Informasi Berkala Bag Perekonomian

Sosialisasi Ketentuan Dibidang Cukai Bagi Masyarakat Pedagang dan Konsumen Rokok Kecamatan Garung

Pada kesempatan pertemuan ke tiga Kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Bagi masyarakat pedagang dan konsumen rokok tingkat Kecamatan diselenggarakan di Aula Kecamatan Garung pada tanggal 13 Oktober 2021. Yang diikuti oleh 120  peserta perwakilan Masyarakat Pedagang dan Masyarakat Konsumen Rokok se-Kecamatan Garung.

Semakin besar hasil Cukai hasil tembakau yang dipungut suatu daerah maka akan mendapat pembagian DBH CHT yang lebih besar pula. Maka untuk semakin meningkatkan pemasukan dari sektor cukai, tentu perlu adanya keterlibatan semua pihak, untuk mengawasi dan ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu beliau berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan dan mengikuti sosialisasi ketentuan tentang Cukai dengan baik serta melaksanakan Sosialisasi dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Dalam sambutan Sekretaris Daerah yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Retno Eko Syafariati N, S.SOS, MM

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kab. Wonosobo Dra. Siti Nuryanah, M.Si,

menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan  untuk memberikan pemahaman kepada dan pengetahuan kepada masyarakat perihal barang barang yang dikenai cukai, utamanya cukai pada barang hasil tembakau sehingga masyarakat dapat membedakan pita cukai ilegal dan pita cukai ilegal sebagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal kepada Masyarakat Kecamatan Garung.

Dengan adanya Sosialisasi tersebut hasil yang diharapkan adalah

  1. Masyarakat pedagang dan konsumen mengerti dan memahami tentang cukai dan dapat membedakan antara pita cukai asli dan pita cukai palsu, sehingga peredaran barang kena cukai ilegal utamanya peraderan rokok ilegal di Kecamatan Garung dapat ditekan.
  2. Mengurangi peredaran rokok ilegal sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara dari sumber cukai, dengan demikian DBHCHT yang dibagikan kepada Daerah penghasil juga meningkat dalam rangka mendukung pembangunan daerah.
  3. Menghindari pelanggaran hukum bagi masyarakat pedagang dan konsumen.

Yang menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi dari Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, Syarofina Adilla menjelaskan Materi antara lain tentang pengertian cukai, jenis-jenis Barang Kena Cukai (BKC), pelunasan dan pembayaran cukai, analisis pelanggaran cukai beserta modusnya yang marak terjadi di masyarakat. Selain itu, dijelaskan pula tentang identifikasi pita cukai melalui kasat mata atau beberapa alat seperti kaca pembesar dan lampu UV. Melalui acara ini, diharapkan para peserta bisa memahami aturan cukai serta dapat menyampaikan pengetahuan yang didapat selama sosialisasi kepada masyarakat lainnya, sehingga tujuan pengenaan cukai, mengawasi atau membatasi penggunaan barang tertentu dapat tercapai.

Percepatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah di Bawah Koordinasi Bagian Perekonomian SDA

Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam mengadakan Rapat Percepatan dan Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah di Bawah Koordinasi Bagian Perekonomian SDA dalam rangka Melakukan monitoring dan evaluasi capaian kinerja masing masing OPD di Bawah Koordinasi Bagian Perekonomian SDA. Rapat diselenggarakan di Ruang Kendali Setda Kabupaten Wonosobo, Rabu (13/10). Yang di hadiri oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah, Disparbud, DPMPTSP, Disdakop UKM, Dinas PUPR, DLH, Disperkimhub, Dispaperkan, Bagian Perekonomian dan SDA. 

Acara rapat tersebut di pimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Junaedi, SKM, M.Kes . Dalam acara ini, Junaedi, SKM, M.Kes mengingatkan kepada semua OPD di bawah koordinasi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam untuk masing masing perangkat daerah agar segera membuat Prognosis terhadap kegiatan kegiatan yang sudah selesai, yang tidak selesai dan tidak bisa dilaksanakan, agar dapat di rencanakan melalui mekanisme dalam pencairan keuangannya. Junaedi, SKM, M.Kes mengusulkan agar Rapat Rapat Koordinasi semacam ini selanjutnya akan dilaksanakan secara rutin.

Dalam rapat tersebut  masing – masing OPD di bawah koordinasi Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Penyampaikan laporan mengenai progres pekerjaan yang telah dilaksanakan,  rencana kegiatan serta kendala kendala yang dihadapi dalam realisasi pelaksanaan pekerjaan.

Sosialisasi Ketentuan Dibidang Cukai Bagi Masyarakat Pedagang dan Konsumen Rokok Kecamatan Selomerto

Upaya untuk menggempur rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo terus dilakukan Pemkab Wonosobo melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo bersama Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang dengan mengadakan kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Bagi masyarakat pedagang dan konsumen rokok Kecamatan Selomerto di Aula Kecamatan Selomerto, Selasa 12 Oktober 2021. Sosialisasi yang dilaksanakan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19.

Acara di buka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Junaidi, SKM, M.Kes , mewakili Wakil Bupati Wonosobo. Dalam sambutan Wakil Bupati yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan dikatakan bahwa semakin besar hasil Cukai hasil tembakau yang dipungut suatu daerah maka akan mendapat pembagian DBH CHT yang lebih besar pula. Maka untuk semakin meningkatkan pemasukan dari sektor cukai, tentu perlu adanya keterlibatan semua pihak, untuk mengawasi dan ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu beliau berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan dan mengikuti sosialisasi ketentuan tentang Cukai dengan baik.

Sementara itu Kepala Bagian Perekonoian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kab. Wonosobo Dra. Siti Nuryanah, M.Si, dalam laporannya mengatakan acara ini diikuti oleh 120  peserta perwakilan Masyarakat Pedagang dan Masyarakat Konsumen Rokok se-Kecamatan Wonosobo,

Dra. Siti Nuryanah, M.Si menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan  untuk memberikan pemahaman kepada dan pengetahuan kepada masyarakat perihal barang barang yang dikenai cukai, utamanya cukai pada barang hasil tembakau sehingga masyarakat dapat membedakan pita cukai ilegal dan pita cukai ilegal sebagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal kepada Masyarakat Kecamatan Selomerto.

Dengan adanya Sosialisasi tersebut hasil yang diharapkan adalah

  1. Masyarakat pedagang dan konsumen mengerti dan memahami tentang cukai dan dapat membedakan antara pita cukai asli dan pita cukai palsu, sehingga peredaran barang kena cukai ilegal utamanya peraderan rokok ilegal di Kecamatan Selomerto dapat ditekan.
  2. Mengurangi peredaran rokok ilegal sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara dari sumber cukai, dengan demikian DBHCHT yang dibagikan kepada Daerah penghasil juga meningkat dalam rangka mendukung pembangunan daerah.
  3. Menghindari pelanggaran hukum bagi masyarakat pedagang dan konsumen.

Narasumber pada kegiatan sosialisasi dari Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, yakni Bimo Adi Saputro dan Burhan Arifin menjelaskan Materi antara lain tentang pengertian cukai, jenis-jenis Barang Kena Cukai (BKC), pelunasan dan pembayaran cukai, analisis pelanggaran cukai beserta modusnya yang marak terjadi di masyarakat. Selain itu, dijelaskan pula tentang identifikasi pita cukai melalui kasat mata atau beberapa alat seperti kaca pembesar dan lampu UV. Melalui acara ini, diharapkan para peserta bisa memahami aturan cukai serta dapat menyampaikan pengetahuan yang didapat selama sosialisasi kepada masyarakat lainnya, sehingga tujuan pengenaan cukai, mengawasi atau membatasi penggunaan barang tertentu dapat tercapai.

SOSIALISASI KETENTUAN DIBIDANG CUKAI BAGI MASYARAKAT PEDAGANG DAN KONSUMEN ROKOK

Senin (11/10), sosialisasi terkait ketentuan dibidang cukai digelar oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo (Setda). Sosialisasi ini merupakan awal dari rangkaian sosialisasi sejenis yang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Kali ini Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam menargetkan masyarakat pedagang dan konsumen rokok di Kecamatan Wonosobo, sebagai peserta dari sosialisasi ini.

Acara dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Retno Eko Syafariati N, S.Sos., M.M., mewakili Bupati Wonosobo. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Staf Ahli Pembangunan Ekonomi dan Keuangan dikatakan bahwa semakin besar hasil Cukai hasil tembakau yang dipungut suatu daerah maka akan mendapat pembagian DBH CHT yang lebih besar pula. Maka untuk semakin meningkatkan pemasukan dari sektor cukai, tentu perlu adanya keterlibatan semua pihak, untuk mengawasi dan ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu Retno berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan dan mengikuti sosialisasi ketentuan tentang Cukai dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Dra. Siti Nuryanah, M.Si, dalam laporannya mengatakan acara ini diikuti oleh 120  peserta perwakilan Masyarakat Pedagang dan Masyarakat Konsumen Rokok se-Kecamatan Wonosobo. Dirinya menambahkan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat perihal barang barang yang dikenai cukai, utamanya cukai pada barang hasil tembakau. Sehingga diharapkan masyarakat dapat membedakan pita cukai legal dan pita cukai ilegal sebagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal ditengah masyarakat Kecamatan Wonosobo.

Sosialisasi ini diharapkan membangun pengertian dan pemahaman masyarakat pedagang dan konsumen terkait cukai, sehingga mampu membedakan antara pita cukai asli dan pita cukai palsu, dan diharapkan dapat bermuara kepada dapat ditekannya peredaran barang kena cukai ilegal, utamanya peraderan rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo. Selain itu, diharapkan pula sosialisasi ini dapat mengurangi peredaran rokok ilegal sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara dari sumber cukai, dengan demikian DBHCHT yang dibagikan kepada Daerah penghasil juga meningkat dalam rangka mendukung pembangunan daerah. Terakhir, sosialisasi diharapkan dapat menghindarkan pelanggaran hukum bagi masyarakat pedagang dan konsumen.

Narasumber dari Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, Siswanto, menjelaskan materi antara lain tentang pengertian cukai, jenis-jenis Barang Kena Cukai (BKC), pelunasan dan pembayaran cukai, analisis pelanggaran cukai beserta modusnya yang marak terjadi di masyarakat. Selain itu, dijelaskan pula tentang identifikasi pita cukai melalui kasat mata atau beberapa alat seperti kaca pembesar dan lampu UV. Melalui acara ini, diharapkan para peserta bisa memahami aturan cukai serta dapat menyampaikan pengetahuan yang didapat selama sosialisasi kepada masyarakat lainnya, sehingga tujuan pengenaan cukai, mengawasi atau membatasi penggunaan barang tertentu dapat tercapai.

Penguatan Permodalan melalui KUR bagi UMKM dan Pelaku Usaha Lainnya

Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda menyelenggarakan Sosialisasi KUR pada tanggal 6 dan 7 Oktober 2021. Kegiatan Sosialisasi KUR dilakukan untuk memberikan informasi terkait Program KUR dan Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) kepada seluruh stakeholder KUR, yaitu OPD Teknis dan masyarakat di Kabupaten Wonosobo. Selain itu, untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif. Meningkatkan kapasitas daya saing usaha mikro, kecil dan menengah. Serta mensosialisasikan skema program Kredit Usaha Rakyat, yaitu penurunan suku bunga KUR pada tahun 2021 menjadi 6% efektif per tahun.

Sosialisasi tersebut menghadirkan narasumber dari Ditjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Tengah, Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Tengah dan sebagai peserta adalah stakeholder KUR yaitu OPD teknis dan masyarakat pelaku usaha Kabupaten Wonosobo.

KUR merupakan salah satu progam Pemerintah yang memberi kemudahan bagi Koperasi serta usaha mikro kecil dan menengah untuk memperkuat usahanya melalui akses pembiayaan serta investasi, yang ditujukan untuk usaha produktif dan layak dalam berbagai sektor. Realisasi Di Provinsi Jawa tengah sampai dengan 5 Oktober 2021 sebesar akad 37,61 triliun dengan jumah debitur 1.167.010 sedangkan di Kabupaten Wonosobo sendiri, realisasi KUR sampai dengan tanggal 5 Oktober tahun 2021 sebesar 803,24 miyar dengan jumah debitur 23.629, Terkait dengan hal tersebut, diharapkan agar sinergi ini terus diperkuat, sehingga penyaluran KUR bisa optimal di masyarakat.