Informasi Berkala Bag Umum

Dialog dengan Presiden, Petani Wonosobo Ungkapkan Manfaat Lumbung Pangan bagi Mereka

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi lumbung pangan (food estate) di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, 14 Desember 2021. Dalam kesempatan itu, Presiden menyempatkan untuk berdialog dengan sejumlah petani setempat.

Dalam dialog tersebut, para petani merasa bersyukur atas keberadaan lumbung pangan yang memberikan banyak manfaat bagi petani. Mereka menyebut bahwa lumbung pangan tersebut menciptakan kerja sama antara petani dan penyalur (offtaker) yang dapat menjamin kepastian harga cabai.

“Alhamdulillah sudah cukup bagus kalau untuk pemeliharaan, cuma di pascapanen kita kebingungan di harga. Dan sekarang dengan adanya food estate ini kami alhamdulillah sangat didukung, Pak, dibeli untuk harga sekarang di angka Rp15 ribu per kilonya,” ucap seorang petani kepada Presiden.

Petani tersebut juga mengatakan bahwa keberadaan lumbung pangan meningkatkan hasil produksi panen cabai dan membuat harga pokok penjualan (HPP) dan harga jual cabai menjadi lebih seimbang.

“Kalau dulu per hektare kami hanya sekitar 6 sampai 7 ton, sekarang karena didampingi oleh program food estate ini bisa mencapai 8 ton per hektarenya. Sementara penghitungannya kami dari biaya produksi sudah ringan, karena kegunaan kimia sudah dikurangi, kemudian tidak begitu besar artinya di angka yang cukup rendah untuk HPP-nya,” tuturnya.

Para petani juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berpartisipasi dalam pembuatan lumbung pangan di wilayah tersebut yang sangat mendukung produktivitas petani, utamanya petani cabai.

“Adanya program food estate ini, sangat berterima kasih karena kami kegiatan setiap harinya tanam dan menanam terus, dan cabai khususnya di Desa Lamuk, Kabupaten Wonosobo ini selalu kontinu, selalu ada,” ucapnya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam peninjauan lumbung pangan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat.

Wonosobo, 14 Desember 2021
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

Wabup Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Dan Kesiapsiagaan

Menyikapi datangnya musim penghujan dan cuaca yang ekstrim, Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, M.M., menghimbau kepada seluruh masyarakat  untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap curah hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama. Ditambah kondisi geografis Wonosobo yang rawan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Seperti tanah longsor yang terjadi di beberapa tempat baru-baru ini, sehingga  perlu kesiapsiagaan dari seluruh warga, terutama yang berada dikawasan rawan bencana.

“Baru-baru ini banyak terjadi bencana alam longsor di beberapa Kecamatan, karena hujan deras dan berlangsung lama, sehingga menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi kita semua. Kwaspadaan menjadi penting karena bencana itu datangnya tiba-tiba, tidak bisa dikontrol oleh manusia, kita dituntut selalu siap siaga dalam kwaspadaan untuk menanggulangi bencana yang terjadi di wilayah kita,” demikian di tegaskan Gus Albar saat emnjadi pembina apel di Kantor Kecamatan Kepil, senin (15/11/2021).


Selain terhadap bencana alam, Wakil Bupati juga menghimbau warganya agar tetap waspada terhadap penyebaran virus corona. Walaupun saat ini Wonosobo sudah turun ke level 2, namun tidak berarti berarti sudah terhindar atau sudah bebas dari Covid-19, untuk itu kepada seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan dan desa/kelurahan diminta untuk memberikan contoh dalam pelaksanaan protokol kesehatan 5M. Kepada masyarakat agar jangan menurun dan kendor, tapi harus tetap disiplin terapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun berada. Jangan sampai terjadi munculnya gelombang ketiga yang saat ini sedang berlangsung di belahan dunia lain seperti Amerika dan Eropa.

“Alhamdulillah Kabupaten Wonosobo saat ini sudah turun level dari 3 menjadi level 2 karena cakupan vaksinasinya sudah lebih dari 50%, dan ini harus kita pertahankan dan kita turunkan agar segera ke level satu dan selelsai tanpa level, sehingga kita bisa segera beranjak dari pandemi ini. Namun  kita tidak boleh lantas berleha-leha dan abai terhadap covid-19, karena kita tidak tahu sampai kapan ini berakhir. Kita tetap harus waspada, karena dibelahan dunia, di Eropa dan Amerika sedang berlangsung gelombang ketiga, jangan sampai kita terlena”.


Selaku Wakil Bupati Gus Albar minta maaf kepada masyarakat Wonosobo, karena masih banyak infrastruktur yang belum sempurna dan sebagian ada yang rusak. Masyarakat diminta bersabar karena saat ini anggaran masih difokuskan untuk penanganan pandemi covid-19.  “Atasnama pemerintah kami mohon maaf karena masih banyak infrastruktur yang rusak, dan belum sempurna, kami minta panjenengan semua bersabar, saat ini kita masih dalam situasi sulit karena refocusing anggaran, baik Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten saat ini difokuskan untuk penanganan pandemi covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat Kepil penerima simbolis sertifikat PTSL, Sucipto  menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati, Wakil Bupati, Camat dan Lurah Kepil beserta seluruh pejabat di Kabupaten Wonosobko atas kehadirannya di Kepil, yang hadir untuk menyambangi masyarakat, karena baru kali ini dapat bertatap muka dengan pejabat. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati dan BPN yang telah memfasilitasi program PTSL yang sangat berguna bagi peningkatan usaha dan tentunya kami berharap berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Momentum Hari Pahlawan, Kuatkan Persatuan Kesatuan Bangsa

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag. mengajak kepada seluruh masyarakat Wonosobo agar memanfatkan momentum Hari Pahlawan tahun 2021 ini untuk memperdalam rasa cinta tanah air, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Demikian dikatakan Bupati saat menjadi Irup pada Upacara Hari Pahlawan tahun 2021 di halaman Pendopo Bupati, rabu (10/11).

“Saya berharap momentum peringatan Hari Pahlawan ini, mampu memperdalam rasa cinta kita terhadap tanah air, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam menyongsong tantangan zaman yang semakin beragam”.

Selain itu dalam momentum ini pula, Bupati mengajak masyarakat untuk  bergotong royong, bahu membahu dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggungjawab, serta penghormatan atas jasa dan   pengorbanan para pahlawan, dengan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara sesuai kemampuan dan profesi masing-masing dalam membangun Kabupaten Wonosobo. “Mari bergotong royong dalam membangun Kabupaten Wonosobo, dalam berbagai bidang, melalui profesi kita masing-masing,” ajaknya.


Dalam samabutanya, Bupati mengatakan, dengan semangat, tekad, dan keyakinan pahlawan, harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan semua, untuk mengemban misi bersejarah “mengalahkan” musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan  kebodohan dalam arti yang luas. Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2021 “Pahlawanku  lnspirasiku”.

“Kita mempunyai potensi besar dalam memenangkan perang melawan   kemiskinan dan kebodohan. Karena Indonesia mempunyai sumberdaya alam yang melimpah dan letak geografis yang  strategis. Tantangan terbesar yang  dihadapi yakni dibutuhkannya kerja keras secara berkelanjutan, dengan didukung inovasi dan daya kreativitas yang tinggi, serta semangat kewirausahaan yang pantang menyerah,” katanya.

Di akhir sambutan Bupati mengajak seluruh warga masyarakat untuk menyatukan tekad dan langkah, secara  aktif dalam membangun Indonesia umumnya dan khusus untuk Kabupaten Wonosobo menjadi lebih baik. “Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan meridhoi kita semua dalam mewujudkan cita-cita para pahlawan. Kobarkan semangat, tekad, dan keyakinan para pahlawan. Jadikanlah pahlawan sebagai inspirasi di setiap langkah kehidupan kita,” pungkasnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Bupati Lantik 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, melantik atau mengambil sumpah 6 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Bertempat di Pendopo Bupati, Senin (8/11). Dimana ke enam pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tersebut, 3 pejabat hasil dari asesmen atau seleksi yang dilaksanakan Pemkab untuk mengisi kekosongan 3 OPD yaitu Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga (Disdikpora), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Perhubungan (Disperkimhub), Satpol PP. Sedangkan 3 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama merupakan proses rotasi untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Staf Ahli Bupati dan Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Selain melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II, pada kesempatan itu juga dilantik 37 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas atau Eselon III dan IV. Serta penyerahan SK Kepada 10 pejabat fungsional tenaga kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas.


Usai melantik, Bupati Wonosobo menyampaikan ucapan selamat kepada para Pejabat yang dilantik pada hari ini. “Selanjutnya, saya minta kepada para pejabat yang dilantik, untuk menunjukkan kinerja terbaik, dedikasi, dan loyalitas dalam bekerja, untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ungkap Afif.
Apresiasi juga disampaikan Bupati kepada Badan Kepegawaian Daerah yang telah melaksanakan semua prosedur pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Pelantikan dan mutasi jabatan di instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi, dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai, yang tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas serta pelayanan publik. “bahwa penentuan jabatan yang dilakukan telah melalui berbagai pertimbangan baik kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas dan pendidikan pegawai yang bersangkutan. Dengan adanya pengangkatan dalam jabatan ini, saya harap dapat menjadi kontribusi berharga bagi kemajuan tata kelola Pemerintah Kabupaten Wonosobo,” jelas Bupati.
Selain itu sebagaimana kita tahu, isu yang sedang menjadi perhatian saat ini adalah penyetaraan jabatan dari jabatan struktural ke fungsional. Kebijakan ini muncul dalam rangka untuk menciptakan birokrasi yang lebih dinamis dan profesional, sebagai upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi dalam rangka mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik. Tentunya pemerintah Kabupaten Wonosobo akan melaksanakan kebijakan ini sesuai dengan ketentuan yang ada.


Hal ini terkait pula dengan jabatan Kepala Puskesmas, dalam PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, dinyatakan bahwa jabatan tersebut merupakan jabatan fungsional. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam pasal 95 ayat (9) dinyatakan bahwa, “kepala unit pelaksana teknis yang berbentuk pusat kesehatan masyarakat dijabat oleh pejabat fungsional tenaga kesehatan yang diberikan tugas tambahan”. Kepala puskesmas merupakan pemimpin tertinggi di puskesmas, juga memiliki kesamaan tugas dan tanggungjawab dengan kepala pada unit kerja lain. Oleh karena itu, saya minta agar tugas dan kewajiban jabatan dilaksanakan dengan baik.
“saya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik hari ini, untuk senantiasa mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui kinerja yang baik, profesional, dan rasa tanggung jawab tinggi, baik dalam mengabdikan diri kepada negara maupun melayani masyarakat, demi suksesnya pembangunan. Lakukan koordinasi dan bina kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, demi lancar dan suksesnya program kerja. Hindarkan diri dari perbuatan tercela dan menyimpang dari kejujuran dan peraturan perundang-undangan, jaga selalu martabat diri dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Bupati.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Aparatur Harus Dorong Agar Warga Terus Sekolah

Kaliwiro banyak melahirkan orang-orang hebat, baik orang-orang hebat dibidang agama dan pemerintahan maupun dibidang lainnya, yang mampu berkiprah di tingkat daerah, provinsi maupun nasional. Keberhasilan orang-orang hebat di Kecamatan Kaliwiro itu, saya lihat didukung oleh semangat dan tingkat pendidikan yang cenderung tinggi. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, saat memimpin Apel pagi di Kecamatan Kaliwiro, Rabu (3/11).
Pada kesempatan itu Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM juga menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan warga Kaliwiro terkait pendidikan untuk terus ditingkatkan, supaya generasi penerusnya bisa sejajar dengan pendahulunya atau bahkan lebih baik lagi, mengingat pendidikan dan sekolah sangatlah penting di era sekarang.


“Selaras dengan itu, tentunya seluruh Aparatur Sipil Negara dan seluruh Kepala Desa dan Perangkatnya dapat mencontoh semangat dan keberhasilan yang sudah ditunjukkan oleh para pendahulu, yang telah banyak memberikan kiprah bagi keberhasilan pembangunan bagi Kecamatan Kaliwiro khususnya dan membanggakan bagi Kabupaten Wonosobo pada umumnya. Jadilah contoh dan tauladan bagi masyarakat, dan doronglah masyarakat untuk terus sekolah,” ungkap Wabup.
“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh peserta apel pagi di Kecamatan Kaliwiro untuk mempertahankan tradisi lama yang baik yang telah diajarkan oleh para pendahulu tersebut dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun menjalankan tugas-tugas pemerintahan,” tambah Albar.


Wabup juga berharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara, Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk tidak berhenti belajar dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi di era Revolusi Industri 4.0 ini. Sekaligus mencari akternatif-alternatif dan solusi-solusi serta best practice yang terbaik, sehingga upaya yang selama kita lakukan dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat segera tercapai.
“Saya juga mengharapkan seluruh Aparatur Sipil Negara, Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk tidak segan-segan turun ke lapangan langsung, jangan pernah bosan mendengar keluhan dari masyarakat, sering-sering menyambangi masyarakat dalam rangka untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, dengan begitu akan muncul kedekatan secara emosional dan muncul solusi atas permasalahan tersebut, gandeng seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”,” pungkas Wabup.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Desa Kreo Gudang Atlit

Desa Kreo adalah salah satu desa di Kecamatan Kejajar yang memiliki potensi banyak atlit, baik tenis meja maupun sepak takraw, bahkan atlit-atlit di desa Kreo mampu ber-prestasi tidak hanya di tingkat Daerah, tapi di tingkat Provinsi, Nasional bahkan internasional. Demikian diungkapkan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., saat melakukan kunjungan di Desa Kreo Kecamatan Kejajar untuk menyerahkan sertifikat PTSL. Senin (25/10/2021).

Selaras dengan itu Bupati Wonosobo Mendorong Kepala Desa dan Pemerintah Desa Kreo beserta stakeholders yang ada termasuk didalamnya pemerintah Kecamatan Kejajar untuk menjadikan Desa Kreo sebagai desa wisata atlit.

Disamping itu banyaknya potensi atlit yang dimiliki di Desa Kreo merupakan berkah yang sepatutnya disyukuri, sekaligus prestasi yang ada dapat menjadi spirit bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk mengungkit potensi atlit yang ada.

“Terus upayakan pembinaan sejak anak usia dini, dengan begitu akan mudah  untuk menghasilkan bibit-bibit olahraga yang tidak hanya mampu berprestasi tapi mumpuni, yang nantinya akan selaras juga bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masayarakat di Desa Kreo khusunya, Kecamata  Kejajar dan secara umum bagi Kabupaten Wonosobo,” tegas Bupati.

Bupati berharap kedepan Desa Kreo melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Instansi terkait dalam melakukan pembinaan terhadap calon atlit yang ada, untuk mencari bibit yang unggul. “Saya berharap ke depan dalam pembinaan bibit atlit yang ada Pemerintah Desa Kreo untuk melakukan komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan DIKPORA, KONI maupun stakehokders olahraga yang ada di Kabupaten Wonosobo, untuk mencari alternatif maupun upaya-upaya yang lebih sinergis dalam memajukan dunia olahraga. Dengan begitu upaya yang kita lakukan aka lebih kuat, dengan adanya sinergitas dengan seluruh stakeholders olaharaga yang ada di Kabupaten Wonosobo,” harapnya.

“Saya juga berharap Pemerintah Desa untuk benar-benar hadir ditengah masyarakat, bukan hanya untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat seperti kemiskinan, tapi Pemerintah Desa jug harus hadir untuk menggali, meningkatkan bahkan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat, seperti halnya potensi olahraga, pertanian dan lain sebagainya yang ada di Desa Kreo”

Sementara itu terkait sertifikat PTSL, Bupati menyampaikan selamat kepada penerima sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dengan adanya sertifikat tanah ini, pemilik tanah telah memiliki bukti kepemilikan tanah yang kuat dan sah, sehingga diharapkan dimasa depan tidak ada lagi sengketa atas kepemilikan tanah. Kepemilikan sertifikat juga berimplikasi terhadap naiknya nilai ekonomi atas tanah yang dimiliki. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat akan turut meningkat, seiring dengan dimilikinya sertifikat tanah resmi.

“Mudah-mudahan dengan adanya sertifikat kepemilikan tanah, kualitas dan taraf hidup masyarakat juga dapat meningkat, seiring dengan dilakukannya pemanfaatan atas tanah yang dimiliki,” harapnya.

“Kepada warga penerima sertifikat PTSL agar memaksimalkan pemanfaatan tanah dengan kegiatan yang produktif, seperti untuk pertanian, perdagangan, dan lain sebagainya,” pungkas Bupati.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

ASN Harus Mampu Beradaptasi dan Jeli Terhadap Perkembangan Yang Ada Dimasyarakat

Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, M.M., menegaskan kepada ASN secara umum, dan lebih khusus bagi yang tugas kerjanya diwilayah Kecamatan, harus jeli serta mampu beradaptasi dengan segala sesuatu yang ada dan sedang berkembang ditengah masyarakat. Demikian ditegaskanya saat menjadi pembina apel di kantor Kecamatan Kejajar senin, (25/10/2021). Wakil Bupati pada kesempatan itu didampingi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, beberapa Kabag dari Setda, serta Forkopimca Kejajar dan instansi terkait.

Gus Albar menuturkan, Kejajar  merupakan wilayah yang agamis, warga masyarakatnya tumbuh berlandaskan pengamalan agama yang baik. Melihat hal itu, para ASN wilayah, semestinya harus mampu beradaptasi dengan baik. Karena menurutnya ruang gerak para Abdi Negara ini pasti akan mendapat sorotan dan penilaian dari masyarakat itu sendiri. Maka dari itu mereka harus benar-benar menjiwai langkah dan peranya ditengah masyarakat sebagai upaya mewujudkan kemajuan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut Gus Albar mengatakan, wilayah ini termasuk daerah  wisata, oleh karena itu jajaran yang ada di Kejajar ini harus mampu berkreasi dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, serta memanfaatkan peluang yang ada. ” Kejajar ini daerah wisata, jadi ASN dan jajaran yang ada harus lebih maju, bukan hanya penampilan saja tapi profesionalisme kerjanya harus benar-benar ditunjukan,” katanya.

Gus Albar berharap kepada jajaran ASN mampu untuk terus berkembang, tidak  hanya melakukan pekerjaan rutinitas saja namun ada kreasi dan langkah yang nyata yang bermanfaat untuk masyarakat. “Saya ingin panjenengan semua jangan hanya mengerjakan rutinitasnya saja, namun hasil kerjanya harus bisa dirasakan oleh masyarakat, jangan hanya dibelakang meja saja, namun anda dituntut untuk banyak berinovasi, berkreasi untuk ikut serta mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu Wakil Bupati mengajak kepada jajaran Kecamatan Kejajar agar memperhatikan bebarapa permasalahan yang ada diwilayahnya. Diantaranya yaitu pendidikan dan pariwisata. Dan dua hal tersebut perlu adanya langkah konkrit untuk mensikapi dan mennyelesaikanya.

Terkait permasalahan pendidikan, Gus Albar mianta agar pola pikir lama yang sudah tertanam kuat dimasyarakat harus bisa dirubah. “Di sini ada mainset yang perlu dirubah, dimana dibeberapa kalangan masyarakat merasa pendidikan kurang begitu penting, contohnya seperti ini, ngapa sekolah duwur-duwur, macul bae wis sogih, ga usah sekolah bisa banyak uang, saya rasa itu yang perlu diperhatikan dan dirubah, perlu langkah konkrit unyuk itu,” katanya.

“Banyak anak tidak bersekolah dijenjang masing-mading, hal ini perlu gerak langkah dari ASN dan juga Guru agar anak-anak bisa belajar dengan baik, bisa menyelesaikan wajib belajar dengan baik. Dari itu kami harapkan bisa memunculkan dan menyumbangkan peserta didik yang berkualitas baik pula serta menggembirakan, sehingga bisa bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya lagi.

Selain pendidikan Gus Albar mengungkapkan, wilayah Kejajar ini merupakan daerah wisata, maka semua ASN harus bisa meningkatkan performa serta harus melihat kearifan lokal yang ada. Agar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendongkrak peningkatan dan kemajuan dari sektor wisata. Selain itu dalam arus globalisasi dan digitalisasi saat ini, semua dituntut mampu mrngikuti perkembangan dalam hal penguasaan teknologi. “Wisata di Wonosobo itu saya kira tidak ada duaya, karena sudah menjadi tujuan kunjungan wisata yang bagus, namun bagaimana kita melayani para tamu dengan profesional dengan ramah, senyum dansebaginya, tentu ini menjadi tuntutan kita semua termasuk ASN, yang setiap harinya bertemu dengan siapa saja termasuk kepada para pengunjung.  Yang paling uatama bagi kita adalah bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan baik sehingga segala sesuatunya bisa terkondisikan dengan baik dan bisa memberikan kepuasan bagi masyarakat,” pungkas Wakil Bupati.

Hari Santri Nasional, ASN Diminta Membaca Kitab Suci Sebelum Menjalani Rutinitas Kerja

Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun  2015, telah menetapkan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri, yang diperingati secara Nasional. Karena masih dalam situasi pandemi Covid-19, Kabupaten Wonosobo menggelar peringatan dengan kegiatan yang terbatas dan dilaksanakan sederhana namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Pada puncak peringatan tahun ini, digelar Upacara Bendera terbatas di halaman Pendopo Bupati, Jumat (22/10) pagi. Dengan Inspektur upacara Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat S.Ag.

Pada momentum peringatan Hari Santri tahun ini, baik Bupati maupun Wakil Bupati mengajak kepada seluruh ASN dilingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk memanfaatkan momen ini sebagai sarana dan pemicu untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Dengan momen itu pula, untuk menyelaraskan langkah religius bagi para ASN Pemkab Wonosobo dalam merumuskan kebijakan daerah, Bupati minta kepada para ASN, disetiap harinya untuk membaca Kitab Suci sesuai keyakinan masing-masing sesaat sebelum melaksanakan tugas dan rutinitas kerjanya. Sehingga langkah pengambilan kebijakan yang akan dituangkan nantinya akan selalu berpegang pada norma dan etika, untuk melahirkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat Wonosobo.
Hal itu sesuai visi misi Bupati Wakil Bupati, yaitu terwujudnya Wonosobo yang berdaya saing maju dan sejahtera, yang salah satu poinya adalah membentuk pemerintahan yang religius.


“Momentum hari santri kali ini, sesuai implementasi visi-misi kami, visi-misi Pemkab Wonosobo, yang salah satu poinnya adalah mewujudkan pemerintah yang religius, kami akan tegaskan, kami ingin suarakan, kami minta kepada seluruh ASN dilingkup Pemkab Wonosobo agar tiap hari, kami minta waktu setelah apel pagi sebelum aktifitas kerja, dari meja kerjanya agar membaca Kitab Suci sesuai keyakinan masing-masing, saya ingin semua aktifitas diawali doa, diawali dengan bacaan Kitab Suci sehingga langkah-langkah para ASN Pemkab dalam merumuskan kebijakan daerah nantinya selalu berpegang pada norma dan etika, sehingga melahirkan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat Wonosobo,” tegas Bupati.

Momen Kebangkitan Santri

Selain itu menurut Bupati, momentum hari santri ini merupakan kebangkitan para santri Indonesia dan Wonosobo khususnya, mengingat kedepan tugas berat bagi mereka sudah menghadang didepan mata. Bupati mengatakan, bekal yang harus dibawa santri saat ini bukan hanya kemampuan intelektual saja namun harus memiliki pengetahuan yang lain, yang harus diselaraskan pada kemajuan jaman, yang dituntut untuk mampu beradaptasi dengan teknologi dan beradaptasi diera digitalisasi seperti sekarang ini.

“Santri tidak hanya memiliki kemampuan intelektual saja, namun harus ada kemampuan lain, sekarang harus adaptasi dengan teknologi, harus adaptasi diera digitalisasi seperti sekarang ini,” katanya.


Ia mengatakan keinginanya agar para santriwan dan santriwati ini sebagai rahmatan lil alamiin, yang hadir sebagai penyejuk dan pemersatu bangsa. “Kami ingin santriwan santriwati ini yang rahmatan lil alamin yang hadir sebagai pemersatu bangsa, yang hadir sebagai penyejuk masyarakat seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Karena para santri merupakan komponen bangsa yang juga memiliki tugas besar untuk membangun Indonesia melalui berbagai aspek. Santri harus memiliki kesiapsiagaan jiwa dan raga, dalam rangka membangun bangsa Indonesia. Andil besar santri Indonesia, khususnya di Kabupaten Wonosobo, diyakini Bupati akan membawa kemajuan bagi daerah.

“Santri sebagai kalangan cendekia saya harap mampu memberikan sumbangsih, baik berupa pemikiran maupun dalam bentuk tindakan nyata, kepada bangsa dan negara. Kepribadian luhur yang terbangun selama masa pendidikan di pondok pesantren, hendaknya menjadi dasar prinsipil yang akan memandu santri menjadi sumber daya manusia yang unggul berkarakter,”


“Selaras dengan tema Hari Santri Nasional tahun ini Santri Siaga Jiwa Raga, saya berharap santri Wonosobo dapat senantiasa meneladani semangat Resolusi Jihad, berdiri di garda terdepan dalam membela kedaulatan dan keutuhan bangsa, dan mengawal keberlangsungan empat pilar bangsa (UUD 1945, Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika),” pungkasnya.

Pada kesempatan itu pula dilakukan penyerahan mobil operasional dari Pemkab Wonosobo yang diberikan kepada Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Wonosobo yang diterima langsung oleh Ketua IPHI Wonosobo, KH. Drs. Muslim Saifuddin.

Kopi Bowongso Ungkit Perekonomian Warga

Selain penghasil tembakau, salah satu potensi unggulan yang dimiliki oleh Desa Bowongso adalah Kopi Bowongso. Kopi yang memiliki kekhasan tersendiri dari rasa, diharapkan menjadi salah satu pengungkit bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Demikian disampikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, di sela sela kegiatan penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), bertempat di Balai Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar, Senin (18/10).
Bupati pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Kabupaten Wonosobo sebagai daerah pertanian sangat berpotensi untuk menghasilkan produk produk pertanian yang unggul. Tinggal bagaimana para petani mau belajar mengolah pertanian yang menjadi sektor terbesar penghasilan masyarakat Wonosobo bisa lebih maksimal.
Seperti Desa Bowongso yang terletak di lereng gunung Sumbing ini sangat berpotensi untuk menghasilkan Tembakau dan Kopi yang berkualitas. “Untuk itu, kopi bowongso yang sudah terkenal di tingkat nasional dan internasional diharapkan untuk dijaga, baik kelestarian tanamannya, kontinuitas produksinya bahkan rasanya untuk dijaga,” ungkap Afif Nurhidayat.
Afif juga menyampaikan bahwa di era digital sekarang ini, agar mampu bersaing, kopi bowongso dengan kopi-kopi lainnya yang ada di seluruh nusantara, maka kopi bowongso harus pandai pandai dengan memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi yang ada, yaitu dengan memanfaatkan pemasaran baik melalui sosmed atau e-commerce, sehingga pemasaran dapat melebar tidak hanya terbatas di daerah, tapi nasional maupun internasional.
Kepada masyarakat Bowongso khususnya petani kopi, Bupati juga berpesan untuk meningkatkan hasil produksi kopinya, dengan tumpangsari di lahannya, disamping mendapatkan hasil panen dari tanaman pokok juga akan mendapatkan hasil dari tanaman tumpangsari kopi.
“Selain itu, masyarakat desa bowongso untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, dengan menanam tanaman keras di lahan pertanian, disamping mampu untuk menjaga kelestarian, kesuburan tanah, juga sebagai penahan dari terjadinya bencana tanah longsor,” pungkas Bupati.