Informasi Berkala Bag Umum

Pemkab Wonosobo Teken MoU Berita Acara Rekonsiliasi Pajak Pusat Semester 1 Tahun 2022 Dengan KPP Pratama Temanggung Dan KPPN Banjarnegara

Pemerintah Kabupaten Wonosobo melakukan penandatanganan MoU Berita Acara Rekonsiliasi Pajak Pusat Semester 1 Tahun 2022 bersama KPP Pratama Temanggung dan KPPN Banjarnegara, yang ditandatangani oleh Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Wonosobo M.Kristijadi, dan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Temanggung Hidayat Siregar, serta Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Banjarnegara Sudarmaji. Teken tersebut dilaksanakan di Aula Kantor BPPKAD Kabupaten Wonosobo, selasa (9/8/2022) pagi.

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan dalam rangka melaksanakan amanah PMK Nomor 139/PMK.07/2019. Dituangkan dalam berita acara yang menerangkan tentang pelaksanaan rekonsiliasi atas penyetoran pajak-pajak pusat ke RKUN yang tetah mendapatkan Nomor Transaksi Penerimaan Negara berdasarkan transaksi pengeluaran yang dibayarkan dengan mekanisme Uang Persediaan dan/atau Pembayaran Langsung atas beban APBD sesuai Peraturan perundang-undangan.

Kepala BPPKAD M. Ktistijadi mengucapkan terimakasih kepada KPP Pratama Temanggung dan KPPN Banjarnegara yang telah membantu Kabupaten Wonosobo dalam pengelolaan keuangan, pengelolaan psical yang sangat terbatas, . “Kami mengucapkan terimakasih kepada KPP Pratama Temanggung dan KPPN Banjarnegara karena sudah banyak membantu Kabupaten Wonosobo dalam pengelolaan keuangan, pengelolaan psical kami yang sangat terbatas”.

Kristijadi mengungkapkan Transfer Pusat ditiga tahun terakhir grafiknya semakin turun, ditambah dengan adanya ketentuan-ketentuan pusat yang langsung memotong (Dana Alokasi Umum) DAU. “Jadi tiga tahun terakhir ini justru cenderung malah menurun bapak, mohon maaf, Transfer Pusat cenderung semakin menurun, DAU kita dari tahun 2020, 2021, 2022 ini grafiknya semakin turun, bahkan ditambah adanya ketentuan-ketentuan pusat yang langsung memotong DAU, misal operasional vaksinasi yang dilakukan TNI POLRI itu dibebankan kepada DAU Daerah”, ungkapnya.

Kristijadi menegaskan bahwa PAD Kabupaten Wonosobo hanya sekitar 13 % dari APBD, sehingga sangat bergantung dengan Transfer Pusat. “PAD Kabupaten Wonosobo hanya sekitar 13 % dari APBD, sehingga kami sangat bergantung dengan Transfer Pusat. Dan acara hari ini adalah salah satu syarat salur Dana Transfer Pusat yaitu Dana Bagi Hasil, dimana semakin besar angka yang kita setor dan kita laporkan tentunya semakin besar pula Dana Bagi Hasil Yang akan kita terima”, tegasnya.

Namun dengan melandainya kasus Covid-19, yang membuat berbagai aktifitas yang dilakukan masyarakat mendekati normal ia berharap ditahun 2023 nanti DAU-nya kembali naik. Walaupun secara Nasional mengalami kondisi pendapatan yang menurun. “Harapanya tahun depan bisa semakin naik, karena covid-19 sudah mulai turun, dan ditahun 2022 sudah hampir normal, walaupun belum normal 100 persen, yang mana kita masih dilevel 1, tetapi secara umum masyarakat sudah tau, dan aktifitasnya juga sudah seperti biasa normal, sehinggs harapanya, ditahun 2023 DAU-nya bisa naik, walau memang kalau kita melihat pusatpun mengalami kondisi yang tidak jauh beda, artinya pendapatan nasional juga menurun”, katanya.

Pada kesempatan itu Kepala Kantor KPP Pratama Temanggung Hidayat Siregar mengatakan, dua tahun belakangan kekuatan psical Nasional memang baru di uji akibat pandemi covid-19. Sehingga ekonomi, kesehatan dan sosial perlu dipulihkan, salahsatunya dengan adanya program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang mana hal itu memakan biaya yang tinggi sehingga berimbas terhadap daerah. Namun dengan melandainya pandemi saat ini semua daerah mulai menggeliat dengan Otonomi Daerah-nya, dan mulai unjuk gigi dengan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)-nya. Yang mana daerah merupakan ujung tombak pemulihan ekonomi Nasional.

“PEN ini luarbiasa, dananya ratusan triliun sehingga imbasnya adalah ke daerah, namun dari hal itu kita lihat segi positifnya, yaitu saatnya daerah dengan otonomi daerahnya mulai unjuk gigi dengan bagaimana meningkatkan PADnya, karena daerah adalah ujung tombak Pemulihan Ekonomi Nasional”, ungkapnya.

Kepala Kantor KPPN Banjarnegara Sudarmaji mengungkapkan Pengelolaan keuangan di Kabupaten Wonosobo dinilai lebih baik. Dalam arti tidak ada selisih. “Seperti yang disampaikan tadi dari antara Pemkab Wonosobo, KPP Pratama Temanggung dan KPPN Banjarnegara telah dinyatakan clear tanpa selisih, kami menilai Pengelolaan keuangan di Kabupaten Wonosobo memang lebih baik”, ungkap Sudarmaji.

Pada kesempatan tersebut, selain penandatanganan BAR Pajak Pusat Semester 1 Tahun 2022 , juga diberikan apresiasi kepada 5 SKPD yang kertas kerjanya benar semua pada saat dilakukan rekonsiliasi, dan 5 SKPD yang masih perlu beberapa perbaikan rekonsiliasi, diharapkan sebagai penyemangat, sehingga kedepan data kertas kerja semakin baik dan benar. Dan semua transaksi Pajak Pusat di laporkan sehingga akan menambah Dana Bagi Hasil dari Pusat ke Daerah.

SKPD yang mendapatkan apresiasi tersebut adalah, Dinkes, Dinsos PMD, Bagian Umum Setda, Disperkimhub, BPPKAD. Selain itu apresiasi juga diberikan kepada Kecamatan Wonosobo, Diskominfo, BAPPEDA, Kecamatan Sapuran, dan Kelurahan Wonosobo Barat.

110 ASN Wonosobo Memasuki Masa Pensiun

Sebanyak seratus sepuluh Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, telah memasuki masa pensiun terhitung mulai tanggal 1 Agustus dan 1 September 2022. Penyerahan SK Pensiun oleh Bupati Afif Nurhidayat, bersama Wakil Bupati Muhammad Albar, Kepala Kejaksaan Negeri Wonosobo Romy Arizyanto, Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo dan Kepala BKD Tri Antoro, dilakukan di Pendopo Bupati (14/6) pagi.

Menurut Kepala BKD Kabupaten Wonosobo Tri Antoro menuturkan, ASN yang akan memasuki purna tugas tersebut meliputi pejabat eselon II sebanyak satu orang, pejabat eselon III toga orang, pejabat eselon IV sebanyak empatbelas orang, JFT tujuh puluh sembilan orang, serta JFU sebanyak tiga belas orang. Dan hari ini SK bisa diterimakan seluruhnya. “Dari seratus sepuluh yang purna tugas itu tercatat  TMT 1 Agustus dan 1 September tahun ini, para Senior tersebut meliputi pejabat eselon II sebanyak satu orang, pejabat eselon III toga orang, pejabat eselon IV sebanyak empatbelas orang, JFT tujuh puluh sembilan orang, serta JFU sebanyak tiga belas orang, dan alhamdulillah SK-nya bisa diterimakan semuanya hari ini”, tuturnya.

Pada kesempatan itu Afif Nurhidayat selaku Bupati Wonosobo dan pribadi menyampaikan ucapan selamat serta berterimakasih kepada ASN yang akan segera memasuki purna tugas tersebut atas pengabdian dan dedikasi serta pelayanan terbaik terhadap negara dan khususnya Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang telah dicurahkan selama ini. “Kami menyampaikan terimakasih kepada Bapak Ibu yang selama ini telah menemani kami Pemkab Wonosobo dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh  warga masyarakat Wonosobo, kami tidak bisa membalas apapun atas kinerja, pengabdian dan dedikasi selama ini”, ungkap Bupati.

Selain itu Bupati berharap dan berdoa agar setelah memasuki purna tugas nanti tetap sehat dan semangat dalam menjalani masa Pensiun. Sembari berharap setelah kembali ke keluarga masing-masing, tetap mendapatkan tempat yang baik dihati dan ditengah masyarakat. “Namun kami akan selalu berdoa, mudah-mudahan selalu dalam limpahan rahmat taufik hidayah-Nya, selalu diberikan kesehatan lahir dan batin, selalu diberikan kemudahan dan nanti pada paska purna tugas, selalu mendapatkan tempat dihati dan ditengah masyarakat dan keluarga sehingga terus bisa berkarya dan mengabdi di masyarakat, ilmu dan pengalaman tetap bisa di tuangkan dikehidupan bermasyarakat sehingga tetap bermanfaat bagi orang lain”, pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

110 ASN Wonosobo Memasuki Masa Pensiun

Dialog dengan Presiden, Petani Wonosobo Ungkapkan Manfaat Lumbung Pangan bagi Mereka

Presiden Joko Widodo meninjau lokasi lumbung pangan (food estate) di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, 14 Desember 2021. Dalam kesempatan itu, Presiden menyempatkan untuk berdialog dengan sejumlah petani setempat.

Dalam dialog tersebut, para petani merasa bersyukur atas keberadaan lumbung pangan yang memberikan banyak manfaat bagi petani. Mereka menyebut bahwa lumbung pangan tersebut menciptakan kerja sama antara petani dan penyalur (offtaker) yang dapat menjamin kepastian harga cabai.

“Alhamdulillah sudah cukup bagus kalau untuk pemeliharaan, cuma di pascapanen kita kebingungan di harga. Dan sekarang dengan adanya food estate ini kami alhamdulillah sangat didukung, Pak, dibeli untuk harga sekarang di angka Rp15 ribu per kilonya,” ucap seorang petani kepada Presiden.

Petani tersebut juga mengatakan bahwa keberadaan lumbung pangan meningkatkan hasil produksi panen cabai dan membuat harga pokok penjualan (HPP) dan harga jual cabai menjadi lebih seimbang.

“Kalau dulu per hektare kami hanya sekitar 6 sampai 7 ton, sekarang karena didampingi oleh program food estate ini bisa mencapai 8 ton per hektarenya. Sementara penghitungannya kami dari biaya produksi sudah ringan, karena kegunaan kimia sudah dikurangi, kemudian tidak begitu besar artinya di angka yang cukup rendah untuk HPP-nya,” tuturnya.

Para petani juga mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang telah berpartisipasi dalam pembuatan lumbung pangan di wilayah tersebut yang sangat mendukung produktivitas petani, utamanya petani cabai.

“Adanya program food estate ini, sangat berterima kasih karena kami kegiatan setiap harinya tanam dan menanam terus, dan cabai khususnya di Desa Lamuk, Kabupaten Wonosobo ini selalu kontinu, selalu ada,” ucapnya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara dalam peninjauan lumbung pangan tersebut yaitu Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat.

Wonosobo, 14 Desember 2021
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Website: https://www.presidenri.go.id
YouTube: Sekretariat Presiden

Wabup Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Dan Kesiapsiagaan

Menyikapi datangnya musim penghujan dan cuaca yang ekstrim, Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, M.M., menghimbau kepada seluruh masyarakat  untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap curah hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama. Ditambah kondisi geografis Wonosobo yang rawan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Seperti tanah longsor yang terjadi di beberapa tempat baru-baru ini, sehingga  perlu kesiapsiagaan dari seluruh warga, terutama yang berada dikawasan rawan bencana.

“Baru-baru ini banyak terjadi bencana alam longsor di beberapa Kecamatan, karena hujan deras dan berlangsung lama, sehingga menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi kita semua. Kwaspadaan menjadi penting karena bencana itu datangnya tiba-tiba, tidak bisa dikontrol oleh manusia, kita dituntut selalu siap siaga dalam kwaspadaan untuk menanggulangi bencana yang terjadi di wilayah kita,” demikian di tegaskan Gus Albar saat emnjadi pembina apel di Kantor Kecamatan Kepil, senin (15/11/2021).


Selain terhadap bencana alam, Wakil Bupati juga menghimbau warganya agar tetap waspada terhadap penyebaran virus corona. Walaupun saat ini Wonosobo sudah turun ke level 2, namun tidak berarti berarti sudah terhindar atau sudah bebas dari Covid-19, untuk itu kepada seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan dan desa/kelurahan diminta untuk memberikan contoh dalam pelaksanaan protokol kesehatan 5M. Kepada masyarakat agar jangan menurun dan kendor, tapi harus tetap disiplin terapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun berada. Jangan sampai terjadi munculnya gelombang ketiga yang saat ini sedang berlangsung di belahan dunia lain seperti Amerika dan Eropa.

“Alhamdulillah Kabupaten Wonosobo saat ini sudah turun level dari 3 menjadi level 2 karena cakupan vaksinasinya sudah lebih dari 50%, dan ini harus kita pertahankan dan kita turunkan agar segera ke level satu dan selelsai tanpa level, sehingga kita bisa segera beranjak dari pandemi ini. Namun  kita tidak boleh lantas berleha-leha dan abai terhadap covid-19, karena kita tidak tahu sampai kapan ini berakhir. Kita tetap harus waspada, karena dibelahan dunia, di Eropa dan Amerika sedang berlangsung gelombang ketiga, jangan sampai kita terlena”.


Selaku Wakil Bupati Gus Albar minta maaf kepada masyarakat Wonosobo, karena masih banyak infrastruktur yang belum sempurna dan sebagian ada yang rusak. Masyarakat diminta bersabar karena saat ini anggaran masih difokuskan untuk penanganan pandemi covid-19.  “Atasnama pemerintah kami mohon maaf karena masih banyak infrastruktur yang rusak, dan belum sempurna, kami minta panjenengan semua bersabar, saat ini kita masih dalam situasi sulit karena refocusing anggaran, baik Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten saat ini difokuskan untuk penanganan pandemi covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat Kepil penerima simbolis sertifikat PTSL, Sucipto  menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati, Wakil Bupati, Camat dan Lurah Kepil beserta seluruh pejabat di Kabupaten Wonosobko atas kehadirannya di Kepil, yang hadir untuk menyambangi masyarakat, karena baru kali ini dapat bertatap muka dengan pejabat. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati dan BPN yang telah memfasilitasi program PTSL yang sangat berguna bagi peningkatan usaha dan tentunya kami berharap berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Momentum Hari Pahlawan, Kuatkan Persatuan Kesatuan Bangsa

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag. mengajak kepada seluruh masyarakat Wonosobo agar memanfatkan momentum Hari Pahlawan tahun 2021 ini untuk memperdalam rasa cinta tanah air, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang. Demikian dikatakan Bupati saat menjadi Irup pada Upacara Hari Pahlawan tahun 2021 di halaman Pendopo Bupati, rabu (10/11).

“Saya berharap momentum peringatan Hari Pahlawan ini, mampu memperdalam rasa cinta kita terhadap tanah air, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam menyongsong tantangan zaman yang semakin beragam”.

Selain itu dalam momentum ini pula, Bupati mengajak masyarakat untuk  bergotong royong, bahu membahu dengan penuh keikhlasan dan rasa tanggungjawab, serta penghormatan atas jasa dan   pengorbanan para pahlawan, dengan memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara sesuai kemampuan dan profesi masing-masing dalam membangun Kabupaten Wonosobo. “Mari bergotong royong dalam membangun Kabupaten Wonosobo, dalam berbagai bidang, melalui profesi kita masing-masing,” ajaknya.


Dalam samabutanya, Bupati mengatakan, dengan semangat, tekad, dan keyakinan pahlawan, harusnya dapat menginspirasi dan menggerakkan semua, untuk mengemban misi bersejarah “mengalahkan” musuh bersama yang sesungguhnya, yaitu kemiskinan dan  kebodohan dalam arti yang luas. Hal ini sejalan dengan tema Hari Pahlawan 2021 “Pahlawanku  lnspirasiku”.

“Kita mempunyai potensi besar dalam memenangkan perang melawan   kemiskinan dan kebodohan. Karena Indonesia mempunyai sumberdaya alam yang melimpah dan letak geografis yang  strategis. Tantangan terbesar yang  dihadapi yakni dibutuhkannya kerja keras secara berkelanjutan, dengan didukung inovasi dan daya kreativitas yang tinggi, serta semangat kewirausahaan yang pantang menyerah,” katanya.

Di akhir sambutan Bupati mengajak seluruh warga masyarakat untuk menyatukan tekad dan langkah, secara  aktif dalam membangun Indonesia umumnya dan khusus untuk Kabupaten Wonosobo menjadi lebih baik. “Semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melindungi dan meridhoi kita semua dalam mewujudkan cita-cita para pahlawan. Kobarkan semangat, tekad, dan keyakinan para pahlawan. Jadikanlah pahlawan sebagai inspirasi di setiap langkah kehidupan kita,” pungkasnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Bupati Lantik 6 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, melantik atau mengambil sumpah 6 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Bertempat di Pendopo Bupati, Senin (8/11). Dimana ke enam pejabat Pimpinan Tinggi Pratama tersebut, 3 pejabat hasil dari asesmen atau seleksi yang dilaksanakan Pemkab untuk mengisi kekosongan 3 OPD yaitu Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah Raga (Disdikpora), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Dan Perhubungan (Disperkimhub), Satpol PP. Sedangkan 3 pejabat Pimpinan Tinggi Pratama merupakan proses rotasi untuk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Staf Ahli Bupati dan Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Selain melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau Eselon II, pada kesempatan itu juga dilantik 37 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas atau Eselon III dan IV. Serta penyerahan SK Kepada 10 pejabat fungsional tenaga kesehatan yang diberikan tugas tambahan sebagai Kepala Puskesmas.


Usai melantik, Bupati Wonosobo menyampaikan ucapan selamat kepada para Pejabat yang dilantik pada hari ini. “Selanjutnya, saya minta kepada para pejabat yang dilantik, untuk menunjukkan kinerja terbaik, dedikasi, dan loyalitas dalam bekerja, untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas,” ungkap Afif.
Apresiasi juga disampaikan Bupati kepada Badan Kepegawaian Daerah yang telah melaksanakan semua prosedur pengangkatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.
Pelantikan dan mutasi jabatan di instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi, dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta merupakan bagian dari pola pembinaan karir pegawai, yang tidak dilakukan semata-mata untuk kepentingan pegawai yang bersangkutan, melainkan lebih diutamakan untuk melakukan pembenahan dan pemantapan organisasi dalam rangka meningkatkan kinerja penyelenggaraan tugas serta pelayanan publik. “bahwa penentuan jabatan yang dilakukan telah melalui berbagai pertimbangan baik kapasitas, kompetensi, integritas, loyalitas dan pendidikan pegawai yang bersangkutan. Dengan adanya pengangkatan dalam jabatan ini, saya harap dapat menjadi kontribusi berharga bagi kemajuan tata kelola Pemerintah Kabupaten Wonosobo,” jelas Bupati.
Selain itu sebagaimana kita tahu, isu yang sedang menjadi perhatian saat ini adalah penyetaraan jabatan dari jabatan struktural ke fungsional. Kebijakan ini muncul dalam rangka untuk menciptakan birokrasi yang lebih dinamis dan profesional, sebagai upaya peningkatan efektifitas dan efisiensi dalam rangka mendukung kinerja pelayanan pemerintah kepada publik. Tentunya pemerintah Kabupaten Wonosobo akan melaksanakan kebijakan ini sesuai dengan ketentuan yang ada.


