Informasi Berkala Bag Pemerintahan

Desa Guntur Madu Diharap Mempertahankan Perannya Dalam Program Kesejahteraan Keluarga

Penyerahan Sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Bupati Wonosobo di Desa Guntur Madu Kecamatan Mojotengah dibarengkan dengan Pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2023, yang dilaksanakan di Balai Desa setempat, Rabu (7/9/22).

Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat,  mendorong Pemdes Desa Guntur Madu dapat mempertahankan perannya dalam Program Kesejahteraan Keluarga. Melalui Intervensi PKK diharapkan untuk turut andil dalam menuntaskan permasalahan kemiskinan dan lainya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Guntur Madu, kami harap agar terus mempertahankan peransertanya dalam program kesejahteraan keluarga, melalui Intervensi PKK yang ada, agar turut andil dalam penuntasan masalah kemiskinan dan prrmasalahan lain yang ada di Kabupaten Wonosobo ini”, ucap Mas Afif.

“Saya tadi mendengar saat musyawarah, ada yang mengusulkan berkaitan permasalahan anak putus sekolah, Stunting, dan sebagainya. Memang untuk Stunting ini perlu mendapatkan perhatian,  PAUD misalnya, saya rasa perlu mendapatkan perhatian, hal itu dilakukan  untuk menekan angka APS, kemiskinan dan lain sebagainya, maka dari itu mari kita bersama bahu membahu dengan gotong royong, menciptakan berbagai terobosan dalam upaya mengurai permasalahan yang kita hadapi saat ini, utamanya masalah kemiskinan”, ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala BPN, Siyamto, menyampaikan, untuk kuota tahun ini Wonosobo mendapat tambahan 10 ribu sertifikat, sehingga desa Guntur Madu dan desa yang lain masih ada kesempatan untuk mendaftarkan bidang tanah yang belum bersertifikat. Dia menyebutkan di desa ini ada 2159 bidang. Dan pihaknya telah menerbitkan1400 sertifikat. Sehingga ia berharap tahun ini bisa tersertifikasi semua.

“Alhamdulillah Pak Bupati, kita, Wonosobo dapat kepercayaan dari pusat, sehingga tahun ini kita dapat tambahan kuota sebanyak 10 ribu sertifikat, jadi Desa Guntur Madu dan desa yang lain masih punya kesempatan untuk mendaftarkan, kami harap warga masyarakat Guntur Madu untuk tahun ini kalau bisa dihabiskan 2159 bidang tersebut. Silahkan berbondong-bondong ke tempat Pak Kades untuk minta mendaftarkan, karena pendaftaran masih kami perpanjang”, ungkapnya.

Selain berikan apresiasi terhadap peran serta masyarakat Guntur Madu, ia tertarik terhadap peta desa yang terpampang. Pihaknya terpacu untuk mengganti peta desa ini dengan peta-peta bidang tanah yang dihasilkan dari PTSL.

“Pertama kali saya masuk sini, tentu saja insting pertanahan saya muncul disitu, pertama saya melihat peta desa yang terpampang dikantor ini luar biasa. Saya baru melihat, ini satu-satunya desa yang memiliki peta yang selengkap, yaitu desa Guntur Madu. Peta yang tempampang  disini, dilengkapai dengan peta-peta dusun dari 6 dusun yang ada. Saya jadi terpacu untuk mengganti peta desa ini dengan peta-peta bidang tanah yang dihasilkan dari PTSL. Ternyata peta itu sudah berbasis bidang tanah, tapi akan kami samapaikan dari BPN kepada pemerintah desa, peta hasil PTSL untuk dipampang per-dusun dengan berbasis tampak bidang-bidang tanahnya, dan akan diberikan secara gratis kalau PTSL sudah selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Guntur Madu, Suparman, mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati dan juga rombongan. Berharap Kedepan Warga Guntur Madu semua tanahnya sudah tersertifikat.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih, atas penyerahan secara simbolis sertifikat 10 bidang di Guntur Madu oleh Bupati Wonosobo. Harapan kami kedepan warga masyarakat Guntur Madu, semua tanah yang ada di Guntur Madu mempunyai hak milik ataupun sertifikat, karena itu sangat penting”, pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/desa-guntur-madu-diharap-mempertahankan-perannya-dalam-program-kesejahteraan-keluarga/

Desa Timbang 100% Tuntaskan PTSL

Desa Timbang, 100% tuntasakan Pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Tanah milik Masyarakat Timbang kini sudah tersertifikat semua. Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat, S.Ag, berkesempatan memberikan langsung Sertifikat Tanah tersebut kepada masyarakat Timbang. Selasa (6/9/22)

Bupati Wonosobo, memberikan apresiasi kepada Kepala Desa, Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Timbang atas peranaktifanya dalam pelaksanaan program ini.

“Pertama saya ucapkan selamat kepada Kepala Desa dan Perangkatnya, dimana Desa Timbang sudah benar-benar memenuhi Amanat Presiden untuk mensukseskan PTSL, huruf  L nya itu berarti lengkap sudah, tadi dilaporkan bahwa seluruh warga Masyarakat Desa Timbang tanah-tanahnya,  baik tanah pribadi, tanah dari perangkat desa,  tanah desa mungkin juga ada tanah wakaf, dan lain sebagainya sudah disertifikatkan, itu artinya cukup aktif, karena program ini kalau tidak ada ke-aktifan Kepala Desa dan Perangkatnya, tidak mungkin bisa berjalan dengan baik. Masyarakatnya aktif, Kepala Desa dan Perangkatnya juga aktif,  sehingga saling mendukung, ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi yang optimal serta bisa di share practise-kan di desa-desa lain di Kecamatan Leksono maupun desa di kecamatan lain”, ungkapnya.

Dalam kesempatan itu juga, Bupati Wonosobo menyampaikan harapan kepada masyarakat agar semua tanah di Kabupaten Wonosobo sudah tersertifikat.

“Presiden, Joko Widodo menegaskan ditargetkan tahun 2024, semua tanah di Indonesia baik milik warga masyarakat,  ataupun pemerintah semua harus tuntas disertifikatkan, saya juga sama akan melaksanakan serta meneruskan apa yang diperintahkan Presiden Jokowi, target kami ditahun 2024 kami harapkan semua tanah di Kabupaten Wonosobo harus sudah Bersertifikat Lengkap”, ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama Kepala Desa Timbang Prayogo, menyampaikan terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada BPN Kabupaten Wonosobo, yang selama dua Tahun ini memberikan Program PTSL di Desa Timbang, sehingga pada Tahun 2022 ini Desa Timbang sudah Tuntas pensertifikatan tanahnya.

“Dengan adanya program PTSL, kami ucapkan terima-kasih yang sebesar-besarnya kepada BPN Kabupaten Wonosobo yang telah memberikan program PTSL setiap tahun, sehingga pada hari ini Desa Timbang sudah bersertifikat semua dan hari ini juga sudah selesai semua, mudah-mudahan Desa Timbang sudah tidak ada permasalahan tentang tanah lagi. Sekali lagi terima-kasih pada BPN yang sampai dengan hari ini Desa Timbang sudah komplit semua sudah bersertifikat semua lengkap”, pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/desa-timbang-100-tuntaskan-ptsl/

Desa Diharap Berperan Menuntaskan Berbagai Persoalan Ditengah Masyarakat

Penyerahan Sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Bupati Wonosobo di Desa Besani dibarengkan dengan pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2023, yang dilaksanakan di Balai Desa setempat, selasa (6/9/22).

Dihadapan warga yang hadir pada MUSRENBANGDes RKPDes tersebut, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, mengingatkan tentang berbagai persoalan yang ada ditengah masyarakat. Melihat hal itu Desa diharapkan peranya, tidak kecuali Desa Besani ini agar dapat berperan dan fokus terhadap upaya mengurai persoalan-persoalan yang sedang dihadapi.

“Secara menyeluruh saat ini masih banyak persoalan yang harus dihadapi, kami berharap Desa Besani dan yang lainya, agar fokus,  karena anggaran sangat terbatas, dana tidak banyak, nanti mau diprioritaskan untuk apa, saya hanya titip pertama menyangkut stunting kalau ada, kemudian anak putus sekolah, barangkali ada, maka harus diprogramkan untuk PAUD-nya, kemudian rumah tidak layak huni, kalau masih ada, kalau sudah tidak ada, maka tinggal difokuskan untuk yang lain”, ujarnya.

Sementara terkait sertifikat PTSL yang telah dibagikan Bupati mengatakan bahwa legalisasi tanah yang dimiliki masyarakat sudah menjadi hak, maka Bupati berharapa agar masyarakat lebih hati-hati merawat dan menyimpanya. Sembari berharap bisa dipergunakan dengan baik agar bermanfaat dan tidak salah langkah.

“Dengan program PTSL, desa-desa yang mengajukan sasaran program sertifikat ini yang sudah selesai, maka harus segera diterbitkan. Harapanya nanti sertifikat bisa bermanfaat bagi pemiliknya, bagi masyarakatnya”, tegas Bupati.

“Yang terpenting adalah itu sudah menjadi hak penjenengan, negara harus hadir,  negara harus memfasilitasi, karena merupakan keperpihakan negara kepada rakyat, bentuknya adalah bahwa ini punya tanah, ada wujudnya, ada surat-suratnya. Jadi legalitasnya jelas, bahwa ini sudah resmi, mudah-mudahan sertifikat ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk menopang perekonomian di masyarakat desa Besani,” pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/desa-diharap-berperan-menuntaskan-berbagai-persoalan-ditengah-masyarakat/

Pemkab dan Pengadilan Agama Wonosobo Tandatangani Kesepakatan Bersama

Pemerintah Kabupaten Wonosobo melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pengadilan Agama Wonosobo tentang Percepatan Layanan Hukum Kepada Masyarakat Untuk Mewujudkan Keadilan. Kesepakatan tersebut ditandatangani oleh Bupati Afif Nurhidayat, S.Ag dan Kepala Pengadilan Agama Drs. Subroto, M.H., disaksikan oleh beberapa Kepala OPD dan Instansi terkait, senin (27/6) di Pendopo Bupati.

Bupati menyampaikan apresiasi dan menyambut baik, dengan harapan kesepakatan tersebut mampu mendukung terbangunnya sinergitas dalam pelaksanaan inovasi layanan hukum yang cepat, tepat dan memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat, penduduk usia lanjut, penduduk penyandang disabilitas, pemenuhan hak anak dan perempuan pasca perceraian, serta pemberian bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu.

Sekaligus mendukung terwujudnya misi pertama dari RPJMD tahun 2021-2026, yakni mewujudkan kehidupan politik yang demokratis dan tata kelola pemerintahan yang baik, mempercepat reformasi birokrasi, peningkatan pelayanan publik untuk pemenuhan pelayanan dasar masyarakat. Disamping itu, pertukaran data dan informasi, pemberian layanan administrasi dan pendampingan hukum, serta pelayanan-pelayanan lainnya.

Bupati mengatakan kesepakatan ini akan ditindaklanjuti dengan peran masing-masing pihak, yang telah tercantum dalam lampiran Nota Kesepakatan. Karena menurutnya hal ini telah melalui pengkajian dan penelaahan, yang menghasilkan kesimpulan bahwa kerjasama ini akan memberikan dampak positif, terhadap berbagai aspek pemerintahan dan pelayanan publik.

Selain telah sesuai dengan upaya mewujudkan misi pertama RPJMD 2021-2026, agenda-agenda yang akan dilaksanakan juga memberikan dampak positif dalam keterkaitan antarsektor dan antarwilayah, yakni mendukung pencapaian kinerja penyelenggaraan pemerintah, mulai dari Urusan Sosial, Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, hingga Unsur Wilayah di kecamatan. Disamping itu, agenda yang akan dilaksanakan juga menunjukkan kesesuaian lokasi program/kegiatan, yang dengan kata lain adalah mendukung berjalannya program pemerintahan oleh Perangkat Daerah terkait, untuk menyelesaikan permasalahan yang masih terjadi di kabupaten Wonosobo.

Dalam sambutanya Bupati mengatakan, agenda-agenda yang akan dilaksanakan mencakup beragam jenis kegiatan, yang salah satunya adalah menyediakan percepatan layanan hukum kepada masyarakat berbasis digital, melalui aplikasi JAMU KUAT (Kerjasama Mewujudkan Keadilan Untuk Masyarakat). Agenda ini diimplementasikan dengan melibatkan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berkaitan dengan perubahan status seseorang setelah terjadinya cerai, baik e-KTP maupun Kartu Keluarga (KK), Dinas PPKB-PPPA yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak dan perempuan pasca cerai, juga dispensasi kawin, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakan dan Desa untuk membantu memberikan pelayanan hukum bagi penyandang disabilitas dan kelompok rentan, yang berperkara di Pengadilan Agama, BKD yang berkaitan dengan perkawinan dan perceraian Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Kabupaten Wonosobo, untuk penjaminan nafkah istri dan anak pasca terjadinya perceraian, serta dengan Bagian Hukum untuk melaksanakan penyuluhan hukum bersama hakim Pengadilan Agama, bantuan hukum terhadap masyarakat yang tidak mampu, dan merintis adanya penasehat hukum, khususnya yang terkait dengan masalah Rumah Tangga.

“Kerjasama kesepakatan ini untuk masyarakat, artinya masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung”, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pengadilan Agama Wonosobo, Subroto mengatakan, Peradilan Agama  adalah salah satu dari 4 Peradilan  di Indonesia, yang merupakan salah satu pelaku kekuasaan kehakiman di bawah Mahkamah Agung RI bagi rakyat pencari keadilan yang beragama Islam. Pengadilan Agama mempunyai kewenangan absolut mempunyai kewenangan mengadili perkara perdata khusus atau perkara perdata agama, meliputi bidang, Perkawinan, Kewarisan, Wasiat, Hibah, Wakaf, Infaq, Shadaqah dan Ekonomi Syariah sebagaimana tertera dalam Undang-undang Nomor 3 Tahun 2006. Pengadilan Agama  melaksanakan Hukum Islam Positiv, ajaran Islam qadhai, artinya ajaran hukum Islam yang telah terkaver menjadi regulasi atau Peraturan Perundang-undangan di negara Indonesia.

Sedangkan tujuan dari diadakannya acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama, Subroto mengatakan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing Institusi. Dan demi terwujudnya Predikat WBBM. Yang mana di tahun 2020 lalu PA Wonosobo telah memperoleh Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK). Sehingga dari itu, saat ini PA Wonosobo mempunyai aplikasi inovasi yang diberi nama SIPURWACENG (Sistem Pelayanan Urusan Warga Cara Elektronik di Pengadilan Agama Wonosobo.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Pemkab dan Pengadilan Agama Wonosobo Tandatangani Kesepakatan Bersama

Bupati Minta Jajaran Pemkab Wonosobo Untuk Terus Tingkatkan Kinerjanya

Bupati menilai, berbagai capaian yang telah diperoleh jajaran Pemerintah Kabupaten Wonosobo selama ini dirasa masih bisa ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi. Tidak boleh puas hanya sampai disitu saja namun harus dijadikan motivasi dan refleksi sebagai upaya menuju kemajuan serta daya saing dan daya tawar yang lebih tinggi. Hal itu ditegaskan Afif Nurhidayat saat membuka Rakor Perangkat Daerah (Rakor Perangda) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo kamis (17/3) di ruang rapat Mangoenkoesoema Setda.

“Saya apresiasi apa yang telah dilakukan teman-teman selama ini sudah bagus, penyerapan anggaran juga sudah maksimal, dan berbagai capaian yang telah diperoleh juga baik, tapi tidak boleh lantas berpuas diri hanya sampai disini, namun harus jadi motivasi dan refleksikan, silahkan di lakukan evaluasi menyeluruh mana saja yang masih harus ditingkatkan, karena saya menilai capaian kinerja ini masih bisa ditingkatkan dan dimaksimalkan lagi, untuk menuju kemajuan serta meningkatkan daya saing dan daya tawar,” tegasnya.

Hadir mendampingi Bupati pada kesempatan itu Wakil Bupati Muhammad Albar dan Sekda One Andang Wardoyo. Dengan menghadirkan semua pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo sebagai peserta rakor.

Pada kesempatan itu Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo menegaskan ada 60% indikator kinerja yang sudah memenuhi target, sementara karena terkendala berbagai hal 40% target belum bisa dicapai, dan hari ini sedang dibahas melalui rakor tersebut.  “Yang sudah tercapai melebihi target banyak, ada sekitar 60 persen indikator kinerja yang sudah tercapai, namun yang 40 persen belum, belumnya ini karena ada beberapa sebab, karena anggaran tidak terpenuhi dan ada fakator yang lain yang hari ini sedang dibahas, saya minta temen-temen untuk melakukan refleksi di OPD masing,” ungkap Sekda.

Sementara maksud diselengarakan rakor ini adalah untuk mengevaluasi kinerja tahun 2021 dan untuk memperbaiki tahun 2022, agar jajaran perangkat daerah bisa bekerja sesuai tupoksi masing masing. “Jadi rakor perangkat daerah ini dimaksudkan untuk mengevaluasi kinerja tahun 2021 kemudian memperbaiki tahun 2022, agar kawan-kawan ini lebih ngeh terhadap apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab masing-masing,” ungkap Sekda.

Menurutnya ada banyak hal yang harus diperhatikan dan ditingkatkan oleh para pimpinan perangkat daerah. Misalnya yang berkaitan dengan kemiskinan, OPD diminta untuk tingkatkan pengumpulan zakat, gerakan untuk penanggulangan kemiskinan. Selain itu juga terkait kebutuhan bahan pokok, persiapan lebaran, serta penanganan bencana.

“Banyak yang harus diperhatikan dan ditingkatkan oleh OPD, misal pertama berkaitan dengan kemiskinan saya minta peningkatan pengumpulan zakat, kemudian gerakan untuk penanggulangan kemiskinan, kemudian yang kedua soal kebutuhan bahan pokok, kemudian yang tetkait dengan persiapan lebaran, ya kan, kemudian terkait dengan penanganan bencana, jadi hal-hal seperti itu,” pungkasnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Bupati Minta Jajaran Pemkab Wonosobo Untuk Terus Tingkatkan Kinerjanya

Aparatur Harus Dorong Agar Warga Terus Sekolah

Kaliwiro banyak melahirkan orang-orang hebat, baik orang-orang hebat dibidang agama dan pemerintahan maupun dibidang lainnya, yang mampu berkiprah di tingkat daerah, provinsi maupun nasional. Keberhasilan orang-orang hebat di Kecamatan Kaliwiro itu, saya lihat didukung oleh semangat dan tingkat pendidikan yang cenderung tinggi. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, saat memimpin Apel pagi di Kecamatan Kaliwiro, Rabu (3/11).
Pada kesempatan itu Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM juga menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan warga Kaliwiro terkait pendidikan untuk terus ditingkatkan, supaya generasi penerusnya bisa sejajar dengan pendahulunya atau bahkan lebih baik lagi, mengingat pendidikan dan sekolah sangatlah penting di era sekarang.


“Selaras dengan itu, tentunya seluruh Aparatur Sipil Negara dan seluruh Kepala Desa dan Perangkatnya dapat mencontoh semangat dan keberhasilan yang sudah ditunjukkan oleh para pendahulu, yang telah banyak memberikan kiprah bagi keberhasilan pembangunan bagi Kecamatan Kaliwiro khususnya dan membanggakan bagi Kabupaten Wonosobo pada umumnya. Jadilah contoh dan tauladan bagi masyarakat, dan doronglah masyarakat untuk terus sekolah,” ungkap Wabup.
“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh peserta apel pagi di Kecamatan Kaliwiro untuk mempertahankan tradisi lama yang baik yang telah diajarkan oleh para pendahulu tersebut dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun menjalankan tugas-tugas pemerintahan,” tambah Albar.


Wabup juga berharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara, Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk tidak berhenti belajar dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi di era Revolusi Industri 4.0 ini. Sekaligus mencari akternatif-alternatif dan solusi-solusi serta best practice yang terbaik, sehingga upaya yang selama kita lakukan dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat segera tercapai.
“Saya juga mengharapkan seluruh Aparatur Sipil Negara, Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk tidak segan-segan turun ke lapangan langsung, jangan pernah bosan mendengar keluhan dari masyarakat, sering-sering menyambangi masyarakat dalam rangka untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, dengan begitu akan muncul kedekatan secara emosional dan muncul solusi atas permasalahan tersebut, gandeng seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”,” pungkas Wabup.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Bupati Daftar Pertama, Sekolah Pasar Modal Wonosobo-UI Resmi Dibuka

Upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk mengedukasi publik agar makin cerdas finansial melalui sekolah pasar modal (SPM), hasil kerjasama dengan Universitas Indonesia sebagai salah satu Program Vokasi Universitas Indonesia dan PT Reliance Sekuritas disambut positif kalangan pengusaha muda. Hal itu terlihat pada pembukaan kelas pertama offline yang digelar di Pendopo Kabupaten, Kamis (28/10/2021).

Tak kurang dari 40 pelaku usaha Wonosobo yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tampak antusias mengikuti SPM yang dibuka langsung oleh Bupati Afif Nurhidayat tersebut. Secara tegas, Bupati bahkan menyatakan diri untuk menjadi pendaftar pertama SPM Wonosobo-UI, demi menimba ilmu terkait dunia pasar modal dan investasi sehat menuju kecerdasan finansial.


“Setiap keputusan yang kita ambil, harus disertai dengan ilmu yang cukup agar tidak sampai salah langkah, termasuk salah satunya ketika kita berkeinginan mengelola keuangan maupun investasi secara baik dan benar, maka Sekolah pasar modal ini tempat yang tepat sehingga saya tidak ragu untuk mendaftar pertama,” tegas Afif.

Ia berharap langkahnya juga diikuti warga masyarakat Wonosobo yang memiliki minat serupa untuk berinvestasi di sektor pasar modal.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://rri.co.id/semarang/ruang-publik/press-release/1239372/bupati-daftar-pertama-sekolah-pasar-modal-wonosobo-ui-resmi-dibuka

https://www.instagram.com/p/CVq33W4BimF/?utm_medium=copy_link

Para Petani Diharapkan Mampu Meningkatkan Hasil Pertanian Bukan Hanya Musiman

Wakil Bupati, Drs. Muhammad Albar, M.M., menegaskan, kekayaan alam Wonosobo, termasuk di Kecamatan Watumalang memang sangat memanjakan khususnya bagi para petani. Di daerah yang memiliki iklim sejuk dan tanah yang subur ini, banyak menyimpan potensi yang bisa dikembangkan, terutama melalui sektor pertanianya.

Melihat hal itu, Gus Albar berharap kepada para petani agar mampu melakukan pengembangan bertaninya tersebut untuk menambah penghasilan mereka bukan hanya dari hasil panen musiman dan satu varian tanaman saja, namun bisa lebih meningkat lagi. “Saya harapkan petani Wonosobo, khususnya di Kecamatan Watumalang itu tidak hanya mendapatkan income perkapita ekonominya hanya dari yang musiman saja, namun berbagai vareasi bisa dilakukan dan dikembangkan untuk menambah income perekonomian, baik harian, mingguan maupun bulanan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Selaras dengan itu perlu adanya pendataan dan pemetaan potensi pertanian tersebut, sehingga perencanaan nanti jelas petani kita akan dibawa kemana, untuk itu kepada Pemerintah Kecamatan Watumalang, khususnya Korwil Pertanian untuk berperan lebih dalam menggali potensi pertanian yang ada dan belum dikembangkan, syukur ke depan tiap desa dapat dikembangkan hasil pertanian yang berbeda-beda, untuk menghidupka kembali program OVOP (One Village One Product)”. Hal itu disampaikanya saat kunjungan di desa Binangun, Kuripan dan Lumajang, setelah pimpin apel pagi di Kantor Kecamatan Watumalang rabu (27/10/2021).

Lebih lanjut Gus Albar mengajak para petani untuk mencoba berbagai vareasi, tidak hanya mengandalkan satu jenis varian tanaman saja. Hal ini menurutnya perlu dilakukan, karena varian yang lain tersebut nantinya sebagai cadangan yang diharapkan bisa membantu para petani ketika terjadi kegagalan pada salah satu varian komoditi yang pilih. Semisal gagal panen atau turun harga. “Para petani saya minta jangan hanya menanam satu varian saja namun harus mencoba dari berbagai varian yang lain, karena hal ini bisa menolong petani, ketika satu varian turun harga atau gagal masih ada varian lain yang bisa dipilih untuk menopang perekonomian keluarga,” pintanya.


Selain itu Gus Albar minta kepada masyarakat khususnya kaum muda untuk kembali tertarik dengan bertani dan mengembangkan sektor pertanian dengan cara-cara inovatif berbasis teknologi modern, yang akan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas bahan pangan yang harganya terjangkau, dan mampu memperbaiki daya dukung lingkungan, serta menyejahterakan para petani dan sektor pendukungnya, dengan memanfaatkan potensi alam yang ada.

“Saya harapkan para kaum muda milenial ini juga kembali tertarik akan bertani, kembangkan sektor pertanian dengan cara dan inovasi berbasis teknologi modern, manfaatkan kemajuan teknologi yang dikuasai untuk mengembangkan sekto pertanian, karena potensi yang asa di Wonosobo itu sangat luar biasa,” pinta Gus Albar.

Jika hal ini dilakukan kedepan diharapkan kolaborasi antara petani dan kemajuan teknologi serta kekayaan alam yanga ada, akan membuahkan hasil yang menjanjikan yang diharapkan bisa meningkatkan nilai jual dan mensejahterakan masyarakat.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Desa Kreo Gudang Atlit

Desa Kreo adalah salah satu desa di Kecamatan Kejajar yang memiliki potensi banyak atlit, baik tenis meja maupun sepak takraw, bahkan atlit-atlit di desa Kreo mampu ber-prestasi tidak hanya di tingkat Daerah, tapi di tingkat Provinsi, Nasional bahkan internasional. Demikian diungkapkan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., saat melakukan kunjungan di Desa Kreo Kecamatan Kejajar untuk menyerahkan sertifikat PTSL. Senin (25/10/2021).

Selaras dengan itu Bupati Wonosobo Mendorong Kepala Desa dan Pemerintah Desa Kreo beserta stakeholders yang ada termasuk didalamnya pemerintah Kecamatan Kejajar untuk menjadikan Desa Kreo sebagai desa wisata atlit.

Disamping itu banyaknya potensi atlit yang dimiliki di Desa Kreo merupakan berkah yang sepatutnya disyukuri, sekaligus prestasi yang ada dapat menjadi spirit bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk mengungkit potensi atlit yang ada.

“Terus upayakan pembinaan sejak anak usia dini, dengan begitu akan mudah  untuk menghasilkan bibit-bibit olahraga yang tidak hanya mampu berprestasi tapi mumpuni, yang nantinya akan selaras juga bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masayarakat di Desa Kreo khusunya, Kecamata  Kejajar dan secara umum bagi Kabupaten Wonosobo,” tegas Bupati.

Bupati berharap kedepan Desa Kreo melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Instansi terkait dalam melakukan pembinaan terhadap calon atlit yang ada, untuk mencari bibit yang unggul. “Saya berharap ke depan dalam pembinaan bibit atlit yang ada Pemerintah Desa Kreo untuk melakukan komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan DIKPORA, KONI maupun stakehokders olahraga yang ada di Kabupaten Wonosobo, untuk mencari alternatif maupun upaya-upaya yang lebih sinergis dalam memajukan dunia olahraga. Dengan begitu upaya yang kita lakukan aka lebih kuat, dengan adanya sinergitas dengan seluruh stakeholders olaharaga yang ada di Kabupaten Wonosobo,” harapnya.

“Saya juga berharap Pemerintah Desa untuk benar-benar hadir ditengah masyarakat, bukan hanya untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat seperti kemiskinan, tapi Pemerintah Desa jug harus hadir untuk menggali, meningkatkan bahkan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat, seperti halnya potensi olahraga, pertanian dan lain sebagainya yang ada di Desa Kreo”

Sementara itu terkait sertifikat PTSL, Bupati menyampaikan selamat kepada penerima sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dengan adanya sertifikat tanah ini, pemilik tanah telah memiliki bukti kepemilikan tanah yang kuat dan sah, sehingga diharapkan dimasa depan tidak ada lagi sengketa atas kepemilikan tanah. Kepemilikan sertifikat juga berimplikasi terhadap naiknya nilai ekonomi atas tanah yang dimiliki. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat akan turut meningkat, seiring dengan dimilikinya sertifikat tanah resmi.

“Mudah-mudahan dengan adanya sertifikat kepemilikan tanah, kualitas dan taraf hidup masyarakat juga dapat meningkat, seiring dengan dilakukannya pemanfaatan atas tanah yang dimiliki,” harapnya.

“Kepada warga penerima sertifikat PTSL agar memaksimalkan pemanfaatan tanah dengan kegiatan yang produktif, seperti untuk pertanian, perdagangan, dan lain sebagainya,” pungkas Bupati.

Informasi ini juga dapat dilihat di :