UCP Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia Mengadvokasi FSG Di Wonosobo

UCP Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia sebagai salah satu mitra Pemerintah Kabupaten Wonosobo dalam bidang advokasi hak-hak penyandang disabilitas, melaksanakan acara seminar Penguatan Family Supports Group (FSG)/Kelompok Pendukung Keluarga Disabilitas Sebagai Pelaku Advokasi Dalam Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitasi Di Kabupaten Wonosobo, yang di ikuti oleh 9 (Sembilan) Family Supports Group, Camat dan Kepala Perangkat Daerah Terkait, bertempat di Pibee Resto (09/08/2022).

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Wonosobo H. Drs. Muhammad Albar, MM menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada UCP Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia yang selama ini telah mendukung, mendampingi, memberdayakan dan mengadvokasi penyandang disabilitas di Kabupaten Wonosobo, termasuk didalamnya telah menginisiasi terbentuknya 6 (Enam) Family Supports Group.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada UCP Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia, yang sejak Tahun 2013 telah mendukung, mendampingi, memberdayakan dan mengadvokasi penyandang disabilitas di Kabupaten Wonosobo, termasuk didalamnya telah menginisiasi terbentuknya 6 (Enam) Family Supports Group, yang tentunya sangat bermanfaat bagi terwujudnya inklusifitas di Kabupaten Wonosobo, sekaligus sebagai wadah bagi keluarga penyandang disabilitas untuk berbagi informasi serta memberikan dukungan”, kata H. Drs. Muhammad Albar, MM.

Lebih lanjut, Wakil Bupati Wonosobo, H. Drs Muhammad Albar, MM dalam sambutannya menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah berupaya untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas dan keluarganya yang termasuk keluarga rentan diantaranya dengan adanya Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Kabupaten Wonosobo Ramah Hak Asasi Manusia, serta kebijakan-kebijakan lainnya.
“Pemerintah Kabupaten Wonosobo telah berupaya untuk menjamin hak-hak penyandang disabilitas dan keluarganya yang termasuk kelompok rentan, diataranya melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2015 tentang Perlindungan dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas dan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 tentang Kabupaten Wonosobo Ramah Hak Asasi Manusia. Disamping itu pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas juga terus kita upayakan dalam pembangunan dengan menjadikan inklusi sebagai salah satu prioritas yang akan diwujudkan, serta telah termaktub dalam RPJMD 2021-2026, terutama Program Unggulan Wonosobo Maer, upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas diwujudkan melalui pengembangan layanan publik modern yang ramah disabilitas dan kelompok rentan serta Mall Ekraf untuk penyandang disabilitas, sedangkan pengembangan sekolah inklusi menjadi perwujudan dari Program Wonosobo Pinter. Hal ini membuktikan keseriusan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, dalam mewujudkan inklusifitas dan memperluas aksesbilitas seluruh masyarakat Wonosobo dalam mengakses fasilitas publik, dengan demikian masyarakat penyandang disabilitas dapat memiliki kesempatan yang sama, baik dalam pendidikan, pelayanan publik maupun bidang-bidang lainnya”, ungkap H. Drs. Muhammad Albad, MM.

Pada kesempatan yang sama Direktur UCP Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia, Damaijanti Teguh menyampaikan, bahwa keluarga disabilitas merupakan kelompok rentan di Indonesia yang memiliki peran sangat strategis dalam memahami dan mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas.
“Keluarga disabilitas merupakan kelompok rentan di Indonesia yang memiliki peran sangat strategis dalam memahami dan mengadvokasi hak-hak penyandang disabilitas, untuk itu UCP Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia pada Tahun 2013-2016 di dukung oleh Pemerintah Kabupaten Wonosobo, membentuk 6 (Enam) Family Supports Group, dan Alhamdulillah pada Tahun 2022 ini secara mandiri telah berkembang menjadi 9 (Sembilan) Family Supports Group yang berada di 9 (Sembilan) Kecamatan serta berkembang secara berkelanjutan beranggotakan 270 keluarga. Ke depan kami berharap 15 kecamatan di Kabupaten Wonosobo dapat terbentuk Family Supports Group”, kata Damaijanti Teguh.

“Namun demikian 9 (Sembilan) Family Supports Group yang telah terbentuk berdasarkan penilain internal UCP Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia, baru mampu menilai kebutuhan keluarga sendiri, akan tetapi belum mampu melakukan advokasi terhadap kebijakan pemerintah, untuk itu melalui seminar Penguatan Family Supports Group (FSG)/Kelompok Pendukung Keluarga Disabilitas Sebagai Pelaku Advokasi Dalam Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitasi Di Kabupaten Wonosobo ini, kami harapkan mampu meningkatkan kapasitas Family Supports Group untuk melakukan advokasi sekaligus menjalin dan menguatkan jejaring dalam proses pembangunan daerah”, Damaijanti Teguh, menambahkan.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

UCP Roda Untuk Kemanusiaan Indonesia Mengadvokasi FSG Di Wonosobo

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *