Berita Umum

Wonosobo Sumbangkan 3 Medali Emas, Mengantarkan Jateng Menjadi Juara Umum FLS2N Tahun 2021

Sebuah prestasi membanggakan yang disumbangkan para siswa siswi Asal Wonosobo, yang meraih medali emas pada ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tahun 2021, yang mengantarkan Provinsi Jawa Tengah menjadi juara umum pada even Nasional yang diselenggarakan pada bulan Juli hingga Agustus, dan ditutup pada 4 September kemarin, dalam gelaran Penutupan dan Penganugerahan FLS2N tahun 2021.

Kontingen Jawa Tengah membawa pulang total 10 medali emas, 3 diantaranya disumbangkan oleh kontingen asal Wonosobo, yakni Ahmad Faqih siswa kelas XII SMK N 2 Wonosobo dengan mempersembahkan Tari Kidang Garungan. Sementara siwa siswi SMP N 1 Wonosobo menyandang predikat Penataan Musik Tari terbaik. Sedangkan Faishal Sidqii (kelas IV) dan Khalfan Nur Mokhamad siswa kelas V SD N 5 Wonosobo yang menampilkan seni pantomim. Dimana mereka dan tim memperoleh medali emas.

FLS2N merupakan wahana unjuk keterampilan bidang seni siswa siswi perwakilan dari seluruh Indonesia jenjang Pendidikan umum dan Khusus, yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbud Ristek dengan tema “Seni Pulihkan Negeri”.

Atas capaian prestasi tersebut Sekda Kabupaten Wonosobo Drs. One Andang, M.Si., Wardoyo menyampaiakan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya. “Selamat dan terima kasih kepada para juara atas prestasi yang membanggakan dan membawa nama harum Wonosobo di kancah nasional dalam pemajuan kebudayaan melalui lomba FLS2N. Kepada para guru pembimbing dan kepala sekolah saya juga sampaikan terima kasih yang setulus tulusnya dan penghargaan yang setinggi tingginya atas dedikasi kerja keras dan kerja cerdas dalam membentuk kepribadian peserta didik melalui kebudayaan khususnya kesenian. Teruslah berkarya mari bersama sama wujudkan masyarakat wonosobo yang berbudaya,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Drs. M. Kristijadi, M.Si., yang mengutarakan kegembiraan dan rasa bangganya. “Ini adalah hal yang sangat menggembirakan dan membanggakan kita semua, di masa pandemi, anak-anak kita siswa siswi dari SD N 5 Wonosobo, SMP N 1 Wonosobo dan SMK N 2 Wonosobo berhasil meraih medali emas di even FLS2N. Apalagi Kabupaten Wonosobo mampu menyumbangkan 3 medali emas dari 10 medali emas yang diraih oleh Tim Provinsi Jawa Tengah, dan hal itu mengantarnya menjadi Juara Umum dalam FLS2N 2021,” ungkapnya.

Prestasi tersebut menurutnya memang layak, melihat persiapan yang dilakukan dan berbagai prestasi yang telah diraih sebelmunya. “Tidak sia-sia, latihan dan perjuangan keras yang dilakukan, yang mana telah membawa nama harum Kabupaten Wonosobo di tingkat nasional, dan itu rutin,” katanya.

Ucapan terimakasih disampaikan sembari berharap, prestasi yang telah diraih tersebut menjadi pemicu dan penyemangat bagi sekolah lainya dalam hal mengukir prestasi. “Terima kasih dan selamat kepada para juara. Semoga raihan ini menjadi penyemangat dan inspirasi bagi sekolah dan siswa-siswi lainnya, untuk tetap berprestasi meskipun dalam masa pandemi,” harapnya.

Kepala Sekolah SMK N 2 Wonosobo Drs. Suyanto M.MPd., menceritakan, Ahmad Faqih sejak kecil memang menekuni dunia tari, dan sudah terbiasa pentas di atas panggung kesenian rakyat tradisional. Memasuki SMK, Faqih bergabung dengan ekstrakurikuler Seni Tari di bawah bimbingan Wahyu Widowati, S. Pd. Ia lebih mengembangkan bakat tarinya dengan belajar jenis-jenis tarian garapan baru. Tahun 2020 Ahmad Faqih mengikuti FLS2N secara virtual untuk pertama kalinya dan memperoleh juara 3 tingkat Provinsi Jateng. Tahun 2021, Ahmad Faqih yang duduk di kelas XII ini, kembali mengikuti FLS2N bidang tari tradisional dan bisa lolos seleksi Provinsi yang kemudian terpilih mewakili Jawa Tengah maju ke tingkat Nasional. Dengan dukungan penuh dari tim kesiswaan SMK Negeri 2 Wonosobo sebagai tim produksi yang sudah membantu dari proses latihan sampai pembuatan video, di tingkat nasional ini tahun 2021 Ahmad Faqih mampu meraih medali emas.

Sementara itu Kepala Sekolah SMP N 1 Wonosobo Sri Puji Astuti, M.Pd., menuturkan apa yang dipersembahan dari anak didiknya, yakni menampilkan sendra tari dengan judul “Krenteg” berasal dari bahasa jawa yang berarti keinginan yang kuat. Tari Krenteg adalah tari kelompok bertema ‘Menggapai Asa’ yang menggambarkan perjuangan remaja dalam meraih cita-cita. Berkat kegigihan dan doa restu dari orangtua, cita-cita yang diimpikannya dapat tercapai. Tari Kelompok yang ditarikan oleh 4 penari putri dan 1 penari putra, dalam sajiannya menggambarkan semangat berjuang dalam meraih cita-cita. Musik iringannya menggunakan instrument gamelan jawa laras Slendro dan penggarapan olah vokal yang menghadirkan karakter rasa (greget) dalam tarian tersebut. Gamelan jawa dipadukan dengan tembang Jawa. Semua alat musik di atas dimainkan, berkolaborasi sehingga terdengar harmonis dan dinamis. Sesuai irama tari khas Wonosobo yang bercampur surakartan. Instrument Bende ikut hadir menghiasi alunan musik tari Krenteg sebagai salah satu instrument khas Wonosobo.

Untuk penampilan pantomim yang disuguhkan Faishal Sidqi dan Khalfan Nur Mukhamad dalam satu tim dan satu penampilan, mengangkat tema tentang keluar dari jerat keadaan yang terjadi saat ini. Tim yang di latih Irawan Banuadji ini mengambil judul “Memeluk Kegelapan” dengan menjalani pelatihan intensif selama 3 bulan. “Durasi tiap pertemuan sangat tidak terbatas dan perjuangan yang sangat keras dan tidak mudah dengan kerikil-kerikil tajam saat berproses, meski demikian kami dan anak-anak pantang menyerah untuk meraih prestasi, dan Alhamdulillah bisa terwujud. Sementara lama latihan sejak dari tingkat dasar sampai nasional kurang lebih 50 kali pertemuan dalam 3 bulan kira-kira,”ungkap Irawan

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., berharap prestasi ini terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ia menyampaikan terimakasih kepada para pendidik dan pelatih yang telah berperan atas raihan prestasi ini. “Saya harap semua elemen masyarakat baik dari pendidik, sekolahan, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, para praktisi seni dan budayawan untuk bersama-sama megungkit dan berperan untuk meningkatkan bibit-bibit anak-anak kita, menjadi salah satu pondasi yang dapat kita gunakan sebagai modal dasar pembangunan karakter generasi muda kita ke depan, sehingga akan mendukung terbangunnya Generasi Emas pada 2045 mendatang,” pungkasnya.

Terlahir Kembali Sebagai Bangsa yang Hebat, Atau Terpuruk Tidak Berdaya

Saat ini bangsa kita sedang diuji ketahanannya, apakah kita mampu mengatasi berbagai permasalahan saat ini dan terlahir kembali sebagai bangsa yang hebat, atau justru terpuruk tidak berdaya? Mencermati tema peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 yakni “Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”, tentu menyerah dan terpuruk bukanlah pilihan bagi kita. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, saat menjadi Inspektur Upacara Pengibaran Bendera 17 Agustus 2021. Bertempat di halaman Pendopo Bupati, Selasa (17/8).


