Informasi Berkala Bag Prokompim

Kopi Bowongso Ungkit Perekonomian Warga

Selain penghasil tembakau, salah satu potensi unggulan yang dimiliki oleh Desa Bowongso adalah Kopi Bowongso. Kopi yang memiliki kekhasan tersendiri dari rasa, diharapkan menjadi salah satu pengungkit bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Demikian disampikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, di sela sela kegiatan penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), bertempat di Balai Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar, Senin (18/10).
Bupati pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Kabupaten Wonosobo sebagai daerah pertanian sangat berpotensi untuk menghasilkan produk produk pertanian yang unggul. Tinggal bagaimana para petani mau belajar mengolah pertanian yang menjadi sektor terbesar penghasilan masyarakat Wonosobo bisa lebih maksimal.
Seperti Desa Bowongso yang terletak di lereng gunung Sumbing ini sangat berpotensi untuk menghasilkan Tembakau dan Kopi yang berkualitas. “Untuk itu, kopi bowongso yang sudah terkenal di tingkat nasional dan internasional diharapkan untuk dijaga, baik kelestarian tanamannya, kontinuitas produksinya bahkan rasanya untuk dijaga,” ungkap Afif Nurhidayat.
Afif juga menyampaikan bahwa di era digital sekarang ini, agar mampu bersaing, kopi bowongso dengan kopi-kopi lainnya yang ada di seluruh nusantara, maka kopi bowongso harus pandai pandai dengan memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi yang ada, yaitu dengan memanfaatkan pemasaran baik melalui sosmed atau e-commerce, sehingga pemasaran dapat melebar tidak hanya terbatas di daerah, tapi nasional maupun internasional.
Kepada masyarakat Bowongso khususnya petani kopi, Bupati juga berpesan untuk meningkatkan hasil produksi kopinya, dengan tumpangsari di lahannya, disamping mendapatkan hasil panen dari tanaman pokok juga akan mendapatkan hasil dari tanaman tumpangsari kopi.
“Selain itu, masyarakat desa bowongso untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, dengan menanam tanaman keras di lahan pertanian, disamping mampu untuk menjaga kelestarian, kesuburan tanah, juga sebagai penahan dari terjadinya bencana tanah longsor,” pungkas Bupati.

Berbagai Program Sebagai Wujud Kehadiran Pemerintah

Berbagai Program kegiatan pembangunan baik yang bersumber dari dana Transfer Desa, APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN, merupakan salah satu bentuk atau wujud kehadiran pemerintah dalam rangka memfasilitasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masayarakat. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, pada kegiatan penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Wonosobo tahun 2021. Bertempat di Balai Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar, Senin (18/10).
Kegiatan penyerahan setifikat program PTSL ini juga menjadi momentum bagi Bupati dan Wakil Bupati menyapa dan bersilaturahmi kepada masyarakat di berbagai wilayah desa. Serta untuk mengetahui berbagai persoalan yang ada di wilayah sebagai bahan untuk menentukan kebijakan yang akan dilakukan pemerintah Kabupaten untuk pembangunan Wonosobo.
Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag menyampaikan bahwa dalam rangka untuk mendukung keberhasilan pembangunan, dibutuhkan kerjasama dan sinergitas semua elemen masyarakat. Salah satu kuncinya adalah kerukunan masyarakat dan menghidupkan kembali spirit gotong-royong sebagai modal dasar dalam rangka untuk memaksimalkan dana pembangunan baik dan transfer Desa, APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN sebesar-besarnya untuk kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat.
“Disamping itu demi keberhasilan pembangunan perlu adanya kepercayaan dari masyarakat kepada Kepala Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten, sehingga anggaran yang ada dapat mengurai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” ungkap Bupati.
Pemerintah juga terus ber komitmen untuk pembangunan Wonosobo, seperti infrastruktur dan sanitasi. Secara bertahap pemerintah akan terus melaksanakan pembangunan baik fisik maupun non fisik, termasuk didalamnya sanitasi dan jambanisasi. Mengingat sekarang anggaran yang ada di pemerintah sedang difokuskan untuk penanganan pandemi Covid 19, tetapi secara bertahap pembanguan akan terus dilakukan agar wonosobo semakin maju. Masyarakat juga diharapkan untuk ikut mensukseskan program sanitasi dan jamban sehat, mengingat status Wonosobo sebagai kabupaten ter-miskin ke-2 di Jawa Tengah, dimana salah satu indikatornya adalah masih sedikitnya jamban yang sehat.
Pada kesempatan itu juga, Bupati berpesan kepada masyarakat penerima Sertipikat PTSL untuk digunakan sebaik-baiknya untuk peningkatan usaha ekonomi. “manfaatkan sertifikat yang sudah dimiliki dengan sebaik baiknya, jaga dan rawat dengan baik karena itu bukti yang sah dari aset yang kita miliki. Apabila dipergunakan, gunakanlah sebagai penunjang usaha produktif. Jangan sampai saat Sertipikat yang sudah didapatkan digunakan agunan kredit yang akan menimbulkan masalah baru. Apabila sertifikan memang harus digunakan sebagai agunan kredit, pilihlah bank yang jelas atau bank yang valid, agar sertifikat terjamin keamanannya,” pungkas Bupati.

Abdi Negara Sebagai Problem Solving Masyararakat

Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, seluruh aparatur pemerintah Kabupaten Wonosobo harus bisa menjadi problem solving masyarakat atau pemberi solusi bagi berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, saat menjadi pembina apel pagi di Kecamatan Kalikajar (18/10).
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga menyampaikan bahwa sebagai problem solving masyarakat, maka seluruh aparatur pemerintah kabupaten wonosobo dari tingkat desa sampai tingkat Kabupaten harus hadir di masyarakat. “Dengan hadir, maka kita dapat menemukenali permasalahan-permasalahan yang dihadapai dan ada di masyarakat. Selanjutnya berkoordinasi dengan stakeholders pemerintah Kabupetan Wonosobo yang ada, baik yang ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten, dengan begitu maka dapat melakukan intervensi penyelesaian masalah yang ada di masyarakat,” jelas Afif.
“Untuk dapat menemukenali masyarakat tentunya seluruh aparatur pemerintah harus mempunyai sikap disiplin dan profesional, sehingga dapat memberikan pelayanan secara maksimal, serta bisa memberikan solusi yang tepat atas apa yang menjadi permasalahan permasalahan di masyarakat,” tambah Afif.
Dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan ada di masyarakat harus dilakukan secara terukur dan terprogram. Sehingga kita dapat melihat dan mengukur seberapa besar keberhasilan kita dalam melaksanakan program dan kegiatan, serta dapat dijadikan sebagai acuan perencanaan ditahun yang akan datang.
Bupati juga menambahkan bahwa sebagai aparatur pemerintah, kita tidak hanya menjalankan tugas, tidak hanya bekerja karena status dan rutinitas. Apalagi karena sekadar memenuhi formalitas dan kewajiban yang sifatnya hanya proformalitas. Melainkan harus lebih substansif, profesional, cepat dan tepat. Apalagi saat ini persoalan masyarakat berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu paratur pemerintah dituntut lebih cepat lagi dalam mengejar solusi dari berbagai masalah yang ada.
“Itulah tanggung jawab kita. Tidak sekadar tugas melainkan bagaimana kita mampu menjadi problem solving yang menyelesaikan masalah dan mencari solusi. Mari terus jalankan kinerja dengan gagasan yang selalu mengejar solusi dan bukan mempersoalkan persoalan,” pungkas Afif Nurhidayat.

Menteri Pertanian RI :Potensi Pertanian Di Wonosobo Sangat Baik

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo melakukan kunjungan ke kawasan pengembangan program Food Estate di Desa Lamuk Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Jumat (15/10/2021) sore.

Dalam kunjungan itu, Mentan RI didampingi Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., Wakil Bupati Drs. Muhammad Albar, M.M., Dandim 0707 Letkol Inf Rahmat, SE, MSi, Kapolres AKBP Ganang Nugroho Widhi, SIK, MT, Sekda, Drs. One Andang Wardoyo, M.Si., dan Ketua DPRD Eko Prasetyo Heru Wibowo.

Mentan RI meninjau lahan pertanian cabai  yang dirancang sebagai pengembangan kawasan Food Estate di Wonosobo. Yang menurut rencana akan dihadiri langsung oleh Presiden RI saat penanaman perdana ataupun panen raya nantinya.

Sebelum keliling lahan, Mentan RI menikmati kopi dan hidangan makanan lokal, serta hasil buah sawo (sejenis sawo asal Mexico yang sudah dibudidayakan di desa Lamuk), serta durian khas desa setempat yang sudah disiapkan disebuah gubuk Saung Tani.

“Potensi pertanian di daerah Wonosobo sangat baik. Karena itu, dengan program food estate ini, diharapkan stok pangan akan tercukupi dan hasil pertanian akan stabil, dan diharapkan ekonomi petani akan semakin membaik dan akan meningkatkan kesejahteraan para petani,” ungkapnya.

Ada hal yang menggembirakan bagi petani Wonosobo, karena Mentan menginginkan alat menanam biji bibit hasil karya petani ini agar dijadikan produksi nasional. “Ini alat menarik dan bagus, saya ingin ini dijadikan produksi Nasional,” tegas Mentan.

Menteri Pertanian Kunjungi Desa Lamuk

Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada Jumat (15/10). Kunjungan juga diikuti oleh Dirjen Holtikultura, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian, Dirjen Tanaman Pangan, serta Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah. Menteri Pertanian disambut meriah oleh warga Desa Lamuk, serta ditemani berkeliling oleh Bupati Wonosobo beserta jajaran Forkopimda. Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan dan Bagian Umum Setda pun turut ambil bagian dalam memfasilitasi kunjungan Menteri Pertanian, dengan pendampingan dari Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan Kabupaten Wonosobo.

Bupati Ingin Masyarakat Wonosobo Membudayakan Kebiasaan PHBS

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., menegaskan kesehatan adalah syarat mutlak untuk menuju kehidupan yang sejahtera. Untuk mewujudkan hal itu masyarakat Kabupaten Wonosobo harus membudayakan kebiasaan berperilaku hidup bersih dan sehat. Demikian ditegaskanya saat peringatan hari cuci tangan pakai sabun sedunia di SLB Don Bosco Wonosobo, Jumat (15/10/2021).

Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia sebagai sebuah kampanye global, yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa bekerjasama dengan organisasi lainnya, dalam rangka upaya pencegahan penularan penyakit yang akan berdampak pada penurunan kualitas hidup manusia.


“Saya harap terselenggaranya acara ini benar-benar mampu memobilisasi masyarakat Kabupaten Wonosobo, untuk rajin mencuci tangan dengan sabun sebagai langkah preventif penularan Covid-19, dan upaya-upaya perbaikan kesehatan lainnya,” ungkapnya

Lebih lanjut Bupat mengatakan, sesuai peenyataan dari WHO, bahwa tangan adalah salah satu jalur utama masuknya kuman penyakit kedalam tubuh, yang kemudian berakibat muncul penyakit yang umumnya timbul, seperti diare, kolera, ISPA, flu, dan lain-lain. “Penyakit yang berakibat fatal terutama bagi anak-anak ini seharusnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan perubahan perilaku dengan rutin mencuci tangan dengan sabun,” tegasnya.


“Saya mengajak seluruh seluruh masyarakat Wonosobo untuk bersama-sama berjuang menyelamatkan hidup anak-anak dan sesama, agar terhindar dari berbagai penyakit menular seperti ini.
Upaya ini menjadi penting pula jika disandingkan dengan tujuan pemutusan mata rantai penularan Covid-19, yang selama ini sedang menjadi medan perjuangan bagi seluruh penduduk dunia”, ajaknya.

Perlu saya tekankan, langkah untuk mewujudkan Wonosobo yang sehat dapat dimulai dari hal-hal yang sederhana di lingkungan keluarga dan sekolah, antara lain dengan memberikan edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan, dengan menjaga kebersihan diri pribadi yang dimulai melalui membiasakan cuci tangan pakai sabun sejak dini. Saya mengharapkan peran aktif dari semua pemangku kepentingan untuk turut menyukseskan pelaksanaan gerakan cuci tangan pakai sabun,” pungkasnya.

HUT TKSK KE-12

Selamat memperingati Hari Ulang Tahun Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang ke-12. Mari jadikan momentum ini sebagai evaluasi diri atas capaian-capaian yang telah diraih, serta mengembangkan kegiatan yang dirasa unggul untuk meningkatkan kualitas kinerja Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dalam pelaksanaan tugas. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, pada peringatan HUT TKSK ke 12 tahun 2021. Bertempat di halaman Dinas Sosial PMD Kabupaten Wonosobo, Jum’at (15/10).
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag juga menyampaikan bahwa melalui tema “Perekat Sosial Ibu Pertiwi, Merawat Negeri Sepenuh Hati”, diharapkan para Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan mampu meningkatkan kompetensi serta profesionalismenya, demi mengoptimalkan pelayanan prima kepada masyarakat. “Permasalahan sosial senantiasa berkembang dengan kompleksitasnya masing-masing, sehingga Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan harus mampu mengurai permasalahan-permasalahan ini dan memberikan manfaat yang lebih,” terang Afif.


Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) seringkali membutuhkan pelayanan yang cepat dan tepat, pada titik inilah kehadiran Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan menjadi sangat penting, sembari menunggu proses unsur pemerintahan yang berwenang melakukan penanganan. “Saya berharap sinergitas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, dalam hal ini melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, dapat semakin meningkat. Sinergitas yang baik ini hendaknya senantiasa terjalin harmonis, selama penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial. Diusia yang ke-12, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan juga harus senantiasa berinovasi dan mengembangkan berbagai alternatif baru dalam pelayanan,” pungkas Bupati.
Pada kesempatan itu Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Wonosobo, Harti, juga menyampaikan bahwa pada peringatan HUT TKSK ke 12 ini juga diserahkan beberapa bantuan sosial kepada 75 Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang terdiri dari anak yatim/piatu, lansia, dan para penyandang disabilitas. Paket ini berupa bantuan paket sembako yang pendanaannya bersumber dari CSR mitra Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan.


Selain itu, dalam rangka Kegiatan Rehabilitasi Sosial Dasar Penyandang Disabilitas Terlantar, Anak Terlantar, Lanjut Usia Terlantar, serta gelandangan Pengemis di Luar Panti juga mendapatkan alokasi dana bantuan pula. Bantuan Asistensi Penyandang Disabilitas Berat masing-masing sebesar 1,4 juta Rupiah sebanyak 380 orang. Bantuan Asistensi bagi lanjut lanjut usia non Potensial msing-masing 1 Juta Rupiah sebanyak 261 orang, dan Bantuan Sosial bagi lansia potensial masing-masing 1,3 Juta Rupiah sebanyak 30 orang.
“Hari ini juga akan melepaskan para atlet disabilitas Wonosobo yang mewakili Jawa Tengah pada Pekan Paralimpiade Nasional (PEPARNAS) Tahun 2021 di PAPUA antara lain Sumiarti (Panahan), Istangin (Bulu Tangkis), Triyono (Bulu Tangkis), dan Narimah (Bulu Tangkis),” pungkas Harti.
Pada peringatan HUT TKSK ke 12 Kabupaten Wonosobo juga diserahkan piagam penghargaan kepada para TKSK atas peran aktifnya dalam usaha kesejahteraan sosial di Kabupaten Wonosobo. Terbaik I, Wasis Munandar, TKSK Kecamatan Watumalang. Terbaik II, Wahyu Adi Wibowo, TKSK Kecamatan garung. Terbaik III, Kustiyah, TKSK Kecamatan Kaliwiro. Selain itu juga diserahkan penghargaan kepada Minarni Erowati, TKSK Leksono, atas capaian progres tertinggi dalam pendampingan pemutakhiran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Wonosobo tahun 2021.

12 ASN Ikuti Uji Kompetensi Untuk 3 OPD

Beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Wonosobo membuka tahapan seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) untuk 3 organisasi perangkat daerah (OPD) yang saat ini masih belum diisi pejabat definitif. Dimana Tahapan seleksi meliputi pengumuman, pendaftaran, penerimaan berkas secara online dan seleksi administratif mulai 29 September sampai 5 Oktober, kemudian pengumuman hasil seleksi administratif pada 8 Oktober 2021. Dari proses tersebut maka 12 ASN dinyatakan lolos dan dilanjutkan dengan tahap uji gagasan tertulis/ makalah pada 11 Oktober, kemudian tahap assessment / Uji kompetensi melalui penggalian potensi seleksi terbuka dan kompetitif pada 13 – 15 Oktober, dan hasilnya diumumkan pada 19 Oktober. Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo, Drs. Tri Antoro, M.Si, di sela sela pelaksanaan Uji Kompetensi, bertempat di Hotel Crystal Lotus Yogyakarta, Kamis (14/10).


“Ke-12 ASN tersebut akan bersaing untuk mengisi 3 OPD, meliputi Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perumahan Permukiman dan Perhubungan, dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Dimana semua proses yang dilakukan demi mengejar kualitas layanan kepada masyarakat, mengingat saat ini ketiga nya masih diisi Pelaksana tugas (Plt),” jelas Tri Antoro.
“Saya tegaskan bahwa keseluruhan tahap seleksi tersebut tidak dikenakan biaya dan pungutan dalam bentuk apapun. Dan seluruh tahapan dilakukan oleh panitia seleksi secara terbuka dan transparan, dan difasiltasi oleh PPKDK LPPM UNS” pungkas Tri Antoro.
Sementara pada kesempatan itu, saat membuka uji kompetensi Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, menyampaikan ucapan terima kasih kepada PPKDK LPPM UNS, dalam hal ini langsung kepada Drs. Sudarsana PGD in PD, yang telah bersedia bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, untuk memfasilitasi pelaksanaan Seleksi Terbuka Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. “Mudah-mudahan melalui proses seleksi yang pada hari ini masuk pada tahapan Uji Kompetensi Penggalian Potensi Seleksi Terbuka dan Kompetitif, semoga akan terpilih Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) yang mampu tugas dan fungsi barunya dengan sebaik-baiknya, profesional, penuh dedikasi serta amanah dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, bangsa serta negara, terlebih kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” ungkap Bupati.


Dalam Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 52 Tahun 2020, disebutkan bahwa prinsip seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi adalah penerapan transparansi, objektif, kompetitif, akuntabel, dan menghindari praktik yang dilarang dalam sistem merit. Dimana seleksi ini telah didasarkan pada kompetensi para peserta, dalam setiap bidang yang akan ditempati. “Jadi, saya harap kedepan tidak ada kesenjangan antara kewajiban yang harus dilaksanakan dengan kemampuan pelaksananya. Semua harus terukur dan terarah dengan baik, sesuai kompetensi bidang yang dimiliki oleh Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama ini,” jelas Afif.
Bupati juga menekankan bahwa hari ini sudah bukan jamannya lobi lobi untuk memperoleh sebuah jabatan,tetapi tunjukkan saja kerja yang baik dan profesional serta dedikasi. “Jika di awal prosesnya baik, insyaAllah kedepannya akan baik pula, tetapi jika diawal prosesnya sudak tidak baik maka tidak baik pula pada akhirnya,” tambah Afif.
“ Harapan besar, dengan proses yang baik akan muncul pemimpin yang bisa ngayomi, ngayemi ndan melayani baik bagi anak buahnya maupun bagi masyarakat,” pungkas Afif Nurhidayat.

Lama Vakum, PT. Tambi Lakukan Ekspor Lagi

Setelah lama vakum PT. Tambi melakukan ekspor lagi, dimana ekspor ini merupakan direct export perdana setelah terakhir kali PT. Tambi melakukan direct export pada tahun 2008. Berarti ini ekspor perdana setelah sekitar 13 tahun tidak melakukan kegiatan ekspor. Demikian disampaikan Direktur Utama PT.Tambi, Suwito, pada launching Ekspor teh perdana ke Jepang. Bertempat di halaman kantor PT. Tambi, Selasa (12/10).
Suwito pada kesempatan itu menyampaikan bahwa ekspor teh perdana ke jepang kali ini dilakukan dengan buyer dari MC Food jepang, dengan jenis teh Broken Orange Pecco Fanning (BOPF) dengan jumlah 10 Ton. “Ekspor perdana ini menjadi awal bagi serangkaian ekspor berikutnya dengan kontrak yang sudah disepakati hingga Mei 2022 dengan nilai penjualan $ 1.139.478 atau sekitar 16,2 Milyar,” terang Dirut.
“Setelah ke Jepang, ekspor yang akan dilakukan dalam waktu dekat oleh PT. Tambi adalah ke negara-negara lain seperti Uni Emirat arab, Mesir, Polandia, Rusia, Inggris dan Jerman,” tambah Suwito.


Dirut juga menyampaikan bahwa berbagai tantangan yang akan dihadapi adalah adanya kebijakan masing-masing negara tujuan ekspor dimana masing masing negara menentukan standar dan persyaratan yang berbeda. Namun tantangan tersebut justru akan menjadi motivasi bagi PT. Tambi, sesuai dengan tagline PT. Tambi yaitu “Resilians And Sustainable” atau kemampuan beradaptasi dan tetap teguh dalam situasi sulit serta berkelanjutan.
“Teh yang akan diekspor oleh PT. Tambi adalah teh yang telah memenuhi salah satu persyaratan yang dibutuhkan, yaitu bersertifikat Rainforest Alliance dan HACCP sebagai tanda telah menerapkan manajemen pertanian berstandar Sustainable Agriculture Network’s (SAN) dan telah lulus uji coba dari Eurofins-Jerman,” pungkas Suwito.


Sementara Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, saat melaunching ekspor teh perdana ke Jepang, menyampaikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan dan dicapai oleh PT. Tambi. “Ini merupakan langkah maju dari PT. Tambi, dimana PT. Tambi yang telah lama vakum kini melaksanakan ekspor lagi. Dan ini juga merupakan langkah maju juga untuk mengenalkan teh Tambi hingga ke ke tingkat internasional, karena teh tambi juga sudah menjadi ikon dari Wonosobo,” ungkap Bupati.
Bupati juga menyampaikan dengan majunya PT. Tambi akan membawa dampak baik bagi masyarakat dan kabupaten Wonosobo. “Kemajuan yang telah dicapai oleh PT. Tambi menjadi salah satu bagian untuk meningkatkan penerimaan pendapatan baik daerah maupun perusahaan melalui peningkatan kesejahteraan karyawan PT. Tambi dan deviden kepada pemerintah Kabupaten Wonosobo sekaligus sebagai salah satu upaya mewujudkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati, Wonosobo yang berdaya saing, maju dan sejahtera, serta sebagai semangat spirit gotong-royong dalam pembangunan di Wonosobo melalui kerjasama seluruh elemen agar konsep besar dalam terwujudnya Wonosobo yang berdaya saing, maju dan sejahtera dapat tercapai,” pungkas Bupati.