Hal ini terkait pula dengan jabatan Kepala Puskesmas, dalam PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, dinyatakan bahwa jabatan tersebut merupakan jabatan fungsional. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam pasal 95 ayat (9) dinyatakan bahwa, “kepala unit pelaksana teknis yang berbentuk pusat kesehatan masyarakat dijabat oleh pejabat fungsional tenaga kesehatan yang diberikan tugas tambahan”. Kepala puskesmas merupakan pemimpin tertinggi di puskesmas, juga memiliki kesamaan tugas dan tanggungjawab dengan kepala pada unit kerja lain. Oleh karena itu, saya minta agar tugas dan kewajiban jabatan dilaksanakan dengan baik.
“saya berpesan kepada seluruh pejabat yang dilantik hari ini, untuk senantiasa mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, melalui kinerja yang baik, profesional, dan rasa tanggung jawab tinggi, baik dalam mengabdikan diri kepada negara maupun melayani masyarakat, demi suksesnya pembangunan. Lakukan koordinasi dan bina kerja sama yang baik dengan berbagai pihak, demi lancar dan suksesnya program kerja. Hindarkan diri dari perbuatan tercela dan menyimpang dari kejujuran dan peraturan perundang-undangan, jaga selalu martabat diri dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Bupati.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Aparatur Harus Dorong Agar Warga Terus Sekolah

Kaliwiro banyak melahirkan orang-orang hebat, baik orang-orang hebat dibidang agama dan pemerintahan maupun dibidang lainnya, yang mampu berkiprah di tingkat daerah, provinsi maupun nasional. Keberhasilan orang-orang hebat di Kecamatan Kaliwiro itu, saya lihat didukung oleh semangat dan tingkat pendidikan yang cenderung tinggi. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, saat memimpin Apel pagi di Kecamatan Kaliwiro, Rabu (3/11).
Pada kesempatan itu Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM juga menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan warga Kaliwiro terkait pendidikan untuk terus ditingkatkan, supaya generasi penerusnya bisa sejajar dengan pendahulunya atau bahkan lebih baik lagi, mengingat pendidikan dan sekolah sangatlah penting di era sekarang.


“Selaras dengan itu, tentunya seluruh Aparatur Sipil Negara dan seluruh Kepala Desa dan Perangkatnya dapat mencontoh semangat dan keberhasilan yang sudah ditunjukkan oleh para pendahulu, yang telah banyak memberikan kiprah bagi keberhasilan pembangunan bagi Kecamatan Kaliwiro khususnya dan membanggakan bagi Kabupaten Wonosobo pada umumnya. Jadilah contoh dan tauladan bagi masyarakat, dan doronglah masyarakat untuk terus sekolah,” ungkap Wabup.
“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh peserta apel pagi di Kecamatan Kaliwiro untuk mempertahankan tradisi lama yang baik yang telah diajarkan oleh para pendahulu tersebut dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun menjalankan tugas-tugas pemerintahan,” tambah Albar.


Wabup juga berharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara, Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk tidak berhenti belajar dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi di era Revolusi Industri 4.0 ini. Sekaligus mencari akternatif-alternatif dan solusi-solusi serta best practice yang terbaik, sehingga upaya yang selama kita lakukan dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat segera tercapai.
“Saya juga mengharapkan seluruh Aparatur Sipil Negara, Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk tidak segan-segan turun ke lapangan langsung, jangan pernah bosan mendengar keluhan dari masyarakat, sering-sering menyambangi masyarakat dalam rangka untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, dengan begitu akan muncul kedekatan secara emosional dan muncul solusi atas permasalahan tersebut, gandeng seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”,” pungkas Wabup.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Desa Kreo Gudang Atlit

Desa Kreo adalah salah satu desa di Kecamatan Kejajar yang memiliki potensi banyak atlit, baik tenis meja maupun sepak takraw, bahkan atlit-atlit di desa Kreo mampu ber-prestasi tidak hanya di tingkat Daerah, tapi di tingkat Provinsi, Nasional bahkan internasional. Demikian diungkapkan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., saat melakukan kunjungan di Desa Kreo Kecamatan Kejajar untuk menyerahkan sertifikat PTSL. Senin (25/10/2021).

Selaras dengan itu Bupati Wonosobo Mendorong Kepala Desa dan Pemerintah Desa Kreo beserta stakeholders yang ada termasuk didalamnya pemerintah Kecamatan Kejajar untuk menjadikan Desa Kreo sebagai desa wisata atlit.

Disamping itu banyaknya potensi atlit yang dimiliki di Desa Kreo merupakan berkah yang sepatutnya disyukuri, sekaligus prestasi yang ada dapat menjadi spirit bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk mengungkit potensi atlit yang ada.

“Terus upayakan pembinaan sejak anak usia dini, dengan begitu akan mudah  untuk menghasilkan bibit-bibit olahraga yang tidak hanya mampu berprestasi tapi mumpuni, yang nantinya akan selaras juga bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masayarakat di Desa Kreo khusunya, Kecamata  Kejajar dan secara umum bagi Kabupaten Wonosobo,” tegas Bupati.

Bupati berharap kedepan Desa Kreo melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Instansi terkait dalam melakukan pembinaan terhadap calon atlit yang ada, untuk mencari bibit yang unggul. “Saya berharap ke depan dalam pembinaan bibit atlit yang ada Pemerintah Desa Kreo untuk melakukan komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan DIKPORA, KONI maupun stakehokders olahraga yang ada di Kabupaten Wonosobo, untuk mencari alternatif maupun upaya-upaya yang lebih sinergis dalam memajukan dunia olahraga. Dengan begitu upaya yang kita lakukan aka lebih kuat, dengan adanya sinergitas dengan seluruh stakeholders olaharaga yang ada di Kabupaten Wonosobo,” harapnya.

“Saya juga berharap Pemerintah Desa untuk benar-benar hadir ditengah masyarakat, bukan hanya untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat seperti kemiskinan, tapi Pemerintah Desa jug harus hadir untuk menggali, meningkatkan bahkan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat, seperti halnya potensi olahraga, pertanian dan lain sebagainya yang ada di Desa Kreo”

Sementara itu terkait sertifikat PTSL, Bupati menyampaikan selamat kepada penerima sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dengan adanya sertifikat tanah ini, pemilik tanah telah memiliki bukti kepemilikan tanah yang kuat dan sah, sehingga diharapkan dimasa depan tidak ada lagi sengketa atas kepemilikan tanah. Kepemilikan sertifikat juga berimplikasi terhadap naiknya nilai ekonomi atas tanah yang dimiliki. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat akan turut meningkat, seiring dengan dimilikinya sertifikat tanah resmi.

“Mudah-mudahan dengan adanya sertifikat kepemilikan tanah, kualitas dan taraf hidup masyarakat juga dapat meningkat, seiring dengan dilakukannya pemanfaatan atas tanah yang dimiliki,” harapnya.

“Kepada warga penerima sertifikat PTSL agar memaksimalkan pemanfaatan tanah dengan kegiatan yang produktif, seperti untuk pertanian, perdagangan, dan lain sebagainya,” pungkas Bupati.

Informasi ini juga dapat dilihat di :