Informasi Berkala Bag Pemerintahan

Aparatur Harus Dorong Agar Warga Terus Sekolah

Kaliwiro banyak melahirkan orang-orang hebat, baik orang-orang hebat dibidang agama dan pemerintahan maupun dibidang lainnya, yang mampu berkiprah di tingkat daerah, provinsi maupun nasional. Keberhasilan orang-orang hebat di Kecamatan Kaliwiro itu, saya lihat didukung oleh semangat dan tingkat pendidikan yang cenderung tinggi. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, saat memimpin Apel pagi di Kecamatan Kaliwiro, Rabu (3/11).
Pada kesempatan itu Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM juga menyampaikan bahwa apa yang telah dilakukan warga Kaliwiro terkait pendidikan untuk terus ditingkatkan, supaya generasi penerusnya bisa sejajar dengan pendahulunya atau bahkan lebih baik lagi, mengingat pendidikan dan sekolah sangatlah penting di era sekarang.


“Selaras dengan itu, tentunya seluruh Aparatur Sipil Negara dan seluruh Kepala Desa dan Perangkatnya dapat mencontoh semangat dan keberhasilan yang sudah ditunjukkan oleh para pendahulu, yang telah banyak memberikan kiprah bagi keberhasilan pembangunan bagi Kecamatan Kaliwiro khususnya dan membanggakan bagi Kabupaten Wonosobo pada umumnya. Jadilah contoh dan tauladan bagi masyarakat, dan doronglah masyarakat untuk terus sekolah,” ungkap Wabup.
“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh peserta apel pagi di Kecamatan Kaliwiro untuk mempertahankan tradisi lama yang baik yang telah diajarkan oleh para pendahulu tersebut dan diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat maupun menjalankan tugas-tugas pemerintahan,” tambah Albar.


Wabup juga berharap kepada seluruh Aparatur Sipil Negara, Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk tidak berhenti belajar dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan informasi di era Revolusi Industri 4.0 ini. Sekaligus mencari akternatif-alternatif dan solusi-solusi serta best practice yang terbaik, sehingga upaya yang selama kita lakukan dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat dapat segera tercapai.
“Saya juga mengharapkan seluruh Aparatur Sipil Negara, Kepala Desa dan Perangkat Desa untuk tidak segan-segan turun ke lapangan langsung, jangan pernah bosan mendengar keluhan dari masyarakat, sering-sering menyambangi masyarakat dalam rangka untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi, dengan begitu akan muncul kedekatan secara emosional dan muncul solusi atas permasalahan tersebut, gandeng seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”,” pungkas Wabup.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Bupati Daftar Pertama, Sekolah Pasar Modal Wonosobo-UI Resmi Dibuka

Upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk mengedukasi publik agar makin cerdas finansial melalui sekolah pasar modal (SPM), hasil kerjasama dengan Universitas Indonesia sebagai salah satu Program Vokasi Universitas Indonesia dan PT Reliance Sekuritas disambut positif kalangan pengusaha muda. Hal itu terlihat pada pembukaan kelas pertama offline yang digelar di Pendopo Kabupaten, Kamis (28/10/2021).

Tak kurang dari 40 pelaku usaha Wonosobo yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tampak antusias mengikuti SPM yang dibuka langsung oleh Bupati Afif Nurhidayat tersebut. Secara tegas, Bupati bahkan menyatakan diri untuk menjadi pendaftar pertama SPM Wonosobo-UI, demi menimba ilmu terkait dunia pasar modal dan investasi sehat menuju kecerdasan finansial.


“Setiap keputusan yang kita ambil, harus disertai dengan ilmu yang cukup agar tidak sampai salah langkah, termasuk salah satunya ketika kita berkeinginan mengelola keuangan maupun investasi secara baik dan benar, maka Sekolah pasar modal ini tempat yang tepat sehingga saya tidak ragu untuk mendaftar pertama,” tegas Afif.

Ia berharap langkahnya juga diikuti warga masyarakat Wonosobo yang memiliki minat serupa untuk berinvestasi di sektor pasar modal.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://rri.co.id/semarang/ruang-publik/press-release/1239372/bupati-daftar-pertama-sekolah-pasar-modal-wonosobo-ui-resmi-dibuka

https://www.instagram.com/p/CVq33W4BimF/?utm_medium=copy_link

Para Petani Diharapkan Mampu Meningkatkan Hasil Pertanian Bukan Hanya Musiman

Wakil Bupati, Drs. Muhammad Albar, M.M., menegaskan, kekayaan alam Wonosobo, termasuk di Kecamatan Watumalang memang sangat memanjakan khususnya bagi para petani. Di daerah yang memiliki iklim sejuk dan tanah yang subur ini, banyak menyimpan potensi yang bisa dikembangkan, terutama melalui sektor pertanianya.

Melihat hal itu, Gus Albar berharap kepada para petani agar mampu melakukan pengembangan bertaninya tersebut untuk menambah penghasilan mereka bukan hanya dari hasil panen musiman dan satu varian tanaman saja, namun bisa lebih meningkat lagi. “Saya harapkan petani Wonosobo, khususnya di Kecamatan Watumalang itu tidak hanya mendapatkan income perkapita ekonominya hanya dari yang musiman saja, namun berbagai vareasi bisa dilakukan dan dikembangkan untuk menambah income perekonomian, baik harian, mingguan maupun bulanan, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga.


Selaras dengan itu perlu adanya pendataan dan pemetaan potensi pertanian tersebut, sehingga perencanaan nanti jelas petani kita akan dibawa kemana, untuk itu kepada Pemerintah Kecamatan Watumalang, khususnya Korwil Pertanian untuk berperan lebih dalam menggali potensi pertanian yang ada dan belum dikembangkan, syukur ke depan tiap desa dapat dikembangkan hasil pertanian yang berbeda-beda, untuk menghidupka kembali program OVOP (One Village One Product)”. Hal itu disampaikanya saat kunjungan di desa Binangun, Kuripan dan Lumajang, setelah pimpin apel pagi di Kantor Kecamatan Watumalang rabu (27/10/2021).

Lebih lanjut Gus Albar mengajak para petani untuk mencoba berbagai vareasi, tidak hanya mengandalkan satu jenis varian tanaman saja. Hal ini menurutnya perlu dilakukan, karena varian yang lain tersebut nantinya sebagai cadangan yang diharapkan bisa membantu para petani ketika terjadi kegagalan pada salah satu varian komoditi yang pilih. Semisal gagal panen atau turun harga. “Para petani saya minta jangan hanya menanam satu varian saja namun harus mencoba dari berbagai varian yang lain, karena hal ini bisa menolong petani, ketika satu varian turun harga atau gagal masih ada varian lain yang bisa dipilih untuk menopang perekonomian keluarga,” pintanya.


Selain itu Gus Albar minta kepada masyarakat khususnya kaum muda untuk kembali tertarik dengan bertani dan mengembangkan sektor pertanian dengan cara-cara inovatif berbasis teknologi modern, yang akan mampu meningkatkan efisiensi proses produksi dan kualitas bahan pangan yang harganya terjangkau, dan mampu memperbaiki daya dukung lingkungan, serta menyejahterakan para petani dan sektor pendukungnya, dengan memanfaatkan potensi alam yang ada.

“Saya harapkan para kaum muda milenial ini juga kembali tertarik akan bertani, kembangkan sektor pertanian dengan cara dan inovasi berbasis teknologi modern, manfaatkan kemajuan teknologi yang dikuasai untuk mengembangkan sekto pertanian, karena potensi yang asa di Wonosobo itu sangat luar biasa,” pinta Gus Albar.

Jika hal ini dilakukan kedepan diharapkan kolaborasi antara petani dan kemajuan teknologi serta kekayaan alam yanga ada, akan membuahkan hasil yang menjanjikan yang diharapkan bisa meningkatkan nilai jual dan mensejahterakan masyarakat.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Desa Kreo Gudang Atlit

Desa Kreo adalah salah satu desa di Kecamatan Kejajar yang memiliki potensi banyak atlit, baik tenis meja maupun sepak takraw, bahkan atlit-atlit di desa Kreo mampu ber-prestasi tidak hanya di tingkat Daerah, tapi di tingkat Provinsi, Nasional bahkan internasional. Demikian diungkapkan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., saat melakukan kunjungan di Desa Kreo Kecamatan Kejajar untuk menyerahkan sertifikat PTSL. Senin (25/10/2021).

Selaras dengan itu Bupati Wonosobo Mendorong Kepala Desa dan Pemerintah Desa Kreo beserta stakeholders yang ada termasuk didalamnya pemerintah Kecamatan Kejajar untuk menjadikan Desa Kreo sebagai desa wisata atlit.

Disamping itu banyaknya potensi atlit yang dimiliki di Desa Kreo merupakan berkah yang sepatutnya disyukuri, sekaligus prestasi yang ada dapat menjadi spirit bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk mengungkit potensi atlit yang ada.

“Terus upayakan pembinaan sejak anak usia dini, dengan begitu akan mudah  untuk menghasilkan bibit-bibit olahraga yang tidak hanya mampu berprestasi tapi mumpuni, yang nantinya akan selaras juga bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masayarakat di Desa Kreo khusunya, Kecamata  Kejajar dan secara umum bagi Kabupaten Wonosobo,” tegas Bupati.

Bupati berharap kedepan Desa Kreo melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Instansi terkait dalam melakukan pembinaan terhadap calon atlit yang ada, untuk mencari bibit yang unggul. “Saya berharap ke depan dalam pembinaan bibit atlit yang ada Pemerintah Desa Kreo untuk melakukan komunikasi dan koordinasi yang efektif dengan DIKPORA, KONI maupun stakehokders olahraga yang ada di Kabupaten Wonosobo, untuk mencari alternatif maupun upaya-upaya yang lebih sinergis dalam memajukan dunia olahraga. Dengan begitu upaya yang kita lakukan aka lebih kuat, dengan adanya sinergitas dengan seluruh stakeholders olaharaga yang ada di Kabupaten Wonosobo,” harapnya.

“Saya juga berharap Pemerintah Desa untuk benar-benar hadir ditengah masyarakat, bukan hanya untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat seperti kemiskinan, tapi Pemerintah Desa jug harus hadir untuk menggali, meningkatkan bahkan mengembangkan potensi yang ada di masyarakat, seperti halnya potensi olahraga, pertanian dan lain sebagainya yang ada di Desa Kreo”

Sementara itu terkait sertifikat PTSL, Bupati menyampaikan selamat kepada penerima sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Dengan adanya sertifikat tanah ini, pemilik tanah telah memiliki bukti kepemilikan tanah yang kuat dan sah, sehingga diharapkan dimasa depan tidak ada lagi sengketa atas kepemilikan tanah. Kepemilikan sertifikat juga berimplikasi terhadap naiknya nilai ekonomi atas tanah yang dimiliki. Dengan demikian, kesejahteraan masyarakat akan turut meningkat, seiring dengan dimilikinya sertifikat tanah resmi.

“Mudah-mudahan dengan adanya sertifikat kepemilikan tanah, kualitas dan taraf hidup masyarakat juga dapat meningkat, seiring dengan dilakukannya pemanfaatan atas tanah yang dimiliki,” harapnya.

“Kepada warga penerima sertifikat PTSL agar memaksimalkan pemanfaatan tanah dengan kegiatan yang produktif, seperti untuk pertanian, perdagangan, dan lain sebagainya,” pungkas Bupati.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

ASN Harus Mampu Beradaptasi dan Jeli Terhadap Perkembangan Yang Ada Dimasyarakat

Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, M.M., menegaskan kepada ASN secara umum, dan lebih khusus bagi yang tugas kerjanya diwilayah Kecamatan, harus jeli serta mampu beradaptasi dengan segala sesuatu yang ada dan sedang berkembang ditengah masyarakat. Demikian ditegaskanya saat menjadi pembina apel di kantor Kecamatan Kejajar senin, (25/10/2021). Wakil Bupati pada kesempatan itu didampingi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra, beberapa Kabag dari Setda, serta Forkopimca Kejajar dan instansi terkait.

Gus Albar menuturkan, Kejajar  merupakan wilayah yang agamis, warga masyarakatnya tumbuh berlandaskan pengamalan agama yang baik. Melihat hal itu, para ASN wilayah, semestinya harus mampu beradaptasi dengan baik. Karena menurutnya ruang gerak para Abdi Negara ini pasti akan mendapat sorotan dan penilaian dari masyarakat itu sendiri. Maka dari itu mereka harus benar-benar menjiwai langkah dan peranya ditengah masyarakat sebagai upaya mewujudkan kemajuan dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Lebih lanjut Gus Albar mengatakan, wilayah ini termasuk daerah  wisata, oleh karena itu jajaran yang ada di Kejajar ini harus mampu berkreasi dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, serta memanfaatkan peluang yang ada. ” Kejajar ini daerah wisata, jadi ASN dan jajaran yang ada harus lebih maju, bukan hanya penampilan saja tapi profesionalisme kerjanya harus benar-benar ditunjukan,” katanya.

Gus Albar berharap kepada jajaran ASN mampu untuk terus berkembang, tidak  hanya melakukan pekerjaan rutinitas saja namun ada kreasi dan langkah yang nyata yang bermanfaat untuk masyarakat. “Saya ingin panjenengan semua jangan hanya mengerjakan rutinitasnya saja, namun hasil kerjanya harus bisa dirasakan oleh masyarakat, jangan hanya dibelakang meja saja, namun anda dituntut untuk banyak berinovasi, berkreasi untuk ikut serta mensejahterakan masyarakat,” ungkapnya.

Selain itu Wakil Bupati mengajak kepada jajaran Kecamatan Kejajar agar memperhatikan bebarapa permasalahan yang ada diwilayahnya. Diantaranya yaitu pendidikan dan pariwisata. Dan dua hal tersebut perlu adanya langkah konkrit untuk mensikapi dan mennyelesaikanya.

Terkait permasalahan pendidikan, Gus Albar mianta agar pola pikir lama yang sudah tertanam kuat dimasyarakat harus bisa dirubah. “Di sini ada mainset yang perlu dirubah, dimana dibeberapa kalangan masyarakat merasa pendidikan kurang begitu penting, contohnya seperti ini, ngapa sekolah duwur-duwur, macul bae wis sogih, ga usah sekolah bisa banyak uang, saya rasa itu yang perlu diperhatikan dan dirubah, perlu langkah konkrit unyuk itu,” katanya.

“Banyak anak tidak bersekolah dijenjang masing-mading, hal ini perlu gerak langkah dari ASN dan juga Guru agar anak-anak bisa belajar dengan baik, bisa menyelesaikan wajib belajar dengan baik. Dari itu kami harapkan bisa memunculkan dan menyumbangkan peserta didik yang berkualitas baik pula serta menggembirakan, sehingga bisa bersaing dengan daerah lain,” ungkapnya lagi.

Selain pendidikan Gus Albar mengungkapkan, wilayah Kejajar ini merupakan daerah wisata, maka semua ASN harus bisa meningkatkan performa serta harus melihat kearifan lokal yang ada. Agar dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mendongkrak peningkatan dan kemajuan dari sektor wisata. Selain itu dalam arus globalisasi dan digitalisasi saat ini, semua dituntut mampu mrngikuti perkembangan dalam hal penguasaan teknologi. “Wisata di Wonosobo itu saya kira tidak ada duaya, karena sudah menjadi tujuan kunjungan wisata yang bagus, namun bagaimana kita melayani para tamu dengan profesional dengan ramah, senyum dansebaginya, tentu ini menjadi tuntutan kita semua termasuk ASN, yang setiap harinya bertemu dengan siapa saja termasuk kepada para pengunjung.  Yang paling uatama bagi kita adalah bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan baik sehingga segala sesuatunya bisa terkondisikan dengan baik dan bisa memberikan kepuasan bagi masyarakat,” pungkas Wakil Bupati.

Kopi Bowongso Ungkit Perekonomian Warga

Selain penghasil tembakau, salah satu potensi unggulan yang dimiliki oleh Desa Bowongso adalah Kopi Bowongso. Kopi yang memiliki kekhasan tersendiri dari rasa, diharapkan menjadi salah satu pengungkit bagi peningkatan perekonomian masyarakat. Demikian disampikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, di sela sela kegiatan penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), bertempat di Balai Desa Bowongso Kecamatan Kalikajar, Senin (18/10).
Bupati pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Kabupaten Wonosobo sebagai daerah pertanian sangat berpotensi untuk menghasilkan produk produk pertanian yang unggul. Tinggal bagaimana para petani mau belajar mengolah pertanian yang menjadi sektor terbesar penghasilan masyarakat Wonosobo bisa lebih maksimal.
Seperti Desa Bowongso yang terletak di lereng gunung Sumbing ini sangat berpotensi untuk menghasilkan Tembakau dan Kopi yang berkualitas. “Untuk itu, kopi bowongso yang sudah terkenal di tingkat nasional dan internasional diharapkan untuk dijaga, baik kelestarian tanamannya, kontinuitas produksinya bahkan rasanya untuk dijaga,” ungkap Afif Nurhidayat.
Afif juga menyampaikan bahwa di era digital sekarang ini, agar mampu bersaing, kopi bowongso dengan kopi-kopi lainnya yang ada di seluruh nusantara, maka kopi bowongso harus pandai pandai dengan memanfaatkan perkembangan informasi dan teknologi yang ada, yaitu dengan memanfaatkan pemasaran baik melalui sosmed atau e-commerce, sehingga pemasaran dapat melebar tidak hanya terbatas di daerah, tapi nasional maupun internasional.
Kepada masyarakat Bowongso khususnya petani kopi, Bupati juga berpesan untuk meningkatkan hasil produksi kopinya, dengan tumpangsari di lahannya, disamping mendapatkan hasil panen dari tanaman pokok juga akan mendapatkan hasil dari tanaman tumpangsari kopi.
“Selain itu, masyarakat desa bowongso untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, dengan menanam tanaman keras di lahan pertanian, disamping mampu untuk menjaga kelestarian, kesuburan tanah, juga sebagai penahan dari terjadinya bencana tanah longsor,” pungkas Bupati.

Berbagai Program Sebagai Wujud Kehadiran Pemerintah

Berbagai Program kegiatan pembangunan baik yang bersumber dari dana Transfer Desa, APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN, merupakan salah satu bentuk atau wujud kehadiran pemerintah dalam rangka memfasilitasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masayarakat. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, pada kegiatan penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Wonosobo tahun 2021. Bertempat di Balai Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar, Senin (18/10).
Kegiatan penyerahan setifikat program PTSL ini juga menjadi momentum bagi Bupati dan Wakil Bupati menyapa dan bersilaturahmi kepada masyarakat di berbagai wilayah desa. Serta untuk mengetahui berbagai persoalan yang ada di wilayah sebagai bahan untuk menentukan kebijakan yang akan dilakukan pemerintah Kabupaten untuk pembangunan Wonosobo.
Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag menyampaikan bahwa dalam rangka untuk mendukung keberhasilan pembangunan, dibutuhkan kerjasama dan sinergitas semua elemen masyarakat. Salah satu kuncinya adalah kerukunan masyarakat dan menghidupkan kembali spirit gotong-royong sebagai modal dasar dalam rangka untuk memaksimalkan dana pembangunan baik dan transfer Desa, APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN sebesar-besarnya untuk kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat.
“Disamping itu demi keberhasilan pembangunan perlu adanya kepercayaan dari masyarakat kepada Kepala Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten, sehingga anggaran yang ada dapat mengurai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” ungkap Bupati.
Pemerintah juga terus ber komitmen untuk pembangunan Wonosobo, seperti infrastruktur dan sanitasi. Secara bertahap pemerintah akan terus melaksanakan pembangunan baik fisik maupun non fisik, termasuk didalamnya sanitasi dan jambanisasi. Mengingat sekarang anggaran yang ada di pemerintah sedang difokuskan untuk penanganan pandemi Covid 19, tetapi secara bertahap pembanguan akan terus dilakukan agar wonosobo semakin maju. Masyarakat juga diharapkan untuk ikut mensukseskan program sanitasi dan jamban sehat, mengingat status Wonosobo sebagai kabupaten ter-miskin ke-2 di Jawa Tengah, dimana salah satu indikatornya adalah masih sedikitnya jamban yang sehat.
Pada kesempatan itu juga, Bupati berpesan kepada masyarakat penerima Sertipikat PTSL untuk digunakan sebaik-baiknya untuk peningkatan usaha ekonomi. “manfaatkan sertifikat yang sudah dimiliki dengan sebaik baiknya, jaga dan rawat dengan baik karena itu bukti yang sah dari aset yang kita miliki. Apabila dipergunakan, gunakanlah sebagai penunjang usaha produktif. Jangan sampai saat Sertipikat yang sudah didapatkan digunakan agunan kredit yang akan menimbulkan masalah baru. Apabila sertifikan memang harus digunakan sebagai agunan kredit, pilihlah bank yang jelas atau bank yang valid, agar sertifikat terjamin keamanannya,” pungkas Bupati.

Abdi Negara Sebagai Problem Solving Masyararakat

Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, seluruh aparatur pemerintah Kabupaten Wonosobo harus bisa menjadi problem solving masyarakat atau pemberi solusi bagi berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, saat menjadi pembina apel pagi di Kecamatan Kalikajar (18/10).
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga menyampaikan bahwa sebagai problem solving masyarakat, maka seluruh aparatur pemerintah kabupaten wonosobo dari tingkat desa sampai tingkat Kabupaten harus hadir di masyarakat. “Dengan hadir, maka kita dapat menemukenali permasalahan-permasalahan yang dihadapai dan ada di masyarakat. Selanjutnya berkoordinasi dengan stakeholders pemerintah Kabupetan Wonosobo yang ada, baik yang ada di tingkat kecamatan maupun kabupaten, dengan begitu maka dapat melakukan intervensi penyelesaian masalah yang ada di masyarakat,” jelas Afif.
“Untuk dapat menemukenali masyarakat tentunya seluruh aparatur pemerintah harus mempunyai sikap disiplin dan profesional, sehingga dapat memberikan pelayanan secara maksimal, serta bisa memberikan solusi yang tepat atas apa yang menjadi permasalahan permasalahan di masyarakat,” tambah Afif.
Dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dan ada di masyarakat harus dilakukan secara terukur dan terprogram. Sehingga kita dapat melihat dan mengukur seberapa besar keberhasilan kita dalam melaksanakan program dan kegiatan, serta dapat dijadikan sebagai acuan perencanaan ditahun yang akan datang.
Bupati juga menambahkan bahwa sebagai aparatur pemerintah, kita tidak hanya menjalankan tugas, tidak hanya bekerja karena status dan rutinitas. Apalagi karena sekadar memenuhi formalitas dan kewajiban yang sifatnya hanya proformalitas. Melainkan harus lebih substansif, profesional, cepat dan tepat. Apalagi saat ini persoalan masyarakat berlangsung sangat cepat. Oleh karena itu paratur pemerintah dituntut lebih cepat lagi dalam mengejar solusi dari berbagai masalah yang ada.
“Itulah tanggung jawab kita. Tidak sekadar tugas melainkan bagaimana kita mampu menjadi problem solving yang menyelesaikan masalah dan mencari solusi. Mari terus jalankan kinerja dengan gagasan yang selalu mengejar solusi dan bukan mempersoalkan persoalan,” pungkas Afif Nurhidayat.

Rakor Lurah se-Kabupaten Wonosobo

Dalam rangka meningkatkan kesepahaman atas visi-misi dan program prioritas Bupati Wonosobo, Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Wonosobo menyelenggarakan Rakor Lurah se-Kabupaten Wonosobo pada Selasa (5/10) di Pendopo Kabupaten Wonosobo. Rakor ini dilatarbelakangi oleh banyaknya permasalahan yang ada di kelurahan, sehingga perlu adanya kesempatan untuk duduk bersama dengan beberapa Perangkat Daerah terkait untuk mencari solusi bersama. Acara ini dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo beserta Sekda, Asisten Pemerintahan & Kesra, DPUPR, Bappeda, BPPKAD, BKD, Inspektorat, Dinkes, Disdukcapil, Bagian PBJ, Dinsos PMD. Selain visi-misi dan program prioritas daerah, rapat juga membahas kondisi sumber daya manusia di kelurahan, penyerapan anggaran yang masih rendah, serta permasalahan PBB.

Informasi juga dapat dilihat di :

https://www.instagram.com/p/CUq8skIlcuA/?utm_medium=copy_link