Informasi Berkala Bag Kesra

Rakor Vicon Kesiapan Menghadapi Omicron Dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Dalam rangka kesiapan menghadapi varian omicron telah dilaksanakan rapat koordinasi  dipimpin Menko Maritim dan Investasi melalui video conference pada hari Selasa (11/01/2022) mulai pukul 18.30 WIB diikuti Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati/Walikota, Dandim dan Kapolres se-Jawa dan Bali,

Bupati Wonosobo hadir  didampingi  Wakil Bupati, Polres Wonosobo, Kodim 0707 Wonosobo, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Satpol PP, Kepala Pelaksana BPBD, dan Bagian Kesra di Ruang Kertonegoro, Setda.

Dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi memberikan arahan perkuat langkah-langkah pencegahan : penegakan protokol kesehatan dengan penegakkan aplikasi peduli lindungi,  penguatan testing, tracing dan isolasi terpusat,  akselerasi vaksinasi, terutama lansia dan anak-anak, mempersiapkan RS, obat-obatan, alat kesehatan dan tenaga kesehatan.  Menindaklanjuti rakor tersebut,  Bupati Wonosobo memerintahkan untuk dilaksanakan rapat  koordinasi melalui zoom meeting diikuti seluruh Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Wonosobo terkait untuk antisipasi kesiapan menghadapi omicron dan mengingatkan kembali agar disiplin protokol kesehatan. Mari kita bersama-sama untuk tetap disiplin protokol kesehatan dan segera vaksinasi agar semua terlindungi!

Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Malam Tahun Baru 2022 di Wilayah Kabupaten Wonosobo

Pada hari Jumat (31/12/2021) pukul 16.30 WIB, telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Tahun Baru 2022 di Gedung Sasana Adipura Kencana. Gelar pasukan pengamanan ini dihadiri oleh Forkompimda dan diikuti TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan, BPBD, dan Dinas Kesehatan. Setelah apel, pasukan dibagi beberapa tim untuk menyebar mengamankan area Kabupaten Wonosobo. Gelar pasukan pengamanan ini sebagai bentuk upaya antisipasi dan pengendalian Covid-19 di malam Tahun Baru agar tidak adanya kerumunan di fasilitas umum. Selain itu, kegiatan ini sebagai upaya penegakan disiplin protokol kesehatan di masyarakat. Mari bersama-sama untuk tetap disiplin protokol kesehatan!

Kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang

Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang pada tanggal 1 Desember 2021 di Ruang Transit, Setda Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan untuk sharing implementasi program kerja yang telah dilaksanakan Bagian Kesejahteraan Rakyat.

Kegiatan kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang ini disambut oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo beserta Kasubag dan Staffnya. Dalam kunjungan ini, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang dan Kabupaten Wonosobo berbagi informasi mengenai program kerja yang berlangsung dan berbagai kebijakan yang telah dibuat Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo. Diskusi ini diikuti para kasubag dan staff Bagian Kesejahteraan Rakyat dari kedua kabupaten.

Sekda Minta Masyarakat Tetap Waspada Dan Tidak Kendor Terapkan Prokes

Sekretaris Daerah Drs. One Andang Wardoyo, M.Si. secara tegas minta kepada seluruh masyarakat Wonosobo untuk tidak kendor dalam penerapan protokol kesehatan, dan menghimbau agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus covid-19.

“Jangan kendorkan pertahanan kita, karena akan sangat menyedihkan jika perjuangan keras kita selama ini rusak akibat kelalaian sesaat akibat ”bosan dengan keadaan”. Tetap terapkan protokol kesehatan secara baik dan benar di manapun kita berada,” demikian ditegaskan Sekda saat bertindak sebagai Irup pada upacara Hari Kesehatan Nasional ke 57 di halaman Pendopo Bupati jumat (22/11/2021).

Disisi lain Sekda menyatakan patut bersyukur karena saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Wonosobo sedang melandai, dan cakupan vaksinasinya juga sudah mendekati target namun masyarakat diminta tetap waspada atas munculnya gelombang ketiga yang berlangsung di belahan dunia lain seperti Amerika dan Eropa. “Kita patut bersyukur bahwa saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Wonosobo sedang melandai, namun demikian, kita harus tetap waspada atas munculnya gelombang ketiga yang berlangsung di belahan dunia lain seperti Amerika dan Eropa”.


Pada momen HKN tersebut, ucapan dan penghargaan disampaikan kepada jajaran insan kesehatan dalam penanganan masalahan kesehatan, terutama dalam upaya penanggulangan pandemi covid-19 di Kabupaten Wonosobo. “Atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan kerja ikhlas seluruh insan kesehatan di Kabupaten Wonosobo. Merupakan etos kerja dan ketulusan yang luar biasa, yang ditunjukkan para tenaga kesehatan selama ini dalam bergulat melawan gempuran Pandemi Covid-19 yang sangat massif. Pengabdian Saudara mempertaruhkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan nyawa, namun saya berpesan jangan sampai Saudara mengesampingkan kesehatan dan keselamatan diri sendiri,” ucap Sekda.

Selain itu, Sekda menghimbau untuk turut mengedukasi seluruh lapisan masyarakat agar tetap tertib melaksanakan protokol kesehatan. “Tidak dapat dipungkiri, situasi dan kondisi akhir-akhir ini yang cenderung tenang berpotensi mengendornya kewaspadaan masyarakat, sementara virus yang dapat terus bermutasi berada di sekitar kita tanpa kita sadari. Aktifitas yang sudah dilakukan dengan budaya normal baru, sudah seharusnya membuat kita memahami bahwa kita harus menyesuaikan diri dengan situasi yang tidak menentu ini”.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dr. M. Riyatno, M.Kes., yang mengatakan, peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 57 tahun 2021 ini masih dibayangi Pandemi Covid-19 yang belum juga ada tanda-tanda mereda. Namun di Indonesia secara umum boleh dikatakan sudah sangat berkurang kasusnya. “Di Indonesia secara umum boleh dikatakan sudah sangat berkurang kasus covid-19, tapi sayangnya hal sebaliknya terjadi di beberapa negara yang mulai meningkat cukup signifikan. Dan ini menunjukkan bahwa Covid-19 masih ada disekitar kita dan bahkan cenderung makin sulit ditangani akibat mutasi dari virusnya”, ungkapnya.


Riyatno menambahkan, Pemerintah Wonosobo sudah berikhtiar maksimal dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 ini, dari mulai dukungan untuk 3T, sosialisasi prokes, penegakan disiplin bahkan sampai dengan pengenaan sanksi bagi pelanggarnya. Bahkan menurutnya, pengalokasian anggaran yang besar untuk penanganan Covid-19 juga menjadi prioritas Pemerintah Daerah. Dan itu semua bertujuan untuk penyehatan masyarakat.

“Upaya melepaskan diri dari pandemi terus dilakukan, kurang lebih satu setengah tahun segala upaya telah dikerjakan. Dimulai dari tracing, testing, treatmen dan termasuk vaksinasi. Dan upaya itu sudah mrnunjukan hasil dimana masyarakat secara umum sudah membaik, angka kematian kesakitan semakin menurun sehingga kualitas kesehatan sudah menunjukan pemulihan,” ungkapnya.

“Alhamdulillah capaian vaksinasi sampai dengan tanggal 11/11/21 sudah mencapai 50,29%. Sudah melewati target menuju level 2. Tapi saat ini kita masih dilevel 3, kita tunggu penetapan leveling berdasar inmendagri berikutnya. Semoga Wonosobo segera turun ke Level 2. Dan dari data terakhir kasus aktif Covid-19 ada 7”.

Dengan semkin sehatnya masyarakat berarti kegiatan dan aktifitas masyarakat juga sudah mulai pulih. Sehingga pemulihan Ekonomi saat ini harus sudah dimulai. “Mari upayakan agar kita bisa menyehatkan anak negeri, masyarakat semua, sembari berusaha memulihkan ekonomi dan menumbuhkan Indonesia lebih dari kemarin jika dimungkinkan,” ajaknya.


“Kita patut memberikan apresiasi kerja keras dan ikhlas dari semua nakes Wonosobo, hasilnya dapat kita nikmati saat ini. Meskipun ada duka mendalam juga atas gugurnya 7 nakes Wonosobo sepanjang berjuang melawan Covid-19 ini.
Mari hargai apa yang telah dimulai oleh mereka semua. Bidang kesehatan memang tanggungjawab kami insan kesehatan, tapi kami tidak akan bisa berfungsi jika tidak ada dukungan, dan keterlibatan masyarakat untuk patuh pada himbauan, seruan dan larangan pemerintah”.

“Mari bersama sama memulihkan kondisi negeri dengan menyehatkan masyarakat dengan beradaptasi dengan kehidupan berdampingan dengan penyakit disekitar kita. Jaga kesehatan diri jaga kesehatan keluarga jaga kesemalatan warga. Sehat negeriku pulih indonesiaku,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu pula dilakukan penyerahan penghargaan kepada insan kesehatan atas pengorbanan, prestasi, kinerja yang baik terkait bidang kesehatan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat Wonosobo.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Rakor Vicon Penanganan Covid-19 Forkompimda bersama Camat dan Satuan Pendidikan

Pada hari Selasa (9/11/2021) mulai pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Camat dan Satuan Pendidikan melalui video conference. Rapat ini dihadiri oleh Bupati Wonosobo, Kapolres Wonosobo, Kepala Kejaksaan Negeri Wonosobo, Kodim 0707 Wonosobo, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kepala Satpol PP, BPBD, dan Kepala Bagian Kesra di Ruang Command Center, Setda.

Dalam rapat tersebut, jajaran Forkompimda menghimbau masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan meskipun kasusnya mulai menurun, jangan sampai lengah dan mengakibatkan peningkatan kasus. Pelaksanaan PTM saat ini jangan sampai menimbulkan kasus, perlu penegakan protokol kesehatan dari seluruh pihak sekolah.

Untuk antisipasi kasus Covid-19 gelombang ketiga, Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo akan meningkatkan capaian vaksinasi dan melakukan operasi penegakan protokol kesehatan. Saat ini, cakupan vaksinasi Kabupaten Wonosobo berdasarkan dashboard Satu Data sampai dengan tanggal 6 November 2021 untuk dosis 1, SDM Kesehatan sebanyak 3.418, Lansia sebanyak 47.246, Petugas Publik sebanyak 69.084, Masyarakat rentan dan umum sebanyak 171.392, Remaja sebanyak 33.816, Ibu hamil sebanyak 84, dan Disabilitas sebanyak 80.

Mari kita tetap disiplin protokol kesehatan dan segera vaksinasi agar semua terlindungi!

Pemuda Penerus Bangsa Adalah Penentu Arah Langkah Pembangunan Bangsa Dimasa Depan

Para Pemuda Indonesia telah membangun komitmen yang diikrarkan pada tahun 1928 dalam Sumpah Pemuda. Bahwa ‘hanya dengan persatuan kita dapat mewujudkan cita-cita bangsa’. Momen peringatan Hari Sumpah Pemuda ini bagi pemuda menjadi penting, karena ditangan pemudalah diharapkan Indonesia bisa Bangkit dari keterpurukan akibat Pandemi, dan melangkah lebih maju untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi serta dalam menghadapi tantangan pembangunan dimasa mendatang. “Saya sampaikan bahwa pemuda merupakan modal bangsa dalam menghadapi tantangan pembangunan kedepan”. Demikian dikatakan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., selaku Inspektur Upacara pada peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 93 tahun 2021, kamis (28/10/2021) di halaman Pendopo Kabupaten.

Lanjut Bupati, tugas pemuda saat ini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar batas-batas tembok kekinian dunia, memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global, demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik. “Saat ini tangan pemudalah yang akan menentukan, mau dibawa kemana bangsa ini, karena pemuda adalah generasi penerus bangsa yang bisa menjadikan seperti apa bangsa ini nantinya,” ungkap Bupati.


Untuk itulah, karakter generasi muda yang unggul harus dipersiapkan sedini mungkin. Terlebih untuk mewujudkan Generasi Emas 2045, dimana pada masa itu diproyeksikan Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana penduduk Indonesia berusia produktif mencapai 70%. Bonus demografi ini harus dipersiapkan dengan baik, salah satunya melalui pendidikan karakter dan menciptakan lulusan terampil siap kerja.

Mas Afif mengajak pada momentum Hari Sumpah Pemuda ini, harus mampu menjadi perekat persatuan bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi, serta mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kokoh melalui kewirausahaan pemuda.

Persatuan pemuda dimasa sekarang juga menjadi penentu kemajuan bangsa hari ini, dan tetap eksisnya bangsa Indonesia di masa yang akan datang. “Persatuan bangsa Indonesia sejak 93 tahun yang lalu ialah bukti bersatunya pemuda Indonesia, tanpa persatuan pemuda, bangsa Indonesia tidak kita nikmati hari ini,” tegasnya.

Menurut Bupati, berbagai fasilitas yang ada saat ini juga andil dalam mempersatukan pemuda, ada media komunikasi yang tanpa batas, koneksi transportasi dari Sabang sampai Merauke, dan fasilitas lain yang mengindikasikan hilangnya sekat-sekat jarak antar anak bangsa. Namun disisi lain berbagai fasilitas tersebut seringkali menjadi fasilitas destruktif perpecahan anak bangsa, seringkali media digital dijadikan fasilitas berkonflik, menebar kebencian, dan memupuk keretakan. Adanya kemajuan arus informasi, masih terdapat informasi-informasi yang tidak benar dan berpotensi memecah belah bangsa.


Oleh karena itu, Mas Afif mengajak kepada seluruh kaum muda di Kabupaten Wonosobo khususnya agar mampu berlaku bijak dalam menggunakan fasilitas  tersebut. “Kita harus jeli dalam memilah informasi, pastikan kebenaran informasi yang akan dilanjutkan kepada orang lain. Sebagai generasi penerus bangsa, masing-masing dari kita memegang kendali, untuk lebih bijak dalam bermedia dan berinformasi,” ajaknya.

Di akhir sambutanya Bupati secara tegas menyampaikan, upaya bangkit dari keterpurukan akibat pandemi ini tidak akan berdampak maksimal tanpa dukungan semua pihak, khususnya bersatunya niat dan ikhtiar para Pemuda dalam turut serta membangun bangsa ini secara bersama-sama.

Pada kesempatan tersebut dilakukan pemberian bantuan dan penghargaan kepada kaum muda Wonosobo yang berprestasi dalam kancah olahraga Nasional, yang membawa harum nama Kabupaten Wonosobo. Penghargaan tersebut diberikan kepada Adetia Armadani peraih medali emas, dan Rifqi Akbar peraih medali perunggu cabang Muay Thai, serta Barata Yuda peraih perunggu di cabang pencaksilat pada kejuaran PON XX di Papua. Selain itu diserahkan pula bantuan hibah alat Out Bond kepada pemuda Desa Bener Kecamatan Kepil.

Informasi ini juga dapat dilihat di :