Bagian Prokompim

Musim Hujan Tiba, Masyarakat Untuk Selalu Waspada

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, kunjungi korban bencana alam longsor di Desa Mergosari dan kebakaran yang menimpa beberapa toko/kios di pasar Sukoharjo yang terjadi beberapa hari lalu, untuk sampaikan rasa keprihatinan, Senin (4/10).
Saat mengunjungi para korban bencana Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Wonosobo merupakan daerah pegunungan yang rawan akan bencana, terutama bencana tanah longsor. Oleh karena itu dihimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Wonosobo untuk selalu waspada dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam, apalagi sekarang musim hujan, dimana kondisi ini berpotensi terjadinya bencana alam, terutama tanah longsor.


Masyarakat juga dihimbau untuk selalu waspada dan teliti terkait penggunaan listrik dan ketika menyalakan kompor maupun tungku karena itu bisa menyebabkan kebakaran. “Masyarakat untuk selalu waspada dalam penggunaan listrik maupun ketika menyalakan kompor atau tungku. Memang musibah tidak ada yang tahu kapan datangnya, tetapi kita sebisa mungkin untuk selalu berusaha mencegahnya. Karena banyak kebakaran yang terjadi karena lupa mematikan kompor maupun konsleting listrik. Oleh karena itu jangan lupa untuk mematikan kompor maupun tungku ketika kita akan bepergian, karena itu akan meminimalisir kemungkinan terjadinya kebakaran,” terang Afif.


Selain mengunjungi para korban bencana longsor dan kebakaran untuk memberikan support, pada kesempatan itu Bupati didampingi Kalakhar BPBD Wonosobo dan Camat dan Kapolsek Sukoharjo serta PMI wonosobo juga menyerahkan bantuan sembako dan seng untuk meringankan beban para korban.
Terkait bantuan ini, Bupati juga menyampaikan bahwa ini merupakan wujud kepedulian dan kewajiban pemerintah untuk membantu warganya yang terkena bencana dan musibah. “Bantuan yang diberikan merupakan wujud kepedulian dan kewajiban dari pemerintah, meski jumlahnya tidak seberapa tetapi paling tidak bisa membantu masyarakat yang terkena musibah, dan ini ini juga sebagai support bahwa pemerintah peduli dan hadir,” pungkas Afif Nurhidayat.

SDM Yang Berintegritas Wujudkan Pemerintahan Yang Bersih

Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dimulai dari Sumber Daya Manusia (SDM)nya. Sumber daya manusianya itu adalah PNS yang berintegritas. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, saat membuka Sosialisasi Implementasi PP no. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019 Kabupaten Wonosobo. Bertempat di ruang rapat Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo, Senin (4/10).
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga menyampaikan bahwa PNS didudukkan sebagai aparatur negara yang strategis dalam penyelenggara pemerintahan dan pembangunan, sekaligus sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, tidak boleh hanya tinggal diam dalam menyikapi kemajuan masyarakat yang semakin dinamis dan berkembang di berbagai bidang, tetapi harus terus membenahi diri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang semakin kompleks.


PNS harus memiliki jiwa entrepreneur, yang akan berdampak pada profit bagi kualitas pelayanan publik. “Perlu saya tekankan disini, PNS entrepreunerial adalah pegawai yang mampu menjadi public management, mampu mengembangkan diri menjadi produsen jasa publik dalam menumbuhkan inisiatif, serta mampu menggerakkan pelayanan publik yang maksimal, bertumpu pada visi dan misi. Dengan demikian, format birokrasi yang lebih ramping, profesional dan kompeten akan dapat terwujud, namun demikian apa yang saya sampaikan tersebut akan dapat tercapai, manakala didukung penerapan disiplin Pegawai Negeri Sipil, sebagai ujung tombak pelayanan public,” jelas Afif.
Bupati juga menekankan bahwa ada hubungan yang sejalan antara disiplin, kinerja dan pelayanan publik secara holistik, yang mengisyaratkan bahwa nilai budaya disiplin kerja akan mewarnai perilaku pegawai, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan.
“Dalam rangka menciptakan pelayanan yang berkualitas tersebut, maka dibutuhkan penerapan disiplin pegawai yang tinggi dalam upaya pencapaian tujuan. Melalui disiplin pula, kita dapat menjaga dan menjamin kualitas pelaksanaan Reformasi Birokrasi, agar sesuai dengan standar yang ditetapkan, yaitu pemerintahan yang bersih serta bebas KKN, peningkatan kualitas pelayanan publik, efektifitas dan efisiensi pemerintahan, termasuk peningkatan kualitas pengambilan kebijakan,” terang Bupati.


“Tentunya apa yang sedang dan akan terus kita wujudkan terkait kedisiplinan Pegawai Negeri Sipil selaras dengan yang diamanatkan oleh Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Termasuk kepada CPNS untuk dapat memahami peraturan dan menjalankannya dengan sebaik baiknya,” tambah Afif.
“CPNS harus bisa mewarnai di tiap organisasi perangkat daerah, harus berbeda dengan sebelumnya. Disiplin dimulai dari diri sendiri, ada atau tidak ada aturan kita harus disiplin. Jangan disiplin hanya karena ada aturan, tapi disiplin harus karena dilandasi rasa syukur atau ibadah,” pungkas Bupati.
Selain sosialisasi Implementasi PP no. 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS, para CPNS juga mendapatkan sosialisasi terkait JKN KIS, dan tentang organisasi KORPRI.

Pemuda Milenial Diminta Merubah Mindset Dari Mencari Kerja Menjadi Menciptakan Kerja

Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, M.M., minta kepada anak muda saat ini yang sering disebut dengan anak milenial, untuk bisa merubah mindset mereka dari mencari kerja dan merubahnya menjadi menciptakan kerja. Demikian disampaikanya saat menerima audiensi anak anak muda milenial yang saat ini sedang ikut pelatihan eskalasi (wirausaha) di BLK Wonosobo.

“Hari ini saya menerima audiensi dari anak-anak muda milenial, mereka adalah anak-anak muda kreatif dan inovatif yang saat ini sedang ikut pelatihan eskalasi (wirausaha) di BLK Wonosobo, saya berharap mereka dapat mengembangkan ilmu dan kreatifitasnya sehingga kedepan para anak muda ini dapat penjadi pengusaha-pengusaha besar di Wonosobo atau Indonesia bahkan kalau bisa mendunia, dan saya minta anda semua  untuk merubah mindset dari mencari kerja menjadi menciptakan kerja.,” ungkap Gus Albar.

Gus Albar, memberikan apresiasi terhadap kegiatan pelatihan yang mereka ikuti tersebut. Menurutnya kegiatan pelatihan seperti ini akan memunculkan tunas-tunas wirausaha yang inovatif dan kompetitif, sehingga siap bersaing pada level lokal, nasional, bahkan global. Dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, sehingga peluang terbukanya informasi kepada masyarakat semakin meningkat.

“Saya harap Pengembangan Kompetensi ini dapat menambah pengetahuan serta skill saudara sekalian untuk dapat mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan keterampilan mengakses dan mengelola teknologi, dan menerapkan inovasi yang adaptif terhadap teknologi informasi. Terapkan ilmu yang telah didapatkan dari kegiatan ini kedalam bisnis yang saudara bangun, sehingga nantinya bisnis akan berdiri kokoh, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu berkompetisi dikancah daerah, nasional, bahkan internasional,” harap Gus Albar.

Selain itu ada banyak hal yang disampaikan Gus Albar. Ia minta agar apa yang telah didapat dalam pelatihan yang diikuti selama tiga puluh hari itu, untuk di sebarluaskan, dan ditularkan kepada pemuda yang lain agar bermanfaat. “Saya harap apa yang sudah didapat dalam pelatihan agar bisa memberikan pengaruh ke anak muda lain untuk berupaya menciptakan kerja,” pungkasnya.

Angka Stunting Masih Tinggi, Pemerintah Launching Program Dashat

Permasalahan stunting di Kabupaten Wonosobo masih cukup tinggi, sehingga perlu perhatian serius dan membutuhkan terobosan dalam penangananya. Maka sangatlah penting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pengasuhan pada masa 1000 hari pertama kehidupan, yaitu 270 hari masa kehamilan ditambah 730 hari setelah kelahiran, hingga usia 2 tahun, itu merupakan periode emas yang sangat penting bagi perkembangan otak dan pertumbuhan fisik. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA)  Dyah Retno Sulistyowati, S.S.T.P., saat Pencanangan Tentara Manunggal KB Kesehatan (TMKK) dan launching program Dashat di desa Surengede Kecamatan Kejajar, kamis (30/9/2021).

Dyah mengungkapkan, setidakya ada tiga kegiatan yang dilaksanakan. Dengan maksud menjadikan momentum tersebut bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh semua pihak terlebih masyarakat di desa Surengede Kecamatan Kejajar, yang merupakan salah satu desa dengan angka stuntingnya cukup tinggi.

Permasalahan stunting di Kabupaten Wonosobo masih cukup tinggi, sehingga perlu perhatian serius dan membutuhkan terobosan dalam penangananya. Maka sangatlah penting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Pengasuhan pada masa 1000 hari pertama kehidupan, yaitu 270 hari masa kehamilan ditambah 730 hari setelah kelahiran, hingga usia 2 tahun, itu merupakan periode emas yang sangat penting bagi perkembangan otak dan pertumbuhan fisik. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA)  Dyah Retno Sulistyowati, S.S.T.P., saat Pencanangan Tentara Manunggal KB Kesehatan (TMKK) dan launching program Dashat di desa Surengede Kecamatan Kejajar, kamis (30/9/2021).

Dyah mengungkapkan, setidakya ada tiga kegiatan yang dilaksanakan. Dengan maksud menjadikan momentum tersebut bisa lebih dirasakan manfaatnya oleh semua pihak terlebih masyarakat di desa Surengede Kecamatan Kejajar, yang merupakan salah satu desa dengan angka stuntingnya cukup tinggi.

TNI Manunggal KB Kesehatan, merupakan kegiatan sinergitas TNI dengan Dinas PPKBPPPA dan Kesehatan, yang dilaksanakan dalam upaya percepatan penanganan pandemic Covid-19 dan meningkatkan cakupan Akseptor Metode kontrasepsi Jangka Panjang, dalam rangka mendukung Program Bangga Kencana.

Kegiatan Kedua yaitu Louncing Program Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting). Program ini merupakan salah satu Program unggulan BKKBN, Dinas PPKBPPPA dan Lembaga masyarakat, yang bertujuan untuk mencegah dan menurunkan angka Stunting di Kabupaten Wonosobo, yang merupakan kolaborasi  multi pihak antara pemerintah dan swasta salah satunya yaitu program TANGKAS (Tanggap Gizi dan Kesehatan Anak Stunting) yang merupakan program yang diinisiasi oleh DANONE Indonesia dan LPTP Surakarta sebagai salah satu bentuk tanggungjawab perusahaan untuk mendukung dan meningkatkan promosi kesehatan masyarakat.

Kegiatan ketiga adalah Pelantikan DPC AKU, kegiatan ini tak kalah berartinya bagi keberlangsungan keluarga sejahtera, memperhatikan kondisi kemiskinan di kabupaten wonosobo, perlu didorong keluarga yang memiliki usaha ekonomi produktif untuk tumbuh dan berkembang, sehingga dapat mandiri menopang ekonomi rumah tangganya, DPC AKU diharapkan dapat mendorong kepedulian berbagai pihak baik pemerintah, swasta, lembaga/organisasi dalam pembinaan pengembangan kewirausahaan keluarga, dan menjadi motivator akseptor metode kontrasepsi jangka panjang.

Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan penandatangan kerjasama dinas PPKBPPPA dengan puskesmas kejajar 1 dan 2 sebagai upaya peningkatan pelayanan KB, yang ditandatangani oleh Kepala Dinas dan kepala kedua Puskesmas.

Sementara itu Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., menegaskan perlu langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan Pemkab Wonosobo terkait penanganan persoalan kesehatan, teritama stunting ini. “Sekarang adalah bagaimana langkah-langkah konkrit yang bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam penanganan persoalan kesehatan dan khususnya stunting. Kita prihatin melihat data, yang mengatakan satu diantara tiga penduduk Indonesia mengalami stunting, ini kan jumlah yang luar biasa cukup besar, jadi kita harus melakukan antisipasi sejak awal dan menyusun langkah konkrit untuk mengatasinya jangan sampai terjadi di Wonosobo,” tegasnya.

Menurut Bupati, yang terpenting saat ini adalah paska dilakukan kegiatan dan program ini. Yaitu menekan angka stunting di Kabupaten Wonosobo. “Yang terpenting adalah suksesnya paska dilakukan program ini, yaitu bisa menekan stunting di Kabupaten Wonosobo, karena ada  banyak hal yang menyebabkan stunting, sehingga perlu intervensi semua pihak, yaitu dengan strategi kebijakan kolaboratif dari Pemda TNI POLRI dan semua elemen maayarakat yang berperan aktif, juga kepada Danone, para donasi, Bank Jateng, Bank Wonosobo, Geodipa dan semua yang telah membatu warga masyarakat Wonosobo yang mengalami stunting,” ungkap Bupati.

Mas Afif berpesan kepada para Camat dan Kades yang wilayahnya ada kasus stunting  agar selalu melakukan pemantauan sedini mungkin, serta memberikan edukasi yang baik. “Saya nitip kepada pemangku wilayah terutama yang diwilayahnya dengan angka stunting tinggi, tolong harus paham betul, pantau warganya yang sedang hamil untuk selalu dicek dan dipantau kesehatan, dipantau gizinya, harus dipantau dari awal, serta berikan edukasi yang baik karena itu sangat berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan si anak nantinya, sebagai antisipasi terjadinya stunting,” pesanya.

TNI Manunggal KB Kesehatan, merupakan kegiatan sinergitas TNI dengan Dinas PPKBPPPA dan Kesehatan, yang dilaksanakan dalam upaya percepatan penanganan pandemic Covid-19 dan meningkatkan cakupan Akseptor Metode kontrasepsi Jangka Panjang, dalam rangka mendukung Program Bangga Kencana.

Kegiatan Kedua yaitu Louncing Program Dashat (Dapur Sehat Atasi Stunting). Program ini merupakan salah satu Program unggulan BKKBN, Dinas PPKBPPPA dan Lembaga masyarakat, yang bertujuan untuk mencegah dan menurunkan angka Stunting di Kabupaten Wonosobo, yang merupakan kolaborasi  multi pihak antara pemerintah dan swasta salah satunya yaitu program TANGKAS (Tanggap Gizi dan Kesehatan Anak Stunting) yang merupakan program yang diinisiasi oleh DANONE Indonesia dan LPTP Surakarta sebagai salah satu bentuk tanggungjawab perusahaan untuk mendukung dan meningkatkan promosi kesehatan masyarakat.

Kegiatan ketiga adalah Pelantikan DPC AKU, kegiatan ini tak kalah berartinya bagi keberlangsungan keluarga sejahtera, memperhatikan kondisi kemiskinan di kabupaten wonosobo, perlu didorong keluarga yang memiliki usaha ekonomi produktif untuk tumbuh dan berkembang, sehingga dapat mandiri menopang ekonomi rumah tangganya, DPC AKU diharapkan dapat mendorong kepedulian berbagai pihak baik pemerintah, swasta, lembaga/organisasi dalam pembinaan pengembangan kewirausahaan keluarga, dan menjadi motivator akseptor metode kontrasepsi jangka panjang.

Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan penandatangan kerjasama Dinas PPKBPPPA dengan Puskesmas Kejajar 1 dan 2 sebagai upaya peningkatan pelayanan KB, yang ditandatangani oleh Kepala Dinas dan kepala kedua Puskesmas.

Sementara itu Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., menegaskan perlu langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan Pemkab Wonosobo terkait penanganan persoalan kesehatan, teritama stunting ini. “Sekarang adalah bagaimana langkah-langkah konkrit yang bisa dilakukan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam penanganan persoalan kesehatan dan khususnya stunting. Kita prihatin melihat data, yang mengatakan satu diantara tiga penduduk Indonesia mengalami stunting, ini kan jumlah yang luar biasa cukup besar, jadi kita harus melakukan antisipasi sejak awal dan menyusun langkah konkrit untuk mengatasinya jangan sampai terjadi di Wonosobo,” tegasnya.

Menurut Bupati, yang terpenting saat ini adalah paska dilakukan kegiatan dan program ini. Yaitu menekan angka stunting di Kabupaten Wonosobo. “Yang terpenting adalah suksesnya paska dilakukan program ini, yaitu bisa menekan stunting di Kabupaten Wonosobo, karena ada  banyak hal yang menyebabkan stunting, sehingga perlu intervensi semua pihak, yaitu dengan strategi kebijakan kolaboratif dari Pemda TNI POLRI dan semua elemen maayarakat yang berperan aktif, juga kepada Danone, para donasi, Bank Jateng, Bank Wonosobo, Geodipa dan semua yang telah membatu warga masyarakat Wonosobo yang mengalami stunting,” ungkap Bupati.

Mas Afif berpesan kepada para Camat dan Kades yang wilayahnya ada kasus stunting  agar selalu melakukan pemantauan sedini mungkin, serta memberikan edukasi yang baik. “Saya nitip kepada pemangku wilayah terutama yang diwilayahnya dengan angka stunting tinggi, tolong harus paham betul, pantau warganya yang sedang hamil untuk selalu dicek dan dipantau kesehatan, dipantau gizinya, harus dipantau dari awal, serta berikan edukasi yang baik karena itu sangat berperan dalam perkembangan dan pertumbuhan si anak nantinya, sebagai antisipasi terjadinya stunting,” pesanya.

Heterogenitas Bukan Menjadi Penghalang Terciptanya Kerukunan

Heterogenitas atau keberagaman agama dan kepercayaan di Kabupaten Wonosobo ini tidak menghalangi terbangunnya kerukunan umat beragama. Ini juga menjadi bukti bahwa dengan masyarakat yang plural namun mampu mempertahankan suasana kekeluargaan dan persaudaraan. Demikian disampaiakan Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, saat menerima rombongan studi tiru Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pekalongan. Bertempat di Pendopo Wakil Bupati, Kamis (30/9).
Wabup yang akrab disapa Gus Albar tersebut juga menyampaikan bahwa Kabupaten Wonosobo merupakan daerah yang memiliki berbagai potensi, baik dari kekayaan alamnya maupun dari masyarakatnya yang plural. Kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa menjadikan Wonosobo sebagai salah satu destinasi pariwisata yang diperhitungkan. Hasil bumi dari Wonosobo bahkan menjadi suplai atas pasar di berbagai penjuru Jawa Tengah.


Disisi lain Gus Albar juga mengatakan tingkat toleransi di Wonosobo juga tinggi, dengan keberagaman agama yang ada di wonosobo namun bisa tercipta kerukunan yang baik ini. Meski dengan keberagaman agama dan kepercayaan yang ada tetapi bisa terhindarkan dari konflik berbasis agama. “Kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama yang sudah tercipta ini, menjadikan wonosobo daerah yang sejuk dan aman. Namun semua itu juga harus terus dijaga dan dirawat serta ditingkatkan, agar suasana seperti ini bisa terus terjaga,” ungkap Gus Albar.
Suasana dan kondisi seperti ini butuh keterlibatan semua pihak, baik pemerintah maupun semua elemen masyarakat. Untuk mendorong semua itu pemerintah daerah juga telah memiliki Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Kabupaten Wonosobo Ramah Hak Asasi Manusia, yang menjamin dalam setiap pelaksanaan urusan pemerintahan harus berlandaskan HAM. Perda ini juga menjadi wujud komitmen pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Wonosobo, untuk senantiasa berperan aktif dalam menjamin terlindunginya HAM di Kabupaten Wonosobo. Bahwa pada dasarnya Kabupaten Wonosobo meletakkan HAM sebagai dasar atas segala keputusan dan kebijakan, sehingga kebijakan-kebijakan tersebut tidak akan menyimpang dan melukai HAM.
“Persatuan dan kesatuan adalah kunci, bagi keberlangsungan dan kestabilan kondisi berbangsa dan bernegara. Ini dapat terwujud apabila seluruh sekat, yang memisahkan dan mengkotak-kotakan elemen bangsa dapat menghilang. Salah satu cara untuk mewujudkan cita-cita tersebut adalah melalui sikap toleransi antar umat beragama. Disinilah peran FKUB menjadi vital, sebagai penghubung dan penyelaras dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama,” jelas Gus Albar.


