Author: adminppid

Pemkab Wonosobo Mengupayakan Pemenuhan Kebutuhan Oksigen

Beberapa hari belakangan ini, hampir semua Rumah Sakit dan Puskesmas di Wonosobo mengeluhkan kelangkaan oksigen. Hal ini menjadi kendala serius terhadap penanganan pasien, terutama pada kasus konfirmasi covid-19 dengan gejala yang membutuhkan penanganan cepat, dimana saat ini masih mengalami peningkatan yang luar biasa.

Keluhan ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah, yang harus segera diatasi. Dan saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus mengupayakan secara optimal pemenuhan kebutuhan oksigen untuk Rumah Sakit dan Puskesmas yang ada di Wonosobo.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo Drs. One Andang Wardoyo, M.Si,. Pihaknya terus berusaha dengan sekuat tenaga mencari solusi untuk terpenuhinya kebutuhan oksigen saat ini. Termasuk yang dilakukan Pemkab baru-baru ini dengan membeli ratusan tabung untuk didistribusikan ke sejumlah wilayah.

Ini dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap kelangkaan oksigen yang saat ini sedang terjadi. Dengan harapan bisa menjadi solusi sementara sembari menunggu ketersediaan oksigen nasional kembali normal.

“Ini untuk mengantisipasi adanya kelangkaan itu maka kita langsung mencari, dan Alhamdulillah langsung dapat kemarin malam,” terang Sekda Wonosobo saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/7).

Pihaknya memastikan seluruh wilayah saat ini telah tersedia oksigen yang akan digunakan untuk merawat pasien. Namun lebih diutamakan bagi mereka yang terkonfirmasi positif Covid-19 yang memiliki gejala.

“Untuk yang ke RS masing-masing langsung kita distribusikan. Karena mereka yang paling membutuhkan sementara ini. Lalu untuk yang Puskesmas karena berada di wilayah, kita tempatkan di kantor Dinkes sementara,” terangnya.

Sekda juga telah melakukan Vidcon dengan seluruh puskesmas dan RS untuk memberitahukan ketersediaan tabung ini. Sehingga bagi Puskesmas yang membutuhkan bisa langsung datang ke Dinkes dan melakukan pendataan jumlah kebutuhannya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dr. Mohamad Riyatno, M.Kes., melalui sambungan telephone menjelaskan, saat ini pemenuhan oksigen diprioritaskan ke RS. Dan untuk yang di puskesmas di wilayah, pengisiannya dan distribusinya secara bertahap karena keterbatasan barang.

“Saat ini pemenuhan oksigen prioritas ke RS, tapi kondisi riil bahwa ketersediaan oksigen di pos-pos pengisian di Wonosobo kosong. Maka kita sedang mengupayakan untuk koordinasi langsung ke produsen-produsen oksigen untuk pengisiannya,” ungkapnya.

Pelaku Wisata Menjadi Target Penting Vaksinasi

Sektor pariwisata merupakan sektor yang penting bagi Kabupaten Wonosobo. Para pelaku wisata juga menjadi target penting dalam vaksinasi, karena para pelaku wisata langsung bersentuhan dengan wisatawan. Mereka sangat rentan terhadap terhadap penularan Covid 19, karena ketemunya dengan banyak orang luar Wonosobo, meski wisatawan sudah membawa keterangan antigen, mereka negatif, tapi virus ini tidak kelihatan secara fisik, jadi para pelaku wisata harus ditingkatkan imunnya dengan vaksin. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, pada Bakti Sosial WTBF 2021, peduli sesama pelaku wisata Wonosobo. Jum’at (9/7), bertempat di Pendopo Belakang Bupati Wonosobo.


Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga menyampaikan setelah beberapa waktu lalu lansia sudah memperoleh vaksin, pemerintah mulai bergeser ke semua lapisan masyarakat. “Setelah beberapa waktu lalu lansia memperoleh vaksin, kemudian pemerintah juga sudah fokus kepada para pedagang pasar induk Wonosobo untuk divaksin, kemudian nanti pelaku UMKM, kemudian para pelaku wisata, InsyaAllah semua masyarakat akan memperoleh vaksin secara bertahap,” jelas Afif.


Bupati juga menyampaikan bahwa Wonosobo merupakan daerah wisata yang cukup terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 ini, demikian juga dengan para pelaku wisata ikut terkena imbasnya. Para pelaku wisata sendiri gridnya ada bermacam macam, ada tinggi, menengah dan bawah, tentunya teman teman pelaku wisata sudah bisa memetakan. “Di para pelaku wisata sendiri ada grade tinggi, menengah, dan bawah, tentunya teman-teman pelaku wisata sudah bisa memetakan. Jadi siapa yang memang hari ini perlu mendapat sentuhan. Dan saya mengucapkan terima kasih, justru dari mereka mau berbagi, donasi dan gotong royong untuk membantu temannya sesama pelaku wisata.” Terang Bupati.

“Ini bisa menjadi spirit bagi pelaku usaha yang lain, disaat situasi hari ini banyak masyarakat yang membutuhkan. Hendaknya hari ini orang orang yang diberi kesempatan kelebihan rejeki untuk saling berbagi. bisa kelompok usaha, bisa jadi di masyarakat, di RT nya untuk saling berbagi. Insya Allah kalau kita bisa bentengi mulai dari tingkat RT, RW itu akan mengurangi. Kalau semua dibebankan kepada pemerintah kabupaten, itu tidak mampu. Jadi kepedulian, partisipasi masyarakat secara langsung itu menjadi penting. dan saat sekarang ini saatnya kita berbagi, Insya Allah Berkah, karena hari ini banyak masyarakat yang memang betul betul membutuhkan sentuhan dan perhatian dari pemerintah dan orang orang yang berkesempatan mempunyai dan memperoleh rejeki berlebih,” pungkas Bupati.


Sementara pada kesempatan itu kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Agus Wibowo, S.Sos, menyampaikan bahwa bakti sosial ini adalah untuk membantu teman teman pelaku usaha pariwisata yang betul betul terkena dampak dari pandemi Covid 19 ini. “Bantuan ini diberikan kepada para pelaku usaha pariwisata yang betul betul terkena dampak dari pandemi ini. Memang sampai saat ini baru bisa terkumpul 101 paket yang dibagikan, dimana paket ini bersumber dari iuran, gotong royong para pelaku usaha pariwisata, yang sasarannya juga para pelaku usaha pariwisata. Dimana masing masing paket berisi sembako seharga sekitar 200 ribu di pasaran,” ungkap Agus.


“Mengingat sekarang sedang pelaksanaan PPKM darurat maka penyerahan bantuan ini diberikan secara simbolis kepada perwakilan penerima sejumlah 3 orang dengan menerapkan protokol kesehatan. Yang lainnya paket akan disampaikan secara langsung kepada masing masing penerima,” pungkas Agus.

Oksigen Langka Di Beberapa Puskesmas

Kelangkaan tabung oksigen menjadi keluhan dan kendala dibeberapa  Puskesmas. Hal itu didapati Wakil Bupati Wonosobo Drs. H. Muhammad Albar, M.M., saat melakukan monitoring di Puskesmas Garung, dan Puskesmas Kejajar 1 dan 2,  Kamis (8/7/2021), dalam rangka pemantauan pelayanan Puskesmas baik segi fasilitas maupun SDM yang ada. “Hampir semua mengeluhkan kelangkaan tabung oksigen, dan ini menjadi kendala terutama untuk puskesmas rawat inap,” demikian dikatakan Gus Albar.


Albar menegaskan permasalahan ini harus secepatnya diselesaikan, agar tidak menjadi kendala yang meluas. Harus segera dikoordinasikan dengan instansi terkait, untuk diupayakan ketersediaanya. Walaupun pihaknya juga mengakui kelangkaan tersebut bukan hanya di Wonosobo saja namun saat ini sedang menjadi masalah nasional.


Sementara itu pihak Puskesmas sendiri telah menyampaikan kelangkaan oksigen tersebut dan sudah melakukan koordinasikan intens bersama Dinas terkait, dengan harapan segera mendapatkan solusi. Namun sampai saat ini memang belum ada penyelesaian, mengingat permasalahan ini memang terjadi secara nasional.

Selain monitoring pelayanan dan fasilitas, kunjungan Wakil Bupati tersebut sekaligus untuk memantau progres pelaksanaan vaksinasi di Kecamatan Kejajar. Hal ini akan terus didorong percepatanya sebagai upaya pencegahan dan memutus rantai penyebaran covid-19.

TAK PATUHI PPKM DARURAT, SEJUMLAH RUMAH MAKAN DITEGUR TIM GABUNGAN

WONOSOBO – Sejumlah rumah makan, restoran dan warung ditegur oleh Tim Gabungan karena dijumpai tidak mematuhi aturan PPKM DARURAT pada saat dilaksanakan operasi.

Dalam operasi gabungan yang digelar pada hari Kamis (8/7) tersebut, didapati sebanyak 26 warung makan dan restoran yang masih menyediakan kursi dan meja serta menerima pelanggan yang makan ditempat.

“Hal tersebut melanggar Instruksi Bupati Nomor 1027 Tahun 2021Tentang Pemberlakuan PPKM Darurat di Kabupaten Wonosobo,” terang Kasatpol PP, Haryono melalui Kabid Tramtibum Hermawan Animoro ketika ditemui di sela-sela operasi

Dalam operasi gabungan yang melibatkan unsur Satpol PP, TNI, POLRI serta ASN BKO Satpol PP tersebut juga masih dijumpai pelanggan maupun pemilik usaha yang masih abai protkes dengan tidak memakai masker dan berkerumun.

Operasi yang dilaksanakan dengan cara menyisir wilayah kota tersebut juga masih menemukan tempat usaha yang tidak menyediakan tempat cuci tangan dan tidak menjaga jarak bagi pengunjung.

” Kepada pengusaha yang tidak mematuhi aturan tentang PPKM Darurat di Kabupaten Wonosobo dan mengabaikan protokol kesehatan kami berikan teguran tertulis, dan apabila masih membandel maka akan kami kenakan sanksi yang lebih berat hingga berupa penutupan tempat usaha,” tambah Hermawan.

Selain tempat usaha, Tim Gabungan juga melaksanakan kegiatan penertiban berupa operasi jam malam, kerumunan serta operasi lain sesuai dengan Instruksi Bupati Tentang PPKM Darurat di Kabupaten Wonosobo.

Operasi tersebut akan dilaksanakan secara intensif hingga tanggal 20 Juli mendatang.

“Kami akan secara intensif melaksanakan penegakan Instruksi Bupati tentang PPKM Darurat secara sinergis dengan TNI, Polri, dan ASN hingga tanggal 20 Juli, dan selanjutnya masih akan kami lanjutkan dengan penegakan protokol kesehatan sebagaimana yang sudah berjalan secara rutin,” Pungkas Hermawan.

Antisipasi Pemasalahan Mendatang, Bupati Menekankan Adanya Inovasi Terhadap Penanganan Dan Pengelolaan Sampah

Sampai saat ini sampah memang masih menjadi permasalahan serius. Namun banyak orang yang menganggap remeh terhadap sampah. Padahal, ini berdampak sangat serius bagi kehidupan manusia dimasa mendatang. Banyaknya sampah yang menumpuk dapat menyebabkan berbagai masalah bagi lingkungan dan kehidupan manusia itu sendiri. Lebih parahnya lagi bisa menimbulkan bencana, seperti banjir, penyakit, pencemaran, dan lainnya.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., saat menjadi Pembina apel karyawan di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), rabu (30/6) secara tegas menekankan kepada instansi terkait, agar bekerjasama dengan semua stake holder yang ada untuk membuat terobosan dan inovasi terhadap pengelolaan serta penanganan sampah di Kabupaten Wonosobo, dalam rangka antisipasi timbulnya berbagai masalah dikemudian hari akibat dampak yang ditimbulkan dari sampah tersebut. “Kami tekankan kepada Instansi terkait agar bekerjasama dengan stake holder lainya, untuk membuat terobosan dan inovasi dalam penanganan dan pengelolaan sampah, agar tidak semakin menumpuk, serta untuk antisipasi kedepan agar jangan sampai ada permasalahan yang timbul akibat dampak sampah tersebut,” ucapnya.


“Secara jujur dari dulu sampai sekarang belum ada tindakan yang mengena terhadap persampahan, kalau ada ide tata kelola sampah, silahkan, bermitra dengan investor silahkan, buatlah konsep. Karena kalau tidak segera dilakukan terobosan untuk mengurai sampah ini, Wonosobo akan menjadi daruat sampah. Sampah menumpuk di TPA, lahan akan membludak, dan permasalahan pasti akan timbul,” tegasnya.


Selain itu Bupati minta kepada semua pihak untuk bersinergi dalam penanganan sampah ini. Para penghasil sampah misalnya, harus mempunyai cara dalam mengelola dan menanganinya. Jangan sampai hanya dibiarkan menumpuk begitu saja di tempat transit sampah, menunggu  petugas dari dinas terkait. Jika hal ini terus dibiarkan saja pasti akan menimbulkan banyak masalah. Dan tentu saja jika volumenya tidak terkendali karena terus meningkat, tidak mustahil akan terjadi penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) yang luasnya terbatas, sehingga lahan yang dimiliki sudah tidak memadahi lagi. “Dinas LH memang sebagai leading sectornya, tapi tidak berarti semua ada di LH, namun lebih bagaimana LH bisa mengkoordinasikan dengan OPD lain”.


Bupati menambahkan bukan hanya di Wonosobo saja, namun secara luas sampah memang merupakan masalah yang menjadi perhatian khusus. Sampah akan semakin meningkat setiap hari dan  tahunnya, karena perkembangan manusia yang semakin meningkat sehingga semakin banyak manusia maka sampah yang dihasilkan pun akan semakin banyak pula. Dan pasti akan terus menumpuk jika tidak diolah dengan baik. Apalagi sampah yang berupa plastik, dan yang sejenis lainya, akan sangat sulit terurai karena proses penguraiannya membutuhkan waktu yang sangat lama.


Permasalahan lainya yang berkaitan dengan hal tersebut menurut Bupati
adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam memperlakukan sampah. Oleh karena itu selain terobosan dan inovasi, yang sangat dibutuhkan saat ini adalah adanya peningkatan kesadaran kepada seluruh masyarakat, salah satunya dengan memberikan edukasi kepada pelajar dan  anak-anak mengenai tata kelola sampah secara dini. Dengan upaya ini diharapkan bisa menghindari semua hal buruk yang timbul akibat kebiasaan dan tata cara yang tidak baik. “Kami minta agar masyarakat bisa bersikap bijak dalam memperlakukan sampah, kalau perlu kita akan mengundang OPD terkait, untuk melakukan diskusi”.


Namun disisi lain Bupati memberikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat yang sudah melakukan hal besar terhadap tata kelola sampah. Dibeberapa desa, kampung dan wilayah terkecil sudah banyak warga masyarakat yang memiliki cara tersendiri dalam mengelola sampah dengan baik, dari memilah sampah organik dan anorganik serta adanya bank sampah hingga daur ulang. “Kami memberikan apresiasi kepada masyarakat, terutama Ibu-ibu, yang bisa memilah sampah organik dan anorganik, ada bank sampah dan daur ulang juga, dan saya rasa hal ini perlu di tularkan kepada masyarakat yang lain,  sehingga peran mereka akan membantu menekan laju volume sampah yang semakin luar biasa ini,” pungkasnya.

Wujudkan Sambungan Air Minum Gratis untuk Tingkatkan Kesehatan Masyarakat

Wonosobo – Untuk meningkatkan Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, melalui upaya penyediaan air minum yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui PDAM Tirta Aji Wonosobo merealisasikan penyambungan sarana air minum gratis melalui Program Pemasangan Sambungan Rumah Penerima Manfaat Hibah Air Minum Perkotaan APBN TA. 2021 untuk Kabupaten Wonosobo, tahun ini yang dilaksanakan secara simbolis di Desa Pulus Kecamatan Sukoharjo Senin, (28/06/2021).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag yang didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sumaedi, S.H., M.Si Kepala Bappeda Tarjo, S.Sos., M.Si Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Dra. Siti Nurjanah, M.Si beserta jajaran dari PDAM Tirta Aji Wonosobo, Forkopimca Sukoharjo dan perwakilan masyarakat penerima bantuan sambungan air minum Desa Pulus.

Kepala Desa Pulus Priyaji saat kegiatan tersebut menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas program bantuan dari pemerintah ini, semoga dapat bermanfaat bagi warga kami.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas bantuan penyambungan air minum kepada warga kami, mudah-mudahan dapat bermanfaat untuk warga Desa Pulus” ungkap Priyaji.

Dalam sambutannya Dirut PDAM Tirta Aji Wonosobo Muhammad Sjahid, S.IP., M.Si mengatakan bahwa Program hibah sambungan air minum ini adalah Program Pemasangan Sambungan Rumah Penerima Manfaat Hibah Air Minum Perkotaan APBN TA. 2021. Dengan tujuan untuk mencapai kecukupan pelayanan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Pelaksanaan program tahun 2021 ini berjumlah 3.904 sambungan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Wonosobo, Kecamatan Sukoharjo ada 140 sambungan yang tersebar di 17 desa. Untuk Desa Pulus sendiri ada 16 sambungan, program ini dengan maksud untuk meringankan beban masyarakat. Sambungan ini gratis, karena sudah dibiayai dari APBN TA. 2021 sebanyak 3.000 sambungan dan 904 dari anggaran PDAM, tetapi rekening bulanan tetap harus dibayar” kata Dirut PDAM Tirta Aji.

Selain itu mengatakan bahwa program ini menyasar kalangan masyarakat umum artinya memang difokuskan untuk selain instalasi pemerintahan, peribadahan dan untuk usaha, jadi program yang dikhususkan membantu masyarakat dari kalangan berpenghasilan rendah.

Sementara itu Bupati Wonosobo dalam sambutannya menyampaikan Terima kasih dan Apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini, bahwa program ini merupakan program sambungan gratis dari pemerintah untuk masyarat yang dibiayai dari APBN tahun 2021. Mudah-mudahan dengan tersedianya kecukupan air minum bersih untuk warga masyarakat ini khususnya di Desa Pulus dan secara umum di Kabupaten Wonosobo dapat membantu masyarakat akan kebutuhan air minum yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan kualitas Kesehatan warga.

“Menyampaikan terima kasih atas program ini mudah-mudahan dengan tercukupnya kebutuhan air minum warga akan dapat meningkatkan kualitas Kesehatan menjadi lebih sehat dan perlu diingat, dalam program ini yang gratis adalah pemasangannya dan rekening bulanan tetap harus dibayar. Maka untuk itu berhematlah dalam menggunakan air, agar dalam pembayaran rekening bulanan tidak terlalu besar” ungkap Bupati.

Lebih lanjut Bupati yang merupakan putra asli Sukoharjo ini mengungkapkan, bagi masyarakat yang belum menerima bantuan ini agar bersabar, karena kedepannya akan kita usahakan semua Masyarakat Berpenghasilan Rendah akan mendapatkannya. Dan tidak lupa berpesan agar selalu menjaga Kesehatan karena saat ini sedang ada Pandemi COVID-19. Selalu mengenakan masker saat bepergiatn keluar rumah, ke kebun, pasar dan lain sebagainya.

“Saya minta yang belum menerima bantuan pada tahun 2021 ini untuk bersabar dulu, Inshaallah tahun depan akan menerima, karena program ini akan terus berlanjut, dan tidak lupa saya mengingatkan karena situasi saat ini masih ada Pandemi COVID-19 maka mari tetap patuhi dan terapkan protokol kesehatan, dimanapun dan kapanpun. Terapkan 5 M, Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas. Semoga kesehatan serta keselamatan selalu melingkupi kita semua” tutup Afif.

Acara Launching ini ditandai dengan pembukaan kran air di rumah salah satu warga penerima bantuan oleh Bupati. Diakhir acara launching juga dilakukan pembagian paket bantuan sembako dari PDAM Tirta Aji Wonosobo yang disampaikan bupati kepada perwakilan warga masyarakat di Desa Pulus Kecamatan Sukoharjo.

Ekonomi Dan Kesehatan Harus Berimbang

Di tengah pandemi covid 19 yang belum kunjung usai, kita harus terus menjaga kesehatan dengan mematuhi protokol kesehatan, tetapi roda perekonomian juga harus terus digenjot, agar akonomi kita tetap berjalan. Jadi kita tidak bisa menekan salah satu saja, semua harus berjalan bersama, kesehatan terus ditingkatkan, perekonomian juga harus terus ditingkatkan, agar semua berimbang. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, saat memimpin apel pagi Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Wonosobo, Senin (28/6).


Terkait perekonomian Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, menyampaikan bahwa pasar adalah pusat perekonomian bagi masyarakat. Ini menjadi tugas berat bagi pemerintah khususnya Disperindagkop UMKM yang menjadi kepanjangan tangan dari pemerintah terkait urusan pasar, untuk menyelasaikan proses penataan pedagang di Pasar Induk Wonosobo. “Urusan pasar adalah urusan yang penting, karena pasar merupakan pusat perekonomian bagi masyarakat. Seperti pasar induk wonosobo harus disegerakan proses penataan pedagangnya agar di tahun 2021 ini pasar induk sudah bisa ditempati. Pasar Sapuran juga, dimana di tahun ini juga ada proses pembangunan penyelesaiannya,” ungkap Bupati.


“Ini memang menjadi pekerjaan yang berat bagi kita semua yang harus diselesaikan, oleh karena itu Disperindagkop UMKM harus kerja ekstra, dengan bekerja bersama sama, satukanlah lembaga ini menjadi satu visi, kalau masih ada ego sektoral masing masing bidang lepaskanlah itu. kita jadikan satu, gerakkan semua kekuatan dan SDM yang ada, dengan semua bergerak InsyaAllah semua persoalan bisa diurai satu persatu,” tambah Afif Nurhidayat.


Bupati juga menyampaikan agar dalam menyelesaikan proses penataan pedagang pasar induk ajaklah Pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPPIW) untuk mencari solusi bersama sama agar nanti pada saatnya pasar akan difungsikan bisa berjalan dengan baik dan lancar. Pasar Sapuran juga tahun ini ada kegiatan pembangunan, oleh karena itu persiapkan administrasinya secara matang, baik dari segi teknis maupun non teknisnya.


“PR kita banyak dan berat, pada sisi yang lain kita harus menangani Covid 19 dan pada sisi yang lain juga harus menangani ekonomi, ini harus berimbang. Dan jangan lupa UMKM juga harus terus diperhatikan, agar semua bisa berjalan dengan lancar. Agar masyarakat tetap sehat, ekonomi tetap berjalan maka dibutuhkan kerja cepat, kerja cerdas dan kerja sama semua pihak,” pungkas Bupati.

Perlu Ada Penyempurnaan Fasilitas Untuk Meminimalisir Kecelakaan Di Jalur Tengkorak

Turunan curam Kledung-Kertek, telah berulangkali terjadi kecelakaan dan tidak sedikit sudah memakan korban jiwa. Karena sering terjadi kecelakaan maut yang ada di jalan utama Temanggung menuju Wonosobo tersebut sehingga jalur ini dikenal sebagai jalur tengkorak.


Wakil Bupati Wonosobo Drs.H.Muhammad Albar, M.M., saat melakukan sidak peninjauan tindak lanjut revitalisasi jalur penyelamat Kertek, senin (28/6) menegaskan, seringnya terjadi kecelakaan di jalur maut itu memang perlu perhatian dan penanganan khusus dari semua pihak. Mungkin perlu adanya penyempurnaan tambahan berbagai sarana atau fasilitas pendukung sehingga kedepan, kecelakaan di jalur tersebut dapat diminimalisir. “Sering terjadinya kecelakaan maut di jalur ini memang perlu perhatian dan penanganan khusus dari semua pihak mungkin juga perlu penyempurnaan fasilitas pendukung lainya,” tegasnya.


