Bagian

Sosialisasi Ketentuan Dibidang Cukai Bagi Masyarakat Pedagang dan Konsumen Rokok Kecamatan Kalibawang

Kalibawang, 1 November 2021 – Bekerja sama dengan Bea Cukai Magelang , Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Wonosobo kembali menggelar Roadshow Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Hari ke lima belas kepada para pedagang rokok dan konsumen bertempat di Kantor Kecamatan Kalibawang (01/11).

Turut hadir yaitu Supriyadi selaku Asisten Administrasi Umum Kabupaten Wonosobo bersama Camat, Kades/Lurah dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Kalibawang yang membuka acara sekaligus mendukung dan ikut mengampanyekan pentingnya cukai dan gempur rokok ilegal bagi negara. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum dikatakan bahwa semakin besar hasil Cukai hasil tembakau yang dipungut suatu daerah maka akan mendapat pembagian DBH CHT yang lebih besar pula. Maka untuk semakin meningkatkan pemasukan dari sektor cukai, tentu perlu adanya keterlibatan semua pihak, untuk mengawasi dan ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu beliau berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan dan mengikuti sosialisasi ketentuan tentang Cukai dengan baik

Narasumber pada kegiatan Sosialisasi dari Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, Siswanto, Pejabat Fungsional Bea Cukai Magelang menyampaikan mengenai cukai hasil tembakau, “Cukai hasil tembakau terdiri dari beberapa jenis yaitu sigaret, tembakau iris, klobot, kelembak menyan, cerutu, dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Berbagai jenis cukai hasil tembakau tersebut memiliki tarif cukai dan batasan harga jual eceran yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan golongannya masing-masing,” tuturnya.

Kemudian, Siswanto juga menjelaskan mengenai jenis-jenis dan ciri umum rokok ilegal, “Jenis-jenis rokok ilegal diantaranya yaitu rokok polos (tanpa dilekati pita cukai), berpita cukai palsu, bekas, dan berbeda yaitu salah peruntukan dan salah personalisasi. Sedangkan, untuk ciri umum rokok ilegal yaitu merek rokok tidak dikenal, tidak ada nama pabrik rokok, merek mirip dengan produk rokok resmi, tidak disertai tanda peringatan pemerintah mengenai bahaya merokok, dan dijual dengan harga yang sangat murah,” ucapnya.

Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan pemahaman lebih mengenai cukai hasil tembakau dan rokok ilegal, meningkatkan peran serta masyarakat dalam memberantas peredaran rokok ilegal, dan dapat mengurangi angka peredaran rokok ilegal di Wilayah Kabupaten Wonosobo.

Sebagai penutup, Prati Sagut Timuranto juga menjelaskan mengenai aplikasi berbasis website yang telah dibangun oleh Kantor Bea Cukai Magelang dengan nama Sistem Informasi Laporan Masyarakat (SILAT). Aplikasi SILAT adalah aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat ataupun Pemda untuk menyampaikan informasi adanya peredaran barang kena cukai ilegal di wilayahnya.

Bupati Daftar Pertama, Sekolah Pasar Modal Wonosobo-UI Resmi Dibuka

Upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk mengedukasi publik agar makin cerdas finansial melalui sekolah pasar modal (SPM), hasil kerjasama dengan Universitas Indonesia sebagai salah satu Program Vokasi Universitas Indonesia dan PT Reliance Sekuritas disambut positif kalangan pengusaha muda. Hal itu terlihat pada pembukaan kelas pertama offline yang digelar di Pendopo Kabupaten, Kamis (28/10/2021).

Tak kurang dari 40 pelaku usaha Wonosobo yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tampak antusias mengikuti SPM yang dibuka langsung oleh Bupati Afif Nurhidayat tersebut. Secara tegas, Bupati bahkan menyatakan diri untuk menjadi pendaftar pertama SPM Wonosobo-UI, demi menimba ilmu terkait dunia pasar modal dan investasi sehat menuju kecerdasan finansial.


“Setiap keputusan yang kita ambil, harus disertai dengan ilmu yang cukup agar tidak sampai salah langkah, termasuk salah satunya ketika kita berkeinginan mengelola keuangan maupun investasi secara baik dan benar, maka Sekolah pasar modal ini tempat yang tepat sehingga saya tidak ragu untuk mendaftar pertama,” tegas Afif.

