Bagian Prokompim

Melayani, Melayani dan Melayani

ASN sebagai abdi negara dan abdi masyarakat harus bisa melayani apa yang yang menjadi kebutuhan negara dan masyarakat sesuai dengan aturan dan koridor hukum yang ada. Melayani, melayani dan melayani dengan pelayanan terbaik adalah prinsip bagi ASN selaku abdi negara dan abdi masyarakat. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, saat menjadi pembina apel Dinas Penanaman Modal Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Senin (27/9).
Wabup juga menyampaikan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan. “Memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik menjadi prioritas pembangunan saat ini, tanpa mengesampingkan pembangunan fisik. Apalagi saat ini secara finansial kita sangat terbatas, dengan adanya refocusing untuk konsentrasi mengatasi pandemi Covid-19,” jelas Wabup.


Pada kesempatan itu Muhammad Albar atau yang akrab disapa Gus Albar juga menyampaikan bahwa ASN jangan hanya melakukan pekerjaan rutinitas saja, tetapi ASN juga harus mengeluarkan inovasi, ide dan gagasan yang baik. Bagaimana melayani masyarakat secara umum dengan sebaik baiknya.
“Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat karena itu hal utama, lakukan pelayanan kepada masyarakat dengan ramah dan senyum. Dalam memberikan pelayanan kita juga harus mengikuti aturan dan undang undang yang ada serta lakukan pekerjaan dengan hati,” ungkap Gus Albar.
“Apalagi sekarang dengan adanya PP Nomor 94 tahun 2021 tentang Disiplin ASN, dimana aturan aturan itu akan mendorong para ASN untuk bekerja lebih baik lagi. Yang muaranya akan menghasilkan suatu pelayanan pelayanan yang lebih baik lagi kepada masyarakat,” tambah Gus Albar.


Kepada perangkat perangkat daerah yang langsung berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat, Wabup juga menyampaikan agar lebih baik lagi dalam melayani masyarakat, minimalisir keluhan keluhan dari masyarakat dengan memberikan solusi dan pelayanan.
“Kepada organisasi perangkat daerah yang berhubungan langsung dengan masyarakat dalam hal pelayanan seperti DPMPTSP ini, untuk lebih baik lagi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi DPMPTSP dan organisasi perangkat daerah yang berhubungan langsung dengan masyarakat adalah wajah dari pemerintah dalam hal pelayanan. Ketika pelayanannya buruk maka buruklah wajah pemerintah dan ketika pelayanannya baik maka baiklah wajah pemerintah,” pungkas Gus Albar.

Wakil Bupati Minta PAI Terus Meningkatkan Pembudidayaan Dan Pengembangan Spesies Anggrek Yang Ada Di Wonosobo

Penggemar anggrek tidak pernah berkurang sejak dahulu kala hingga saat ini dan potensi ekonomi yang menjanjikan  menjadi alasan anggrek sebagai komoditas pilihan, sehingga budidayanya terus dikembangkan. Wakil Bupati Drs. Muhammad Albar, M.M., minta agar Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI),  khususnya DPC Wonosobo, untuk meningkatkan perannya dalam pembudidayaan dan pengembangan spesies anggrek yang ada di Wonosobo. Peluang besar yang telah terbuka baik dikancah nasional maupun internasional, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Disamping untuk memperkenalkan spesies anggrek dari Wonosobo yang tidak kalah berkualitas dari spesies luar, manfaatkanlah peluang yang ada agar dapat membangkitkan kembali perekonomian masyarakat yang sempat terpuruk. Demikian dikatakan Gus Albar saat pengukuhan pengurus DPC PAI Wonosobo senin, (27/9/2021) di pendopo Bupati.

“Saya minta agar Perkumpunlan Anggrek Indonesia (PAI) khususnya DPC Wonosobo, untuk meningkatkan perannya dalam pembudidayaan dan pengembangan spesies anggrek yang ada di Wonosobo”.

Gus Albar menyampaikan, Wonosobo memang indah, semua bunga bisa tumbuh di wilayah yang memilik udara sejuk ini, termasuk anggrek. Namun menurutnya, spot-spot bunga khususnya anggrek harus terus diperhatikan. Masih perlu sentuhan dan perlakuan lebih lagi. Sehingga sebutan sebagai kota bunga tetap bisa terjaga perwujudanya. “Wonosobo memang indah dan sejuk, semua bunga bisa tumbuh disini termasuk anggrek, namun banyak spot bunga dan anggrek yang terabaikan sehingga perlu sentuhan dan perlakuan yang lebih, oleh karenanya kami nitip mari kita berikan perhatian bersama, agar sebutan sebagai kota bunga bisa terjaga perwujudanya,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut hadir juga perwakilan Pengurus PAI Pusat, Ennie Satoto untuk melantik pengurus DPC PAI Wonosobo, ia mengutarakan kebanggaanya melihat dan merasakan kesejukan alam di Wonosobo dengan berbagai ke-khas-an yang ada, baik budaya, kuliner, wisata dan tentunya keberadaan berbagai tanaman bunga dan anggrek.

“Kota ini sejuk dan bersih, dengan berbagai sesuatu yang khas di Wonosobo, ya budaya, destinasi wisata dan kuliner memang luar biasa,” ungkapnya.

Tetkait anggrek Enni melihat Wonosobo memiliki potensi besar, karena di dukung dari faktor alam yang sejuk dan iklim yang cocok untuk budidaya tanaman ini, dan juga masyarakat pecinta anggrek di kota Asri ini yang menurutnya cukup punya minat yang tinggi.  “Di sini luar biasa, produksi anggreknya memang sudah ada, pelaku usahanya sudah ada, masyarakat pecinta dan minatnya terhadap anggrek sangat luar  biasa tinggi,” katanya.

Sehingga ia berharap dengan adanya destinasi wisata yang ada di Wonosobo, dan banyaknya wisatawan yang datang akan membawa dampak baik. Upaya pelestarian anggrek nantinya bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang datang dan menjadi nilai tawar tersendiri yang akan mendongkrak perekonomian dari sektor ini.

Sementara itu Ketua Harian DPC Wonosobo Nur Kharisah Prasetyaningsih  mengatakan, PAI Wonosobo akan berpartisipasi dalam event Papua Orchid Show bulan Oktober nanti, sehingga sebagai Ketua harian ia merasa ada kebanggan tersendiri sebagi sebuah tugas mulia yang harus dipikul, karena membawa nama Wonosobo di kancah Naaional.

Terkait hal itu Wakil Bipati menyampaikan dukungannya.  “Semoga sukses dan berjaya. Mudah-mudahan dengan melebarkan sayap dalam event-event nasional seperti ini dapat membuka wawasan terkait budidaya anggrek di Wonosobo, serta dapat diterapkan pada skala lokal,” pungkasnya.

Pada pengukuhan tersebut, Dyah Retno Sulistyowati, S.STP. yang juga merupakan isteri Bupati terpilih menjadi ketua 1 DPC PAI Kabupaten Wonosobo. “Kami akan berupaya untuk terus membangkitkan minat dan kecintaan terhadap anggrek. Dengan memanfaatkan potensi yang ada, baik alam maupun sumberdaya manusianya, dalam rangka mendukung kemajuan pariwisata Di Kabupaten Wonosobo, sehingga endingnya bisa meningkatkan taraf ekonomi, khususnya para pecinta anggrek dan masyarakat pada umumnya,” tegasnya.

51 Ribu Sertifikat Program PTSL Siap Dibagikan

Sekitar 51 Ribu sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021 Kabupaten Wonosobo siap untuk dibagikan kepada masyarakat. Dimana pembagiannya akan dilaksanakan sesuai kebijakan pemerintah pusat, bahwa pembagiannya akan dibersamakan momentum penyerahan sertfikat oleh Presiden RI. Demikian disampaikan Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Wonosobo, Siyamto, A.Ptnh. M.Si, usai upacara peringatan Hari Agraria Dan Tata Ruang (HANTARU) tahun 2021. Bertempat di halaman kantor ATR/BPN Kabupaten Wonosobo, Jum’at (24/9).


Pada kesempatan itu Siyamto juga menyampaikan bahwa program dari BPN yang telah dilaksanakan yang paling utama adalah PTSL, dimana program ini telah dilaksanakan sejak 2017 sampai saat ini, dengan target yang terus ditingkatkan tahun demi tahun.
“Untuk Kabupaten Wonosobo sendiri di tahun 2021 ini ditargetkan sebanyak 51 ribu lebih, dan alhamdulillah sudah terselesaikan, sertifikatnya sudah ada dan siap untuk dibagikan. Untuk tahun 2022 Wonosobo targetnya 63 ribu bidang tanah,” jelas Siyamto.
Artinya program PTSL ini sangat bermanfaat dan sangat membantu masyarakat. “ Karena program ini didanai dari APBN, sehingga masyarakat tidak dibebani biaya untuk pertanahan, seperti pendaftaran, pengukuran dan sebagainya di kantor pertanahan,” ungkap Siyamto.


Dengan adanya PTSL ini tentu saja seluruh bidang tanah dalam satu desa terdaftarkan tanpa terkecuali. Dan dengan PTSL ini manfaatnya jelas bagi masyarakat. “ Manfaatnya jelas bagi masyarakat, dengan adanya sertifikat, kepastian hukumnya jelas, batas bidang tanahnya juga jelas dengan adanya pemasangan patok tanda batas serta potensi sengketanya jadi berkurang. Sementara bagi pemerintah kabupaten Wonosobo, dengan rencana dari Bupati untuk menyusun Rencana Detail tata Ruang (RDRT), suporting database pertanahan yang berupa parsel bidang, parselbase atau mapping itu sangat bermanfaat dengan adanya PTSL. Seluruh bidang tanah akan terpetakan dan hasil pemetaannya bisa digunakan oleh Pemkab dalam menyusun RDRT,” tambah Kakan ATR/BPN.
Terkait pelayanan elektronik di bidang pertanahan Siyamto juga menyampaikan bahwa saat ini sedang digelorakan di seluruh Indonesia. Dan pada tahun ini untuk sertikat elektronik itu sedang masuk dalam tahap langkah langkah uji sampling atau uji cobanya sertifikat elektronik. Namun untuk pelayanan secara elektronik atau online, hampir di seluruh kantor BPN sudah melaksanakannya termasuk Wonosobo. seperti Hak tanggungan, Roya, Ceking Sertifikat dan Surat keterangan pendaftaran tanah, masyarakat sudah tidak perlu datang ke kantor, semua sudah dilayani secara online.
“Kantor ATR/BPN mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Pemkab Wonosobo yang terus mendorong desa untuk melaksanakan pra sertifikasi dan melakukan sosialisasi terkait pentingnya sertifikat tanah, betapa pentingnya pendaftaran tanah dan betapa pentingnya pemetaan bidang tanah, sehingga antusiasme warga untuk mensertifikasikan tanahnya cukup tinggi,” pungkas Siyamto.
Sementara pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, ketika menjadi pembina Upacara Hari Agraria dan tata Ruang tahun 2021, yang dihadiri pula jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Karyawan-Karyawati Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Wonosobo. “Semoga Peringatan Hari Agraria Dan Tata Ruang Tahun 2021, serta program-program pertanahan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati.


Bupati ketika membacakan sambutan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Pada Peringatan Hari Agraria Dan Tata Ruang tahun 2021 menyampikan bahwa dalam rangka memerangi Kejahatan Pertanahan, atau yang kita kenal dengan Mafia Tanah, yang semakin meresahkan masyarakat, Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), untuk bersama-sama mengurangi dan memberantas Mafia Tanah sampai ke akarnya. Beberapa kasus besar sudah diungkap, ada yang sudah divonis dan ada juga yang sedang dalam proses hukum. “Bagi pegawai Kementerian ATR/BPN, baik ASN ataupun PPNPN, jangan sekali-kali menjadi bagian dari Mafia Tanah. Saya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas, bahkan memecat oknum yang terbukti terlibat,” ungkap Bupati ketika membacakan sambutan Menteri ATR/BPN RI.
Dalam rangka percepatan PTSL, Menteri mengajak Gubernur dan Bupati/Wali Kota untuk menyukseskan program ini, dengan membantu masyarakat yang kurang mampu melalui penyediaan anggaran Pra-PTSL, serta membantu meringankan beban masyarakat dengan pengurangan atau bahkan penghapusan BPHTB, sehingga target tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia terdaftar dapat dicapai.
Pada upacara Hari Agraria dan Tata Ruang tahun 2021 kabupaten Wonosobo, Bupati, Dandim 0707, dan Kapolres Wonosobo juga menyematkan Pin dan penghargaan Satya lencana karya satya kepada karyawan dan karyawati kantor ATR/BPN Kabupaten Wonosobo atas pengabdiannya.

Ratusan Sambungan Air Bersih, Sanitasi Dan Sertifikat PTSL Diserahkan Kepada Warga Desa Kayugiyang

Bupati bersama Wakil Bupati Wonosobo hari ini meresmikan program DAK Air Minum dan Sanitasi serta menyerahkan sertifikat Pendaftaran Tanah Systematis Lengkap (PTSL) kepada warga masyarakat Desa Kayugiyang Kecamatan Garung, Kamis (23/9/2021).

Program DAK Air Minum merupakan program Pemerintah yang didanai oleh APBN dengan tujuan meningkatkan cakupan pelayanan akses air minum, serta  tersedianya SPAM (Sistem Penyediaan Air Minum) yang berkualitas, berkelanjutan dan berwawasan lingkungan sesuai dengan kebutuhan mayarakat.

Program DAK Air minum Pemkab Wonosobo, melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPU PR), yang menyasar desa Kayugiyang menyalurkan 150 sambungan rumah (SR) air minum. Dimana program ini untuk mengcover warga masyarakat yang belum terjangkau oleh saluran PDAM. Dengan memanfaatkan sumber mata air yang ada, dan dikelola mandiri oleh penduduk setempat.


Menurut keterangan ketua Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) Penuh Semangat, Miharto, mengatakan bahwa di desa Kayugiyang memang  banyak warga yang mengalami kesulitan terkait kecukupan air bersih, atau air minum. Ada dua dusun yang belum terjangkau oleh saluran PDAM, yakni dusun Kayugiyang dan dusun Banaran, sehingga dengan program DAK Air Minum ini, masyarakat sangat terbantu, walaupun belum semua warga bisa menikmatinya. Di dusun Kayugiyang 150 saluran rumah (SR) air bersih. Sementara untuk dusun Banaran sendiri baru 55 SR, dari total sebanyak 400 KK. Namun pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin dengan memanfaatkan sumber mata air Si Wuru yang ada di desanya.

“Memang di desa kami tidak tercukupi terkait kebutuhan air minum, di desa kayugiyang hanya dua dusun yang sudah masuk dalam wilayah PDAM, sementara dua lainya belum, sehingga dengan DAK ini sangat membantu, walaupun belum semua terjangkau, dusun Kayugiyang 150 SR, Banaran baru 55 SR, padahal ada 400 KK, namun kami akan berupaya maksimal bagaimana caranya melanjutkan memikirkan warga Banaran dengan memanfaatkan sumber mata air Si Wuru,” ungkap Miharto.

Untuk sanitasi sendiri menurut informasi yang diperolah dari pendamping Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) Agustin, pelaksanaan program, dilakukan dengan membuat septictank komunal dan individu, untuk yang komunal ada 5 titik yang ada di dusun Banaran, dan pertitik dipakai bagi 10 SR. Semntara yang individu ada 8 SR di dusun Kayugiang. “Untuk program sanitasi kita ada septictank komunal dan individu, untuk komunal kita ada 5 titik di Dusun Banaran, pertitik untuk10 SR, sedangkan untuk individu kita ada 8 SR,” terang Agustin.

Sementara itu, sebanyak 500 lembar sertifikat tanah warga desa Kayugiyang Kecamatan Garung hari ini diserahkan. Secara simbolis Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., disaksikan penduduk setempat.


Selaras dengan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag menyampaikan “Kepemilikan sertifikat tanah ini sangat penting sebagai dasar atas hak milik kepemilikan bidang tanah, disamping itu juga akan berdampak pada peningkatan nilai ekonomi bidang tanah, namun saya berpesan kepada masyarakat Desa Kayugiyang, jangan sampai setelah mendapatkan sertifikat tanah nanti langsung dijadikan agunan kredit di perbankan, apalagi untuk kebutuhan komsumtif, tapi untuk mendukung usaha pertanian, perdagangan dan usaha lainnya, itupun saya harapkan tetap memperhatikan kemampuan untuk membayar cicilan, dengan begitu tidak akan menganggu serta membebani usaha yang sudah dilakukan, membiayai kebutuhan pokok sehari-hari ataupun membiayai anak sekolah”.

“Sekali lagi saya tegaskan disini, bahwa dengan adanya sertifikat tanah ini akan meningkatkan taraf ekonomi dan masyarakat Desa Kayugiyang, yang 10 tahun atau 20 tahun lalu berstatus desa IDT (Inpres Desa Tertinggal), saya lihat mulai beranjak menjadi desa berkembang, tentu upaya itu harus kita tingkatkan dengan komitmen dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, mari kita gali potensi SDM dan SDA yang ada di Desa Kayugiyang untuk sebesar-besarnya kemaslahatan umat,” pungkas Bupati.

Menurut Kepala BPN Wonosobo, Siyamto, A.Ptnh., M.Si., menuturkan untuk wilayah desa Kayugiyang mendapatkan fasilitas pembuatan sertifikat dengan jumlah sebanyak 1450 lembar, dan secara bertahap sudah terselesaikan. Termasuk diserahkan hari ini sebanyak 500 lembar.

“Program PTSL desa Kayugiyang sebanyak 1450 lembar, dan hari ini kita serahkan 500 lembar dan secara simbolis diserahkan oleh Bupati,” tuturnya.

Pemulihan Ekonomi Terus Digeliatkan

Pandemi global covid-19 ini sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat khususnya Wonosobo. Oleh karena itu masyarakat tidak boleh  terkungkung dengan kondisi seperti saat ini, namun harus beradaptasi dengan kondisi yang ada dan bersama-sama untuk bangkit. “Kita tidak boleh diam begitu saja, dengan covid-19 ini, kita bersama-sama beradaptasi yang baik untuk bangkit, baik dari sektor ekonomi dan lain sebagainya yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” demikian di tegaskan Wakil Bupati Drs H. Muhammad Albar, M.M., saat Penutupan Pelatihan Tata Boga pembuatan makanan ringan di RW 07 Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, rabu, (22/9/2021).

Gus Albar berharap pelatihan ini dapat meningkatkan taraf perekonomian keluarga, dalam upaya pemulihan ekonomi dimasa pandemi ini. Karena menurutnya masyarakat desa Tieng khususnya harus melakukan inovasi dan kreasi, agar tidak hanya mengandalkan dari satu sektor yakni pertanian saja yang mana saat ini harga dipasaran yang masih labil. Lebih lanjut Albar mengatakan kaum perempuan desa harus mampu mengeluarkan potensi yang dimilikinya yang selama ini belum tereksplor.


“Inilah media untuk mengeluarkan potensi kreasi inovasi para kaum perempuan desa yang selama ini belum dieksplor, ekonomi yang selama ini cuma mengandalkan sektor pertanian kentang, tembakau, dan sayuran yang riskan karena harga pasaran sangat dinamis, kedepan diharapkan ada pemasukan lain selain sektor tersebut,” ungkap Albar.


Selain itu dengan pelatihan ini diharapkan bisa menjadi sarana untuk mendapatkan ilmu, bagaimana melihat peluang yang ada di pasar. Sehingga bisa memanfaatkan potensi yang ada untuk menciptakan produk yang lebih inovatif dan variatif, yang sedang populer dan sedang diminati dipasaran saat ini. Agar mampu mengisi celah, bagaimana menempatkan produknya sehingga dapat lebih menarik. Dengan harapan produk yang dihasilkan nantinya bisa dikenal dan bisa bersaing di pasar yang lebih luas lagi.

“Dengan pelatihan ini, masyarakat desa bisa belajar sehingga mengeluarkan produk-produk inovatif dan vareatif yang dapat bersaing di pasaran makanan ringan kejajar bahkan di sekitar Wonosobo, dan harapanya lebih luas lagi,” tegasnya

“Pemerintah desa saya harapkan untuk turun tangan memfasilitasi kreativitas dan inovasi masyarakat, terutama memaksimalkan potensi lokal yang ada menjadi hasil setengah jadi atau jadi, baik dari penyiapan bahan baku, proses produksi maupun sampai pemasarannya, termasuk didalamnya pelatihan digital, e-marketing-nya maupun melalui Sosial Media,” pungkasnya.

Petani Yang Handal, Petani Yang Mau Belajar

Di era globalisasi seperti sekarang ini, untuk bisa menjadi petani yang handal ya petani yang mau belajar. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, pada pembukaan Bimbingan Teknis bagi petani, tentang pemupukan berimbang untuk menuju pertanian sehat dan berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Komisi IV DPR RI bekerjasama dengan Balai Penelitian Tanah Balitbangtan Kementan RI dan Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo. bertempat di Hotel Kresna,Rabu (22/9).
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Wonosobo merupakan daerah agraris, dimana sektor pertanian menjadi sumber penghidupan bagi sebagian besar masyarakat Wonosobo. tetapi di era sekarang dimana kondisi alam yang telah berubah, apalagi di era globalisasi ini petani juga dituntut harus terus belajar bagaimana bertani yang baik dan benar, sehingga akan menghasilkan produk produk pertanian yang baik dan berkualitas.
Terkait untuk peningkatan hasil pertanian yang baik, Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah mendorong Dinas pertanian untuk melakukan telaah dan penelitian berkaitan dengan kondisi struktur tanah yang ada di Kabupaten Wonosobo yang digunakan untuk areal pertanian.


“Saya ingin kedepan kita punya produk unggulan di masing masing desa, one village one product, kalau itu tidak memungkinkan ya satu wilayah satu produk. Ini tentunya tidak bisa kita hanya melihat pola pola pertanian yang tradisional, kita harus terus melakukan penelitian tentang pertanian dan struktur tanah yang ada di masing masing wilayah di Wonosobo,” terang Bupati.
“Setelah dilakukan penelitian bagaimana kondisi tanah tiap tiap wilayah maka kita bisa menentukan tanaman apa yang akan ditanam dan cocok di wilayah tersebut. Karena tiap wilayah mempunyai kondisi tanah yang berbeda beda. Misal Leksono berbeda dengan Kejajar, sehingga tanaman yang akan di tanam juga berbeda pula,” jelas Afif.
Memang dalam pertanian setiap wilayah mempunyai tradisi yang berbeda beda dan tingkat kesulitan yang berbeda beda pula. “Seperti tradisi kita terkait pertanian, menanam itu hal yang mudah, tetapi merawat itu yang kurang telaten, seperti yang disampaikan Balitbang bahwa pola pemupukan teratur dan berimbang ini yang agak susah. Semoga dengan kegiatan hari ini para petani bisa memperoleh ilmu. Jadi kalau menanam pohon apapun ya harus dirawat, ya harus dipupuk dan dialiri air. Sehingga pada akhirnya nanti akan menghasilkan produk produk yang bisa memberikan keuntungan bagi petani itu sendiri maupun masyarakat,” tambah Bupati.
“Semoga dengan bintek ini, mudah mudahan bertmbuh kembang para petani di seluruh Wonosobo. petani yang handal, yang berkualitas dengan pola cocok tanam yang baik, serta petani yang berkelanjutan,” pungkas Afif Nurhidayat.
Sementara pada kesempatan itu Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Ervina, SE, MBA, juga menyampaikan bahwa Bimtek pertanian yang dilaksanakan merupakan salah satu strategi program aksi dukungan Pemerintah bersama Komisi IV kepada masyarakat di sektor Pertanian dalam upaya “Membangun Indonesia Tangguh melalui pembangunan pertanian”. Pemerintah juga terus menerus memberikan dukungan program bantuan yang langsung menyentuh dan berpihak kepada petani, mulai dari sisi hulu, pendampingan budidaya hingga pasca panen. “Semua program ini diberikan sebagai modal awal dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan di negeri kita,” ungkap Vita Ervina.


Fokus Bimtek ini adalah tentang sistem Budidaya pertanian yang berkelanjutan terkait dengan teknologi pemupukan berimbang dan pembuatan pupuk organik dengan teknologi pengomposan. “Kalau berbicara pupuk, pastinya pikiran kita langsung tertuju pada masalah carut marut pendistribusian pupuk bersubsidi. Masalah yang rasa-rasanya klasik (tanpa solusi) yang dihadapi oleh teman-teman petani. Saat ini, kami di Komisi IV DPR RI sedang bekerja berusaha mengurai dan membenahi tata kelola subsidi pupuk, dengan membentuk Panja Pupuk Bersubsidi dan kartu tani. Kita ketahui bersama pemberian pupuk bersubsidi sampai saat ini masih belum menghasilkan titik temu yang mampu memenuhi kebutuhan petani dan tepat sasaran. Minimnya anggaran hanya mampu memenuhi 37,19% kebutuhan alokasi, serta disparitas harga yang sangat tinggi antara pupuk bersubsidi dan non subsidi mengakibatkan berbagai permasalahan yang terjadi,” jelas Vita
“Selain itu ada beberapa hal yang mempengaruhi terkait pertanian dan pupuk seperti Ketidakvalidan data E-RDKK untuk pupuk bersubsidi, tingginya dosis pemakaian pupuk urea yang dapat merusak kelestarian lahan dan lingkungan hingga rumitnya penebusan pupuk bersubsidi, dan masih banyak hal lainnya yang mempengaruhi,” pungkas Vita Ervina.
Peserta yang hadir pada Bimtek adalah perwakilan Kelompok Tani penerima aspirasi saya di Kabupaten Wonosobo untuk T.A. 2021 yaitu penerima bantuan alsintan sejumlah 17 kelompok, penerima Program UPPO sejumlah 4 kelompok, penerima Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) sejumlah 14 kelompok, penerima Kawasan kopi robusta 4 kelompok, penyuluh pertanian kecamatan se-Kabupaten Wonosobo.

Bupati Mengharapkan Jemput Bola Vaksinasi Digencarkan

Dalam rangka untuk membangun herd immunity Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S. Ag., mengharapkan Camat Sukoharjo bersama Tenaga Kesehatan, TNI, POLRI, Kepala Desa, Tokoh Agama dan Masyarakat untuk mendukung percepatan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dengan jemput bola ke desa. Upaya itu diharapkan mempercepat capaian sasaran vaksinasi bagi masyarakat, terutama yang rentan seperti, lansia, ODGJ  dan penyandang disabilitas.

Bupati Wonosobo menuturkan upaya percepatan vaksin melalui jemput bola, terutama untuk masyarakat rentan bukan hanya dalam rangka membangun herd immunity, namun lebih dari itu, sebagai langkah agar target 60 persen vaksin pada Bulan Desember 2021, dapat terpenuhi, terlebih status PPKM (Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 42 Tahun 2021, tentang Status PPKM Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virues Diseas 19 di Jawa dan Bali) Kabupaten Wonosobo awalnya masuk Level 4 yang kemudian turun di Level 3, bahkan sampai Level 2 namun naik lagi ke Level 3 karena cakupan vaksin yang masih rendah”, tutur Bupati pada saat kegiatan Sambang Desa di Desa Sempol, Kecamatan Sukoharjo (22/09/2021).


“Ini adalah satu bentuk kepedulian juga pelayanan yang terbaik yang harus kita lakukan kepada masyarakat rentan”, katanya.

Upaya jemput bola dari desa ke desa oleh tim vaksinator dari Puskesmas tersebut dinilai sangat efektif. Masyarakat yang belum divaksin bisa langsung didatangi, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
“Dengan vaksinasi keliling ini, kami harapkan vaksin bisa cepat mencapai target, karena dengan datang ke desa, selain terjalin kerja sama dengan lintas sektor terkait, juga lebih mendekat ke masyarakat, sehingga kelompok rentan tidak harus datang ke Puskesmas, melainkan petugas yang mendatangi mereka,” jelasnya.

“Kami berharap kesadaran masyarakat untuk vaksin, khususnya masyarakat yang tinggal di pedesaan bisa terus meningkat, untuk itu saya berharap Tokoh Agama untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat kalau vaksin halal, jangan sampai masih ada masyarakat yang tidak mau vaksin, karena ada isu vaksin haram,” pungkasnya.

Penerima PTSL dan Bansos Dianjurkan Sudah Vaksin

Dalam upaya penanganan, pencegahan dan meningkatkan herd immunity (kekebalan kelompok) di masa pandemi covid-19, berbagai cara dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, salah satunya dengan terus menggenjot perluasan cakupan vaksinasi. Bahkan dalam upaya memutus rantai penyebaran covid-19 dan menciptakan herd immunity, Bupati berharap dalam pemberian bansos dan penyerahan PTSL nanti, para penerima diharapkan sudah melakukan vaksin. Dimana dalam waktu dekat ini Pemerintah Kabupaten Wonosobo bekerjasama dengan BPN akan menyerahkan lima ribu lebih sertifikat PTSL tahun 2020.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., menegaskan bahwa beberapa waktu lalu, tepatnya pada awal bulan September tahun ini Kabupaten Wonosobo dalam mapping peta penyebaran covid-19 masuk dalam zona orange dan turun dari level 4 ke 3 hingga turun lagi ke PPKM level 2. Kenapa demikian, dikatakan Bupati karena cakupan vaksinasi yang belum sesuai target, dan lambatnya input data juga andil dan menghambat angka cakupan vaksinasi, sehingga saat ini naik lagi ke level 3. Demikian disampaikan saat lakukan sambang desa di Desa Gunung Tugel Kecamatan Sukoharjo, rabu (22/9/2021).


“Saat ini kita masih dihadapkan pada situasi dan permasalahan yang berat, yaitu covid-19 yang sampai hari ini belum mereda, saya minta pada Camat, Lurah, Kades, perangkat desa dan elemen masyarakat yang ada, pertama, agar saling mengajak dan menyadarkan warga masyarakat akan pentingnya prokes, yang kedua, agar masyarakat ikut mensukseskan peogram vaksinasi. Karena apa, kita butuh kuat kita butuh sehat, dan  beberapa waktu lalu sudah masuk level 3 dan turun ke level 2, namun karena cakupan vaksinasi belum terpenuhi, sehingga kita naik lagi ke level 3, selain itu input data yang lambat juga ikut andil menghambat angka cakupan vaksinasi,” ungkap Afif.

Melihat hal itu Bupati menegaskan Pemkab akan terus menggencarkan dan meningkatkan perluasan cakupan vaksinasi di Kabupaten Asri ini. Sembari mengajak kepada seluruh warga masyarakat agar berpartisipasi dalam upaya ini, dengan mengikuti vaksinasi, karena menurut Afif, tanpa dibarengi adanya andil dan kerjasama dari semua elemen masyarakat yang ada, mustahil hal ini akan terwujud. Dimana target vaksinasinya adalah 60% dari seluruh penduduk Kabupaten Wonosobo. Dan saat ini sudah mendekati angka 30%.


“Sukseskan program vaksinasi ini, saya ingin vaksinasi terus digenjot, agar cakupan segera sesuai target. Dimana target vaksinasinya adalah 60% dari seluruh penduduk Kabupaten Wonosobo. Dan saat ini sudah mendekati angka 30%. Saya minta jangan sampai ada vaksin yang ngendong di puskesmas. Sehingga jika vakasinasi sudah terpenuhi, maka harapaan kita semua, tatanan kehidupan normal segera bisa dilaksanakan kembali seperti semula seperti saat sebelum datangnya pandemi,” tegas Bupati.

Secara tegas Bupati meminta Kepada Camat, sebagai pemangku wilayah, untuk terus menjalin sinergitas dengan berkoordinasi dan kerjasama dengan TNI POLRI dan semua elemen masyarakat dalam mewujudkan upaya tersebut. Sehingga diharapkan dengan adanya kolaborasi diwilayah mampu membantu terpenuhinya target perluasan cakupan vaksinasi. Dengan harapan tatanan yang ada segera bisa berjalan secara normal seperti sebelum datangnya pandemi.

Bupati Ambil Sumpah 327 PNS Di Lingkungan Pemkab Wonosobo

Bupati Wonosobo mengambil Sumpah/Janji 327 Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Bertempat di halaman Pendopo Bupati, Senin (20/9). Untuk memenuhi Peraturan Pemerintah Nomer 11 Tahun 2017, bahwa setiap Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus diambil sumpahnya.
Pengambilan sumpah/janji 327 PNS, dibagi menjadi dua sesi, untuk menjaga protokol kesehatan. Sesi pertama sebanyak 163 PNS dan sesi kedua sebanyak 164 PNS.
Usai mengambil sumpah/janji PNS, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, menyampaikan bahwa momentum ini tentu menjadi kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri bagi para PNS yang dilantik, karena bersamaan dengan diangkatnya dan disumpahnya sebagai Pegawai Negeri Sipil akan berdampak selaras juga pada peningkatan kesejahteraan, kepegawaian maupun karir. Namun demikian selaras dengan itu, Pegawai Negeri Sipil dituntut untuk mampu melaksanakan amanah sebagai aparatur negara, aparatur pemerintahan dan abdi masyarakat. Dimana itu merupakan sebuah kondisi yang tentu saja memberikan konsekuensi logis bagi Pegawai Negeri Sipil untuk terus meningkatkan kedisiplinan dalam budaya kerja sebagai salah satu bentuk kewajiban, sekaligus melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021, Tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.


“Saya harap Pegawai Negeri Sipil mampu untuk menerjemahkan dan melaksanakan aksi riil Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, yang mengubah paradigma reformasi birokrasi berorientasi pada kinerja yang professional, komitmen pada kepentingan rakyat serta akuntabilitas sesuai pada tuntutan zaman,” jelas Bupati.
“Kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo, khususnya yang baru diambil sumpahnya menjadi Pegawai Negeri Sipil, untuk dapat menjalankan fungsi dan perannya secara profesional, bertanggung jawab, serta dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas kinerja yang nantinya akan berimplikasi positif dan langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat, baik dalam hal sikap, administrasi yang rapi, cepat, dan tepat, serta mekanisme komunikasi yang jelas dan mudah dipahami, menjadi suatu keharusan di tengah kehidupan masyarakat yang sangat dinamis saat ini,” tambah Afif.


Selain itu Bupati juga menyampaikan kepada Pegawai Negeri Sipil yang baru saja diangkat dan disumpah, untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri, etos kerja yang produktif, terampil dan kreatif, serta tidak ada lagi suara-suara miring terkait kinerja Pegawai Negeri Sipil yang menurun justru saat sudah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil. Atau penilaian secara umum terhadap kinerja Pegawai Negeri Sipil yang lamban dan kurang profesional. “Saya juga minta agar Pegawai Negeri Sipil dapat menjaga citra positifnya dan jangan melakukan hal-hal yang menyimpang dan keluar dari koridor yang ada,” tegas Afif.
“Saya minta kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil di Kabupaten Wonosobo, agar selalu belajar, mau berbenah diri dan senantiasa mengasah diri, untuk dapat melaksanakan tugas pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan sebagaimana mestinya sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan memegang prinsip tepat waktu, tepat administrasi, dan tepat mutu. Dan jangan lupa untuk selalu mengingat Tuhan di dalam seluruh aktifitas kita, agar semua dapat berjalan dengan baik dan lancar serta dijauhkan dari hal-hal tercela,” pungkas Bupati.