Pada Upacara Pengibaran Bendera 17 Agustus 2021, usai membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah, Afif Nurhidayat juga menyampaikan bahwa Pemerintah tidak pernah berhenti berupaya untuk menanggulangi pandemi ini, serta meminimalisir dampak negatif yang akan dirasakan oleh masyarakat. “Berbagai upaya terus dilakukan oleh pemerintah untuk menanggulangi pandemi covid 19 ini, agar dampak negatif yang dirasakan masyarakat dapat diminimalisir,” ucap Bupati.


“Disisi lain, saya juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para tenaga kesehatan, relawan, dan peran serta masyarakat dalam membantu sesama yang sangat luar biasa. Anda semua adalah pahlawan masa kini, yang bersedia mengorbankan banyak hal untuk membantu sesama,” tambah Afif.


Bupati juga sangat bersyukur dan berbangga bahwa masyarakat Wonosobo masih memiliki semangat berbagi, dan bergotong royong yang begitu tinggi. “Saya berharap, kita semua dapat mempertahankan semangat bergotong-royong ini seterusnya. Saya mengajak seluruh masyarakat Wonosobo, baik dari ASN, TNI, Polri, akademisi, hingga swasta, untuk saling bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Bukan hanya dalam menangani pandemi, namun juga dalam permasalahan bangsa lainnya, seperti pencegahan korupsi, penanggulangan terorisme dan radikalisme, penanggulangan hoax, pembangkitan ekonomi masyarakat, dan lain-lain,” ungkap Afif.

Sesuai amanat dari Gubernur Jawa Tengah, “Sudahkah kita berdaulat? Sudahkah kita mandiri? Sudahkah kita memiliki pribadi berkebudayaan? Belum bapak ibu saudaraku sekalian. Masih jauh panggang dari api. Dan pandemi ini benar-benar jadi kaca benggala yang sempurna untuk kita menilai diri sendiri. Di satu sisi, Covid memang telah melumpuhkan kita. Tapi di Sisi yang Iain, si Covid ini justru menampar kesadaran bahwa perjuangan harus terus kita lakukan. Cita-cita kemandirian harus kita wujudkan.”


“Seperti amanat Gubernur Jawa Tengah tersebut, maka kita semua harus bersatu padu dan bergotong-royong. Saya mengharapkan kerja sama yang baik, untuk saling berkontribusi membangun bangsa, membangun daerah, serta menjaga keutuhan nusa-bangsa dan Negara,” pungkas Afif Nurhidayat.

Bupati Ajak Masyarakat Jadikan Peringatan HARKITNAS Sebagai Semangat Bersatu

WONOSOBO-Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, mengajak seluruh masyarakat Wonosobo menjadikan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (HARKITNAS) ke 110, sebagai momentum membangun semangat bersatu. “Bersatu adalah kata kunci ketika ingin menggapai cita-cita mulia.” Hal ini disampaikan Bupati, yang menjadi Inspektur Upacara HARKITNAS, saat membacakan Sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Senin, 21 Mei di halaman Pendopo Kabupaten Wonosobo.

Bupati mengingatkan sejarah Boedi Oetomo yang menjadi salah satu penanda utama bahwa bangsa Indonesia untuk pertama kali menyadari pentingnya persatuan dan Kesatuan. Para pendahulu yang berkumpul dalam organisasi-organisasi seperti Boedi Oetomo ini memberikan yang terbaik bagi terbentuknya bangsa yang bersatu melalui organisasi yang terlahir dari semangat persatuan dan kesatuan.

Sehingga semangat bersatu untuk bekerja nyata, kemandirian dan karakter yang terpusat pada pemahaman saat ini, masyarakat dihadapkan dalam kompetisi global. Dan untuk bisa memenangi persaingan di tingkat internasional tersebut dituntut kebersamaan dan persatuan kesatuan bangsa yang solid.

Ditegaskannya, komitmen terhadap NKRI dalam peringatan HARKITNAS sangat penting, karena setelah sekian lama berdiri sebagai bangsa, ancaman dan tantangan akan keutuhan NKRI tidak selangkah pun surut. Bahkan melalui kemajuan teknologi digital, ancaman radikalisme dan terorisme, mendapatkan medium baru untuk penyebaran paham dan praktiknya.

Kini saatnya semua pihak bekerja nyata dan bersatu, mandiri dengan cara-cara baru penuh inisiatil, bukan hanya mempertahankan dan membenarkan cara-cara lama seperti yang telah dipraktikkan selama ini. Hanya karena telah menjadi kebiasaan sehari-hari, bukan berarti sesuatu telah benar dan bermanfaat. Masyarakat harus membiasakan yang benar dan bukan sekadar membenarkan yang biasa.

Sementara kepada para Aparatur Sipil Negara yang mendapat amanat menggerakkan roda pemerintahan, Eko mengajak untuk menyelenggarakan pemerintahan secara lebih efisien. Serta membangun proses-proses yang lebih transparan dan memberikan layanan tepat waktu sesuai jangka waktu yang telah dijanjikan.

Komunitas Muda Merupakan Garda Tedepan Dalam Penghapusan KDRT

WONOSOBO-Komunitas muda merupakan garda terdepan dalam penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) karena merekalah yang dalam waktu dekat akan menuju jenjang kehidupan berkeluarga yang akan membentuk dan membangun mahligai rumah tangga. Keberadaan dan keterlibatan mereka merupakan langkah strategis dalam upaya penanganan KDRT. Demikian dikatakan Aresi Armynuksmono Kabid Pencegahan KDRT Kementrian PP-PA RI, saat gelar sosialisasi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga kepada 250 pemuda Wonosobo di Pendopo Kabupaten Senin (14/05).

Aresi meyakini mata rantai KDRT akan mampu diputus jika para calon Ibu dan Ayah ini diberikan pemahaman dan pengertian serta pengetahuan dan peran yang signifikan dalam penghapusan KDRT. Oleh karena itu sumber daya yang dimiliki harus diinvestasikan kearah upaya pencegahannya. Sehingga sosialisasi harus menyentuh kaum muda yaitu mereka yang berada di fase menjelang berumah tangga.

Senada dikatakan Bupati Wonosobo Eko Purnomo Sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga, memiliki arti yang sangat strategis untuk menghapus dan mencegah kekerasan dalam rumah tangga, terutama kekerasan terhadap perempuan serta anak, mengingat kegiatan yang dilaksanakan ini mengikutsertakan generasi muda, yang akan memasuki jenjang rumah tangga.

Pengenalan dan pencegahan potensi kekerasan dalam rumah tangga sejak dini ini, sangat diperlukan untuk menekan maupun memotong mata rantai kekerasan dalam rumah tangga. Selain itu sekaligus memberikan pemahaman eskalasi kasus, potensi dan dampak kekerasan dalam rumah tangga dalam membangun rumah tangga, sebagai fase dimana kehidupan berkeluarga dan pembangunan rumah tangga akan dimulai, serta membangun pandangan dan peran komunitas generasi muda di Kabupaten Wonosobo, dalam mencegah kekerasan dalam rumah tangga.

Melalui Sosialisasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga ini Bupati berharap nantinya akan lahir pelopor pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, di lingkungannya masing-masing. Karena menurut penuturan Aresi Wonosobo merupakan satu dari sepuluh Kabupaten/Kota terpilih dari 563 Kabupaten/Kota seluruh indonesia yang disasar sosialisasi ini.

Lima Remaja Terjaring Razia, Dua Diantaranya Perempuan

WONOSOBO-Tim Gabungan Operasi Penanggulangan Kenakalan Remaja mengamankan lima remaja di perempatan Sawangan Wonosobo. Remaja tersebut berpenampilan seperti anak jalanan. Dua diantaranya berjenis kelamin perempuan dalam usia belia. Kelima remaja tersebut kemudian dibawa ke kantor Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan selanjutnya.

Sudah menjadi tugas pemerintah untuk menjaga kondisi tetap aman dan kondusif. Oleh karena itu untuk mengurangi perilaku menyimpang dari para remaja, pealajar,  baik itu kedisiplinan, efek negatif dari penggunaan teknologi, penggunaan narkoba dan pelecehan seksual, perlu adanya sok terapi.  Demikian disampaikan Kasi Ideologi Dan Wawasan Kebangsaan Kantor Kesbangpol Kabupaten Wonosobo, Eko Riyanto, saat memimpin operasi kenakalan remaja dan pelajar, Rabu (9/5).

Menurut Eko Riyanto, operasi ini akan terus digelar untuk menekan angka kenakalan remaja maupun pelajar di Kabupaten Wonosobo. “Secara continue pemerintah akan selalu mengadakan operasi kenakalan remaja dan pelajar maupun operasi lainnya, agar tercipta kondisi yang aman dan tertib di Wonosobo. Serta untuk mencegah terjadinya hal hal yang tidak diinginkan, utamanya di kalangan remaja dan pelajar, baik penyalahgunaan narkoba, seks bebas dan hal-hal lain yang melanggar peraturan dan hukum.”

Sementara hal senada dikatakan Provost Kodim Wonosobo Serka Sudarto menuturkan bahwa kegiatan operasi gabungan ini mempunyai tujuan untuk menanggulangi kenakalan remaja dan pelajar. Disamping itu juga untuk menciptakan kota Wonosobo yang aman dan damai.

Tim gabungan yang berjumlah 20 orang, terdiri dari Kesbangpol, Polres, Kodim, Dinsos  Disdikbudpora, Kemenag,  Pariwisata dan Kebudayaan, PKK, serta Instansi terkait hari ini melakukan operasi di berbagai tempat nongkrong  yang ada di wonosobo, dimulai dari taman selomanik, Gor Wonolelo, taman fatmawati, warnet. Tim juga menyisir tempat lain atas informasi dari masyarakat, yaitu di perempatan Sawangan.

Rakor Komda Lansia, Terfokus Pada Upaya Peningkatan Kesejahteraan Bagi Lansia

WONOSOBO-Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan lansia perlu dilakukan berbagai upaya perlindungan sosial, penciptaan lingkungan yang ramah, sehingga menunjang kreativitas dalam membangun lansia sehat dan produktif serta potensial.

Untuk itu dengan adanya kegiatan ini diharapkan ada upaya guna membantu para lanjut usia non potensial yang kebanyakan berada di pedesaan yang sekarang belum terjangkau program pemerintah. Serta untuk meningkatkan pengetahuan, peran organisasi dan sarana bertukar informasi tentang perkembangan Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan di Kabupaten Wonosobo.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Agus Subagiyo saat membuka rapat koordinasi komda lansia se-Kabupaten Wonosobo tahun 2018 dengan mengambil tema Membangun Lansia Sehat dan Potensial di Aula Kecamatan Demak, Rabu (22/11).

Selain itu Wakil Bupati Agus Subagiyo juga meminta kepada seluruh  yang hadir agar mengikuti kegiatan dengan baik sehingga terjalin sinergi dan meningkatnya kepedulian pemerintah dengan seluruh komponen masyarakat terhadap lansia. “Dengan sinergi yang baik akan mempercepat peningkatan kesejahteraan lansia di Kabupaten Wonosobo”, jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, lansia dapat diberdayakan dan lebih berperan aktif dalam pembangunan dengan memperlihatkan fungsi kreatif, pengetahuan, keahlian, ketrampilan, pengalaman, usia dan kondisi fisik. “Saya minta kepada seluruh pengurus Komda Lansia untuk lebih proaktif dalam menjalankan tugasnya”, tuturnya.

Sementara plt Kepala Bagian Kesra Setda Wonosobo Tarjo mengatakan kegiatan ini diselenggarakan sebagai wujud perhatian, kepedulian dan penghargaan terhadap orang lanjut usia. Serta dimaksudkan sebagai sarana konsolidasi dan koordinasi terkait kegiatan komda lansia, dengan harapan terwujudnya koordinsi yang sinergis diberbagai sektor terkait upaya peningkatan kesejahteraan lansia, serta sebagai penyelarasan program dan kegiatan guna terwujudnya program kerja komda lansia tahun 2019.

Pagelaran Seni Budaya Menyongsong Satu Tahun Pemilu Serentak

WONOSOBO-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Wonosobo laksanakan Pagelaran Seni Budaya, Sabtu (21/4/2018) di Taman Dekranasda Mendolo Wonosobo. Pagelaran seni ini dalam rangka menyongsong satu tahun Pemilu Serentak 2019.
Ketua KPU Kabupaten Wonosobo Zaenal Ahmad mengatakan, kegiatan ini serentak dilaksanakan oleh seluruh KPU mulai dari KPU RI sampai tingkatkan KPU Kabupaten seluruh Indonesia.
Kegiatan ini merupakan sosialisasi agar masyarakat mengetahui tanggal pemungutan suara Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019, partai politik yang menjadi peserta pemilu, maskot Pemilu 2019 ‘Sang Sura’ serta akan diperkenalkan slogan yang berjudul ‘Pemilih Berdaulat Negara Kuat’.
Pada Pemilu 2019 mendatang memiliki perbedaan dibanding pemilu sebelumnya yang hanya memilih DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD kabupaten/kota. Sedangkan Pemilu 2019 mendatang,selain empat surat suara diatas maka akan ditambah dengan satu surat suara yakni Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden.
Selain pagelaran seni juga dilakukan pembacaan deklarasi, “Deklarasi Pemilu Berintegritas” dan penandatanganan deklarasi oleh Wakil Bupati, Kapolres, Ketua KPU, Ketua Panwaslu dan Para pimpinan Parpol peserta Pemilu.

Konsumsi Pangan B2SA Sebagai Pemantapan Ketahanan Pangan

Ketersediaan dan konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) untuk kesehatan sangat penting dan mendasar bagi pemantapan ketahanan pangan, dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, cerdas, fisik yang tangguh, serta produktif, sekaligus sebagai upaya untuk melestarikan sumber daya alam, yang sangat diperlukan bagi keberlanjutan pembangunan. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, SE.MM, pada acara pembukaan Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), lomba memasak ikan dan lomba merangkai buah dan sayur. Bertempat di Gedung Sasana Adipura, Rabu (18/4).

Bupati juga menyampaikan bahwa pem­bangunan pangan harus terus diupayakan untuk mengembangkan sistem pangan yang handal, dimana kegiatan produksi, pengolahan, distribusi dan pemasaran pangan harus sampai di tingkat rumah tangga. Serta untuk mencapai ketersediaan pangan yang cukup bagi masyarakat baik jumlah, mutu maupun keragamannya, sekaligus menekankan pada pentingnya mutu gizi yang cukup dan seimbang. Eko juga mengharapkan melalui kegiatan lomba ini mampu menumbuhkan minat, kreatifitas dan inovasi untuk mengolah potensi bahan baku lokal di Kabupaten Wonosobo menjadi menu pangan lokal yang diolah secara profesional, relatif sehat, aman,komposisi kadar gizinya seimbang, memiliki kemasan dan rasa yang bersaing sehingga mampu menarik konsumen publik, serta memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat kita.

Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA), lomba memasak ikan dan lomba merangkai buah dan sayur yang diadakan oleh Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan bekerjasama dengan TP. PKK Kabupaten Wonosobo serta untuk memperingati Hari Kartini, diikuti oleh 104 peserta dari TP. PKK Kecamatan, Istri Forkompinda, DWP, GOW, BUMN/BUMD dan Desa Binaan.

Menurut Kepala Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Ir. Abdul Munir, lomba yang diikuti oleh 104 peserta ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya konsumsi pangan B2SA dan konsumsi ikan untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat dalam memilih, menentukan, menyusun, dan menciptakan menu B2SA berbasis sumber daya lokal. Meningkatkan kreativitas masyarakat dalam mengolah pangan berbahan baku ikan, sebagai upaya peningkatan konsumsi ikan di Kabupaten Wonosobo, serta memperkenalkan aneka buah dan sayuran lokal, sehingga bisa menjadi potensi unggulan wilayah.

Sementara pada kesempatan itu Ketua TP. PKK Kabupaten Wonosobo, Fairuz Eko Purnomo, juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat mendukung komitmen pemerintah Kabupaten Wonosobo yang sedang berupaya mewujudkan Kabupaten Wonosobo Layak Anak. Semua komponen harus saling bahu membahu melaksakan kegiatan yang mendukung kebijakan terpenuhinya hak anak. Termasuk kegiatan lomba B2SA yang dilaksanakan Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan bekerjasama dengan TP. PKK ini, diharapkan dapat memberikan asupan yang sehat dan bergisi kepada keluarga termasuk pemberian hak dasar anak. Fairuz juga menambahkan bahwa kemampuan ibu harus terus diasah, para ibu dituntut lebih cerdas dalam menyajikan makanan, tidak hanya cukup sehat, bergizi, berimbang, tetapi harus menarik. Sehingga anak mau makan dengan lahap. Karena ibu sekarang mempunyai banyak saingan kuat, yaitu para pedagang makanan yang dengan kreativitasnya mampu membuat makanan yang menarik bagi anak.

Pada Lomba B2SA, lomba memasak ikan dan lomba merangkai buah dan sayur tahun 2018 ini, sebagai juri adalah Pakar Teknologi Pangan ( Wakil Rektor II UNNES ), Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo, Ahli Gizi Wonosobo, Ikatan Koki Wonosobo dan Praktisi Kuliner Wonosobo.

Kwarran Wonosobo Raih Juara Umum Pesta Siaga Kwarcab Wonosobo 2018

WONOSOBO-Keberhasilan meraih Barung Tergiat 1 untuk Putra dan Putri, Kwartir Ranting (Kwarran) Wonosobo berhak menyandang predikat sebagai Juara Umum dan memperoleh Tropy Bergilir, pada gelaran Pesta Siaga Kwartir Cabang (Kwarcab) Wonosobo Tahun 2018. Bertempat di Alun alun Wonosobo, Senin (12/3).

Pesta Siaga Kwarcab Wonosobo 2018 yang diikuti peserta Pramuka Siaga Perwakilan dari Kwarran se-Wonosobo. Masing-masing Kwarran mengirimkan 2 Barung Putra dan 2 Barung Putri sejumlah 40 anak, dengan jumlah total 600 anak Pramuka Siaga ini, dibuka oleh Bunda Siaga, Fairuz Eko Purnomo.

Saat membuka Pesta Siaga, Bunda Siaga, Fairuz Eko Purnomo, menyampaikan bahwa pentingnya peranan gerakan pramuka sebagai lembaga non-formal. Gerakan pramuka dapat dijadikan sebagai ruang untuk membentuk generasi penerus bangsa, menjadi generasi yang siap menghadapi era yang penuh dengan tantangan, generasi yang memiliki kepribadian, yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin serta menjunjung tinggi nilai nilai luhur bangsa, melalui pendidikan Nation Building dan Gerakan Revolusi Mental.

Sementara pada kesempatan itu, Enang Basuki, selaku ketua penyelenggara menyampaikan bahwa pada Pesta Siaga Kwarcab Wonosobp Tahun 2018 ini, kegiatan yang dilaksanakan berupa berbagai kegiatan ketakwaan, wawasan, ketrampilan, tekpram, KIM, ketangkasan, pentas budaya serta bakti masyarakat yang dikemas dalam taman taman kegiatan.

Enang juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan, pengetahuan, ketrampilan, wawasan kebangsaan, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan anggota pramuka, khususnya peserta didik pramuka siaga, serta memantapkan jatidiri dan pengamalan Dwi Darma Pramuka dalam kehidupan bermasyarakat.

Pada Pesta Siaga Kwarcab Wonosobo Tahun 2018, tampil sebagai Tergiat 1 Putra Kwarran Wonosobo, Tergiat 2 Putra Kwarran Kejajar, Tergiat 3 Putra Kwarran Kertek. Untuk Tergiat 1 Putri Kwarran Wonosobo, Tergiat 2 Putri Kwarran Selomerto, Tergiat 3 Putri Kwarran Kertek. Mereka berhak mewakili Kabupaten Wonosobo pada Pesta Siaga Tingkat Binwil Kedu 2018, yang akan dilaksanakan di Kwarcab Kebumen, 24 Maret 2018.

Selain mewakili Wonosobo di Tingkat Binwil Kedu, para Barung Tergiat dan Kwarran Wonosobo sebagai Juara Umum juga berhak menerima Trophy dan Piagam Penghargaan yang diserahkan oleh Ani Agus Subagiyo, pada Upacara Penutupan Pesta Siaga Kwarcab Wonosobo 2018.

**Kontributor Humas Wonosobo**