Berita Umum

Pentingnya Wawasan Kebangsaan Bagi Setiap Warga Negara

WONOSOBO-Untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pengetahuan dan pemahaman tentang Wawasan Kebangsaan sangatlah penting bagi setiap warga negara. Demikian disampaikan Sekretaris Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Drs. Suwondo, M.Si, pada acara Penguatan Rekonsiliasi Elemen Masyarakat Dalam Rangka Peningkatan Wawasan Kebangsaan. Bertempat di Hotel Surya Asia Wonosobo, Selasa (13/3).

Suwondo juga menyampaikan bahwa situasi dan suasana lingkungan yang terus berubah, sejalan dengan proses perkembangan kehidupan bangsa dari waktu ke waktu, menuntut semuanya untuk terus memahami serta mempedomani secara baik ajaran yang terkandung di dalam konsepsi wawasan kebangsan. “Hal ini akan menumbuhkan keyakinan dan kepercayaan dari setiap warga bangsa tentang posisi dan peran masing masing di tengah tengah masyarakat yang serba majemuk,” ungkap Suwondo.

Sementara Wakil Bupati Wonosobo, Ir. Agus Subagiyo, M.Si, saat membuka acara menyampaikan bahwa pemahaman tentang wawasan kebangsaan sangatlah penting, apalagi bagi generasi muda sebagai penerus bangsa. Karena generasi muda merupakan penerus bangsa yang diharapkan akan membawa kemajuan pembangunan dan keutuhan NKRI baik dimasa sekarang ataupun nanti.

Agus juga menyampaikan bahwa pemahaman wawasan kebangsaan dan permasalahannya, akan menumbuhkan kecintaan terhadap negara dan masyarakat. “ Wawasan kebangsaan juga bisa menjadi perekat seluruh rakyat, untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah NKRI,” pungkas Agus Subagiyo.

Pada kegiatan penguatan rekonsiliasi elemen masyarakat dalam rangka peningkatan wawasan kebangsaan yang diikuti oleh 150 peserta dari pelajar, guru, tokoh agama dan tokoh masyarakat wonosobo ini, sebagai narasumber adalah Dr. Agus Supriyanto, M.Si, Dosen Universitas PGRI Semarang, yang menyampaikan materi Implementasi Wawasan Kebangsaan dalam Penyelesaian Konflik Sosial. Dr. HZ. Sukawi, MA, Dosen Unsiq, yang menyampaikan materi Pemantapan Wawasan Kebangsaan di Tengah Arus Proxy War. Didik Wibawanto, Kepala Kantor Kesbangpol Wonosobo, yang menyampaikan materi Implementasi Wawasan Kebangsaan di Tengah Masyarakat Plural. Dr. Hery Santoso, MA, Dosen UGM Yogyakarta, yang menyampaikan materi Aktualisasi Wawasan Kebangsaan pada Era Milenial.

**Kontributor Humas Wonosobo**

Jangan Hanya Jadi Warna, Tapi Harus Bisa Mewarnai

Dalam berpolitik, laki laki dan perempuan mempunyai hak yang sama. Oleh karena itu perempuan jangan hanya dijadikan warna tetapi harus bisa mewarnai panggung politik. Demikian disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, pada pelantikan Pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Wonosobo, periode 2017-2022. Bertempat di Pendopo Bupati Wonosobo, Rabu (14/3).

Afif juga menyampaikan bahwa Undang Undang dan partai politik telah memberikan ruang bagi perempuan, untuk mengambil haknya dalam berpolitik. Keterwakilan politikus politikus perempuan dalam legeslatif hingga saat ini masih sedikit.

“Oleh karena itu jadilah fighter, jadilah perempuan perempuan yang aktif dan mempunyai daya juang tinggi dalam berpolitik. Partai jangan hanya menjadikan perempuan sebagai pemanis saja, tetapi jadikan perempuan sebagai kader kader politik yang handal, sehingga nantinya keterwakilan 30% perempuan di legeslatif akan terpenuhi,” pungkas Afif.

Senada, Wakil Bupati Wonosobo, Ir. Agus Subagiyo, M.Si, juga menyampaikan bahwa perempuan harus percaya diri dalam politik. “Belajarlah politik yang baik, bagus dan benar, sehingga nantinya akan menjadi politikus yang santun dan handal, yang bisa membawa kemajuan bagi Kabupaten Wonosobo dan Bangsa Indonesia,” ungkap Agus Subagiyo.

Pengurus Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Wonosobo, pada kesempatan itu dilantik oleh Fairuz Eko Purnomo, selaku Dewan Kehormatan KPPI Kabupaten Wonosobo. Dan sebagai Ketua KPPI Kabupaten Wonosobo Periode 2017-2022 adalah Sundijah.