FKUB Kabupaten Wonosobo selama ini telah banyak berkiprah, dalam memfasilitasi diskusi dalam forum sarasehan dan dialog, sehingga semangat toleransi beragama dapat ditularkan dan disebarluaskan kepada masyarakat. Selain itu, Forum Kerukunan Umat Beragama juga tidak jauh-jauh berkiprah seputar pemberantasan kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan, anarkisme, dan terorisme dalam program kerjanya. Ini adalah langkah-langkah yang patut diapresiasi, sebagai upaya nyata dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Wonosobo. FKUB juga berperan penting dalam mewujudkan Wonosobo sebagai Kabupaten Teraman, dengan menciptakan situasi kerukunan beragama secara berkelanjutan.
“Mudah-mudahan kunjungan ini dapat bermanfaat, serta menjadi ajang bagi kita untuk saling bertukar ilmu dan mempererat tali persaudaraan. Saya berharap hubungan harmonis ini dapat senantiasa terjalin, sehingga kita dapat menebarkan kebermanfaatan yang lebih luas dan dalam jangka waktu yang lebih panjang,” pungkas Gus Albar.

Kegiatan TP-PKK Tetap Bergeliat Walau Dimasa Pandemi

Pandemi covid-19 di Indonesia belum usai. Kabupaten Wonosobo dilihat pada mapping peta penyebaran covid-19 masuk dalam zona orange dan turun ke PPKM level 3. Namun demikian tidak berarti segala kegiatan PKK dihentikan. Beberapa kegiatan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, selain itu juga dilakukan beberapa terobosan kegiatan PKK. Demikian diungkapkan Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo Dyah Afif Nurhidayat, saat menerima kunjungan Kaji Banding dari TP PKK Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah di Pendopo Bupati, rabu sore (29/9/2021).

“Kabupaten Wonosobo saat ini berada di level 3, namun demikian tidak berarti segala kegiatan PKK kami hentikan. Beberapa kegiatan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kami juga melakukan beberapa terobosan kegiatan PKK,” ungkap Isteri Bupati Wonosobo ini.

Dyah menambahkan, TP PKK Kabupaten Wonosobo memiliki kurang lebih 17.000 kader, yang tersebar dilini terkecil wilayah, yaitu RT sampai Dasa Wisma, pada 265 desa/kelurahan yang bisa didayagunakan menjadi energi penggerak, yang mampu menjadikan setiap ibu atau perempuan di desa menjadi lebih tangguh dalam menghadapi pandemi covid-19 ini.


Beberapa kegiatan yang lakukan antara lain, pertemuan, sosialisasi, pembekalan secara daring atau online. Dalam rangka HKG PKK ke-49, mengadakan webinar pelayanan posyandu selama masa pandemi, serta webinar kesiapan orang tua dan anak dalam menghadapi pembelajaran tatap muka. “Dan untuk menggali potensi desa/kelurahan, kami mengadakan kompetisi potret keren PKK desaku, dengan cara mengupload foto di instagram desa/kelurahan masing-masing, dan lomba tiktok kompetisi edukasi tangguh cegah covid-19,” katanya.

Berbagai kegiatan secara langsung juga dilakukan antara lain, PKK desa /kelurahan aktif di kegiatan jogo tonggo membantu warga lainnya, aksi berbagi dan gerak bareng berbagi untuk warga desa. Selain itu, dalam pengawalan perencanaan desa/ kelurahan 2022, PKK juga mengadakan zoom meeting yang diikuti 265 desa/kelurahan dan 15 PKK Kecamatan, didalamnya terdapat  penyampaian materi mengenai peran PKK dalam mengawal musrenbangdes.

Ada 5 kegiatan wajib desa/kelurahan untuk tahun  2022, dengan penganggaran dari desa/kelurahan. bahwa pkk wajib hadir, usulkan minimal 5 kegiatan tersebut dan mengawal sampai masuk di perencanaan desa/kelurahan.

TP PKK Kabupaten juga melaksanakan evaluasi PKK dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, dengan membentuk 2 tim untuk turun ke lapangan. “Alhamdulillah walaupun sedang pandemi covid-19, namun semangat dalam gerakan PKK tetap tidak surut, ada perbedaan yang signifikan yang lebih baik, setelah desa/kelurahan dibina oleh tp pkk kabupaten. Sehingga geliat pemanfaatan pekarangan hatinya PKK yang semakin nyata, gotong-royong dalam masyarakat yang semakin membudaya, perilaku hidup bersih dan sehat yang semakin baik, dan upaya untuk lebih peduli terhadap lingkungan semakin terlihat, dengan banyaknya bank sampah yang menjalankan aktifitasnya,” ungkap Dyah.

Pada kesempatan yang sama, selain ucapan selamat datang, Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar, mengatakan TP PKK merupakan mitra pemerintah yang memiliki fungsi strategis, dengan kelembagaan mulai dari tingkat pusat hingga desa dan bahkan dasa wisma. Ini akan memungkinkan TP PKK hingga tingkat dasa wisma untuk berkiprah membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak, dengan merumuskan program implementasi 10 Program Pokok PKK, menggerakkan kader, membangkitkan gotong-royong, dan turut aktif dalam kegiatan perencanaan di desa.

“Saya menghimbau kepada seluruh pengurus dan kader TP PKK di Kabupaten Wonosobo untuk terus bergerak mengentaskan masalah yang cukup krusial ini, serta mendorong pula TP PKK Kabupaten Lamandau untuk peka terhadap isu-isu dan permasalahan terkait yang ada di daerah, sehingga dapat merumuskan kegiatan yang sesuai untuk mengatasinya,” tegasnya.


“Kekuatan TP PKK yang sedemikian besar harus mampu menjadi penggerak ditengah masyarakat, sehingga dapat terbentuk keluarga-keluarga berkualitas dalam berbagai aspek. Selain itu, TP PKK diharapkan mampu bersinergi dengan Pemerintah Daerah setempat, menyelaraskan program kerja dengan visi dan misi daerah. Dengan demikian, diharapkan sinergitas ini akan berimplikasi kepada percepatan pencapaian visi dan misi, yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut,” pungkas Gus Albar.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah, Rudiyanti Hendra Lesmana selaku ketua rombongan menyampaikan, kaji banding yang mereka laksanakan tersebut, selain untuk menjalin silaturahmi dan kerjasama, tujuan utamanya untuk belajar bersama terkait pelaksanaan administrasi TP PKK serta PAUD Holistik Integratif dalam program pokja 3 yaitu kegiatan program hatinya PKK.

“Usia kami sangat muda yang baru 19 tahun, kami merasa masih banyak kekurangan pengalaman, atas dasar itulah kami datang kaji banding ke Kabupaten Wonosobo ini, pertama untuk silaturahmi dan jalin kerjasama, tujuan lain terutama terkait pelaksanaan administrasi TP PKK serta PAUD Holistik Integratif dalam program pokja 3 yaitu kegiatan program hatinya PKK. Kami berharap dan yakin akan mendapatkan transfer edukasi yang berharga yang nantinya bisa membawa perubahan kemajuan, dalam pelaksanaan TP PKK,” ungkapnya.

Inovasi Tiada Henti Dimasa Pandemi

Dimasa pandemi global covid-19, sedikit banyak telah mempengaruhi terhadap kebiasaan dan tata kehidupan masyarakat. Ada banyak hal yang harus dilakukan untuk membuat perubahan dan penyesuaian. Tidak terkecuali bagi Pemerintah Daerah yang dituntut untuk menciptakan berbagai terobosoan baru dan selalu berinovasi dalam hal pelayanan yang berkualitas bagi warganya.

Hal ini salah satunya dilakukan oleh Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah (Arpusda) yang terus melakukan terobosan dan menciptakan berbagai inovasi pelayanan untuk meningkatkan minat baca, mengaplikasikan ide gagasan dan karya serta belajar bagi masyarakat dan pelajar di Kabupaten Wonosobo secara umum. Seperti yang ditekankan Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo dalam visinya, yakni Terwujudnya Wonosobo Yang Berdaya Saing, Maju dan Sejahtera.

Hari ini rabu, (29/9/2021) Dinas Arpusda menggelar Festival Literasi Wonosobo Pintar yang dilaunching oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Wakil Bupati Muhammad Albar, didampingi Kadin Arpusda Musofa.


“Dimasa situasi pandemi covid-19 ini, kita dituntut untuk melakukan terobosan dan berbagai inovasi dalam hal pelayanan terbaik, tidak hanya rutinitas kerja saja namun semua aktifitas harus di buat dengan inovasi yang berkualitas terhadap pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, salahsatunya dengan memanfaatkan perpustakaan,” demikian dikatakan Bupati.

Dengan kehadiran perpustakaan di tengah masyarakat, secara otomatis, apa yang ada dibuku dengan sendirinya akan termanfaatkan. Karena menurut Mas Afif, masyarakat butuh buku untuk referensi dalam menguatkan pengetahuan dan karya yang akan dibuat. Dengan harapan apa yang didapat dari membaca akan disebarluaskan kepada masyarakat yang lain. “Perpus hadir, dengan begitu literasi dan apa yang ada dalam buku, dengan sendirinya akan termanfaatkan, karena masyarakat butuh buku referensi dan lain sebagainya untuk menambah ilmu dan menemukan ide untuk karya yang akan dibuat,” lanjut Mas Afif.

Mas Afif mengharapkan terus dilakukan inovasi yang ada nilai kualitasnya terhadap publik, karena menurutnya, saat  ini pelayanan terhadap masyarakat adalah yang utama, yang mana program pemerintah saat ini difokuskan dalam percepatan pelayanan terhadap masyarakat. Sehingga terkait adanya festival dengan berbagai perlombaan yang digelar Arpusda, ia berharap adanya output terhadap masyarakat. Selain itu Mas Afif menegaskan bagaimana mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat, agar bisa mendapatkan referensi ide dan gagasan untuk terus berkarya.

Dikatakan Kepala Dinas Arpusda Mushofa, pihaknya mengakui berbagai inovasi telah diluncurkan sebelumnya, dan hari ini digelar event festival literasi yang diisi dengan berbagai lomba. Hal itu dimaksudkan agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memunculkan ide dan gagasan dalam menyikapi situasi pandemi saat ini. “Festival ini kami isi dengan berbagai lomba, agar situasi pandemi ini, anak-anak dan masyarakat tidak putus  membaca dan belajar, topiknya agar mereka mengkaitkan karya yang akan ditulis dengan bagaiamana cara mengatasi pandemi ini, sehingga kencenderungan untuk lebih produktif semakin meningkat,” ungkapnya.

Selain itu Musofa menambahkan, ini dilakukan untuk meningkatkan indek literasi dan meningkatkan tingkat kegemaran membaca bagi masyarakat, karena Wonosobo masih relatif rendah.  Maka dari itu pihaknya akan bersama-sama dan terus berupaya meningkatkan pelayanan agar indek  literasi masyarakat semakin meningkat. “Karena minat baca Wonosobo masih rendah, maka dari itu kita perlu terus menerus memberi contoh kepada masyarakat, memfasilitasi masyarakat, salahsatunya dengan lomba dan layanan yang baik agar tingkat kegemaran membaca masyarakat makin naik sehingga literasinya semakin meningkat pula indeksnya,” tekadnya.


Sementara pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar menyampaikan apresiasi kepada jajaran Arpusda yang telah membuat berbagai inisiasi sehingga masyarakat umum dan khususnya para anak didik menjadi tertarik untuk membaca. Hal ini menjadi hal yang membanggakan.

“Prosentasenya masih rendah, maka dengan inisiasi itu saya harapkan mampu meningkatkan dan menumbuhkan minat baca masyarakat Wonosobo. Saya melihat banyak masyarakat yang tertarik beli buku, namun tidak dibaca, jadi ke depan minat baca ini harus terus ditingkatkan lagi dengan berbagai inovasi dan kreasi, bagaimana agar anak didik dan masyarakat Wonosobo semakin cinta buku dan cinta membaca,” tutur Gus Albar.

Minat gemar membaca ini menurutnya sebagai masukan bagi mereka agar berkembang, maju, sehingga kualitas masyarakat semakin meningkat. Selain itu hal ini akan menjadi tolok ukur tingkat pendidikan masyarakat secara umum di Wonosobo. Maka dengan inovasi dan berbagai lomba yang digelar diharapkan mampu memberikan contoh dan edukasi kepada masyarakat pada umumnya.

“Hal ini bisa menjadi tolok ukur pengembangan pendidikan secara umum, di Kabupaten Wonosobo agar bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain, saya harap kedepan, inilah yang harus terus dikembangkan. Lomba ini jadikan edukasi dan contoh bagi masyarakat,” pungkasnya.

Kemandirian Akan Ciptakan Organisasi Yang Kuat

Kemandirian sebuah organisasi atau lembaga sangat penting, karena dengan kemandirian menjadikan sebuah organisasi ataupun lembaga tidak bergantung kepada pihak lain, dan dengan kemandirian akan menciptakan sebuah organisasi yang kuat dan handal. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, pada Rakor Validasi Data Lembaga Pendidikan Al Qur’an (LPQ) Kabupaten Wonosobo. bertempat di SMK Modern An Nuur, Gunung Tawang, Selomerto, Selasa (28/9).
Pada rakor yang diikuti oleh Kepala Kantor Kemenag Wonosobo beserta jajarannya, Ketua Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al Qur’an Kabupaten Wonosobo beserta jajarnnya, Wabup juga menyampaikan bahwa organisasi atau lembaga seperti Lembaga Pendidikan Al Qur’an ini harus kuat dan handal dalam menjalankan roda organisasi dengan kemandirian, tanpa harus bergantung kepada pemerintah maupun pihak manapun.


“Memang sudah menjadi tugas pemerintah untuk mensupport atau mendorong kemajuan sebuah organisasi atau lembaga, seperti Lembaga Pendidikan Al Qur’an ini. Tetapi sebagai sebuah organisasi atau lembaga, LPQ jangan terlalu berharap dengan adanya dana abadi umat maupun maupun terlalu berharap kepada pemerintah, tetapi kita harus mempunyai kemandirian. Karena dengan kemandirian kita akan menjadi kuat dan tangguh,” jelas Muhammad Albar.
Untuk mendorong kemajuan Pesantren dan Lembaga Pendidikan Al Qur’an, Wabup juga menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo saat ini sedang menyusun Peraturan daerah terkait pesantren dan Lembaga Pendidikan Al Qur’an di dalamnya.
“Lembaga Pendidikan Al-Qur’an di Kabupaten Wonosobo, tentunya sangat penting untuk memacu seluruh elemen masyarakat dalam rangka mengarusutamakan pendidikan Agama Islam, terutama untuk mengarahkan dan membina anak-anak kita, agar menjadi generasi yang cinta, gemar dan senang mempelajari Al-Qur’an, dalam rangka menciptakan sumber daya manusia yang lebih berkualitas, bermoral, religius dan bermartabat tinggi. Untuk itu pemerintah perlu mengatur dengan Peraturan Daerah, agar nantinya pesantren dan LPQ bisa lebih maju dan berdaya saing,” tambah Wabup.


Pemerintah dan masyarakat berharap banyak kepada seluruh Jajaran Pengurus Badan Koordinasi LPQ di Kabupaten Wonosobo untuk mampu memberfungsikan dirinya dalam mencetak dan menyiapkan generasi Bangsa yang Qur’ani, kokoh akidahnya, berbudi luhur dan Cinta Tanah Air, menjadikan LPQ sebagai taman rekreasi rohaniyah bagi anak-anak, menjadikan LPQ sebagai ajang silaturahmi yang dapat menyuburkan dakwah dan Ukhuwah Islamiyah, sebagai ruang dialog berkesinambungan antara LPQ dengan masyarakat maupun instansi terkait, serta sebagai media penyampaian gagasan yang bermanfaat bagi pembangunan umat dan bangsa pada umumnya.
“LPQ harus mampu menyesuaikan dengan kondisi perkembangan zaman, termasuk didalamnya menyesuaikan dengan standar mutu Pendidikan Al-Qur’an, baik pendidikannya, pengelolaannya, pembiayaan, maupun sarana dan prasarana. Dengan begitu ke depan, dapat ditemukan formula-formula baru yang tepat bagi peningkatan pembinaan LPQ di Kabupaten Wonosobo, selanjutnya dapat memberikan dorongan bagi umat untuk semakin berperan aktif didalamnya,” Pungkas Muhammad Albar.

Kerukunan Umat Beragama di Wonosobo Sangat Baik

Kerukunan umat beragama di Kabupaten Wonosobo yang sudah berjalan dengan sangat baik ini, perlu untuk dijaga dan dirawat. Untuk menjaga dan merawat kerukunan tersebut bukan hanya tugas dari pemerintah saja, tetapi itu menjadi tugas semua element masyarakat agar tercipta suasana yang damai dan aman. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, pada pengukuhan pengurus MUI, ICMI, DMI, Badko LPQ periode 2021-2026 Kecamatan Sukoharjo. Bertempat di aula Kelurahan Sukoharjo, Selasa (28/9).
Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh Jajaran Pengurus MUI, ICMI, DMI dan Badko LPQ Kecamatan Sukoharjo yang baru dikukuhkan. “Tentunya ini bisa dijadikan sebagai momentum yang sangat strategis bagi terbangunnya hubungan harmonis intern umat Islam dan antar umat beragama termasuk umat Islam dengan pemerintah, terwujudnya kemaslahatan ummat, suburnya dakwah dan Ukhuwah Islamiyah serta terciptanya generasi penerus yang Qur’ani, kokoh akidahnya, berbudi luhur dan Cinta Tanah Air,” ungkap Bupati.


Bupati juga menambahkan bahwa umat Islam di seluruh dunia saat ini berupaya bangkit memerangi kebodohan, penindasan, penjajahan, menegakkan keadilan, menciptakan keamanan dan kedamaian. Namun di satu sisi, Ummat dan generasi muda Islam dewasa ini, dihadapkan tantangan yang luar biasa berat, mulai terindikasinya pergeseran nilai-nilai dasar kehidupan, masuknya budaya asing, lunturnya penerapan nilai adat-istiadat di dalam masyarakat dan mulai diabaikannya ajaran-ajaran agama.
“Saya berharap Majelis Ulama Indonesia untuk menjadi pioneer serta mampu menjadikan dirinya sebagai figur yang dapat dicontoh, khususnya dalam upaya mempelopori terciptanya kehidupan yang aman dan damai, mewaspadai munculnya isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Maupun benturan dan gesekan-gesekan bernuansa SARA yang dapat berujung pada tindakan anarkhis serta memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa,” jelas Afif.
Kondisi dan situasi yang tentu saja memerlukan peran seluruh komponen bangsa dan anak bangsa, untuk menggugah kesadaran akan kebangkitan Islam, termasuk didalamnya peran Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia untuk menjadi pendorong, motivator, atau fasilitator, sehingga masyarakat mampu berproses menjadi masyarakat madani yang maju dan berkualitas. Serta peran Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an dan Dewan Masjid Indonesia untuk dapat berperan dalam program pendidikan dan dakwahnya, dalam rangka menciptakan generasi penerus yang berkarakter.


“Saya mengajak MUI, ICMI, DMI dan Badko LPQ untuk menguatkan visi dan misinya, serta konsisten pada perjuangannya, terbangunnya sinergitas program dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupan umat beragama dan pembangunan daerah,” tambah Afif.
Majelis Ulama Indonesia, saya harap untuk mencermati dan mencarikan jalan keluar, mengeluarkan serta menyampaikan fatwa yang tepat, jika terjadi masalah-masalah aktual yang menimpa umat, sehingga ummat bisa mengerti, memahami dan tidak salah dalam bertindak, seperti terkait vaksin.
“Saya harap dengan penjelasan berimbang melalui perspektif hukum keagamaan, masyarakat dapat lebih tenang dalam menerima proteksi tambahan melalui vaksinasi,” pungkas Bupati.