Informasi Berkala Bag Kesra

220 PELAJAR IKUTI MTQ TINGKAT KABUPATEN WONOSOBO

MTQ XXIX Tingkat Kabupaten Wonosobo dibuka secara resmi oleh Bupati Afif Nurhidayat, selasa (31/5), bertempat di Pendopo Bupati. Perhelatan kali ini diikuti oleh 220 peserta perwakilan dari Kecamatan masing-masing se-Kabupaten Wonosobo.

Afif menyambut baik kegiatan tahunan ini, dan menyampaikan rasa bangga serta penghargaan kepada penyelenggara, yang telah menunjukkan besarnya komitmen terhadap pembangunan etika moral spiritual dan mendukung Gerakan Revolusi Mental sebagai pondasi dalam membangun karakter masyarakat Wonosobo, khususnya generasi muda, sebagai generasi penerus perjuangan bangsa.  “Selaku pribadi dan atas nama Pemerintah dan masyarakat kami menyambut baik dan merasa bangga atas terselengaranta kegiatan ini, setelah kurang lebih dua tahun tidak ada kegiatan aktifitas spt ini karena pandemi, dan alhamdulillah saat ini isa kita laksanakan lagi”, ungkap Bupati.

Bupati mengucapkan selamat datang kepada seluruh kafilah dari 15 kecamatan, yang telah siap berkompetisi untuk menjadi qori-qoriah, hafidz-hafidzah, khathath, dan cendekiawan terbaik tingkat kabupaten, untuk selanjutnya mewakili Kabupaten Wonosobo, di tingkat yang lebih tinggi lagi. Selain itu Afif juga menyampaikan pesan agar para peserta tetap fokus mengikuti rangkaian lomba dengan niat ibadah untuk mencari barokah. “Saya berpesan, jangan fokus melihat piala, namun fokuslah dengan niatan kita adalah mencari prestasi, lupakan piala tapi niatkan ibadah, jadi jika nanti juara itu semata karena mendapatkan barokah”, tegasnya.

Menurut Afif, Al Quran adalah prinsip dan merupakan satu-satunya kitab suci yang dapat menghantarkan kepada kebahagiaan. Ungkapan tersebut tentu berdasar, dengan melihat sejarah bagaimana Al Quran sebagai kalam Allah SWT, yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW telah berhasil melakukan perubahan-perubahan fundamental terhadap masyarakat Arab jahiliyah pada abad 7, hingga bagaimana para sahabat dengan semangat mempelajari ilmu pengetahuan dari Al Quran dan hadits, telah membawa kepada kejayan Islam dalam membangun peradaban manusia, yang telah melahirkan generasi yang tidak hanya mumpuni dibidang keagamaan, tapi juga melahirkan para ilmuwan di berbagai bidang dengan berbagai temuan teori-teori baru yang menjadi sumbangan besar bagi sejarah peradaban dunia sampai sekarang.

Bupati menambahkan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) sepatutnya mampu menggugah dan menjadi daya tarik serta ruang tersendiri, sekaligus menjadi penyemangat bagi generasi muda untuk mempelajari Al-Qur’an. Lebih dari itu, melalui MTQ dapat dijadikan sebagai ruang dan media dakwah dan syiar keagamaan yang efektif, yang secara nyata telah terbukti mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam memacu percepatan pembangunan di Kabupaten Wonosobo. “Saya harap MTQ ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk memasyarakatkan nilai-nilai Al Quran kepada masyarakat”.

“Ini momentum bagi kita semua, ini menjadi sebuah bahan evaluasi, dikita Wonosobo ini bibit cukup banyak. Ada PR bagi kita, kedepan mari kita ajak para pimpinan ponpes, kalau sudah ada ponpes Tahfitul Quran, fokus kepada anak-anak untuk dididik menjadi penghafal Al Quran. Mungkin diperlukan satu lembaga khusus yang mendidik anak-anak dari kecil, dari playgroup atau TK, untuk diajari Tilawatil Quran”, ajaknya.

Kepala Bagian Kesra Setda, M. Said selaku penyelenggara, mengatakan Peserta MTQ Nasional ke 29 Tingkat Kabupaten Wonosobo adalah perwakilan dari masing–masing Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo yang berjumlah 220 orang peserta. Sementara cabang lomba yang digelar meliputi, Cabang Tartil Anak–anak Putra Putri, Cabang Tilawah Anak-anak Putra Putri, Cabang Tilawah Remaja Putra Putri, Cabang Tilawah Dewasa Putra Putri, Cabang Tahfidz 1 Juz dan Tilawah Putra Putri, Cabang Tahfidz 5 Juz dan Tilawah Putra Putri, Cabang Tahfidz 10 Juz, 20 Juz dan 30 Juz Putra Putri, Cabang Seni Kaligrafi Golongan Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi dan Kontemporer Putra Putri
Cabang Karya Tulis Ilmiyah Al Qur’an Putra Putri.

Lomba yang digelar sehari ini mengambil beberapa tempat sebagai majelis lomba, yakni Pendopo Bupati depan dan belakang, Masjid Agung Jami Wonosobo Lantai 1 dan 2, Aula Arpusda Wonosobo, Sasana Adipura Kencana serta Gedung Wanita.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

220 PELAJAR IKUTI MTQ TINGKAT KABUPATEN WONOSOBO

SERAH TERIMA OBOR VIRTUAL GELAR SENI BUDAYA, PESONAS, DAN PELANTIKAN PENGURUS SOIna KABUPATEN WONOSOBO

Serah terima Obor Virtual dalam rangkaian Pekan Special Olympics Nasional dari Kabupaten Kebumen kepada Kabupaten Wonosobo dilaksanakan hari Kamis (10/3) di Pendopo Bupati Wonosobo.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Lonjakan Kasus Covid 19 Yang Tinggi Jadi Keprihatinan Bersama

Dinamika perkembangan kasus covid-19 sangatlah terasa, terutama saat ini dimana per 22 Februari 2022 kasus aktif di Wonosobo mencapai 1.280 kasus, dengan kenaikan ratusan kasus per hari. “Saya harap hal ini tidak mengecilkan semangat Saudara, karena perjuangan kita belum berakhir, masyarakat masih membutuhkan pertolongan kita untuk bangkit kembali dari situasi yang belum menentu ini,” demikian disampaikan Bupati Wonosobo, dihadapan peserta Apel Satgas Covid 19 Kabupaten Wonosobo. Bertempat di halaman pendopo Bupati, Rabu (23/2).
Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga menyampaikan meski gelombang ketiga telah diprediksi akan terjadi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa lonjakan kasus yang tinggi dalam jangka waktu yang relatif singkat, selalu menjadi keprihatinan bersama. “Untuk itu, pemerintah telah menerbitkan Instruksi Bupati Nomor 0189 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan PPKM Level 3 di Kabupaten Wonosobo, sebagai salah satu langkah pencegahan penularan Covid-19 yang lebih massif,” ungkap Bupati.
Bupati juga menyampaikan, peran Pengawas Protokol Kesehatan beserta segenap anggota POLRI dan TNI disegala jenjang, akan semakin vital dan strategis. Apalagi mengingat semangat masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan semakin mengendor saat ini, untuk itu harus kembali diingatkan dan diberikan sosialisasi, mengenai peraturan terbaru Pemerintah Kabupaten Wonosobo tentang peningkatan level PPKM Wonosobo sekarang, yang naik ke level 3.
“Saya harap pengetatan penerapan protokol kesehatan ini dilakukan secara humanis, serta menerapkan strategi yang dinilai dapat memberikan efek jera bagi pelanggar, namun tidak menimbulkan kerugian yang terlalu luas atau besar,” ungkap Afif.
Penanggulangan penularan Covid-19 bukan hanya tergantung pada peran Pemerintah Daerah, TNI, POLRI, maupun instansi terkait semata. Lebih luas lagi, masyarakat memiliki peran terbesar dalam menghentikan penyebaran dan penularan Covid-19.
“Di manapun Saudara sekalian berada, selalu ingatkan masyarakat untuk mematuhi himbauan pemerintah, serta menerapkan protokol kesehatan secara baik dan benar. Jangan panik, tapi jangan juga abai,” harap Bupati.
Pada apel tersebut juga diserahkan piagam penghargaan kepada tim Satgas Covid 19, yang sejak kemunculan Covid-19 telah berperan aktif serta berkontribusi dalam pencegahan dan penanggulangannya, melalui sinergitas yang tidak mengenal lelah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, hingga memberikan penanganan dan perawatan kepada masyarakat yang terkonfirmasi Covid-19.
“Penghargaan ini sudah sepantasnya diterima oleh Saudara, sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah atas jasa dan pengorbanan Saudara selama ini. Mudah-mudahan kontribusi yang telah Saudara berikan menjadi berkah, mencapai kemanfaatan yang luas, serta dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT. Kedepan, saya mengajak Saudara untuk menguatkan sinergitas lintas sektor, sehingga mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Wonosobo dapat kita putus untuk seterusnya,” pungkas Bupati.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Rakor Vicon Kesiapan Menghadapi Omicron Dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi

Dalam rangka kesiapan menghadapi varian omicron telah dilaksanakan rapat koordinasi  dipimpin Menko Maritim dan Investasi melalui video conference pada hari Selasa (11/01/2022) mulai pukul 18.30 WIB diikuti Gubernur, Pangdam, Kapolda, Bupati/Walikota, Dandim dan Kapolres se-Jawa dan Bali,

Bupati Wonosobo hadir  didampingi  Wakil Bupati, Polres Wonosobo, Kodim 0707 Wonosobo, Sekretaris Daerah, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Satpol PP, Kepala Pelaksana BPBD, dan Bagian Kesra di Ruang Kertonegoro, Setda.

Dalam rapat tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi memberikan arahan perkuat langkah-langkah pencegahan : penegakan protokol kesehatan dengan penegakkan aplikasi peduli lindungi,  penguatan testing, tracing dan isolasi terpusat,  akselerasi vaksinasi, terutama lansia dan anak-anak, mempersiapkan RS, obat-obatan, alat kesehatan dan tenaga kesehatan.  Menindaklanjuti rakor tersebut,  Bupati Wonosobo memerintahkan untuk dilaksanakan rapat  koordinasi melalui zoom meeting diikuti seluruh Kepala Perangkat Daerah, Camat, Kepala Desa dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Wonosobo terkait untuk antisipasi kesiapan menghadapi omicron dan mengingatkan kembali agar disiplin protokol kesehatan. Mari kita bersama-sama untuk tetap disiplin protokol kesehatan dan segera vaksinasi agar semua terlindungi!

Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Pengamanan Malam Tahun Baru 2022 di Wilayah Kabupaten Wonosobo

Pada hari Jumat (31/12/2021) pukul 16.30 WIB, telah dilaksanakan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Tahun Baru 2022 di Gedung Sasana Adipura Kencana. Gelar pasukan pengamanan ini dihadiri oleh Forkompimda dan diikuti TNI, Polri, Satpol PP, Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan, BPBD, dan Dinas Kesehatan. Setelah apel, pasukan dibagi beberapa tim untuk menyebar mengamankan area Kabupaten Wonosobo. Gelar pasukan pengamanan ini sebagai bentuk upaya antisipasi dan pengendalian Covid-19 di malam Tahun Baru agar tidak adanya kerumunan di fasilitas umum. Selain itu, kegiatan ini sebagai upaya penegakan disiplin protokol kesehatan di masyarakat. Mari bersama-sama untuk tetap disiplin protokol kesehatan!

Kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang

Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang pada tanggal 1 Desember 2021 di Ruang Transit, Setda Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan untuk sharing implementasi program kerja yang telah dilaksanakan Bagian Kesejahteraan Rakyat.

Kegiatan kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang ini disambut oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo beserta Kasubag dan Staffnya. Dalam kunjungan ini, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang dan Kabupaten Wonosobo berbagi informasi mengenai program kerja yang berlangsung dan berbagai kebijakan yang telah dibuat Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo. Diskusi ini diikuti para kasubag dan staff Bagian Kesejahteraan Rakyat dari kedua kabupaten.

Sekda Minta Masyarakat Tetap Waspada Dan Tidak Kendor Terapkan Prokes

Sekretaris Daerah Drs. One Andang Wardoyo, M.Si. secara tegas minta kepada seluruh masyarakat Wonosobo untuk tidak kendor dalam penerapan protokol kesehatan, dan menghimbau agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus covid-19.

“Jangan kendorkan pertahanan kita, karena akan sangat menyedihkan jika perjuangan keras kita selama ini rusak akibat kelalaian sesaat akibat ”bosan dengan keadaan”. Tetap terapkan protokol kesehatan secara baik dan benar di manapun kita berada,” demikian ditegaskan Sekda saat bertindak sebagai Irup pada upacara Hari Kesehatan Nasional ke 57 di halaman Pendopo Bupati jumat (22/11/2021).

Disisi lain Sekda menyatakan patut bersyukur karena saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Wonosobo sedang melandai, dan cakupan vaksinasinya juga sudah mendekati target namun masyarakat diminta tetap waspada atas munculnya gelombang ketiga yang berlangsung di belahan dunia lain seperti Amerika dan Eropa. “Kita patut bersyukur bahwa saat ini kasus Covid-19 di Kabupaten Wonosobo sedang melandai, namun demikian, kita harus tetap waspada atas munculnya gelombang ketiga yang berlangsung di belahan dunia lain seperti Amerika dan Eropa”.


Pada momen HKN tersebut, ucapan dan penghargaan disampaikan kepada jajaran insan kesehatan dalam penanganan masalahan kesehatan, terutama dalam upaya penanggulangan pandemi covid-19 di Kabupaten Wonosobo. “Atas nama pribadi, masyarakat, dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, saya menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan kerja ikhlas seluruh insan kesehatan di Kabupaten Wonosobo. Merupakan etos kerja dan ketulusan yang luar biasa, yang ditunjukkan para tenaga kesehatan selama ini dalam bergulat melawan gempuran Pandemi Covid-19 yang sangat massif. Pengabdian Saudara mempertaruhkan waktu, tenaga, pikiran, bahkan nyawa, namun saya berpesan jangan sampai Saudara mengesampingkan kesehatan dan keselamatan diri sendiri,” ucap Sekda.

Selain itu, Sekda menghimbau untuk turut mengedukasi seluruh lapisan masyarakat agar tetap tertib melaksanakan protokol kesehatan. “Tidak dapat dipungkiri, situasi dan kondisi akhir-akhir ini yang cenderung tenang berpotensi mengendornya kewaspadaan masyarakat, sementara virus yang dapat terus bermutasi berada di sekitar kita tanpa kita sadari. Aktifitas yang sudah dilakukan dengan budaya normal baru, sudah seharusnya membuat kita memahami bahwa kita harus menyesuaikan diri dengan situasi yang tidak menentu ini”.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dr. M. Riyatno, M.Kes., yang mengatakan, peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 57 tahun 2021 ini masih dibayangi Pandemi Covid-19 yang belum juga ada tanda-tanda mereda. Namun di Indonesia secara umum boleh dikatakan sudah sangat berkurang kasusnya. “Di Indonesia secara umum boleh dikatakan sudah sangat berkurang kasus covid-19, tapi sayangnya hal sebaliknya terjadi di beberapa negara yang mulai meningkat cukup signifikan. Dan ini menunjukkan bahwa Covid-19 masih ada disekitar kita dan bahkan cenderung makin sulit ditangani akibat mutasi dari virusnya”, ungkapnya.


Riyatno menambahkan, Pemerintah Wonosobo sudah berikhtiar maksimal dalam penanganan dan pengendalian Covid-19 ini, dari mulai dukungan untuk 3T, sosialisasi prokes, penegakan disiplin bahkan sampai dengan pengenaan sanksi bagi pelanggarnya. Bahkan menurutnya, pengalokasian anggaran yang besar untuk penanganan Covid-19 juga menjadi prioritas Pemerintah Daerah. Dan itu semua bertujuan untuk penyehatan masyarakat.

“Upaya melepaskan diri dari pandemi terus dilakukan, kurang lebih satu setengah tahun segala upaya telah dikerjakan. Dimulai dari tracing, testing, treatmen dan termasuk vaksinasi. Dan upaya itu sudah mrnunjukan hasil dimana masyarakat secara umum sudah membaik, angka kematian kesakitan semakin menurun sehingga kualitas kesehatan sudah menunjukan pemulihan,” ungkapnya.

“Alhamdulillah capaian vaksinasi sampai dengan tanggal 11/11/21 sudah mencapai 50,29%. Sudah melewati target menuju level 2. Tapi saat ini kita masih dilevel 3, kita tunggu penetapan leveling berdasar inmendagri berikutnya. Semoga Wonosobo segera turun ke Level 2. Dan dari data terakhir kasus aktif Covid-19 ada 7”.

Dengan semkin sehatnya masyarakat berarti kegiatan dan aktifitas masyarakat juga sudah mulai pulih. Sehingga pemulihan Ekonomi saat ini harus sudah dimulai. “Mari upayakan agar kita bisa menyehatkan anak negeri, masyarakat semua, sembari berusaha memulihkan ekonomi dan menumbuhkan Indonesia lebih dari kemarin jika dimungkinkan,” ajaknya.


“Kita patut memberikan apresiasi kerja keras dan ikhlas dari semua nakes Wonosobo, hasilnya dapat kita nikmati saat ini. Meskipun ada duka mendalam juga atas gugurnya 7 nakes Wonosobo sepanjang berjuang melawan Covid-19 ini.
Mari hargai apa yang telah dimulai oleh mereka semua. Bidang kesehatan memang tanggungjawab kami insan kesehatan, tapi kami tidak akan bisa berfungsi jika tidak ada dukungan, dan keterlibatan masyarakat untuk patuh pada himbauan, seruan dan larangan pemerintah”.

“Mari bersama sama memulihkan kondisi negeri dengan menyehatkan masyarakat dengan beradaptasi dengan kehidupan berdampingan dengan penyakit disekitar kita. Jaga kesehatan diri jaga kesehatan keluarga jaga kesemalatan warga. Sehat negeriku pulih indonesiaku,” pungkasnya.

Pada kesempatan itu pula dilakukan penyerahan penghargaan kepada insan kesehatan atas pengorbanan, prestasi, kinerja yang baik terkait bidang kesehatan serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat Wonosobo.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Rakor Vicon Penanganan Covid-19 Forkompimda bersama Camat dan Satuan Pendidikan

Pada hari Selasa (9/11/2021) mulai pukul 13.00 WIB, telah dilaksanakan rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama Camat dan Satuan Pendidikan melalui video conference. Rapat ini dihadiri oleh Bupati Wonosobo, Kapolres Wonosobo, Kepala Kejaksaan Negeri Wonosobo, Kodim 0707 Wonosobo, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kepala Satpol PP, BPBD, dan Kepala Bagian Kesra di Ruang Command Center, Setda.

Dalam rapat tersebut, jajaran Forkompimda menghimbau masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan meskipun kasusnya mulai menurun, jangan sampai lengah dan mengakibatkan peningkatan kasus. Pelaksanaan PTM saat ini jangan sampai menimbulkan kasus, perlu penegakan protokol kesehatan dari seluruh pihak sekolah.

Untuk antisipasi kasus Covid-19 gelombang ketiga, Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo akan meningkatkan capaian vaksinasi dan melakukan operasi penegakan protokol kesehatan. Saat ini, cakupan vaksinasi Kabupaten Wonosobo berdasarkan dashboard Satu Data sampai dengan tanggal 6 November 2021 untuk dosis 1, SDM Kesehatan sebanyak 3.418, Lansia sebanyak 47.246, Petugas Publik sebanyak 69.084, Masyarakat rentan dan umum sebanyak 171.392, Remaja sebanyak 33.816, Ibu hamil sebanyak 84, dan Disabilitas sebanyak 80.

Mari kita tetap disiplin protokol kesehatan dan segera vaksinasi agar semua terlindungi!