Usai melantik pengurus KPPI Kabupaten Wonosobo, Fairuz, menyampaikan bahwa KPPI sebagai wadah politisi perempuan merupakan kawah candradimuka untuk meningkatkan kapasitas kader perempuan yang handal dan mampu tampil di ranah publik. Perempuan Indonesia kini tidak hanya sebagai target yang hendak direbut hatinya untuk diambil suaranya. Namun perempuan kini juga termasuk sebagai pejuang politik yang berupaya mempraktekkan politik.

“Jadilah perempuan perempuan yang tangguh dalam berpolitik, tetapi se sibuk dan se aktif apapun dalam berpolitik, jangan lupakan kodrat sebagi seorang perempuan dan seorang ibu. Jangan sampai sibuk berpolitik tetapi rumah tangga terbengkelai, dan yang tidak kalah penting adalah ijin dan restu suami,” pungkas Fairuz.

Konsumsi Miras, 7 Pengunjung Karaoke Kena Razia

WONOSOBO-Sebanyak 7 orang pengunjung karaoke yang kedapatan konsumsi dan membawa minuman keras (miras), terjaring operasi yang dilakukan oleh tim operasi gabungan yang dikoordinatori Kantor Kesatuan Bangsa Politik bersama Kodim, Polres, Satpol PP dan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, pada Operasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), Jum’at malam (23/3).

Kasi Bina Ketahanan Sosial Budaya Kantor Kesbangpol, Subinto, saat memimpin operasi menyampaikan bahwa sasaran operasi kali ini adalah tempat-tempat karaoke yang disinyalir marak menjadi tempat peredaran atau tempat penyalahgunaan narkoba.

Operasi yang dimulai dari pukul 21.00 hingga pukul 24.00 menyusuri beberapa tempat karaoke dan hotel di wilayah selatan kota Wonosobo.

Pada operasi kali ini tim gabungan memeriksa para pengunjung karaoke, dan dari hasil pemeriksaan petugas mendapati 7 pengunjung beberapa karaoke yang mengkonsumsi dan membawa miras. Selain memeriksa pengunjung tim gabungan juga melakukan tes urine para pemandu lagu (PL).

Kasatres Narkoba Polres Wonosobo, AKP Harjoko, saat operasi menyampaikan bahwa para pemandu lagu juga berpotensi menggunakan narkoba. Oleh karena itu dilakukan tes urin. Dan dari hasil tes urin kepada para pemandu lagu dari beberapa Karaoke mereka dinyatakan negatif dari narkoba.

Usai melakukan tes urine, AKP. Harjoko, juga meminta kepada para pemandu lagu untuk terus menjaga, agar jangan sampai memakai narkoba, karena kalau memakai narkoba mereka akan berurusan dengan penegak hukum.

AKP. Harjoko juga menyampaikan bahwa ke 7 pengunjung karaoke yang kedapatan konsumsi miras akan diproses dengan Tipiring.

Ribuan Orang Hadiri Harlah IPHI Ke-28

WONOSOBO. Sekitar 3.300 orang Haji dan Hajjah mengikuti pawai ta’aruf jalan sehat dan pengajian akbar dalam rangka Harlah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ke-28 tahun 2018, yang diselenggarakan oleh IPHI Daerah Kabupaten Wonosobo, bertempat di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Sabtu (24/3).

Sebelum mengikuti pengajian akbar, para peserta terlebih dahulu melaksanakan pawai ta’aruf dengan rute mengelilingi alun alun wonosobo.

Usai melaksanakan pawai ta’aruf, Ketua Pengurus Daerah IPHI Kabupaten Wonosobo, Supomo Ibnu Sahid, menyampaikan bahwa IPHI kabupaten Wonosobo bertekat untuk menterjemahkan apa yang menjadi garis besar dari IPHI Pusat, yaitu menjadikan IPHI sebagai rumah besar bagi umat islam.

Supomo juga menyampaikan bahwa IPHI merupakan organisasi yang mempersatukan umat Islam. Karena di dalam keanggotaan IPHI tidak memandang itu siapa dan dari organisasi apa. “Di dalam keanggotaan IPHI, tidak memandang dia siapa dan dari organisasi apa, yang utama mereka sudah melaksanakan Haji, Karena organisasi ini merupakan persaudaraan Haji, “ pungkas Supomo.

Sementara Sekjen Pengurus Pusat IPHI,  Drs. Samidin Nasir, MM, pada kesempatan itu juga menyampaikan bahwa IPHI sebagai organisasi yang beranggotakan para Haji dan Hajjah, harus bisa menjadi panutan bagi umat Islam. Karena anggota IPHI adalah orang orang atau hamba yang telah dipilih dan diberi kesempatan oleh ALLAH SWT untuk menjalankan ibadah Haji. Oleh karena itu apa yang dilakukan harus bisa menjadi contoh dan bisa bermanfaat bagi masyarakat.

Samidin Nasir juga menyampaikan bahwa IPHI juga bisa menjadi sarana untuk bersilaturahmi dan bertukar pengalaman serta diskusi untuk kemajuan umat Islam. IPHI juga dituntut untuk meningkatkan kontribusinya untuk kemaslahatan umat dan kokohnya NKRI.

Pada pengajian akbar dalam rangka Harlah IPHI ke-28, yang dihadiri oleh Pengurus Pusat IPHI, Pengurus Wilayah IPHI Jawa Tengah, Pengurus Daerah IPHI Kabupaten Wonosobo dan Ribuan anggota IPHI Wonosobo serta tamu undangan, seabagai pengisi ceramah adalah Ki Sunan Sunhaji dari Purwokerto. Yang menyampaikan ceramah dengan menggabungkan budaya Jawa dan Islam. yaitu dengan menggunakan wayang sebagain pendukung ceramahnya.

Pada kesempatan itu IPHI Kabupaten Wonosobo juga memberikan santunan kepada 30 kaum dhuafa.

Wonosobo Meraih Juara Umum Pesta Siaga Korwil Kedu

WONOSOBO. Kontingen barung Wonosobo berhasil meraih juara umum pada ajang Pesta Siaga tingkat Korwil Kedu, Sabtu (24/3/2018). Lomba yang digelar di Kebumen ini diikuti oleh perwakilan 6 kwarcab, yaitu Kabupaten Kebumen, Kabupaten Purworejo, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Temanggung, Kabupaten Magelang dan Kota Magelang.

Juara umum diraih kontingen Wonosobo dan berhak mendapatkan satu piala bergilir tingkat Kedu setelah berhasil mengalahkan kontingen lain. Dengan menyabet 3 piala barung tergiat. 2 barung putra dan satu barung putri. Barung Putra meraih juara I dan II yaitu SD N 1 Wonosobo sebagai juara I dengan nilai 1.104,33 dan SD N 2 Karangluhur juara II dengan nilai 1.103,17. Serta barung putri meraih juara III dengan nilai 1.111 yaitu SDN 6 Wonosobo.

Wakil bupati Wonosobo Agus Subagiyo menegaskan dengan megikuti kegiatan ini mampu memberikan bekal kepada peserta didik pramuka Siaga dalam bidang keterampilan, pengetahuan dan pengalaman, serta mengenal nilai-nilai persatuan dan kesatuan dalam kebhinekaan, menanamkan jiwa patriotisme nasionalisme sehingga memantabkan dan memperdalam rasa cinta tanah air dan bangsa.

Agus menambahkan keberhasilan ini berkat semangat dan kerjasama insan yang sangat peduli dengan pembangunan karakter generasi anak muda bangsa. Tentu ini sebagai wujud meningkatnya konsentrasi kita dalam mempersiapkan masa depan calon pemimpin bangsa yang memiliki karakter yang baik dan kuat.

Sehingga berharap kedepan dapat meraih juara umum kembali di tingkat Kwarda Jateng. Ia merasa bangga atas prestasi yang diraih para pramuka siaga sejauh ini dan berterimakasih kepada para pembina pendamping, pelatih, ketua kwaran dan semua pihak yang telah mendukung sehingga Kebumen dapat meraih juara umum.

**Kontributor Humas Wonosobo** 

Konsumsi Miras Dan Pasangan Mesum Terjaring Razia

WONOSOBO. Sebanyak 7 orang pengunjung karaoke dan pasangan mesum terjaring razia kenakalan remaja/pelajar dan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), yang dilaksanakan oleh tim gabungan dari Kesbangpol, Polres, Kodim, Satpol PP, Disdikpora, Kemenag, Dinas Sosial, dan TP PKK Kabupaten Wonosobo, di sebuah karaoke dan hotel di timur kota Wonosobo, Jum’at (6/4).

Tim gabungan yang berjumlah 25 orang, dalam melakukan operasi menyisir berbagai tempat yang ada di Wonosobo, seperti taman selomanik, beberapa tempat karaoke seputar kota Wonosobo, hotel, seputar Alun alun dan taman Prajuritan.

Pada operasi yang dimulai dari pukul 20.00 hingga pukul 23.00, tim gabungan memeriksa para pengunjung karaoke, dan dari hasil pemeriksaan petugas mendapati 7 pengunjung sebuah karaoke timur Kota Wonosobo yang kedapatan melakukan pelanggaran, yaitu 2 mengkonsumsi miras dan 5 tidak membawa identitas diri dan beberapa diantaranya usia remaja. Selain 7 pengunjung karaoke, di sebuah hotel di timur kota Wonosobo petugas juga mendapati 1 pasangan bukan suami istri/mesum di kamar hotel.

Tim gabungan saat operasi selain memeriksa para pengunjung karaoke juga memeriksa identitas para pemandu lagu (PL). Saat memimpin operasi, kasi ideologi dan wawasan kebangsaan Kantor Kesbangpol, Eko Riyanto, menyampaikan bahwa sudah menjadi tugas Pemerintah untuk menjaga kondisi tetap aman dan kondusif. Oleh karena itu untuk mengurangi perilaku menyimpang dari para pealajar/remaja, baik itu kedisiplinan, efek negatif dari penggunaan teknologi, penggunaan narkoba dan pelecehan seksual, perlu adanya sok terapi.

Kasubnit Dalmas Polres Wonosobo, Bripka Supriyanto, saat operasi juga menyampaikan bahwa ke 7 pengunjung karaoke yang melanggar aturan akan dikenakan tipiring. “Masyarakat boleh saja mengunjungi karaoke untuk menyalurkan hobi bernyanyi, petugas tidak melarang tetapi jangan sampai menyalahi aturan, seperti konsumsi miras, tidak membawa identitas, “ pungkas Bripka Supriyanto.

Sementara untuk pasangan bukan suami istri yang kedapatan sedang berduaan di kamar hotel, diminta untuk datang ke kantor Satpol PP Kabupaten Wonosobo, untuk dimintai keterangan dan dilakukan pembinaan.

Satu Hari Pasca Kebakaran, Lokasi Sudah Bersih

Bupati Wonosobo dan Dandim 0707 saat mengunjungi lokasi kebakaran, Selasa (3/4), mengapresiasi kesigapan warga dalam membantu memadamkan api dan membersihkan sisa sisa kebakaran yang menghanguskan 3 rumah di Kelurahan Kalianget, RT 4 RW 1. Karena 1 hari pasca kebakaran lokasi sudah bersih dari puing puing sisa kebakaran.

Saat meninjau lokasi kebakaran dan memberikan bantuan, Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, SE.MM, menyampaikan rasa keprihatinan dan bela sungkawa atas musibah kebakaran yang menimpa 3 rumah di Kelurahan Kalianget.

Eko Purnomo juga menyampaikan terima kasih kepada semua element, baik itu Pemerintah, TNI, Polri dan Warga atas kesigapannya dalam menangani kebakaran sehingga kebakaran tidak merambat kerumah lainnya, mengingat lokasi kebakaran merupakan pemukiman yang padat penduduk. “ Apresiasi buat warga yang telah dengan sigap dan cepat membersihkan sisa sisa kebakaran, baru 1 hari pasca kebakaran lokasi sudah bersih, ini merupakan wujud dari kegotong royongan. Semoga semangat gotong royong ini bisa terus terjaga, tidak hanya jika ada musibah tetapi di kehidupan sehari hari, “ ungkap Bupati

Pada kesempatan itu Bupati dan Dandim juga menyerahkan bantuan dari Pemerintah Daerah, Kodim 0707, Persit Kartika Chandra Kirana Kodim 0707 dan PMI kepada korban kebakaran. “ semoga bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa sedikit mengurangi beban para korban kebakaran,” pungkas Bupati.

Sementara pada kesempatan itu Komandan Kodim 0707 Wonosobo, Letkol Czi. Fauzan Fadli, SE, juga menyampaikan rasa keprihatinan dan bela sungkawa kepada para korban kebakaran.

“Kecepatan dan kesigapan dalam menangani kebakaran dan pasca kebakaran, ini merupakan langkah responsif dari semua pihak. Kebakaran memang merupakan musibah, tetapi kedepan kita harus mulai berpikir bagaimana mengantisipasi, kita jangan hanya jadi pemadam kebakaran terus, tetapi bagaimana agar tidak terjadi kebakaran. Kedepan Kodim 0707 bersama dengan Pemerintah akan melakukan edukasi kepada masyarakat bagaimana mencegah agar tidak terjadi kebakaran, karena mencegah itu lebih baik,” pungkas Dandim.

Warga Kalianget, Ahmad Ridho, juga menyampaikan bahwa seluruh ketua RT dan RW di wilayah di seputar lokasi kebakaran, telah berkumpul untuk membahas penanganan pasca kebakaran yang menimpa 3 rumah warga. Dan dari hasil pertemuan itu disepakati bahwa setiap setiap ketua RT dan RW untuk meminta bantuan sekedarnya kepada semua warga, guna ikut membantu pembangunan kembali 3 rumah korban kebakaran.

Pada kesempatan itu diserahkan bantuan berupa Uang, Sembako, Peralatan rumah tangga, Triplek dari Pemda, Kodim 0707, Persit, dan PMI Kabupaten Wonosobo.