Ia berharap langkahnya juga diikuti warga masyarakat Wonosobo yang memiliki minat serupa untuk berinvestasi di sektor pasar modal.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://rri.co.id/semarang/ruang-publik/press-release/1239372/bupati-daftar-pertama-sekolah-pasar-modal-wonosobo-ui-resmi-dibuka

https://www.instagram.com/p/CVq33W4BimF/?utm_medium=copy_link

95 KPM PKH Mojotengah Lakukan Graduasi

Apresiasi dan ucapan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada 95 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah Graduasi atau secara sukarela mengundurkan diri sebagai penerima bantuan, karena perekonomian keluarga sudah membaik dan menganggap masih banyak keluarga yang lebih membutuhkannya. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, pada acara Penyaluran Bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) Kabupaten Wonosobo dan Penyerahan Piagam Penghargaan KPM Graduasi PKH Kecamatan Mojotengah. Bertempat di GOR Desa Bumirejo Mojotengah, Senin (1/11).
Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo semakin serius dalam melaksanakan upaya percepatan penanggulangan kemiskinan di wilayah Kabupaten Wonosobo. “Sebagai informasi, jumlah penerima bantuan Jaring Pengaman Sosial se-Kabupaten Wonosobo, adalah sebanyak 13.800 Keluarga Penerima Manfaat, dan masing-masing menerima bantuan sebesar 200 Ribu Rupiah yang dianggarkan dari APBD 2, dan disalurkan melalui Bank Wonosobo,” jelas Bupati.


Bupati yang juga didampingi Wakil Bupati, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Wonosobo dan Beberapa Kepala OPD kabupaten Wonosobo, juga menyampaikan bahwa disisi lain Program Keluarga Harapan di Kabupaten Wonosobo sejak tahun 2015 hingga 2021, memiliki 40.362 KPM yang tersebar di 15 kecamatan. Dan untuk membantu percepatan penanggulangan kemiskinan, PKH Kabupaten Wonosobo terus melakukan upaya, melalui pendamping sosial Program Keluarga Harapan di masing-masing kecamatan dan desa kepada KPM secara mental, pendampingan pemanfaatan bantuan, pendampingan akses layanan kesehatan dan pendidikan, dan pembentukan Kelompok Usaha Bersama bagi KPM PKH. “Ini juga menjadi upaya pendampingan yang dilakukan dengan tujuan para Keluarga Penerima Manfaat dapat berangsur menjadi Mandiri Sejahtera, dan terentas dari kemiskinan. Jadi para Keluarga Penerima Manfaat tidak hanya menerima bantuan, namun juga didampingi untuk mengembangkan kemandirian, sehingga setelah graduasi akan mampu bertahan menjadi keluarga yang lebih sejahtera,” ungkap Afif.
Keluarga Penerima Manfaat Mandiri Sejahtera yang telah graduasi di Kabupaten Wonosobo selama tahun 2021 adalah sebanyak 713 keluarga, dan untuk Kecamatan Mojotengah sebanyak 95 keluarga.


“Melihat perkembangan ini, saya optimis bahwa Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan di Kabupaten Wonosobo, akan mampu mencapai kemandirian dan kesejahteraannya masing-masing, seiring dengan kemampuan bertahan secara sosial ekonomi yang semakin kuat pula. Keluarga Penerima Manfaat graduasi akan disinergikan untuk mendapatkan stimulan program dari Perangkat Daerah lain di Kabupaten Wonosobo, sehingga diharapkan para Keluarga Penerima Manfaat yang telah graduasi dapat mempertahankan kemandirian dan kesejahteraannya,” pungkas Bupati.
Sementara pada kesempatan itu, Kepala Dinas Sosial PMD Kabupaten Wonosobo, Harti, juga menyampaikan bahwa anggaran yang digunakan untuk Bansos Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang bersumber dari APBD Kabupaten Wonosobo tahun 2021 sebesar 5 Milyar yang disalurkan kepada 13.800 keluarga yang benar benar membutuhkan.
Terkait 95 keluarga yang telah Graduasi, Harti juga menyampaikan bahwa mereka harus terus dikawal dan menjadi sasaran program dari OPD terkait, dengan pelatihan pelatihan ataupun dengan modal usaha. “Para keluarga penerima manfaat PKH yang telah graduasi untuk terus didampingi, dikawal dan menjadi sasaran program dari OPD terkait. Agar kemandirian secara ekonomi mereka bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan. Pendampingan dengan pelatihan pelatihan sangat diperlukan bagi para KPM PKH yang telah graduasi, agar harapannya mereka tidak miskin lagi atau istilahnya JAMILA (jadi miskin lagi),” pungkas Harti.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Prestasi dan Prestasi

Prestasi dan prestasi kembali di raih tim Pramuka SMA Negeri 1 Wonosobo. Setelah beberapa waktu lalu meraih juara II dalam Festival Film Pramuka tingkat Kwartir Daerah (kwarda) Jawa Tengah, kali ini SMA Negeri 1 Wonosobo berhasil meraih juara I pada ajang Festival Keterampilan Inovatif Pramuka ( CJ Scout ) golongan Penegak Putra, Kwarda Jawa Tengah, yang dilaksanakan pada tanggal 8 sampai 10 Oktober lalu.
Menyandang predikat sebagai juara I, Tim Pramuka SMA Negeri 1 Wonosobo memperoleh penghargaan dan piagam yang diserahkan langsung oleh Waka Binamuda Kwarda Jawa tengah, Hernowo Budi Luhur, bertempat di Sanggar Pramuka Kwarcab Wonosobo, Sabtu (30/10) lalu.


Pada kesempatan itu Waka Binamuda Kwarda Jawa Tengah, Hernowo Budi Luhur, usai menyerahkan piagam penghargaan menyampaikan bahwa festival Keterampilan Inovatif Pramuka atau Central Java Scout (CJ Scout) ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Kwarda Jawa Tengah. “Festival ini merupakan terobosan yang dilakukan oleh Kwarda Jawa Tengah yang diikuti oleh 35 Kwartir Cabang se-Jawa Tengah, dan sifatnya tidak berjenjang,” ungkap Hernowo.


Hernowo juga menyampaikan bahwa di tengah pandemi ini Pramuka Jawa tengah tetap beraktifitas melakukan kegiatannya, untuk tetap membangun dan mempertahankan semangat adik adik pramuka. “Oleh karena itu dengan adanya festival keterampilan inovatif pramuka ini, harapannya adik-adik pramuka tetap terus berlatih meningkatkan kapasitas dan kemempuan masing masing pribadinya. Termasuk skill, knowledge, karakter maupun wawasan kebangsaannya. Karena itulah sebenarnya hakekat pendidikan kepramukaan,” pungkas Hernowo.
Sementara pada kesempatan itu Ka Kwarcab Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, juga menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada Tim Pramuka SMA Negeri I Wonosobo yang telah berhasil menjadi juara I pada ajang Festival Keterampilan Inovatif Pramuka tingkat Kwarda Jawa Tengah. “Selamat kepada pramuka SMA Negeri 1 Wonosobo atas prestasi yang telah diraih, semoga apa yang telah dicapai bisa menjadi contoh bagi pramuka pramuka lainnya. Dan apa yang telah dicapai dalam kejuaraan ini bisa menjadi pelecut atau pemacu untuk lebih semangat lagi dalam menerapakan ilmu tersebut. Dan yang terpenting adalah menerapkan ilmu tersebut dalam kehidupan sehari-hari untuk kemanfaatan diri sendiri dan masayarakat,” pungkas Ka Kwarcab.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Pemuda Penerus Bangsa Adalah Penentu Arah Langkah Pembangunan Bangsa Dimasa Depan

Para Pemuda Indonesia telah membangun komitmen yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda. Bahwa ‘hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa’. Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ini bagi pemuda menjadi penting, karena ditangan pemudalah diharapkan Indonesia bisa Bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi, dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi serta dalam menghadapi tantangan pembangunan dimasa mendatang. “Saya sampaikan bahwa pemuda merupakan modal bangsa dalam menghadapi tantangan pembangunan kedepan”. Demikian dikatakan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 tahun 2021, kamis (28/10/2021) di halaman Pendopo Kabupaten.

Lanjut Bupati, tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. “Saat ini tangan pemudalah yang akan menentukan, mau dibawa kemana bangsa ini, karena pemuda adalah generasi penerus bangsa yang bisa menjadikan seperti apa bangsa ini nantinya,” ungkap Bupati.


Untuk itulah, karakter generasi muda yang unggul harus dipersiapkan sedini mungkin. Terlebih untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, dimana pada masa itu diproyeksikan Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana penduduk Indonesia berusia produktif mencapai 70%. Bonus demografi ini harus dipersiapkan dengan baik, salah satunya melalui pendidikan karakter dan menciptakan lulusan terampil siap kerja.

Mas Afif mengajak pada momentum Hari Sumpah Pemuda ini, harus mampu menjadi perekat persatuan bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda.

Persatuan pemuda dimasa sekarang juga menjadi penentu kemajuan bangsa hari ini, dan tetap eksisnya bangsa Indonesia di masa yang akan datang. “Persatuan bangsa Indonesia sejak 93 tahun yang lalu ialah bukti bersatunya pemuda Indonesia, tanpa persatuan pemuda, bangsa Indonesia tidak kita nikmati hari ini,” tegasnya.

Menurut Bupati, berbagai fasilitas yang ada saat ini juga andil dalam mempersatukan pemuda, ada media komunikasi yang tanpa batas, koneksi transportasi dari Sabang sampai Merauke, dan fasilitas lain yang mengindikasikan hilangnya sekat-sekat jarak antar anak bangsa. Namun disisi lain berbagai fasilitas tersebut seringkali menjadi fasilitas destruktif perpecahan anak bangsa, seringkali media digital dijadikan fasilitas berkonflik, menebar kebencian, dan memupuk keretakan. Adanya kemajuan arus informasi, masih terdapat informasi-informasi yang tidak benar dan berpotensi memecah belah bangsa.


Oleh karena itu, Mas Afif mengajak kepada seluruh kaum muda di Kabupaten Wonosobo khususnya agar mampu berlaku bijak dalam menggunakan fasilitas  tersebut. “Kita harus jeli dalam memilah informasi, pastikan kebenaran informasi yang akan dilanjutkan kepada orang lain. Sebagai generasi penerus bangsa, masing-masing dari kita memegang kendali, untuk lebih bijak dalam bermedia dan berinformasi,” ajaknya.

Di akhir sambutanya Bupati secara tegas menyampaikan, upaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi ini tidak akan berdampak maksimal tanpa dukungan semua pihak, khususnya bersatunya niat dan ikhtiar para Pemuda dalam turut serta membangun bangsa ini secara bersama-sama.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pemberian bantuan dan penghargaan kepada kaum muda Wonosobo yang berprestasi dalam kancah olahraga Nasional, yang membawa harum nama Kabupaten Wonosobo. Penghargaan tersebut diberikan kepada Adetia Armadani peraih medali emas, dan Rifqi Akbar peraih medali perunggu cabang Muay Thai, serta Barata Yuda peraih perunggu di cabang pencaksilat pada kejuaran PON XX di Papua. Selain itu diserahkan pula bantuan hibah alat Out Bond kepada pemuda Desa Bener Kecamatan Kepil.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Para Petani Diharapkan Mampu Meningkatkan Hasil Pertanian Bukan Hanya Musiman

Wakil Bupati, Drs. Muhammad Albar, M.M., menegaskan, kekayaan alam Wonosobo, termasuk di Kecamatan Watumalang memang sangat memanjakan khususnya bagi para petani. Di daerah yang memiliki iklim sejuk dan tanah yang subur ini, banyak menyimpan potensi yang bisa dikembangkan, terutama melalui sektor pertanianya.

Melihat hal itu, Gus Albar berharap kepada para petani agar mampu melakukan pengembangan bertaninya tersebut untuk menambah penghasilan mereka bukan hanya dari hasil panen musiman dan satu varian tanaman saja, namun bisa lebih meningkat lagi. “Saya harapkan petani Wonosobo, khususnya di Kecamatan Watumalang itu tidak hanya mendapatkan income perkapita ekonominya hanya dari yang musiman saja, namun berbagai vareasi bisa dilakukan dan dikembangkan untuk menambah income perekonomian, baik harian, mingguan maupun bulanan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Selaras dengan itu perlu adanya pendataan dan pemetaan potensi pertanian tersebut, sehingga perencanaan nanti jelas petani kita akan dibawa kemana, untuk itu kepada Pemerintah Kecamatan Watumalang, khususnya Korwil Pertanian untuk berperan lebih dalam menggali potensi pertanian yang ada dan belum dikembangkan, syukur ke depan tiap desa dapat dikembangkan hasil pertanian yang berbeda-beda, untuk menghidupka kembali program OVOP (One Village One Product)”. Hal itu disampaikanya saat kunjungan di desa Binangun, Kuripan dan Lumajang, setelah pimpin apel pagi di Kantor Kecamatan Watumalang rabu (27/10/2021).

Lebih lanjut Gus Albar mengajak para petani untuk mencoba berbagai vareasi, tidak hanya mengandalkan satu jenis varian tanaman saja. Hal ini menurutnya perlu dilakukan, karena varian yang lain tersebut nantinya sebagai cadangan yang diharapkan bisa membantu para petani ketika terjadi kegagalan pada salah satu varian komoditi yang pilih. Semisal gagal panen atau turun harga. “Para petani saya minta jangan hanya menanam satu varian saja namun harus mencoba dari berbagai varian yang lain, karena hal ini bisa menolong petani, ketika satu varian turun harga atau gagal masih ada varian lain yang bisa dipilih untuk menopang perekonomian keluarga,” pintanya.


Selain itu Gus Albar minta kepada masyarakat khususnya kaum muda untuk kembali tertarik dengan bertani dan mengembangkan sektor pertanian dengan cara-cara inovatif berbasis teknologi modern, yang akan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas bahan pangan yang harganya terjangkau, dan mampu memperbaiki daya dukung lingkungan, serta menyejahterakan para petani dan sektor pendukungnya, dengan memanfaatkan potensi alam yang ada.

“Saya harapkan para kaum muda milenial ini juga kembali tertarik akan bertani, kembangkan sektor pertanian dengan cara dan inovasi berbasis teknologi modern, manfaatkan kemajuan teknologi yang dikuasai untuk mengembangkan sekto pertanian, karena potensi yang asa di Wonosobo itu sangat luar biasa,” pinta Gus Albar.

Jika hal ini dilakukan kedepan diharapkan kolaborasi antara petani dan kemajuan teknologi serta kekayaan alam yanga ada, akan membuahkan hasil yang menjanjikan yang diharapkan bisa meningkatkan nilai jual dan mensejahterakan masyarakat.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Semangat Gotong Royong Harus Terus Dijaga

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat, dan sudah dilakukan sejak dahulu oleh nenek moyang bangsa Indonesia harus terus dijaga. Semangat gotong royong itu harus terus digelorakan di berbagai kegiatan masyarakat.
“Saya apresiasi semangat masyarakat dalam bergotong royong, Ini luar biasa. Saya minta semangat gotong royong ini terus digelorakan di masyarakat,” demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, saat meninjau gotong royong warga Kelurahan Wonoroto, Kecamatan Watumalang, Rabu (27/10).


Warga kelurahan Wonoroto memang sedang mempunyai hajat, dimana warga Wonoroto sedang melaksanakan pelebaran jalan lingkungan di Kelurahan Wonoroto, yaitu jalan lingkungan welahan guji sampai lingkungan Wonoroto. Dimana pelebaran jalan ini dilaksanakan secara swadaya dan gotong royong masyarakat secara bergiliran tiap RW, dengan difasilitasi pemerintah kelurahan Wonoroto. Bahkan ada beberapa warga Wonoroto yang menghibahkan sebagian tanahnya untuk pelebaran jalan tersebut. Seperti bapak Sutomo yang menghibahkan tanahnya sepanjang 200 meter dengan lebar 2 meter. Ibu Sri Ekowati, sepanjang 50 meter dengan lebar 2,5 meter. Bapak Mujiono, sepanjang 50 meter dengan lebar 2,5 meter.
Pada kesempatan itu Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM juga menyampaikan apresiasi kepada warga Wonoroto, dimana semangat gotong royong masih kuat mengakar di masyarakat. selain itu Wabup juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dengan menghibahkan sebagian tanahnya untuk pelebaran jalan di wilayah Kelurahan Wonoroto.


“Mungkin di beberapa wilayah, semangat gotong royong sudah mulai berkurang. Tetapi melihat semangat gotong royong dan partisipasi warga Wonoroto, menumbuhkan optimisme bahwa semangat gotong royong ini masih kuat di tengah masyarakat,” ungkap Wabup.
“Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh warga masyarakat Wonosobo secara umum, dan warga Wonoroto khususnya, untuk selalu memelihara semangat gotong royong yang sudah ada ini. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk memajukan Wonosobo, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Semangat gotong royong harus selalu kita tingkatkan dan kita gelorakan untuk pembangunan dan kemajuan Kabupaten Wonosobo yang kita cintai ini,” pungkas Muhammad Albar.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Public Hearing Peraturan Bupati Wonosobo

Bagian Hukum Setda Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Rapat Public Hearing terkait Peraturan Bupati Wonosobo tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 3 tahun 2020 tentang Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin pada Selasa (26/10) di Ruang Rapat Kertonegoro Setda.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo ( Bagian Hukum Setda) sedang menyusun Rancangan Peraturan Bupati Wonosobo tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Wonosobo Nomor 3 tahun 2020 tentang Bantuan Hukum Bagi Masyarakat Miskin. Kegiatan rapat dibuka oleh Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Wonosobo.  Dalam rapat, usulan maupun pendapat disampaikan oleh peserta rapat public hearing. Rapat diikuti oleh berbagai perwakilan baik dari instansi pemerintahan, lembaga, dan organisasi di Kabupaten Wonosobo, yakni :

  1. Perwakilan dari Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa  Kab. Wonosobo;
  2. Perwakilan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab. Wonosobo;
  3. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kab. Wonosobo;
  4. Sekretaris Camat Wonosobo;
  5. Komisi Kabupaten Wonosobo Ramah Hak Asasi Manusia;
  6. Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Wonosobo;
  7. Ketua  Lembaga  Konsultasi  Dan Bantuan Hukum Universitas  Sain  Alquran  (UNSIQ) Kab. Wonosobo;
  8. Perwakilan dari Unit Pelayanan Informasi Perempuan dan Anak (UPIPA) Kab.Wonosobo;
  9. Perwakilan dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia  (HWDI) Kab.Wonosobo;
  10. Perwakilan dari KITA INSTITUTE Kab. Wonosobo.

Sosialisasi Ketentuan Dibidang Cukai Bagi Masyarakat Pedagang dan Konsumen Rokok Kecamatan Watumalang

Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Wonosobo kembali menggelar Roadshow Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai dan Gempur Rokok Ilegal Hari Ke sebelas, Kepada para pedagang rokok dan konsumen bertempat di Kantor Kecamatan Sapuran 25 Oktober 2021.

Dalam Laporan penyelenggara Kabag Perekonomian dan SDA Setda Wonosobo, Dra.Siti Nuryanah,M.Si mengatakan acara ini diikuti oleh perwakilan Masyarakat Pedagang dan Masyarakat Konsumen Rokok se-Kecamatan Watumalang, Dra. Siti Nuryanah, M.Si menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan  untuk memberikan pemahaman kepada dan pengetahuan kepada masyarakat perihal barang barang yang dikenai cukai, utamanya cukai pada barang hasil tembakau sehingga masyarakat dapat membedakan pita cukai ilegal dan pita cukai ilegal sebagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal kepada Masyarakat Kecamatan Watumalang.

Acara di buka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Drs. Muhammad Aziz Wijaya, M.Si, mewakili Bupati Wonosobo. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra dikatakan bahwa semakin besar hasil Cukai hasil tembakau yang dipungut suatu daerah maka akan mendapat pembagian DBH CHT yang lebih besar pula. Maka untuk semakin meningkatkan pemasukan dari sektor cukai, tentu perlu adanya keterlibatan semua pihak, untuk mengawasi dan ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu beliau berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan dan mengikuti sosialisasi ketentuan tentang Cukai dengan baik.

Turut hadir menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi dari Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, Subroto Wisnu W .

Subroto Wisnu W, menyampaikan mengenai cukai hasil tembakau, “Cukai hasil tembakau terdiri dari beberapa jenis yaitu sigaret, tembakau iris, klobot, kelembak menyan, cerutu, dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Berbagai jenis cukai hasil tembakau tersebut memiliki tarif cukai dan batasan harga jual eceran yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan golongannya masing-masing,” tuturnya.

Kemudian,  Subroto Wisnu W juga menjelaskan mengenai jenis-jenis dan ciri umum rokok ilegal, “Jenis-jenis rokok ilegal diantaranya yaitu rokok polos (tanpa dilekati pita cukai), berpita cukai palsu, bekas, dan berbeda yaitu salah peruntukan dan salah personalisasi. Sedangkan, untuk ciri umum rokok ilegal yaitu merek rokok tidak dikenal, tidak ada nama pabrik rokok, merek mirip dengan produk rokok resmi, tidak disertai tanda peringatan pemerintah mengenai bahaya merokok, dan dijual dengan harga yang sangat murah,” ucapnya. Sebagai penutup, Yulia Tri R juga menjelaskan mengenai aplikasi berbasis website yang telah dibangun oleh Kantor Bea Cukai Magelang dengan nama Sistem Informasi Laporan Masyarakat (SILAT). Aplikasi SILAT adalah aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat ataupun Pemda untuk menyampaikan informasi adanya peredaran barang kena cukai ilegal di wilayahnya.