Bagian

Warga RW 1 Jaraksari Hibahkan Tanah Untuk Pelebaran Jalan

Kegembiraan dirasakan Warga RW 1 Kelurahan Jaraksari Wonosobo, pasalnya pemukiman padat penduduk ini semula tidak memiliki jalan  layak dan memadai yang bisa dilalui kendaraan roda empat, namun karena kekompakan dan keikhlasan warga yang menghibahkan sebagian tanah miliknya untuk pelebaran jalan, sehingga kampung tersebut akan segera memiliki jalan selebar 3,5 meter sepanjang 200 meter yang menghubungkan dari jalan Muntang, RW 2, RW 1 Jaraksari, hingga tembus Jl. Jogonegoro atau jalan raya depan SMA N 1 Wonosobo.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., saat meninjau lokasi di RW 1 Kelurahan Jaraksari Senin (19/9) menyampaikan apresiasi terhadap hal ini. “Kami sampaikan apresiasi dan terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga masyarakat dengan segala keikhlasanya, semoga nanti jalan bisa segera terwujud, menjadi lebar, sehingga mobil bisa masuk, damkar, ambulan, dan sebagainya, namun kami berharap semoga tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan itu, tapi jika ada kegawatdaruratan maka bisa diantisipasi sedini mungkin. Niat baik dari seluruh warga masyarakat ini mudah-mudahan akan menuai kebaikan, semoga dapat limpahan rahmat dari Allah Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga jika jalan sudah terbangun dan yang memanfaatkan orang banyak maka akan lebih berguna, sekali lagi jika diniati ibadah pasti akan memetik kebaikan,” ucap Bupati.

Kepada warga yang rumahnya terdampak, Bupati juga mengucapkan terima-kasih. “Kepada yang terdampak, kami sampaikan terima-kasih atas keikhlasanya, semoga memberikan barokah yang membawa manfaat bagi semuanya, akan menjadi investasi yang tidak terhitung nilainya. Bangunan yang terdampak nanti akan segera dikondisikan, meskipun tidak sempurna, namun pasti dilakukan yang terbaik, karena yang menangani adalah tukang yang handal, jadi tidak asal”.

Selain itu Bupati juga mengapresiasi dan bangga atas langkah Warga Jaraksari ini yang menjunjung tinggi nilai Pancasila, kegotongroyongan, keikhlasan dan  kekompakan demi kepentingan umum. “Kami bangga terhadap langkah Warga Jaraksari ini, yang tidak hanya memakai baju Pancasilais namun Warga Jaraksari bener bener sudah mengamalkan Pancasila, negara ini kuat karena gotong-royong, apapun itu, program setinggi apapun tanpa gotong-royong mustahil berhasil, oleh karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Wonosobo secara umum dan khususnya Warga Jaraksari ini,” ucap Bupati.

Ketua RW 1 Jaraksari Untung Nurohman mengungkapkan, bahwa keinginan warga memiliki jalan ini memang sudah digadang sejak lama, mengingat jalan yang layak tersebut sangat bermanfaat bagi aktifitas masyarakat, baik dilihat dari sisi ekonomi, sosial, bahkan terkait tentang kewaspadaan gawat darurat serta bencana yang mungkin terjadi.

“Apa yang selama ini menjadi angan-angan dan harapan warga, yang sangat ingin mempunyai jalan yang layak yang bisa dilalui roda 4 akan segera terpenuhi, mengingat kemanfaatan jalan layak itu ya sangat luarbiasa, dilihat disisi ekonomi, sosial, juga bahkan mungkin terkait kwaspadaan dan bencana bisa diantisipasi dijauh hari, sehingga kami warga semuanya satu suara satu kata satu keinginan agar harapan tersebut segera bisa terealisasikan, dan alhamdulillah dengan kekompakan, warga mendukung seluruhnya,” ungkapnya.

Untung menambahkan terkait jalan ini, pihaknya mengaku tidak memiliki lahan, namun berada diatas saluran irigasi.

“Terkait jalan, kami memang tidak punya lahan, semua yang kami miliki berada di atas saluran irigasi, dan selama ini dimanfaatkan oleh beberapa masyarakat yang membangun untuk kepentingan pribadi, namun demikian karena sudah menjadi kesepakatan semua warga, yang mana beberapa waktu sebelumnya telah kami fasilitasi dengan musyawarah bersama di kelurahan, bagaimana nantinya mau seperti apa, namun karena hal ini akan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat secara umum, alhamdulillah warga yang bangunan rumahnya terdampak, baik yang berada diatas saluran irigasi maupun masyarakat yang menghibahkan lahan milik pribadinya, mereka memberikan secara sukarela dengan ikhlas tanpa paksaan, dan menyatakan dukunganya dengan ditandatangani diatas materai”.

Lebih lanjut Untung mengatakan bangunan yang terdampak pelebaran jalan tersebut sedikitnya ada 8 bangunan yang berada diatas saluran irigasi dan 5 bangunan dari hibah warga. Sementara estimasi besaran anggaran dan waktu pelaksanaan kurang lebih 85 juta dan dilaksanakan dua bulan.

“Pelebaran jalan ini, berdampak terhadap  bangunan warga yang harus dikepras, untuk yang menghibahkan ada 5 orang, adapun yang diatas saluran irigasi ada 8 orang. Dan Alhamdulillah tidak ada kendala sedikitpun. Sementara untuk penanganan biaya yang untuk renovasi bangunan terdampak kurang lebih 85 juta, dan estimasi waktu perkiraan satu sampai dua bulan,” terangnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Warga RW 1 Jaraksari Hibahkan Tanah Untuk Pelebaran Jalan

Kali Bukan Tempat Sampah

Tanggal 17 September 2022 diperingati sebagai World Cleanup Day atau aksi gotong royong bersih-bersih lingkungan terbesar dunia yang akan diadakan serentak di 191 Negara. World Cleanup Day di Indonesia sendiri telah dilaksanakan dari Tahun 2018-2021, melalui Kampanye Gerakan Indonesia Bersih serta melalui Gerakan Nasional Pilah Sampah Dari Rumah yang diikuti seluruh provinsi serta kabupaten bahkan desa/kelurahan di Indonesia. Aksi World Cleanup Day Tingkat Kabupaten Wonosobo Tahun 2022 dipusatkan di Kali Bayi-Kelurahan Kejajar-Kabupaten Wonosobo (Sabtu, 17 September 2022).

Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, MM memberikan apresiasi positif atas diselenggarakannya World Cleanup Day 2022 Tingkat Kabupaten Wonosobo yang dapat dijadikan sebagai ruang edukasi dan menanamkan pemahaman pada masyarakat, sehingga gerakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat menjadi budaya ditengah masyarakat.

“Saya memberikan apresiasi positif atas diselenggarakannya World Cleanup Day 2022 Tingkat Kabupaten Wonosobo yang dapat dijadikan sebagai ruang edukasi dan menanamkan pemahaman pada masyarakat, sehingga gerakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dapat menjadi budaya ditengah masyarakat, lebih dari itu, Saya harap aktivis lingkungan, partisipan maupun masyarakat pada gerakan ini tidak hanya melangsungkan aksi pada setiap momentum World Cleanup Day, namun juga mampu membawa kegiatan menjaga kebersihan ini sebagai prinsip hidup, yang dapat ditularkan kepada masyarakat luas dan secara konsisten dilakukan pada kehidupan sehari-hari”, Kata Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, MM.

Kegiatan yang dilakukan satu kali dalam setahun ini tidak akan mampu mengubah dunia serta mengatasi permasalahan lingkungan hidup yang kita hadapi, jika kita tidak mengubah perilaku dalam menjaga kebersihan lingkungan lanjut Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, MM.

“Kegiatan yang dilakukan satu kali dalam setahun ini tidak akan mampu mengubah dunia serta mengatasi permasalahan lingkungan hidup yang kita hadapi, jika kita tidak mengubah perilaku dalam menjaga kebersihan lingkungan, konsistensi dan komitmen dari semua pihak merupakan kunci keberhasilan, bagi penanganan masalah sampah yang telah kita hadapi bertahun-tahun, beserta dampaknya terhadap lingkungan. Upaya ini dapat kita lakukan secara mandiri dengan melaksanakan konsep reduce, reuse, recycle, yang juga selaras dengan langkah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, yang telah mendeklarasikan Gerakan Jateng Gayeng Telung Ng (Ngelongi, Nganggo, Ngolah), melalui Gerakan Pungut Sampah, pengumpulan dan pemilahan sampah dari rumah, serta menggalakkan pembentukan Bank Sampah di kantor-kantor instansi pemerintah maupun swasta. Oleh karena itu, World Cleanup Day 2022 bertema “Kami 13 Juta Menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”, hendaknya mampu menggerakkan masyarakat di Kabupaten Wonosobo, termasuk kita, untuk berpartisipasi hari ini dan meneruskan langkah kebersihan ini seterusnya. Kepedulian kita bersama yang diwujudkan dalam gerakan pembersihan dan pengolahan sampah, yang secara simultan dan berkesinambungan dilakukan pada lingkungan masing-masing, merupakan kontribusi berharga bagi kesehatan dan kelestarian lingkungan”, Ungkap, Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, MM.

“Tentunya melalui gerakan riil yang harus kita upayakan adalah melakukan pengelolaan sampah dengan baik di tahun ini dan yang akan datang, apalagi menilik pengelolaan sampah di Wonosobo tahun 2020 yang baru mencapai 42,22%, yang artinya 57,78% sampah belum terkelola dengan baik dan benar. Untuk itu, melalui World Cleanup Day 2022, saya ingin mengajak seluruh partisipan, termasuk Perangkat Daerah, masyarakat, komunitas, dan berbagai stakeholder lainnya di Kabupaten Wonosobo, khususnya Masyarakat Kelurahan Kejajar untuk berkomitmen melaksanakan pengelolaan sampah secara komperehensif. Gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah terkait pengelolaan sampah, tentu akan berjalan secara efektif jika diikuti dengan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, mari saling bahu-membahu dan bergotong-royong mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat, sebab hanya dengan sinergitas dan kolaborasi antarsektorlah cita-cita ini akan terwujud. Ke depan ssaya tidak mau melihat lagi di Kali Bayi ini ada sampah Kasur, bantal maupun sampah-sampah yang bertumpuk, apalagi jika mengingat Kabupaten Wonosobo, khususnya Kecamatan Kejajar merupakan peyangga utama keberlangsungan lingkungan hidup bagi kabupaten yang ada di sekitar dan posisi topografinya berada di bawah Kabupaten Wonosobo, seperti: Banjarnegara, Cilacap, Banyumas dan Cilacap”, Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, MM menambahkan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wonosobo, Endang Lisdiyaningsih, S. Hut, MM menyampaikan, World Cleanup Day merupakan aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di 191 negara di dunia dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah.

“World Cleanup Day merupakan aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di 191 negara di dunia dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku dan ras untuk menyelesaikan permasalahan sampah. Aksi ini merupakan perwujudan peningkatan kepedulian terhadap permasalahan sampah serta menjadi sarana memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan Bumi. Upaya-upaya riil tentunya harus segera kita lakukan, apalagi jika melihat permasalahan sampah di Kabupaten Wonosobo, dimana berdasarkan data hampir rata-rata tiap hari sampah yang masuk ke TPA Wonorejo mencapai 110 Ton, belum lagi sedimen yang masuk ke Waduk Mrican mencapai 6 Juta Meter Kubik lebih yang menyebabkan Volume Waduk Mrican berkurang, sehingga mengancam keletarian lingkungan hidup dan ekosistem di sepanjang aliran Waduk Mrican, dimana penyumbang terbesar sedimen di waduk Mrican adalah sampah. Untuk itu diperlukan langkah-langkah memandirikan desa salam pengelolaan sampah, dimulai dengan pengelolaan sampah dari rumah tangga, memilah sampah organic dan non-organik”, Kata Endang Lisdiyaningsih, S. Hut, MM.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Kali Bukan Tempat Sampah

SMP N 1 Leksono Deklarasikan Penolakan Dan Pencegahan “Tiga Dosa Besar Pendidikan”

Menindaklanjuti pernyataan Mendikbudristek RI tentang tantangan besar di dunia pendidikan yang disebutnya sebagai “Tiga Dosa Besar Pendidikan” yaitu maraknya tindak intoleransi, perundungan dan tindak kekerasan seksual. SMP Negeri 1 Leksono, Wonosobo, mendeklarasikan penolakan dan pencegahan terhadap intoleransi, perundungan dan tindak kekerasan seksual. Bertempat di SMP Negeri 1 Leksono, Jum’at (16/9).
Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Leksono, Ngatiman, S.Pd., MM.Pd., pada kesempatan itu menyampaikan bahwa intoleransi, perundungan dan tindak kekerasan seksual menjadi tantangan besar dunia pendidikan. Karena “Tiga Dosa Besar Pendidikan” ini dapat menghambat terwujudnya lingkungan belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan, serta juga dapat menimbulkan trauma permanen bagi murid yang mengalami.
“Selain dapat menimbulkan trauma permanen bagi murid yang mengalami, tiga dosa besar pendidikan juga akan menimbulkan keresahan orang tua serta menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat terhadap lingkungan sekolah dan dunia pendidikan,” ungkap Ngatiman.
Oleh karena itu SMP Negeri 1 Leksono, dengan segenap kemampuan mendeklarasikan penolakan dan pencegahan terhadap tindak intoleransi, perundungan dan tindak kekerasan seksual. Dimana sebelumnya telah dilakukan sosialisasi kepada Guru, Tenaga administrasi sekolah, komite sekolah, orang tua murid dan seluruh murid di SMP Negeri 1 Leksono.


“Selain sosialisasi, kemudian dilanjutkan melakukan aksi dengan gerakan murid dalam mengekspresikan penolakan dan pencegahan melalui kreasi poster baik melalui media kertas maupun media digital. Selanjutnya kami melakukan deklarasi ini, diteruskan dengan re-Aksi berikutnya agar kita tidak hibernasi alias tidur panjang setelah deklarasi,” pungkas Ngatiman.
Sementara pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, yang hadir pada deklarasi tersebut menyampaikan apresiasi positif kepada SMP Negeri 1 Leksono yang telah mendeklarasikan penolakan dan pencegahan terhadap intoleransi, perundungan dan tindak kekerasan seksual. Karena ini bisa menjadi contoh bagi sekolah sekolah lainnya di Wonosobo.
Bupati juga menyampaikan bahwa deklarasi ini menjadi satu hal yang prinsip. Tidak hanya sekedar di ikrarkan, di lisankan tetapi harus benar benar terimplementasi dengan baik, membumi di semua sekolah yang ada di Kabupaten Wonosobo. “Sekolah untuk berkompetisi menciptakan suasana kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan, menggembirakan, aman dan penuh dengan harapan. Karena dari sinilah anak anak menaruh harapan dan menggantungkan cita cita yang ingin diraihnya,” jelas Afif.
“Untuk bisa mencapai itu semua dibutuhkan dukungan semua pihak, utamanya lingkungan sekolah itu sendiri,” tambah Afif.
Pada kesempatan itu Afif juga menyampaikan bahwa Wonosobo sudah terkenal sebagai kabupaten yang ramah. Ramah HAM, ramah anak, ramah perempuan dan di beberapa desa sudah diklaim menjadi Desa Keberagaman, Desa Toleransi dan Desa Pancasila.
Pertanyaannya apakah implementasi dilapangan sudah sesuai? Sama halnya dengan spirit dari deklarasi hari ini tidak hanya dilisankan, tetapi harus ada bukti riil di lapangan. Harus kita lihat, kita evaluasi bersama apakah suasana yang menyenangkan, menggembirakan sudah terasa dan dirasakan.
“Sama ketika kita sudah mendeklarasikan Desa Pancasila, Desa Keberagaman, Kabupaten Ramah HAM dan lain sebagainya. Kalau itu hanya sebatas dilisankan saya pikir implementasinya kan jauh dari harapan. Tapi paling tidak spirit itu sudah ada seiring dengan kabupaten Wonosobo sudah mendeklarasikan sebagai kabupaten yang ramah HAM, maka kebijakan-kebijakan yang diambil di semua wilayah Wonosobo juga harus ramah,” pungkas Bupati.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/smp-n-1-leksono-deklarasikan-penolakan-dan-pencegahan-tiga-dosa-besar-pendidikan/

Optimalisasi Fungsi Terminal Tipe A Mendolo Sebagai Transit Moda Transportasi Dan Pusat Kegiatan Masyarakat

Optimalisasi fungsi Terminal Tipe A Mendolo sebagai lokasi transit moda transportasi darat dan pusat kegiatan masyarakat, menjadi salah satu poin penting yang harus dikembangkan. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag., saat menjadi Irup pada upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional yang digelar dihalaman mandala wisata Mendolo Wonosobo sabtu (17/9) pagi.

Bupati mengatakan Kabupaten Wonosobo memiliki Terminal Tipe A Mendolo sebagai kawasan transit antarmoda, khususnya untuk moda transportasi angkatan darat. Dalam hal ini, potensi Terminal Tipe A Mendolo hendaknya dapat dioptimalkan sebagai pusat pergantian antarmoda, tempat naik dan turun penumpang, serta menjadi lokasi yang direncanakan akan dikembangkan dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), yang merupakan integrasi dari pola pembangunan tata kota dengan sistem transportasi, sehingga dapat tercipta sebuah kota yang efisien. Konsep TOD dapat mengintegrasikan jaringan transit secara regional, dan melengkapi strategi pengembangan lingkungan yang telah ada di sekitar simpul transit, sehingga mampu menyatukan masyarakat, kegiatan, dan ruang publik dengan konektivitas yang mudah bagi pejalan kaki, pesepeda, dan pengguna angkutan umum sekaligus menjadi penunjang kegiatan pariwisata di Kabupaten Wonosobo.

Afif menambahkan, kemudahan akses dan konektivitas yang ditawarkan kepada masyarakat, diharapkan akan mampu mengembangkan peran terminal sebagai salah satu pendorong dalam pembangunan, terutama pada penguatan ekonomi daerah.

“Wonosobo sedang mengembangkan sektor pariwisata, sehingga saya berharap Terminal Tipe A Mendolo juga dapat dikembangkan untuk menunjang pembangunan kepariwisataan. Oleh karena itu, saya minta kepada Insan Transportasi khususnya di Kabupaten Wonosobo, untuk terus mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh Terminal Tipe A Mendolo, serta menyusun perencanaan dan implementasi yang tepat atas tindak lanjut rencana pengembangan TOD, guna meningkatkan konektivitas dan integrasi kegiatan masyarakat”.

Lebih lanjut Mas Afif mengatakan, ditengah masa pemulihan dari pandemi ini, harus menghadapi perekonomian dunia yang belum sepenuhnya bangkit. Banyak negara mengalami krisis ekonomi dengan tingkat inflasi yang melambung tinggi.
Namun, patut bersyukur, Indonesia termasuk negara yang mampu menghadapi krisis global ini. Disektor transportasi nasional pun, kebangkitan itu mulai terlihat. Data BPS menunjukkan sektor transportasi telah berhasil tumbuh 21,27% di kuartal kedua 2022, dan memberi sumbangan positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,44%. “Pencapaian ini harus kita syukuri, ditengah tantangan, sektor transportasi masih memberi kontribusi yang berarti bagi Indonesia,” ungkapnya.

Seiring hal itu, dalam upaya pemulihan ekonomi yang mulai berangsur membaik, Kabupaten Wonosobo merupakan daerah tujuan wisata yang angka kunjungan wisatawan baik lokal maupun dari luar cukup tinggi, sehingga Bupati mengaskan dalam mewujudkan pelayanan yang baik, membutuhkan koordinasi dari semua unsur, termasuk keluarga besar perhubungan. Sembari mengajak agar bersama-sama menjadi agen kemajuan dan menjadi tuan rumah yang baik dalam segala hal.

“Setelah dilanda pandemi dua tahun, hari ini mulai tampak bergeliat berbagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Wonosobo, oleh sebab itu sejalan dengan itu pasti akan banyak wisatawan yang hadir di Wonosobo, maka mari jadikan dalam diri kita sebagai agen kemajuan, jadikan setiap insan sebagai tuan rumah yang baik. Mari kita wujudkan pelayanan baik dengan koordinasi dan kolaborasi dari semua pihak,” tegas Bupati.

Sementara pada momen peringatan Hari Perhubungan kali ini, selaku Bupati,  menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada jajaran perhubungan atas kehadiranya ditengah masyarakat khususnya terkait kelancaran transportasi dan berbagai peran serta yang dilakukan dalam upaya memajukan dunia transportasi.

“Kehadiran keluarga besar dinas perhubungan ditengah masyarakat sangat luar biasa. Termasuk teman-teman yang setiap hari, setiap saat, setiap waktu membantu memperlancar dan mengatur jalanya arus lalu lintas. Artinya peran dari teman-teman semua sudah cukup optimal, kami sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya,” ucapnya.

Bupati mengakhiri sambutanya dengan menyampaikan ucapan, “Atas nama pribadi, sekaligus pemerintah dan masyarakat Wonosobo, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Perhubungan Nasional Tahun 2022. Mari pekikkan “Bangkit Maju Bersama!” dan berkolaborasi untuk memajukan dunia transportasi, khususnya di wilayah Kabupaten Wonosobo,” pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Optimalisasi Fungsi Terminal Tipe A Mendolo Sebagai Transit Moda Transportasi Dan Pusat Kegiatan Masyarakat

Desa Guntur Madu Diharap Mempertahankan Perannya Dalam Program Kesejahteraan Keluarga

Penyerahan Sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Bupati Wonosobo di Desa Guntur Madu Kecamatan Mojotengah dibarengkan dengan Pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2023, yang dilaksanakan di Balai Desa setempat, Rabu (7/9/22).

Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat,  mendorong Pemdes Desa Guntur Madu dapat mempertahankan perannya dalam Program Kesejahteraan Keluarga. Melalui Intervensi PKK diharapkan untuk turut andil dalam menuntaskan permasalahan kemiskinan dan lainya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Guntur Madu, kami harap agar terus mempertahankan peransertanya dalam program kesejahteraan keluarga, melalui Intervensi PKK yang ada, agar turut andil dalam penuntasan masalah kemiskinan dan prrmasalahan lain yang ada di Kabupaten Wonosobo ini”, ucap Mas Afif.

“Saya tadi mendengar saat musyawarah, ada yang mengusulkan berkaitan permasalahan anak putus sekolah, Stunting, dan sebagainya. Memang untuk Stunting ini perlu mendapatkan perhatian,  PAUD misalnya, saya rasa perlu mendapatkan perhatian, hal itu dilakukan  untuk menekan angka APS, kemiskinan dan lain sebagainya, maka dari itu mari kita bersama bahu membahu dengan gotong royong, menciptakan berbagai terobosan dalam upaya mengurai permasalahan yang kita hadapi saat ini, utamanya masalah kemiskinan”, ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala BPN, Siyamto, menyampaikan, untuk kuota tahun ini Wonosobo mendapat tambahan 10 ribu sertifikat, sehingga desa Guntur Madu dan desa yang lain masih ada kesempatan untuk mendaftarkan bidang tanah yang belum bersertifikat. Dia menyebutkan di desa ini ada 2159 bidang. Dan pihaknya telah menerbitkan1400 sertifikat. Sehingga ia berharap tahun ini bisa tersertifikasi semua.

“Alhamdulillah Pak Bupati, kita, Wonosobo dapat kepercayaan dari pusat, sehingga tahun ini kita dapat tambahan kuota sebanyak 10 ribu sertifikat, jadi Desa Guntur Madu dan desa yang lain masih punya kesempatan untuk mendaftarkan, kami harap warga masyarakat Guntur Madu untuk tahun ini kalau bisa dihabiskan 2159 bidang tersebut. Silahkan berbondong-bondong ke tempat Pak Kades untuk minta mendaftarkan, karena pendaftaran masih kami perpanjang”, ungkapnya.

Selain berikan apresiasi terhadap peran serta masyarakat Guntur Madu, ia tertarik terhadap peta desa yang terpampang. Pihaknya terpacu untuk mengganti peta desa ini dengan peta-peta bidang tanah yang dihasilkan dari PTSL.

“Pertama kali saya masuk sini, tentu saja insting pertanahan saya muncul disitu, pertama saya melihat peta desa yang terpampang dikantor ini luar biasa. Saya baru melihat, ini satu-satunya desa yang memiliki peta yang selengkap, yaitu desa Guntur Madu. Peta yang tempampang  disini, dilengkapai dengan peta-peta dusun dari 6 dusun yang ada. Saya jadi terpacu untuk mengganti peta desa ini dengan peta-peta bidang tanah yang dihasilkan dari PTSL. Ternyata peta itu sudah berbasis bidang tanah, tapi akan kami samapaikan dari BPN kepada pemerintah desa, peta hasil PTSL untuk dipampang per-dusun dengan berbasis tampak bidang-bidang tanahnya, dan akan diberikan secara gratis kalau PTSL sudah selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Guntur Madu, Suparman, mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati dan juga rombongan. Berharap Kedepan Warga Guntur Madu semua tanahnya sudah tersertifikat.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih, atas penyerahan secara simbolis sertifikat 10 bidang di Guntur Madu oleh Bupati Wonosobo. Harapan kami kedepan warga masyarakat Guntur Madu, semua tanah yang ada di Guntur Madu mempunyai hak milik ataupun sertifikat, karena itu sangat penting”, pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/desa-guntur-madu-diharap-mempertahankan-perannya-dalam-program-kesejahteraan-keluarga/

Desa Timbang 100% Tuntaskan PTSL

Desa Timbang, 100% tuntasakan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Tanah milik Masyarakat Timbang kini sudah tersertifikat semua. Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat, S.Ag, berkesempatan memberikan langsung Sertifikat Tanah tersebut kepada masyarakat Timbang. Selasa (6/9/22)

Bupati Wonosobo, memberikan apresiasi kepada Kepala Desa, Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Timbang atas peranaktifanya dalam pelaksanaan program ini.

“Pertama saya ucapkan selamat kepada Kepala Desa dan Perangkatnya, dimana Desa Timbang sudah benar-benar memenuhi Amanat Presiden untuk mensukseskan PTSL, huruf  L nya itu berarti lengkap sudah, tadi dilaporkan bahwa seluruh warga Masyarakat Desa Timbang tanah-tanahnya,  baik tanah pribadi, tanah dari perangkat desa,  tanah desa mungkin juga ada tanah wakaf, dan lain sebagainya sudah disertifikatkan, itu artinya cukup aktif, karena program ini kalau tidak ada ke-aktifan Kepala Desa dan Perangkatnya, tidak mungkin bisa berjalan dengan baik. Masyarakatnya aktif, Kepala Desa dan Perangkatnya juga aktif,  sehingga saling mendukung, ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi yang optimal serta bisa di share practise-kan di desa-desa lain di Kecamatan Leksono maupun desa di kecamatan lain”, ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Wonosobo menyampaikan harapan kepada masyarakat agar semua tanah di Kabupaten Wonosobo sudah tersertifikat.

“Presiden, Joko Widodo menegaskan ditargetkan tahun 2024, semua tanah di Indonesia baik milik warga masyarakat,  ataupun pemerintah semua harus tuntas disertifikatkan, saya juga sama akan melaksanakan serta meneruskan apa yang diperintahkan Presiden Jokowi, target kami ditahun 2024 kami harapkan semua tanah di Kabupaten Wonosobo harus sudah Bersertifikat Lengkap”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Timbang Prayogo, menyampaikan terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada BPN Kabupaten Wonosobo, yang selama dua Tahun ini memberikan Program PTSL di Desa Timbang, sehingga pada Tahun 2022 ini Desa Timbang sudah Tuntas pensertifikatan tanahnya.

“Dengan adanya program PTSL, kami ucapkan terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada BPN Kabupaten Wonosobo yang telah memberikan program PTSL setiap tahun, sehingga pada hari ini Desa Timbang sudah bersertifikat semua dan hari ini juga sudah selesai semua, mudah-mudahan Desa Timbang sudah tidak ada permasalahan tentang tanah lagi. Sekali lagi terima-kasih pada BPN yang sampai dengan hari ini Desa Timbang sudah komplit semua sudah bersertifikat semua lengkap”, pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/desa-timbang-100-tuntaskan-ptsl/

Desa Diharap Berperan Menuntaskan Berbagai Persoalan Ditengah Masyarakat

Penyerahan Sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Bupati Wonosobo di Desa Besani dibarengkan dengan pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2023, yang dilaksanakan di Balai Desa setempat, selasa (6/9/22).

Dihadapan warga yang hadir pada MUSRENBANGDes RKPDes tersebut, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, mengingatkan tentang berbagai persoalan yang ada ditengah masyarakat. Melihat hal itu Desa diharapkan peranya, tidak kecuali Desa Besani ini agar dapat berperan dan fokus terhadap upaya mengurai persoalan-persoalan yang sedang dihadapi.

“Secara menyeluruh saat ini masih banyak persoalan yang harus dihadapi, kami berharap Desa Besani dan yang lainya, agar fokus,  karena anggaran sangat terbatas, dana tidak banyak, nanti mau diprioritaskan untuk apa, saya hanya titip pertama menyangkut stunting kalau ada, kemudian anak putus sekolah, barangkali ada, maka harus diprogramkan untuk PAUD-nya, kemudian rumah tidak layak huni, kalau masih ada, kalau sudah tidak ada, maka tinggal difokuskan untuk yang lain”, ujarnya.

Sementara terkait sertifikat PTSL yang telah dibagikan Bupati mengatakan bahwa legalisasi tanah yang dimiliki masyarakat sudah menjadi hak, maka Bupati berharapa agar masyarakat lebih hati-hati merawat dan menyimpanya. Sembari berharap bisa dipergunakan dengan baik agar bermanfaat dan tidak salah langkah.

“Dengan program PTSL, desa-desa yang mengajukan sasaran program sertifikat ini yang sudah selesai, maka harus segera diterbitkan. Harapanya nanti sertifikat bisa bermanfaat bagi pemiliknya, bagi masyarakatnya”, tegas Bupati.

“Yang terpenting adalah itu sudah menjadi hak penjenengan, negara harus hadir,  negara harus memfasilitasi, karena merupakan keperpihakan negara kepada rakyat, bentuknya adalah bahwa ini punya tanah, ada wujudnya, ada surat-suratnya. Jadi legalitasnya jelas, bahwa ini sudah resmi, mudah-mudahan sertifikat ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk menopang perekonomian di masyarakat desa Besani,” pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/desa-diharap-berperan-menuntaskan-berbagai-persoalan-ditengah-masyarakat/

Pelantikan Serah Terima Jabatan ketua TP. PKK dan Pengukuhan Bunda PAUD

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Wonosobo menggelar acara pelantikan serah terima jabatan ketua TP PKK dan pengukuhan Bunda PAUD di Pendopo Bupati Wonosobo. Senin (5/9/2022).

Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat SSTP, melantik langsung 6 ketua TP PKK Kecamatan yaitu Kecematan kalibawang, mojotengah, garung, sapuran, sukoharjo, dan wadaslintang. Selain itu juga mengukuhkan 6 orang Bunda PAUD.

Turut Hadir dalam Acara tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosob, Para Pimpinan Perangkat Daerah Kabupaten Wonosobo, serta Camat Se-Kabupaten Wonosobo.

Bupati Wonosobo H, Afif Nur Hidayat, S.Ag mengatakan bahwa PKK ini merupakan satu kelembagaan yang harus kita support, apalagi jika melihat perannya yang cukup besar dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“PKK merupakan salah satu lembaga yang harus kita support, karena kita sadari atau tidak faktanya peran PKK dalam meningkatkan keaejahteraan keluarga dilapangan luar biasa, di sisi lain PKK juga cukup cepat menyatu dengan masyarakat, kedekatan ini tentunya berdasar, mengingat kader-kader PKK berada di tingkatan masyarakat paling rendah dengan Dasa Wisma-nya, termasuk didalamnya menghadapi berbagai macam persoalan yang begitu berat, apalagi hari ini inflasi tinggi, harga BBM naik, tapi saya optimis nanti PKK akan bisa hadir, PKK bisa membantu tugas-tugas Camat di wilayah masing-masing,” ujarnya.

Afif juga Mengajak masyarakat untuk saling membantu dan mendukung.
“Apa yang disampaikan  ketua Tim Penggerak PKK jangan dijadikan beban, tapi jadikanlah itu sebuah tantangan, mudah-mudahan sinergitas yang sudah terjalin selama ini, kolaborasi yang sudah kuat selama ini, bersama-sama kita lakukan kedepan, kita perkuat lagi, sehingga kedepan kita bisa hadir  lebih baik dari apa yang sudah kita lakukan selama ini”, tegasnya.

Lebih jauh, Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, SSTP menegaskan bahwa permasalahan di Kabupaten Wonosobo masih cukup banyak yang menjadi tanggung jawab kita bersama.

“Permasalahan di KabupatenWonosobo masih cukup banyak yang menjadi tanggung jawab bersama, dimana PKK akan sangat banyak berperan dan harapanya melalui gerakan PKK ini, kita bisa ikut berperan serta menurunkan permasalahan yang ada. Permasalahan tersebut mulai dari Prevalensi Stunting yang masih tinggi, banyaknya angka perkawinan usia anak, kemudian banyaknya usia sekolah yang saat ini tidak sekolah,” ungkapnya.

Diakhir sambutanya Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wonosobo juga mengatakan bahwa kita perlu menyiapkan generasi yang berkualitas. “Kita perlu menyiapkan generasi yang berkualitas dan berkarakter dengan pendidikan anak usia dini dalam rangka membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani anak menjadi generasi emas adalah hal yang sangat penting. Oleh karena itu  bersama dengan bunda PAUD dan tim Penggerak PKK mari bersama-sama  kita galakan progam-program pemerintah dengan menjadi mitra kerja pemerintah yang baik, mendukung dan membantu program-program pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam rangka mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju dan Sejahtera,” ungkapnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Pelantikan Serah Terima Jabatan ketua TP. PKK dan Pengukuhan Bunda PAUD

Pendidikan Penyetaraan Menjadi Solusi Bagi Anak Putus Sekolah

Dalam rangka mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas, Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan berbagai upaya yang dituangkan dalam misi Bupati-Wakil Bupati yakni Wonosobo Pinter dengan tagline Gerakan Mayo Sekolah. Program ini dilakukan karena dilatarbelakangi masih tingginya angka anak putus sekolah dan anak usia sekolah yang tidak mengenyam pendidikan. Melihat hal itu Pendidikan penyetaraan bisa mejadi slahsatu solusi untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut. Demikian ditegaskan Wakil Bupati saat melaunching Pembukaan Kejar Paket C, di Dusun Jambu, Desa Wonokromo, Kecamatan Mojotengah, senin (5/9) pagi .

“Terkait pendidikan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo sangat serius dalam menyikapinya, salah satunya dengan Wonosobo Pinter, yang merupakan salah satu program unggulan Pemerintah Daerah. Yang salah satu isinya adalah untuk mengentaskan permaslahan didunia pendidikan dengan baik dengan tujuan
melahirkan generasi SDM yang baik pula, sehingga pembangunan Wonosobo kedepan semakin baik dan maju yang manfaatnya bisa dirasakan seluruh masyarakat Wonosobo sendiri bahkan lebih luas lagi”, tegas Wakil Bupati.

Gus Albar memberikan apresiasi dan menyampaikan keyakinan bahwa program penyetaraan dengan pendidikan kejar paket ini akan menjadi wadah dan akan berbuah kebaikan bagi masyarakat. “Kami yakin kegiatan yang diselenggarakan ini menjadi wadah pembelajaran masyarakat yang diarahkan pada pemberdayaan potensi, agar warga yang belajar memiliki kemampuan dalam pengetahuan, keterampilan dan kecakapan hidup, sehingga berbuah kebaikan yang akan berguna ditengah kehidupan masyarakat”, ungkap Gus Albar.

Selain itu Gus Albar mengatakan, “orang yang mempunyai sumberdaya yang unggul dan orang yang mempunyai ijazah akan dicari oleh banyak orang, karena keduanya merupakan pendukung dalam pencapaian karir guna membentuk kehudupan yang lebih baik”, ungkapnya lagi.

Menurut Wakil Bupati, Ijazah Kejar paket C dan ijazah SMA, SMK atau setara lainya tersebut adalah sama saja, tidak ada bedanya, yang artinya bisa digunakan untuk melanjutkan pendidikan berikutnya, untuk kuliah, dan sebagainya. “Jangan sampai ikut Kejar Paket C itu hanya untuk mendapatkan ijazah saja, namun harus belajar yang sungguh-sungguh agar mendapatkan ilmu yang diterima sama dengan yang diajarkan disekolah formal, agar sama-sama mendapatkan ilmu yang bermanfaat”, tegas Gus Albar.

Pada kesempatan itu, Gus Albar  menyampaikan terimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya Launcing Pembukaan Kejar Paket C ini, sembari berharap semoga berguna bagi masyarakat umum dan khususnya di Dusun Jambu Desa Wonokromo, dalam rangka mencipatakan generasi-generasi yang unggul.

Sementara itu kepala Desa Wonokromo, Ahmad Syarifudin menyampaiakan peserta yang mengukuti kali ini ada 16 orang, yang terdiri dari 7 orang perempuan dan 9 orang laki-laki. Dengan launching Kejar Paket C ini diharapkan kedepannya akan lebih banyak lagi masyarakat yang mengikuti.

“Untuk ditahun yang akan datang saya berharap agar lebih banyak lagi yang mendaftar dan mengikuti kegiatan belajar, kami Pemerintah Desa akan melakukan pendataan siapa saja anak-anak yang putus sekolah dan yang tidak sekolah, akan kami pantau. Kami selaku Pemerintah Desa berharap semoga adanya Kejar Paket C ini bisa memberikan solusi dalam bidang pendidikan di Desa Wonokromo ini”, pungkas Kepala Desa.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Pendidikan Penyetaraan Menjadi Solusi Bagi Anak Putus Sekolah