Author: Ambar

Angka Konsumsi Ikan Wonosobo

WONOSOBO. Angka konsumsi ikan di Kabupaten Wonosobo masih cukup rendah, bahkan dibawah rata-rata Jawa Tengah dan Nasional. Rendahnya konsumsi tersebut dipengaruhi oleh ketersediaan ikan dan juga budaya masyarakat. “Konsumsi ikan di Wonosobo baru sekitar 24 kg per kapita per tahun, provinsi sudah mencapai 26 kg, dan nasional sudah mencapai 35 kilogram, itu artinya kita masih dibawah rata-rata Jawa Tengah dan Nasional,” ungkap Kabid Perikanan Dinas Pangan Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Acep Aly Mubarok, pada acara Kampanye Gemar Makan Ikan (GEMARI), Rabu (11/4), di gedung Sasana Adipura Kencana Wonosobo. Menurutnya, melalui kampanye gerakan makan ikan, kerjasama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah dan PKK Wonosobo diharapkan mampu meningkatkan angka konusmsi ikan di Wonosobo pada tahun 2018. “Kita gandeng PKK untuk terlibat dalam kampanye gemar makan ikan, mereka yang memiliki sumber daya untuk mengolah ikan menajadi beragam makanan,” ucapnya.

Acep menambahkan bahwa rendahnya angka kosumsi ikan dipengaruhi pengetahuan masyakarat terhadap nilai gizi, ketersediaan ikan dan budaya masyarakat. Terkait dengan ketersediaan ikan pihaknya mengaku terus melakukan intensifikasi produksi ikan di Wonosobo. “Produksi ikan di Wonosobo sudah mencapai 9 ribu ton pertahun, akan tetapi itu belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat,” katanya.

Dibandingkan dengan jumlah penduduk Wonosobo yang mencapai 800 ribu jiwa lebih, produksi ikan 9 ribu ton belum mampu memenuhi. Sehingga perlu adanya intensifikasi sektor perikanan untuk meningkatkan jumlah produksi ikan. “9 ribu ton itu gabungan produksi antara kolam rakyat dengan ikan dari wadaslintang, kalau kolam rakyat saja baru berporudksi sekitar 6 rbu ton pertahun, masih sangat kurang,” imbuhnya.

Sejumlah kecamatan di Wonosobo memiliki potensi untuk pengembangan ikan, baik itu jenis ikan nila, tawes maupun ikan lele. Namun perlu diimbagi dengan peningkatan bibit ikan. Pasalnya untuk memenuhi bibit di Wonosobo harus mendatangkan dari luar. Sementara itu, Suparno Seksi Pengembangan Logistik Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa kampanye gemar makan ikan di sosialisasikan ke seluruh lapisan masyarakat secara berjenjang dan massif. “Target nasional sudah diatas 44 kg perkapita pertahun, Wonosobo 25 kg pertahun, itu memang angka indikator, tapi harus ada upaya kampanye yang lebih jelas dan terarah dengan menggandeng kelompok masyarakat seperti PKK, ” katanya

Menurutnya konsumsi ikan dipilh oleh keluarga untuk memenuhi gizi keluarga. Dari sisi nilai ikan lebih efisien dibandingkan dengan daging merah. Sama berat ternyata kandungan gizi lebih banyak daging putih dan ikan memiliki banyak pilihan. “Target  yang kita inginkan 100 gram perkapita per hari, kita tarik angka pertahun maka 36 kg pertahun, malaysia sudah 75 kg, jepang sudah mencapai 150 kg per kapita pertahun sehingga generasi semakin hebat,” pungkasnya.

**Kontributor Humas Wonosobo**

Peningkatan Kapasitas Satlinmas Dibutuhkan Dalam Laksanakan Tugas Pemilu

WONOSOBO. Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah tahun 2018 akan segera dilaksanakan Berbagai persiapan tentunya sudah dilakukan oleh berbagai elemen terkait di seluruh wilayah. Seperti halnya yang di lakukan Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Perlindungan Masyarakat, gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota Linmas Desa/Kelurahan se-Kabupaten Wonosobo selama dua hari (11-12/4) bertempat di Hotel Sindoro Sumbing Wonosobo, diikuti oleh 100 orang peserta anggota Linmas.

Menurut Keterangan Kasat Pol PP dan Linmas Haryono, kegiatan ini dselenggarakan berdasarkan Program Kerja Satpol PP dan Linmas Tahun anggaran 2018 tentang Pelatihan Peningkatan Kapasitas Anggota Satlinmas Desa/Kelurahan, dan menindaklanjuti surat telegram Gubernur Jawa Tengah kepada Bupati Purworejo, Magelang, Wonosobo, Termanggung, dan Walikota Magelang nomor : 005/856 tanggal 28 Februari 2018 tentang Pelatihan Keterampilan Satlinmas dalam PAM Pilgub.

Kegiatan ini dimaksudkan agar dalam penyelenggaraan Pemilu tercipta situasi dan kondisi yang kondusif, sehingga masyarakat yang memiliki hak suara untuk memilih dapat menyalurkan aspirasi politik dengan aman, tenang tanpa ada tekanan dari pihak manapun. Disamping itu akan terbentuk anggota linmas yang disiplin, terampil dan sigap dalam menjalankan tugas Kelinmasan.

Haryono menambahkan, materi dan narasumber meliputi, Permendagri nomor 84 tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat dari Satpol PP Provinsi, Kesiapan Pilgub Provinsi Jateng tahun 2018, dengan narasumber dari KPU Kabupaten Wonosobo, Pengawasan Pemilu dari Panwaslu Kabupaten Wonosobo, Bela Negara oleh Kodim 0707/Wonosobo. Polres Wonosobo menyampaikan materi tentang Turjawil dan Peran Satlinmas dalam PAM TPS/ Kotak Suara serta Simulasi dan Praktik Turjawil dan PAM TPS/Kotak Suara. Adapun materi dari Satpol PP sendiri meliputi penyampaian Permendagri no 10 tahun 2009 tentang Penugasan Satlinmas dalam Menjaga Tramtib dan KAM penyelengaraan Pemilu, dan Peran Satpol PP dan Linmas dalam Pemilu Kada serta diskusi dan pembahasan materi dan tanya jawab.

170 Buruh Gendong dan Tukang Pikul Mendapat Pemeriksaan Gratis

Panitia Peringatan Hari Kartini ke-139 Kabupaten Wonosobo, Selasa, 10 April 2018 menggelar kegiatan bakti sosial berupa pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis untuk buruh gendong dan tukang pikul Pasar Induk Wonosobo.
Kegiatan yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo tersebut berlangsung selama kurang lebih 3 jam dan diikuti oleh 170 buruh gendong dan tukang pikul di Balai RW Pencilsari Kelurahan Wonosobo Barat. Ditemui di lokasi, Ketua Panitia Peringatan Hari Kartini Ny. Dyah Afif mengatakan pemeriksaan tersebut merupakan salah satu dari sejumlah kegiatan hari Kartini. “Tujuan digelarnya kegiatan ini adalah sebagai wujud perhatian dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo kepada para buruh gendong dan tukang pikul, walaupun baru dilaksanakan di Pasar Induk Wonosobo,” tutur Dyah. Pihaknya berharap semua buruh gendong dan tukang pikul yang telah terdaftar di paguyuban dapat mengikuti pemeriksaan gratis ini, sehingga mereka dapat mengetahui sejak dini kondisi kesehatannya dan sekiranya memang ada gejala sakit dapat tertangani dengan baik.
Selain itu panitia Hari Kartini dikatakan Dyah juga berharap, untuk tahun kedepan bisa mengadakan pemeriksaan di pasar-pasar yang lain seperti Pasar Kertek dan Pasar Sapuran karena buruh gendong dan tukang pikul di dua pasar tersebut juga banyak.
Sementara itu, Sobirin (51 tahun) tukang pikul pasar induk Wonosobo mengatakan sangat senang dengan pemeriksaan gratis ini, walaupun dia baru satu kali mengikuti pemeriksaan gratis, dia berharap pemerintah mengadakan pemeriksaan gratis 3 kali dalam setahun, sehingga dapat membantu meringakan beban mereka.
 
(Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo)