Latgab Relawan 3 Kabupaten

Dalam penanggulangan kebencanaan kita harus menghilangkan ego kewilayahan, kita harus bisa berkolaborasi dan bersinergi, sehingga kita akan menjadi kuat dan tangguh. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, saat membuka Latihan Gabungan Penanggulangan Bencana Kabupaten Wonosobo, Banjarnegara dan Temanggung. Bertempat di Stadion Kalianget Wonosobo, Jum’at (15/7).
Pada pembukaan latihan gabungan yang dihadiri Dandim 0707 Wonosobo, dari Polres Wonosobo, Ketua DPRD Wonosobo, Kepala BPBD Provinsi Jawa Tengah, Kepala BPBD Wonosobo, Sekda Banjarnegra dan Temanggung tersebut, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada relawan yang memiliki jiwa sosial tinggi, sehingga atas inisiatif sendiri bergabung sebagai relawan dan bekerja tanpa pamrih tanpa memikirkan materi. “Tidak semua orang mendapatkan panggilan jiwa mulia, yang membuktikan masih adanya jiwa kemanusiaan ditengah era global yang banyak mengedepankan individualisme ini. Oleh karena itu, keberadaan relawan menjadi sesuatu yang patut kita syukuri, sehingga wajib kita rawat dan bekali dengan kemampuan sebaik-baiknya, agar maslahat yang diciptakan dapat semakin luas,” ungkap Bupati.


Afif juga menyampaikan bahwa perubahan cuaca ekstrem yang sering terjadi membawa dampak tersendiri terhadap terjadinya bencana alam, terutama pada daerah pegunungan seperti daerah Wonosobo, Temanggung, dan Banjarnegara. Tanah longsor, banjir, dan berbagai bencana alam maupun non alam lainnya, merupakan bencana yang sering kali kita hadapi. Oleh karena itu kita harus semakin cakap dalam mengantisipasi dan menanggulanginya. “latihan seperti ini merupakan hal yang vital dalam mendukung upaya penyelamatan dan evakuasi ketika menghadapi bencana. Sebab sebagaimana kita ketahui bersama, penanggulangan bencana membutuhkan keahlian tinggi, karena menyangkut keselamatan dan nyawa manusia,” jelas Afif.
Sebagai Relawan Penanggulangan Bencana yang nantinya akan sering bekerjasama, saya optimis acara ini mampu meningkatkan soliditas antar relawan, sehingga akan memperlancar koordinasi dimasa depan. “saya harap para peserta Latihan Gabungan ini dapat menjadi pionir Relawan Penanggulangan Bencana di masing-masing kabupaten, sehingga dapat lebih banyak lagi relawan yang bergabung dan lebih luas wilayah yang memiliki Relawan Penanggulangan Bencana. Melalui pelatihan ini pula, saya harap rekan-rekan relawan dapat serius dalam menambah kapasitas diri, sehingga Saudara dapat menguasai teknik dasar cara-cara penyelamatan dengan baik,” pungkas Bupati.
Sementara pada kesempatan itu Kepala BPBD Provinsi Jawa tengah, Bergas C Penanggungan juga menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Bupati Wonosobo yang sudah berkenan hadir dan memberi arahan kepada peserta Pelatihan Gabungan Penanggulangan Bencana Kabupaten Banjarnegara, Temanggung dan Wonosobo. serta memberikan apresiasi kepada seluruh Relawan yang mengikuti pelatihan gabungan.


“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengucapkan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Bupati Wonosobo yang sudah berkenan hadir dan memberikan pengarahan di Pelatihan Gabungan Penanggulangan Bencana Kabupaten Banjarnegara, Temanggung dan Wonosobo ini. Dan apresiasi kepada seluruh Relawan yang mengikuti pelatihan gabungan, kegiatan seperti ini luar biasa sebagai salah satu bentuk kesiapan menghadapi bencana,” ucap Bergas.
“Perlu menjadi perhatian dan semangat dari seluruh relawan yang hadir disini, salah satu kepuasan yang tidak dapat dicari ditempat lain yang didapatkan oleh relawan adalah ucapan terima-kasih serta do’a dari korban, ini yang harus menjadi pemacu seluruh relawan saat melaksanakan tugasnya,” tambah Bergas.
“Salah satu kunci dalam penanggulangan bencana adalah kecepatan dan hal tersebut ditentukan oleh adanya informasi yang valid. Untuk itu saya menekankan kepada seluruh relawan untuk cepat dan tanggap dalam menghadapi bencana. Disamping itu perlu adanya peningkatan kapasitas, kegiatan pelatihan untuk terus dilaksanakan dalam rangka memantapkan kecepatan maupun kapasitas, namun tidak meninggalkan mentalitas yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi bencana yang tidak dapat diperkirakan dan direncanakan datangnya. Relawan juga harus mengimbangi dirinya dengan kemampuan serta safety pribadi dengan menggunakan teknologi tepat guna, termasuk memanfaatkan bahan-bahan penanggulangan bencana yang disiapkan oleh alam maupun memanfaatkan semangat gotong-royong yang dapat kita jadikan modal dalam menyelamatkan nyawa manusia,” pungkas Bergas.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

Latgab Relawan 3 Kabupaten

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *