ASN sebagai contoh bagi masyarakat.

“Dengan selalu disiplin akan menjadi spirit bagi kita untuk kerja dan bekerja lebih maksimal lagi, kami pesan kepada ASN untuk tidak henti hentinya melakukan himbauan kepada masyarakat untuk selalu disiplin, masa pandemi ini masyarakat mungkin lelah namun kita tidak boleh lelah melakukan himbauan, bahkan kita harus menjadi contoh penegakan disiplin, terimakasih Pak Sekwan, jaga kekompakan dan harmonisasi di lingkup Setwan, karena sesungguhnya kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri, jalin kerjasama yang baik dengan rekan yang lain,” pungkasnya.

Tanggung Jawab Besar Parpol dan Ormas

Tidak Hanya Pemerintah, Partai Politik (Parpol) dan Organisasi Masyarakat (Ormas) memiliki tanggung jawab yang sama besarnya kepada masyarakat. Baik partai politik maupun ormas harus mampu membangkitkan semangat masyarakat, dalam berpartisipasi aktif pada kehidupan berbangsa dan bernegara, serta mengedukasi masyarakat agar bijak dalam menyikapi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, pada acara Silaturahmi dan Sosialisasi Bantuan Keuangan Partai Politik dan Hibah Ormas Keagamaan Kabupaten Wonosobo Tahun Anggaran 2021. Bertempat di Pendopo Bupati, Kamis (10/6).


Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga menyampaikan bahwa pemberian dan penyaluran Bantuan Partai Politik kepada Partai Politik merupakan amanah konstitusi yang diatur pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2011 dan Permendagri Nomor 78 Tahun 2020. Dimana didalamnya dijelaskan, bahwa bantuan keuangan partai politik dapat digunakan untuk operasional sekretariat partai politik. Selain itu juga digunakan untuk pendidikan politik, dalam bentuk workshop, seminar, lokakarya, dialog, sarasehan, dan kegiatan pertemuan partai politik lainnya. Dalam Permendagri Nomor 78 Tahun 2020 juga dijabarkan, bahwa pendidikan politik dapat berupa sosialisasi dan edukasi kebijakan protokol kesehatan penanganan Pandemi Covid-19.

“Sementara untuk hibah ormas, berdasarkan Peraturan Bupati Wonosobo Nomor 19 tahun 2017 tentang Hibah Bab III pasal 5 ayat (8), hibah dapat diberikan kepada organisasi kemasyarakatan yang berbadan hukum Indonesia yang telah mendapatkan pengesahan Badan Hukum dari Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia sesuai ketentuan perundang-undangan,” jelas Afif.


Bantuan keuangan partai politik maupun hibah ormas keagamaan menurut Bupati, agar digunakan secara proporsional, tidak ada konflik kepentingan, bebas dari korupsi, sesuai dengan prinsip kehati-hatian, dan sesuai peraturan perundang-undangan. “Harus diingat, bahwa penggunaan dana bantuan keuangan akan selalu diawasi dan diperiksa oleh BPK, sehingga penggunaannya harus benar-benar teratur, tercatat, dan riil, karena ini merupakan wujud transparansi kepada masyarakat,” tegas Bupati.

“Saya harap, adanya bantuan keuangan partai politik dan hibah ormas dapat meningkatkan partisipasi politik dan inisiasi masyarakat dalam bermasyarakat dan bernegara, meningkatkan kapasitas ormas, kemandirian, dan kedewasaan dalam membangun karakter bangsa,” tambah Afif.


“Tidak lupa saya berpesan, mari tetap mematuhi dan menerapkan Protokol Kesehatan, di manapun dan kapanpun. Karena diri kita, setiap individu dan masyarakat seluruhnya, adalah garda terdepan dalam upaya penanganan penyebaran Covid-19. Tetap kenakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, dan Hindari Kerumunan. Sehat selalu dan tetap semangat,” pungkas Bupati.

Sementara pada kesempatan itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Wonosobo, Didiek Wibawanto, juga menyampaikan bahwa pada tahun 2021 ini Pemerintah Daerah menyalurkan bantuan keuangan dari APBN/APBD kepada 10 Partai Politik yang mendapat kursi di DPRD Kabupaten Wonosobo periode 2019-2024, sebesar 1.074.400.000 rupiah. Dan hibah untuk ormas keagamaan sebesar 2.177.750.000 rupiah kepada 8 ormas keagamaan di Kabupaten Wonosobo.


Untuk bantuan keuangan Parpol diberikan kepada PDIP sebesar Rp. 268.354.000,- , PKB sebesar Rp. 230.364.000,- , Partai Hanura sebesar Rp. 43.269.000,- , PPP sebesar Rp. 70.234.000,- , Partai Nasdem sebesar Rp. 75.793.000,- , Partai Golkar sebesar Rp. 105.465.000,- , Partai Demokrat sebesar Rp. 72.512.000,- , Partai Gerindra sebesar Rp. 102.056.000,- , PAN sebesar Rp. 62.531.000,- , dan Partai Perindo sebesar Rp. 43.327.000,-.


Sementara hibah ormas keagamaan diberikan kepada Nahdlatul Ulama sebesar Rp. 900.000.000,- , Muhammadiyah sebesar Rp. 600.000.000,- , Rifaiyah sebesar Rp. 350.000.000,- , LDII sebesar Rp. 100.000.000,- , MUI sebesar Rp. 100.000.000,- , ICMI sebesar Rp. 55.000.000,- , Majelis Budhayana Indonesia sebesar Rp. 37.750.000,- , dan Parisada Hindu Dharma sebesar Rp. 35.000.000,-.

BPS Terapkan Inovasi Baru Dalam Pelaksanaan SP 2020

Wonosobo. Sensus Penduduk 2020 (SP 2020) merupakan penyelenggarakan kegiatan pencacahan lengkap seluruh penduduk Indonesia yang ke 7 sejak tahun 1961. Tantangan terbesar dalam pelaksanaan SP di masa milenial ini adalah mobilitas penduduk dan perubahan perilaku masyarakat yang menyebabkan sulitnya melakukan pencacahan penduduk secara langsung.

Oleh karena itu Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan inovasi dan pembaharuan metode pada pelaksanaan SP 2020 dibanding tahun sebelumnya dengan memanfaatkan data administrasi penduduk (adminduk) sebagai data dasar untuk pencatatan penduduk secara lengkap. Selain itu akan memanfaatkan berbagai catatan pengumpulan data yang menggunakan teknologi terkini. Demikian dikatakan Kepala BPS Kabupaten Wonosobo Drs Wazirrudin pada acara Rakor Sensus Penduduk 2020 Kabupaten Wonosobo di Ruang Mangoenkoesoemo Setda, Kamis (13/2).

Bupati Wonosobo Eko Purnomo S.E., M.M., secara resmi membuka rakor tersebut. Dalam sambutanya menegaskan, secara global sensus penduduk bertujuan untuk menyediakan data jumlah, komposisi, persebaran, dan karakteristik penduduk Indonesia, sebagai dasar dalam menetapkan perencanaan dan kebijakan pemerintah.

Senada dengan Kepala BPS Kabupaten Wonosobo, Eko mengatakan, SP2020 kali ini akan menggunakan metode kombinasi, yaitu memanfaatkan data administrasi kependudukan (adminduk), dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, sebagai data dasar untuk pendataan penduduk secara lengkap, serta memanfaatkan berbagai jenis pengumpulan data yang menggunakan gadget. Inovasi ini dilakukan, untuk menghadapi tantangan dinamika kependudukan yang terjadi selama 10 tahun terakhir.
Sensus Penduduk Tahun 2020 akan dilaksanakan dalam dua periode. Periode pertama adalah Sensus Penduduk Online, yaitu seluruh Penduduk Indonesia, dapat secara aktif mengisikan data kependudukannya secara mandiri, melalui halaman website sensus.bps.go.id, pada 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020.

Periode kedua yaitu kegiatan verifikasi dan pencacahan lapangan, yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 s.d. 31 Juli 2020. Sebelum dilakukan pencacahan lapangan akan dilakukan verifikasi lapangan.Selanjutnya, pada kegiatan verifikasi lapangan, petugas sensus akan melakukan pengecekan keberadaan penduduk berdasarkan daftar penduduk, pengecekan ke lapangan, dan penyisiran bersama ketua/pengurus lingkungan setempat. Sementara pada tahap pencacahan, petugas sensus mendata penduduk yang belum melakukan Sensus Penduduk Online.


Bupati berharap kepada seluruh masyarakat, dapat berperan dalam mengikuti Sensus Penduduk Online, serta dapat membantu menyebarkan dan mengajak masyarakat lainya, untuk aktif mengisi Sensus Penduduk Online ini. Serta andilnya dalam melancarkan proses verifikasi dan pencacahan lapangan. Sementara itu rakor dihadiri oleh semua unsur forkopimda, OPD Pemerintah, dan masyarakat.