Saat sidak ke lokasi tersebut, Albar melihat ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh instansi terkait. Salah satunya perlu dilakukan penertiban papan reklame di utara lokasi yang dirasa menutupi pandangan terhadap lokasi jembatan penyelamat. “Saya rasa ini perlu ditertibkan, papan reklame ini bisa mengganggu dan menutupi pandangan pengemudi terhadap lokasi jalur jembatan penyelamat, jadi enggak kelihatan,” katanya.


Selain itu Albar mengatakan perlu adanya tambahan rambu-rambu di sepanjang jalur tersebut, sebagai pesan pengingat kepada para pengemudi, serta petunjuk ke arah jembatan penyelamat. “Apalagi akhir-akhir ini kecelakaan yang terjadi juga banyak melibatkan warga lokal. Serta seringnya kecelakaan rem blong ini kebanyakan mereka yang berasal dari luar kota dan tidak paham medan di sini. Maka rambu-rambu umum maupun khusus perlu di tambahkan disini, sebagai petunjuk,” tambahnya.


Wakil Bupati menyampaikan pesan kepada warga masyarakat baik lokal maupun dari luar daerah, yang hendak melintas di jalur ini agar tetap berhati-hati, dan waspada terlebih kepada kendaraan dengan tonase tinggi harus dicek dulu kelayakan jalan terhadap fasilitas kendaraannya sebelum melintasi jalur tersebut. “Saat melintas di sepanjang jalur ini saya berpesan untuk selalu berhati-hati karena kita tidak tahu kapan kecelakaan itu bisa terjadi,” pungkasnya.

Wakil Bupati : Santri Kudu Biso Ngaji Biso Tani

Pandemi global Covid-19 sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat secara luas. Namun dengan keadaan seperti ini tidak boleh hanya diam saja. Semua harus beradaptasi dengan kondisi yang ada, dan harus semangat untuk bangkit bersama-sama, baik dari sektor pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi. Tidak terkecuali di lingkungan pondok pesantren yang juga merasakan dampak. Para santri, harus mampu menyikapi dan berinovasi dalam membekali diri untuk menyongsong masa depan.


Salah satunya dengan berwirausaha dimasa pandemi menjadi pilihan yang tepat, namun harus dilakukan secara lebih kreatif dan inovatif. Selain untuk memperkuat ekonomi secara individu, berwirausaha bagi para santri dapat memperkuat ekonomi pesantren secara kolektif.

Dari sisi lain, banyak hal yang bisa diberikan kepada para santri. Baik Pemerintah, swasta maupun ponpes sendiri bisa memberikan andil dalam membekali para santri. Melalui Program Pembinaan Pesantren Entrepeneur, diharapkan santri memiliki life skill dalam menyongsong kehidupan pasca menimba ilmu di pesantren, sehingga kedepan muncul pengusaha-pengusaha santri dari segala bidang khususnya pertanian.


Santri kudu biso ngaji biso tani, karena tidak mungkin santri nanti jadi Kyai semua, maka harus ada bekal lain selain ilmu agama,” hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Wonosobo Drs. H. Muhammad Albar, M.M., saat melakukan penanaman massal pisang mas di Dusun Kalilawang, Desa Sitiharjo, Kecamatan Garung, Wonosobo pada Jumat (25/6).


Albar mengatakan, kegiatan seperti ini dirasa perlu dan baik untuk dibudayakan,  mengingat potensi santri yang sangat besar dalam mendorong kemajuan pembangunan bangsa salah satunya melalui pengembangan kewirausahaan. Selain itu para santri juga bisa diarahkan kepada kemampuan ilmu pertanian.


Wakil Bupati, yang notabene dulu merupakan seorang santri itu, menegaskan, “Para santri sebenarnya sudah dididik dengan kemandirian. Yang membentuk mentalitas santri yang tahan banting, tidak gengsi, dan siap menjalankan apa saja, mulai dari pekerjaan yang rendah hingga yang susah. Sehingga saya yakin para santri mampu berinovasi dan membekali mereka untuk menyongsong masa depan yang cerah,” pungkasnya.