Desa Guntur Madu Diharap Mempertahankan Perannya Dalam Program Kesejahteraan Keluarga

Penyerahan Sertifikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) oleh Bupati Wonosobo di Desa Guntur Madu Kecamatan Mojotengah dibarengkan dengan Pelaksanaan Musyawarah Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2023, yang dilaksanakan di Balai Desa setempat, Rabu (7/9/22).

Bupati Wonosobo, Afif Nur Hidayat,  mendorong Pemdes Desa Guntur Madu dapat mempertahankan perannya dalam Program Kesejahteraan Keluarga. Melalui Intervensi PKK diharapkan untuk turut andil dalam menuntaskan permasalahan kemiskinan dan lainya.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Guntur Madu, kami harap agar terus mempertahankan peransertanya dalam program kesejahteraan keluarga, melalui Intervensi PKK yang ada, agar turut andil dalam penuntasan masalah kemiskinan dan prrmasalahan lain yang ada di Kabupaten Wonosobo ini”, ucap Mas Afif.

“Saya tadi mendengar saat musyawarah, ada yang mengusulkan berkaitan permasalahan anak putus sekolah, Stunting, dan sebagainya. Memang untuk Stunting ini perlu mendapatkan perhatian,  PAUD misalnya, saya rasa perlu mendapatkan perhatian, hal itu dilakukan  untuk menekan angka APS, kemiskinan dan lain sebagainya, maka dari itu mari kita bersama bahu membahu dengan gotong royong, menciptakan berbagai terobosan dalam upaya mengurai permasalahan yang kita hadapi saat ini, utamanya masalah kemiskinan”, ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kepala BPN, Siyamto, menyampaikan, untuk kuota tahun ini Wonosobo mendapat tambahan 10 ribu sertifikat, sehingga desa Guntur Madu dan desa yang lain masih ada kesempatan untuk mendaftarkan bidang tanah yang belum bersertifikat. Dia menyebutkan di desa ini ada 2159 bidang. Dan pihaknya telah menerbitkan1400 sertifikat. Sehingga ia berharap tahun ini bisa tersertifikasi semua.

“Alhamdulillah Pak Bupati, kita, Wonosobo dapat kepercayaan dari pusat, sehingga tahun ini kita dapat tambahan kuota sebanyak 10 ribu sertifikat, jadi Desa Guntur Madu dan desa yang lain masih punya kesempatan untuk mendaftarkan, kami harap warga masyarakat Guntur Madu untuk tahun ini kalau bisa dihabiskan 2159 bidang tersebut. Silahkan berbondong-bondong ke tempat Pak Kades untuk minta mendaftarkan, karena pendaftaran masih kami perpanjang”, ungkapnya.

Selain berikan apresiasi terhadap peran serta masyarakat Guntur Madu, ia tertarik terhadap peta desa yang terpampang. Pihaknya terpacu untuk mengganti peta desa ini dengan peta-peta bidang tanah yang dihasilkan dari PTSL.

“Pertama kali saya masuk sini, tentu saja insting pertanahan saya muncul disitu, pertama saya melihat peta desa yang terpampang dikantor ini luar biasa. Saya baru melihat, ini satu-satunya desa yang memiliki peta yang selengkap, yaitu desa Guntur Madu. Peta yang tempampang  disini, dilengkapai dengan peta-peta dusun dari 6 dusun yang ada. Saya jadi terpacu untuk mengganti peta desa ini dengan peta-peta bidang tanah yang dihasilkan dari PTSL. Ternyata peta itu sudah berbasis bidang tanah, tapi akan kami samapaikan dari BPN kepada pemerintah desa, peta hasil PTSL untuk dipampang per-dusun dengan berbasis tampak bidang-bidang tanahnya, dan akan diberikan secara gratis kalau PTSL sudah selesai,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Guntur Madu, Suparman, mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati dan juga rombongan. Berharap Kedepan Warga Guntur Madu semua tanahnya sudah tersertifikat.

“Saya mengucapkan banyak terimakasih, atas penyerahan secara simbolis sertifikat 10 bidang di Guntur Madu oleh Bupati Wonosobo. Harapan kami kedepan warga masyarakat Guntur Madu, semua tanah yang ada di Guntur Madu mempunyai hak milik ataupun sertifikat, karena itu sangat penting”, pungkasnya.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/09/desa-guntur-madu-diharap-mempertahankan-perannya-dalam-program-kesejahteraan-keluarga/

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *