Author: adminppid

Kualitas Lembaga Pelatihan Kerja Hasilkan Tenaga Kerja Kompeten

Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) dan BLK Komunitas untuk dapat senantiasa bersungguh-sungguh dalam meningkatkan mutu dan performa lembaga, karena kualitas Lembaga Pelatihan Kerja akan mampu menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki kualifikasi yang mumpuni. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, saat membuka Pelatihan Digital Marketing dan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta. Bertempat di aula Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian Dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo, Kamis (2/12).
Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, pada kesempatan itu juga menyampikan bahwa pembangunan sektor ketenagakerjaan merupakan bagian integral dari pembangunan nasional, dilaksanakan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya serta seluruhnya yang berkualitas, untuk mewujudkan masyarakat sejahtera, adil, dan makmur baik material maupun spiritual, melalui peningkatan kualitas serta potensi tenaga kerja yang profesional serta produktif.
“Pembangunan ketenagakerjaan juga harus mampu menghadapi tantangan globalisasi yang sarat dengan persaingan, serta harus diimbangi dengan daya saing yang tinggi, tak terkecuali bagi kualitas tenaga kerja nasional,” ungkap Wabup.
Kegiatan yang memiliki daya ungkit bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia seperti ini, kata Wabup merupakan satu langkah lebih maju dalam rangka memberikan, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja, produktivitas, disiplin, sikap, serta etos kerja bagi Lembaga Pelatihan Kerja dan BLK Komunitas, yang nantinya diharapkan mampu membantu menelurkan tenaga kerja yang siap kerja dan berkualitas.


“Lembaga Pelatihan Kerja adalah lembaga yang memiliki andil besar dalam rangka membantu pemerintah, untuk mengatasi permasalahan ketenagakerjaan serta menyiapkan tenaga kerja yang berkualitas. Saya tekankan sekali lagi, bahwa target utama Lembaga Pelatihan Kerja, baik swasta maupun yang disediakan oleh pemerintah, adalah mencetak tenaga kerja unggulan, yang kompeten dan produktif dibidangnya. Oleh karena itu, sebagai lembaga yang menyediakan jasa pelatihan kerja, hendaknya mampu pula meningkatkan mutu lembaga, termasuk para instruktur didalamnya, salah satunya melalui kegiatan pelatihan dan peningkatan kualitasnya,” jelas Albar.
Di era revolusi industri 4.0 yang tengah kita hadapi saat ini, yang menuntut kesiapan dan kompetensi dalam akses teknologi dan informasi, dalam hal ini adalah e-marketing yang tengah berkembang sangat pesat. Wabup menyampaikan bahwa seluruh lini dalam berbisnis dituntut untuk siap dan tidak gagap teknologi, jika ingin mempertahankan kelangsungan bisnisnya. Kompetensi dan kapasitas pengelolannyalah yang menjadi hal utama untuk ditingkatkan, sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman.
“Kepada Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Transmigrasi, saya minta untuk terus membimbing dan membina Lembaga Pelatihan Kerja dan BLK Komunitas yang ada di Kabupaten Wonosobo dengan baik. Saya harap Lembaga Pelatihan Kerja dan BLK pemerintah dan swasta dapat menjadi bagian dari support system satu sama lain, dengan satu tujuan yakni menghasilkan tenaga kerja unggul,” pungkas Wabup.
Sementara pada kesempatan itu Sekretaris Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo, Rahadi Giri Yuwono, menyampaikan bahwa pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari, dengan peserta sebanyak 25 orang dari Lembaga Pelatihan Kerja, BLK Komunitas dan Industri Kecil Menengah. Dimana pelatihan Digital marketing ini untuk meningkatkan pemasaran secara digital dan memperluas jejaring serta untuk meningkatkan kualitas bagi lembaga pelatihan kerja, untuk nantinya bisa ditularkan ilmunya kepada peserta didik lembaga-lembaga pelatihan tersebut.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

JDIH Kabupaten Wonosobo Mendapatkan Peringkat 5 Besar Nasional Dalam Rangka JDIH Awards Tahun 2021

JDIH Kabupaten Wonosobo Menerima Penghargaan JDIH Awards Bertempat di Grand Mercure Harmoni Jakarta Pusat, Kamis (2/12).

Dilaksanakan Pertemuan Nasional Pengelola JDIH dan Pemberian Penghargaan Bagi Anggota JDIH Terbaik Tahun 2021 yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional. Acara Dibuka Oleh Kepala BPHN RI, Prof. Dr. Widodo Ekatjahjana,S.H., M.Hum. dan Pemberian Penghargaan Bagi JDIH Terbaik diberikan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Prof. Yasonna Hamonangan Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D. Dalam hal ini Kabupaten Wonosobo mendapatkan peringkat 5 Terbaik Nasional dari 415 kabupaten di Indonesia. Penghargaan JDIH Awards tersebut diterima langsung oleh Bupati Wonosobo, H. Afif Nurhidayat, S.Ag.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://jdih.wonosobokab.go.id/front/detail_berita/120

Kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang

Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang pada tanggal 1 Desember 2021 di Ruang Transit, Setda Kabupaten Wonosobo. Kegiatan ini bertujuan untuk sharing implementasi program kerja yang telah dilaksanakan Bagian Kesejahteraan Rakyat.

Kegiatan kunjungan kerja dari Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang ini disambut oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo beserta Kasubag dan Staffnya. Dalam kunjungan ini, Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Magelang dan Kabupaten Wonosobo berbagi informasi mengenai program kerja yang berlangsung dan berbagai kebijakan yang telah dibuat Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Wonosobo. Diskusi ini diikuti para kasubag dan staff Bagian Kesejahteraan Rakyat dari kedua kabupaten.

Peran Strategis TP. PKK Dalam Meningkatkan Derajat Kesejahteraan Masyarakat

Keberadaan Tim Penggerak PKK mulai dari Kabupaten, Kecamatan, hingga Desa dinilai sangat strategis untuk membantu pemerintah daerah meningkatkan derajat kesejahteraan masyarakat. Mengingat perannya yang strategis itulah, Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, S.STP, mengingatkan dan meminta TP.PKK Kecamatan untuk terus memantau dan mengawal TP PKK Desa/ Kelurahan, 5 program kegiatan PKK wajib, sampai dimasukkannya ke APBDes/RKA Kelurahan tahun 2022, tentunya berkoordinasi dengan pembina PKK Kecamatan. Dyah menegaskan hal tersebut seusai melantik 2 Ketua TP. PKK Kecamatan dan membuka Rakon TP. PKK Kabupaten Wonosobo Tahun 2021, di Pendopo Bupati belakang, Rabu (1/12).
Sejumlah program ataupun kegiatan yang menurut Dyah layak untuk didanai anggaran desa, 5 kegiatan wajib PKK, edukasi pencegahan perkawinan usia anak, peningkatan kapasitas ketrampilan usaha ekonomi produktif, pelatihan pengelolaan sampah, pemanfaatan pekarangan serta pendampingan anak stunting.


“Selain 5 kegiatan wajib PKK tersebut, masih banyak atau malah hampir semua program PKK dapat difasilitasi oleh dana desa, seperti pencegahan kekerasan, menekan angka kematian ibu dan bayi, peningkatan rata rata lama sekolah, peningkatan kapasitas perempuan dibidang kewirausahaan,” jelas Dyah Afif.
Para Ketua TP PKK Kecamatan, dikatakan Dyah sudah sewajarnya apabila nanti juga menyampaikan pentingnya akses dana desa. Para Camat pun, selaku ketua dewan penasehat TP PKK Kecamatan, menurutnya perlu turut membantu agar mendorong Kepala Desa/ Kepala Kelurahan memahami kebutuhan TP PKK, di wilayah masing-masing. Adanya sinergi antara TP PKK Kabupaten, Kecamatan dan Desa/ Kelurahan diyakini akan mengakselerasi program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo.
“Dibutuhkan Komitmen secara terstruktur dan kolaborasi serta semangat kita dalam melaksanakan kegiatan dalam gerakan PKK untuk mewujudkan Wonosobo yang berdaya saing, maju, mandiri dan sejahtera. Saya mohon pakta integritas sebagai komitmen dalam melaksanakan tugas, untuk dijadikan pegangan dalam berkegiatan, dan gunakan data yang terupdate dalam proses perencanaan dan kuatkan koordinasi , konsultasi dengan pembina PKK setempat,” pungkas Dyah Afif.
Sementara pada kesempatan itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Ir. Agus Priyatno, M.Pd, yang mewakili Bupati Wonosobo, mengucapkan selamat kepada Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Selomerto dan Kalikajar yang dilantik pada hari ini, semoga dapat menjalankan tugasnya dengan baik, amanah dan penuh tanggung jawab, apalagi jika mengingat pentingnya peran PKK di wilayah kecamatan, dimana fungsi Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan menjadi sangat vital, karena harus bertanggung jawab terhadap upaya Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga di wilayahnya, termasuk desa/kelurahan yang ada, sampai dengan Dasa Wisma.


Optimalisasi kinerja Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan memang harus didukung sepenuhnya, dan mampu menjadi motivator serta mitra yang baik bagi camat atau Pemerintah Kecamatan. ”Terutama saya titip pada para Ketua Tim Penggerak PKK kecamatan semuanya saja, yang baru maupun yang masih aktif, untuk senantiasa menjalin komunikasi dan kerjasama yang sinergis dengan institusi pemerintah maupun swasta, serta organisasi kemasyarakatan yang ada, dalam turut menyukseskan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan hidup dan perekonomian masyarakat,” jelas Agus.
”Selama ini Tim Penggerak PKK sudah menjadi mitra pemerintah yang solid, seperti di bidang pendidikan, telah ikut berpartisipasi aktif dalam rangka penuntasan buta aksara dan Wajib Belajar Pendidikan Dasar (WAJARDIKDAS) 12 tahun, yang dilanjutkan aktif dan responsif serta pemberdayaan perpustakaan desa. Di bidang kesehatan, melalui gerakan sayang ibu dan bayi, saya harapkan Tim Penggerak PKK kecamatan benar-benar berupaya dalam rangka mengurangi angka kematian ibu dan bayi di wilayahnya, baik melalui pemberdayaan posyandu, maupun optimalisasi desa siaga yang sudah berjalan.TP. PKK kecamatan, saya harap juga ikut berperan dalam mengurai masalah kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang dihadapi Kabupaten Wonosobo saat ini, seperti: masih tingginya jumlah perkawinan anak dibawah usia 19 tahun yang mencapai 968 pada Tahun 2020,” pungkas Agus.
Sesuai SK Ketua TP PKK Kabupaten, kedua Ketua TP PKK Kecamatan yang dilantik dalam kesempatan tersebut adalah Dheby Subagyo sebagai Ketua TP. PKK Kecamatan Kalikajar dan Robingah Suratman sebagai Ketua TP PKK kecamatan Selomerto.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Bupati Optimis, Seluruh Pedagang Bisa Masuk Kedalam Pasar

Pemkab wonosobo optimis seluruh pedagang bisa tertampung di dalam pasar induk wonosobo, hanya saja dibutuhkan kesadaran bersama dan penataan pasar yang lebih baik lagi.

“Pedagang sudah banyak yang minta pasar segera dibuka itu kita dengar secara langsung, namun khan butuh pengaturan , saya optimis semua bisa masuk yang penting penataannya baik,” ungkap Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat usai melakukan monitoring bersama di pasar induk wonosobo, kemarin sore.

Pantauan pasar induk wonosobo baik sisi barat maupun timur dilakukan bersama dengan wabup, sekda, tim asistensi bupati, Disperindagkop UMKM, prokompim setda wonosobo  serta perwakilan pedagang pasar induk.

Menurutnya, pasar induk wonosobo harus didorong menjadi pusat ekonomi masyarakat. Sehingga pola pengaturan harus lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu dibutuhkan kesadaran dan perspektif yang sama dari  semua pihak.

“Kita butuh dukungan dari semua stakeholder, utamanya pedagang pasar mereka yang akan gunakan itu,” katanya.

Berkaitan dengan pedagang selasar pasar induk dirinya mengaku sedang merumuskan langkah yang tepat agar tidak merugikan salah satu pihak. Pasalnya sebagian besar mereka merupakan pedagang pasar induk yang ada di dalam kemudian pindah keluar atau sewa ke lokasi yang saat ini mereka gunakan untuk berdagang

“Soal pedagang selasar pasar ya kita cari solusinya, yang terbaik seperti apa nanti, jika dilakukan pemindahan harus melihat berbagai aspek, utama masalah akses dan juga tingkat keramaian. ,” terangnya.

Afif menambahkan dari monitoring terhadap ruangan yang ada di pasar induk sisi barat maupun sisi timur, dirinya melihat banyak ruang yang belum sesuai dengan keinginan pedagang dan juga banyak ruang kosong yang tidak terpakai.

“ Banyak ruang ruang kosong di pasar induk sisi timur, itu harus dimaksimalkan,” pintanya

Sementara itu, Wabup Wonosobo Gus Albar melihat kekurangan 400 an kios dan los yang ada di pasar induk wonosobo bisa diatasi dengan memaksimalkan pasar sisi timur. Sebab banyak ruang kosong.

“Saya melihat los dan kios sisi timur mangkrak tidak digunakan, ini saya kira bisa jadi solusi,” katanya.

Hanya saja jika kondisinya seperti saat ini, sepi, kumuh dan susah akses maka dipastikan pedagang tidak akan mau berjualan di lokasi tersebut, sehingga  dinas terkait perlu mencari cara dan supaya sisi timur bisa bisa bergeliat dan diminati oleh pedagang.

“Akan kita lakukan kajian agar pasar bisa lebih ramai sehingga diminati pihak pedagang dan pembeli, kita optimis itu bisa dilakukan,” katanya.

Sedangkan Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo mengaku bahwa regulasi terkait pasar induk wonosobo sudah selesai hanya tinggal memperhalus kata. Diharapkan aturan tersebut akan mengatur secara detail agar memperkecil ruang pelanggaran

“Regulasi sudah ada, tinggal diperhalus nanti akan kita gelar publik hearing,” ujarnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

PPPK MENDAPATKAN SOSIALISASI KE-TASPEN-AN

Dalam rangka untuk melaksanakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2015 tentang Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Jaminan Kematian Bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara. Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggandeng PT TASPEN (Persero) Kantor Cabang Purwokerto melaksanakan kegiatan Sosialisasi Ke-TASPEN-an, yang diselenggarakan 2 hari yaitu Hari Selasa 23 November sampai dengan Hari Rabu 24 November 2021 di Ruang Mangoenkoesoemo Setda Kabupaten Wonosobo. Dimana penyelenggaraan sosialisasi Ke-TASPEN-an dibagi menjadi 6 sesi, dimana setiap hari terbagi menjadi 3 sesi serta diikuti oleh 358 PPPK yang terdiri dari PPPK Tenaga Teknis sejumlah 68 orang, PPPK Tenaga Kesehatan 4 orang dan PPPK Tenaga Guru sejumlah 286 orang.


Kepala Bidang Pembinaan Dan Penilaian Kinerja Aparatur BKD Kabupaten Wonosobo, Muh. Burhanuddin, S.Sos, M.Si menyampaikan bahwa penyelenggaraan sosialisasi Ke-TASPEN-an bagi PPPK merupakan salah satau upaya dari Pemkab Wonosobo untuk mengimplementasikan pemenuhan hak bagi PPPK terkait dengan Tabungan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan serta Jaminan Kematian. “Bahwa untuk Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian sudah diberikan oleh pemberi kerja yaitu Pemkab Wonosobo, sedangkan untuk Tabungan Hari Tua serta Jaminan Pensiun opsional sifatnya dan ditawarkan oleh PT TASPEN untuk memberikan hak-hak bagi PPPK, karena jaminan tersebut sifatnya potongan bagi PPPK mengingat regulasinya belum ada, berbeda dengan PNS yang Tabungan Hari Tua dan Jaminan Pensiun sudah dipotong otomatis dari gaji serta telah dipayungi oleh regulasi yang ada,” jelas Burhanuddin.


Pada kesempatan itu, saat membuka Sosialisasi, Selasa (23/11), Asisten Administrasi dan Umum Sekda Wonosobo, Drs. Supriyadi, M.Si, yang mewakili Bupati Wonosobo, menyampaikan, kepada seluruh PPPK ke depan setelah mendapatkan Sosialisasi Ke-TASPEN-an, dalam arti mengetahui hak-haknya terkai Tabungan Hari Tua, Jaminan Pensiun, Jaminan Kecelakaan serta Jaminan Kematian ke depan untuk lebih semangat dalam mengabdi. Apalagi sekarang dihadapkan pada tantangan zaman yang semakin kompleks dan berat menuntut Aparatur Sipil Negara, termasuk PPPK.
Supriyadi mengharapkan kepada seluruh PPPK untuk senantiasa meningkatkan kompetensi dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan publik, mengingat ada hubungan yang sejalan antara disiplin, kinerja dan pelayanan publik secara holistik, yang mengisyaratkan bahwa nilai budaya disiplin kerja akan mewarnai perilaku pegawai, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan publik yang berkelanjutan. “Telah menjadi kewajiban bagi seluruh Aparatur Sipil Negara, untuk menegakkan disiplin dalam kinerja sehari-hari,” pungkas Supriyadi.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Kualitas Dan Kapasitas Pembina Pramuka Harus Terus Ditingkatkan

Perkembangan Gerakan Pramuka dari masa kemasa selalu mengalami perubahan yang sangat signifikan. Anggota Gerakan Pramuka pun tersebar di segala penjuru negeri, ini adalah sebuah fenomena yang menggembirakan. Di mana berarti banyak generasi muda yang aktif dalam kegiatan positif. Demikian disampaikan Ka Kwarcab Gerakan Pramuka Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, saat membuka Kursus Pembina Pramuka Mahir Dasar Kwartir Cabang Wonosobo di Kwartir Ranting Garung Tahun 2021. Bertempat di GOR Desa Menjer Garung, Selasa (23/11).


Ka. Kwarcab juga menyampaikan bahwa untuk menyikapi perkembangan dan perubahan yang ada, perlu diimbangi oleh peningkatan kualitas dan kapasitas para Pembina Pramuka yang dilakukan secara berkala. “Rasulullah SAW dalam Haditsnya telah bersabda, bahwa kaum muslimin diwajibkan untuk mencari ilmu sebagai wahana pengembangan diri dan sebagai bekal untuk menjelajahi kehidupan di masa yang akan datang. Oleh karena itu sangatlah penting bagi regenerasi bangsa untuk mencari ilmu sebagai wahana pengembangan diri,” ungkap Albar.
Dimasa sekarang dengan kondisi pandemi Covid 19, Pramuka harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan di setiap kegiatan yang dilakukan. “Pramuka harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan di era pandemi sekarang ini. Melalui unit unit yang ada di Gerakan Pramuka, diharapkan pramuka bisa hadir di tengah masyarakat, baik secara sisi sosial, kebencanaan, kepedulian, maupun perilaku di kehidupan sehari hari,” jelas Ka. Kwarcab.
“Dan kepada pembina pembina pramuka, jadilah contoh bagi generasi pramuka secara berkelanjutan. Tularkanlah ilmu dan didiklah pramuka pramuka pemula agar menjadi generasi yang lebih bermanfaat dan generasi yang positif,” pungkas Muhammad Albar.


Sementara pada kesempatan itu, Sri Sugiarti, selaku penyelenggara kegiatan juga menyampaikan bahwa kegiatan Kursus Mahir Dasar (KMD) Kwarcab Wonosobo di Kwarran Garung ini dilaksanakan di SD N Menjer dan sekitarnya pada tanggal 23 sampai 27 November 2021. Dengan peserta 30 orang dari Kwarcab yang berasal dari utusan tiap Kwarran sebanyak 2 orang pembina dan 37 peserta berasal dari Kwarran Garung sehingga total ada 67 peserta.
Penyelenggara kegiatan ini adalah Kwarcab Wonosobo Bidang Pembinaan Anggota Dewasa (BINAWASA), dengan Kwarran Garung sebagai panitia pelaksana, serta Pusdiklatcab Kwarcab Wonosobo dengan tim pelatih Kwarcab Wonosobo sebagai pelaksana kepelatihan.
“Untuk materi KMD ini disajikan dengan pendekatan andragogi, berfokus pada pembelajaran diri interaktif progresif dengan melibatkan peserta secara langsung dalam proses pembelajaran. Dimana kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan pengalaman praktis membina pramuka,” pungkas Sri Sugiarti.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Berada Di Level 2, Jangan Abai

Kabupaten Wonosobo saat ini berada dalam PPKM level 2, cakupan vaksin hingga saat ini sudah berada diangka 55%. Tetapi dengan posisi di level 2, kita tidak boleh lengah dan abai, protokol kesehatan harus terus dijalankan dalam aktifitas kita sehari-hari. Demikian disampaikan Wakil Bupati Wonosobo, saat mengunjungi Desa Kemiriombo dan Desa Bendungan Kecamatan Kaliwiro, saat menyerahkan Sertifikat hak atas tanah program PTSL, Senin (22/11).
Wakil Bupati Wonosobo, Drs. Muhammad Albar, MM, juga tak henti-henti mengingatkan masyarakat agar mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, maupun menjaga jarak. “Jangan sampai kita lengah dan abai dengan protokol kesehatan, karena kita tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Jangan sampai kita mengalami lagi hal hal seperti beberapa waktu lalu, dimana kasus covid sangat tinggi. Dimana itu juga mengakibatkan angka kematian yang cukup tinggi. Serta menyebabkan perekonomian kita melemah, dimana saat ini pertumbuhan ekonomi kita berada di minus 1,6 persen, padahal sebelum pandemi pertumbuhan ekonomi kita sekitar 5 persen,” ungkap Wabup.


Di kedua desa di kecamatan Kaliwiro itu, Wabup juga menyampaikan bahwa Wonosobo adalah daerah yang rawan bencana utamanya tanah longsor. Mengingat sekarang musim penghujan, masyarakat untuk selalu waspada. “Kita harus selalu waspada dengan kondisi musim penghujan ini, Kepala Desa untuk bisa menyiapkan relawan-relawan bencana yang siap dan siaga ketika terjadi bencana. Dengan adanya relawan-relawan yang ada maka akan meminimalisir dampak dari bencana itu sendiri,” jelas Albar.
“Oleh karena itu, saya berharap kepada semua elemen masyarakat untuk saling bahu membahu, bersinergi dan tingkatkan gotong-royong di tengah kehidupan bermasyarakat. Dan jangan lupa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan. Kepala Desa untuk selalu mendorong suksesnya vaksinasi, agar Wonosobo segera berada di PPKM level 1. Karena dengan minimal 75% sudah tervaksinasi maka kekebalan kelompok akan terwujud. Ketika sudah berada di level 1 perekonomian otomatis juga akan lebih menggeliat lagi,” tambah Wabup.
Muhammad Albar juga menyoroti soal pendidikan bagi masyarakat Wonosobo, dimana tingkat sekolah Kabupaten Wonosobo masih terendah di Jawa tengah. “Kepada orang tua dan desa untuk selalu mendorong anak anak untuk terus sekolah. Jangan sampai anak-anak Wonosobo hanya lulus SD maupun lulus SMP saja, minimal anak-anak harus bersekolah sampai lulus SMA,” pungkas Wabup.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Kalian Bikin Bangga Wonosobo

Bangganya Kabupaten Wonosobo memiliki atlet-atlet berprestasi yang ikut membantu kontingen Jawa Tengah, dengan meraih berbagai medali, pada gelaran Pekan Paralimpik Nasional XVI di Papua. Tentu ini menjadi suatu kebanggaan, tidak hanya bagi para atlet dan keluarga, namun juga bagi Kabupaten Wonosobo. Para atlet ini adalah bukti nyata bahwa prestasi dapat dihasilkan oleh siapapun, sekalipun dalam berbagai keterbatasan, Kalian bikin bangga Wonosobo. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, pada acara pemberian penghargaan bagi atlet berprestasi dalam Peparnas XVI Papua tahun 2021 dari pemerintah Kabupaten Wonosobo. Bertempat di Pendopo Bupati, Jum’at (19/11).
Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta mengucapkan selamat kepada Triyono, peraih medali Perunggu pada cabang olahraga Bulutangkis. Narimah, peraih 2 medali Perak pada cabang olahraga Bulutangkis, dan Sumiarti, peraih 1 medali Emas dan 2 medali Perunggu pada cabang olahraga Panahan. “Prestasi ini sungguh luar biasa, karena merupakan hasil jerih payah dan upaya keras, sejak proses latihan intens selama berbulan-bulan, hingga masa kompetisi dan berhasil meraih berbagai medali pada cabang olahraga masing-masing. Sehubungan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Wonosobo memberikan penghargaan atas prestasi tersebut,” ungkap Afif.


Bupati juga menyampaikan bahwa momentum ini sebagai pengingat dan motivasi, untuk dapat berkarya lagi dan lagi, untuk menciptakan prestasi baik untuk diri pribadi, keluarga, hingga daerah. “Momentum ini sekaligus menjadi penanda, bahwa keterbatasan dapat diubah menjadi keunggulan, tentu dengan kemauan keras dan sikap pantang putus asa. Oleh karena itu, saya berpesan kepada semua yang hadir di sini, untuk lebih bersemangat lagi dalam menelurkan berbagai karya melalui bidang masing-masing. Berdayakan diri, lampaui batas-batas ekspektasi sosial, buktikan pada diri sendiri bahwa Saudara mampu berdaya saing, berprestasi, dan berkarya untuk kebermanfaatan yang lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat,” pungkas Afif Nurhidayat.
Pada kesempatan itu Pemkab Wonosobo memberikan penghargaan prestasi berupa uang kepada Sumiarti sebesar Rp. 7.750.000,-, dengan perolehan 1 medali emas dan 2 medali perunggu cabang panahan. Kepada Narimah sebesar Rp. 5.000.000,- dengan perolehan 2 medali perak cabang bulutangkis. Kepada Triyono sebesar Rp. 2.250.000,- dengan perolehan 1 medali perunggu cabang bulutangkis.

Informasi ini juga dapat dilihat di :