Bagian Prokompim

Sektor Pertanian Sangat Penting Di Tengah Masyarakat Agraris

Masyarakat kita adalah masyarakat agraris, oleh karena itu sektor pertanian menjadi sangat penting. Dan kantor ini menjadi tumpuan besar masyarakat, karena kita memiliki potensi besar di bidang pertanian. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, saat menjadi pembina Apel di Kantor Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo, Senin (21/6).


Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah juga harus bisa membaca kondisi di lapangan terhadap sektor pertanian. “Seperti kondisi di lapangan saat ini masyarakat sedang ramai budidaya porang dan talas beneng. Oleh karena itu kita harus hadir untuk memberikan edukasi kepada para petani. Dari sisi apa, ya dari sisi kaca mata ilmiahnya, maksimalkan litbangnya, sehingga petani kita tidak menjadi petani musiman,” jelas Afif Nurhidayat.


Selain potensi pertanian, Wonosobo juga mempunyai potensi di bidang perikanan yang juga menjanjikan. Sudah banyak masyarakat kita yang memanfaatkan halaman rumahnya untuk budidaya ikan lele maupun nila, bahkan sekarang banyak juga yang budidaya ikan koi yang juga sangat berpotensi. Disini pemerintah juga harus hadir membersamai mereka, karena rasio kecukupan ikan di Kabupaten Wonosobo sebenarnya masih mengandalkan dari wilayah wilayah lain, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan dan hari besar lainnya. Padahal kita punya potensi itu, ini menjadi PR kita bersama, yang harus kita selesaikan.

“Sementara terkait Kartu Tani, yang sering masyarakat sampaikan kepada saya dan pak wakil, bagaimana kita menekan angka persoalan yang ada di lapangan berkaitan dengan keterbatasannya pupuk dan lainnya, pemerintah harus bisa hadir memberikan solusi terbaik. Karena keluhannya masih ada, ini menjadi tantangan bagi kita untuk menyelesaikannya,” pungkas Afif Nurhidayat.


Sementara usai pelaksanaan Apel pagi, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Ir. Dwiyama Satyani Budyayu, M.Si, menyampaikan bahwa merujuk pada arah pembangunan jangka menengah daerah salah satu poin penting yang menjadi perhatian Dispaperkan adalah upaya pemulihan ekonomi akibat Covid-19 melalui sektor pertanian. Paling tidak ada tiga isu strategis yang menjadi perhatian Dispaperkan. Pertama, terkait ketersediaan dan keamanan pangan, kedua peningkatan akses saprodi bagi petani dalam rangka peningkatan produksi dan produktivitas pertanian dan ketiga penguatan kelembagaan petani.

“Untuk ketersediaan dan keamanan pangan dalam hal ini kebutuhan bahan pangan pokok berupa beras. Saat ini untuk produksi kita masih surplus tetapi yang menjadi perhatian kita kedepan terkait ketersediaan lahan sawah yang terus berkurang dan kebutuhan yang akan terus meningkat seiring pertambahan jumlah penduduk. Di sini Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan Bersama Kementrian Pertanian melakukan identifikasi dan pendatataan lahan pangan berkelanjutan (LP2B) sehingga diharapkan alih fungsi lahan sawah dapat diperlambat,” jelas Dwiyama.


Untuk peningkatan akses saprodi bagi petani, kedepan akan mulai difokuskan pada peningkatan akses petani pada benih/bibit yang berkualitas. Terutama untuk komoditas-komoditas potensial baik tanaman pangan, perkebunan, hortikultura, peternakan maupun perikanan. “Kami berharap bisa memulai dengan mengoptimalkan peran dan fungsi balai benih yang kita miliki, baik Balai Benih Pertanian Sariaji maupun Balai Benih Ikan. Sedangkan untuk penguatan kelembagaan petani, tahun ini mulai kita lakukan identifikasi dan penggalian permasalahan kebutuhan untuk pengembangan kelembagaan ekonomi petani. Kita berharap kedepan kelompok-kelompok ekonomi petani terbentuk karena kesadaran dan kebutuhan petani untuk meningkatakan kapasitas usaha tani secara kolektif,” tambah Dwiyama.

“Dalam pelaksanaannya tentu saja kita akan lakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas masing-masing. Dengan memperhatikan kondisi maupun dinamika dilapangan dan tentu saja memperhatikan kemampuan sumber daya yang kita miliki,” pungkas Dwiyama.

Kualitas Guru Harus Ditingkatkan

 Kualitas guru harus senantiasa ditingkatkan, untuk menciptakan kader-kader potensial dimasa depan yang lebih baik. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag., melalui sambutannya dalam Seminar Nasional Matematika Indonesia, di Hotel Dafam Wonosobo, Jumat (18/6).

“Saya berharap melalui seminar ini dapat menambah kompetensi guru,” kata Afif, “Kompetensi terus ditingkatkan, kualitas guru harus ditingkatkan. Kita ingin menciptakan kader-kader potensial kedepan, yang lebih baik.”

Di depan peserta seminar yang merupakan kepala sekolah dan guru di Kabupaten Wonosobo itu, Bupati menuturkan bahwa guru pada masa ini dihadapkan pada generasi yang penuh dengan tantangan. Era digitalisasi membuat guru harus dibekali dengan kompetensi yang memadai. Guru harus selalu beradaptasi dengan media sosial dan teknologi. Era digitalisasi saat ini mengharuskan para guru untuk menguasai gawai dan teknologi, jangan sampai diperbudak oleh teknologi. Guru harus memanfaatkan teknologi dengan sebaik mungkin untuk kepentingan yang lebih baik, utamanya dibidang pendidikan.

 Bupati menjelaskan, bahwa pihaknya menyadari jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga, Wonosobo memerlukan suatu lompatan dan strategi khusus agar bisa lebih kompetitif. Harapannya, Wonosobo dapat menciptakan sekolah-sekolah pilihan (unggulan—red) yang tidak hanya ada ditingkat kabupaten, namun hingga ditingkat kecamatan.

 “Ada sekolah-sekolah pilihan, tidak hanya negeri, swasta, mangga bersaing. Saling kompetitif, fastabiqul khoirot, bersaing secara kompetitif. Sehingga disitulah… semua tunjukkan kualitasnya masing-masing. Untuk bersaing kualitas, gurunya berkualitas. Mau gurunya berkualitas, maka prasarananya harus didukung,” terangnya.

Saat ini pendidikan dihadapkan dengan tantangan situasi zonasi, sehingga ada tuntutan yang lebih bagi sekolah. Sebab, menurut Bupati, input siswa dalam menangkap pelajaran tidak sama. Oleh karena itu, Bupati berpesan kepada peserta seminar untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Para tenaga pendidik diminta untuk selalu bersemangat dalam melaksanakan tugas, tampil smart, serta mengedepankan profesionalitas. Hal ini dikarenakan para siswa menaruh harapan besar kepada gurunya, sehingga guru harus menjadi contoh yang baik bagi siswa-siswanya.

Selain itu Bupati juga mengingatkan kepada seluruh peserta yang hadir, untuk mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan dengan baik di manapun berada. Bupati mengingatkan untuk menjaga imunitas dengan olahraga, istirahat, makan, dan mengonsumsi vitamin dengan teratur.

Seminar Nasional Matematika Indonesia diselenggarakan oleh LKP Matematika Indonesia, di Hotel Dafam Wonosobo mulai Jumat (18/6) hingga Minggu (20/6). Seminar terselenggara setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, dalam hal ini Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Wonosobo. Peserta seminar terdiri dari kepala sekolah dan guru dari jenjang TK, SD, hingga SMP di Kabupaten Wonosobo, dengan pembicara pimpinan LKP Matematika Indonesia yakni Setiawan, S.M., M.Si.

Upaya Kurangi Penyebaran Covid 19 Dengan Desinfektan

Sebagai upaya untuk mengendalikan dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19, selain dengan menerapkan 5 M, desinfeksi ruang ruang publik dan lingkungan juga diperlukan untuk menjaga kebersihan serta mengurangi kepadatan virus di lingkungan. Hal ini juga yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Gerakan Gotong Royong mencegah penyebaran Covid 19 dengan Penyemprotan Desinfektan Serentak di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo, Jum’at (18/6).


Penyemprotan Desinfektan serentak, di awali dengan apel gabungan di Halaman Adipura dengan peserta dari TNI, Polri, BPBD, SAR, Satpol PP dan beberapa instansi pemerintah serta dihadiri oleh FORKOPIMDA. Yang akan disebar di beberapa titik, utamanya wilayah wilayah zona merah covid 19 dan wilayah perkotaan.


Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, disela sela pelaksanaan penyemprotan desinfektan serentak menyampaikan bahwa hari ini dilaksanakan penyemprotan desinfekta secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo. “hari ini kita laksanakan penyemprotan desinfektan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo. Mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa dan Kelurahan hingga ketingkat RT. Semua kantor kantor, fasilitas umum dan tempat tempat yang memang itu berpotensi untuk sering digunakan untuk kerumunan atau berkumpul,” terang Bupati.

Afif Nurhidayat juga menyampaikan bahwa pemerintah bersinergi dengan Forkopimda dengan dukungan penuh dari jajaran TNI dan Polri, mudah mudahan kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar. Mengingat kondisi perkembangan covid di Wonosobo naik terus. “mudah mudahan kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar, mengingat perkembangan covid 19 di Wonosobo terus mengalami peningkatan. Di RSU bertambah, di pusat isolasi BLK tambah, yang isolasi mandiri juga bertambah,” jelas Afif.


Tak henti hentinya, Bupati mengingatkan kepada semuanya untuk tidak boleh abai tidak boleh lengah. Selalu gunakan prokes dengan ketat. “diharapkan dengan prokes yang ketat dan desinfektan ini kita menjadi sehat, lingkungan kita sehat dan masyarakat kita sehat, sehingga terjaga imunitas bagi seluruh warga masyarakat,” tambah Bupati.

Bupati juga menyampaikan bahwa hari ini dilaksanakan Desinfektan secara serentak di Kabupaten Wonosobo, untuk mengingatkan kembali dan menggugah kembali tentang kesehatan lingkungan untuk mengendalikan dan memutus mata rantai penyebaran Covid 19. “hari ini dilaksanakan desinfektan secara serentak, harapannya tidak berhenti sampai disini. Justru hari ini kita serentak, nanti hingga ke lapisan bawah dibuatkan scedul atau jadwal. Misal satu minggu sekali dilaksanakan penyemprotan desinfektan,” ungkap Afif.


Tidak hanya penyemproptan desinfektan serentak, nanti pemerintah juga kan melaksanakan kegiatan Gebrak Masker, gerakan serentak untuk masyarakat sadar menggunakan masker. “saya ingin masyararakat kita sadar, sadar mencintai diri kita sendiri dan sadar peduli diri kita sendiri. Kalau kita sadar mencintai dan peduli diri kita sendiri InsyaAllah akan peduli dengan orang lain. Menggunakan masker tidak harus dipaksa atau dikejar kejar, tapi dengan kesadarannya untuk menjaga imunitas diri kita dan orang lain,” pungkas Bupati.


Pada kesempatan itu Bupati dan Forkompimda ikut melaksanakan penyemprotan desinfektan di wilayah kota. Seperti di sekitar Jalan Soekarno-Hatta, seputar Taman Plasa, Jalan A.Yani dari Plasa sampai Alun Alun Wonosobo. Karena tempat itu merupakan pusat keramaian.

Wakil Bupati Tinjau Lokasi TMMD Sengkuyung

Wonosobo – Wakil Bupati Wonosobo Drs. H. Muhammad Albar, MM didampingi Forkopinca Sukoharjo dan pejabat lainnya meninjau lokasi TMMD Sengkuyung Tahap II di Desa Kalibening Kecamatan Sukoharjo yang baru dibuka kemarin oleh Bupati, Rabu (16/6/2021).

Plt. Danramil 14/Sukoharjo Kodim 0707/Wonosobo Kapten Inf Kusno Miharto melaporkan kepada Wakil Bupati bahwa program TMMD Sengkuyung Tahap II tahun 2021 di Desa Kalibening ini ada beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu pembangun fisik dan non fisik. Untuk pembangunan fisik adalah pengerasan jalan penghubung antara Desa Kalibening menuju Wonosroyo sepanjang 726,38 M X 4 Meter, pembuatan senderan, 4 buah plat, drainase. Sedangkan kegiatan non fisik meliputi penyuluhan bela negara, wajib belajar, kamtibmas, pelayanan kependudukan, masalah lingkungan hidup.

Tidak lupa Plt Danramil mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati yang telah bersedia meninjau lokasi TMMD Sengkyung ini. Kunjungan ini sangatlah berarti bagi kami yang berada dilapangan. Sebab dengan adanya kunjungan pimpinan maka menjadi dukungan tambahan secara moril para pekerja dilokasi.

Wakil Bupati saat meninjau lokasi TMMD menyampaikan karena saat ini masih dalam suasana Pandemi COVID-19 dan untuk Wonosobo sendiri jumlah orang yang terpapar tiap harinya mengalami kenaikan jumlahnya maka pesannya adalah agar selama pengerjaan agar lebih berhati-hati jaga faktor keamanan tetap prokes ditegakan, jangan sampai berkerumun. Ini sangat penting dilaksanakan. Sehingga tidak menimbulkan klaster baru.

Kepada Camat Sukoharjo dan Kades Kalibening, Wakil Bupati berpesan agar program yang dilaksanakan oleh TNI melalui Kodim 0707/ Wonosobo ini agar didukung semaksimal mungkin sehingga program bisa berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan. Program yang dilakukan oleh TNI itu berbeda dengan apa yang dilakukan oleh lainnya sebab disini menggunakan sistem gotong royong. Itu artinya dalam pelaksanaannya melibatkan semua unsur yang ada.
Perlu diketahui bahwa pembangunan disuatu daerah itu tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Akan tetapi menjadi tanggungjawab kita bersama, mulai dari pemerintah, aparat keamanan dan tidak ketinggalan adalah masyarakat pada umumnya. Sebab jika mengandalkan hanya dari pemerintah saja maka pembangunan akan memakan waktu yang lama.

“Kegiatan ini harus didukung semua kalangan jangan mari kita bekerjasama biar pembangunan ini berjalan cepat dan lancar serta yang lebih penting adalah bila program TMMD selesai agar dijaga, dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. Karena jalan merupakan akses transportasi milik bersama maka perlu dipelihara secara bersama-sama sehingga bisa dipakai dalam waktu yang lama” pungkas Wakil Bupati.

Pelatihan Destana Desa Kalibening Sukoharjo

Wonosobo – Guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat sebagai relawan dalam menghadapi bencana. Pemerintah Desa Kalibening Kecamatan Sukoharjo menyelenggarakan pelatihan bagi 40 orang relawan Desa Tangguh Bencana (Destana). Dengan narasumber dari Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah dan Fasilitator Destana. Pelatihan dibuka langsung oleh Wakil Bupati Wonosobo Bapak Drs. H. Muhammad Albar, MM di Balai Desa Kalibening pada hari Rabu (16/06/2021).

“Kegiatan sosialisasi dan pelatihan destana ini dalam rangka untuk memberikan wawasan menguatkan ketangguhan melatih kemandirian relawan dan masyarakat dalam mengantisipasi atau menghadapi bencana yang berpotensi terjadi di Desa Kalibening yang kemudian dapat menularkan pengetahuan yang didapat ini kepada masyarakat agar masyarakat lebih siap siaga dalam menghadapi bencana serta dapat memulihkan diri dari dampak bencana tersebut” kata Wakil Bupati dalam sambutannya.

Hadir dalam kegiatan ini Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo Zulfa Akhsan Alim Kurniawan, S.STP., M.Si. beserta unsur Forkopimca Sukoharjo dan seluruh perangkat dan masyarakat Desa Kalibening serta Kepala BPBD Jawa Tengah dalam hal ini diwakili oleh Kasi bidang penanggulangan kebencanaan Muhamad Chomsul, S.ST., M.Eng dan dalam sambutannya beliau mengapresiasi dan terima kasih atas kerja sama Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam kegiatan pelatihan destana ini, karena dinilai penting untuk ini lebih kepada teknis penanganan dan juga untuk pengadaan sarpras atau alat bantu penanganan bencana lainnya.

Tim Narasumber dan Fasilitator Destana, yang diketuai oleh Ibu Hening Budiyanti dalam penyampaian materinya menjelaskan tentang awal mula pembentukan BNPB, BPBD hingga ke Destana. Beliau juga berharap setelah pelatihan ini relawan Destana yang sudah dibentuk dan ditetapkan wajib memiliki tiga hal dasar, yaitu harus mengenali potensi bencana yang ada di desa, tanggap ketika terjadi bencana, dan mampu secara mandiri melakukan proses penanganan terjadinya bencana.

Fasilitator Destana yang menjadi narasumber pada pelatihan ini memberikan materi terkait dengan upaya untuk meminimalisir terjadinya bencana dan juga cara ketika terjadi bencana mulai dari membuat rancangan sistem peringatan dini, resiko ancaman bencana dan juga membuat peta desa dimana untuk mengetahui daerah atau wilayah rawan bencana.

“Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu penerapan mitigasi bencana. Mitigasi yaitu serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana, dan kegiatan ini masuk pada peningkatan kemampuan menghadapi bencana.” Ucap Hening.

Anggaran pelatihan Destana ini dibiayai langsung dari BPBD Provinsi Jawa Tengah, diharapkan relawan Destana ini bisa menyiapkan diri dan membagi ilmu yang dimiliki kepada warga masyarakat lainnya. Sehingga masyarakat bisa menganalisa dan mengantisipasi dampak bencana yang mungkin bisa terjadi di Desa Kalibening ini.