Wakil Bupati Berharap PKBM di Wonosobo Berikan Sumbangsih Bagi Dunia Pendidikan

Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, M.M., menyerahkan surat rekomendasi pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) An-Nidzhom Desa Tlogo Kecamatan Garung, yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga. Penyerahan dilakukan di Pendopo Wakil Bupati, didampingi Kabid PAUD, Dikmas, Pemuda dan Olahraga Harjanto,SIP, M.M., selasa (28/6).

Wakil Bupati menyampaikan permohonan maaf kepada PKBM An-Nidzhom atas keterlambatan pemberian surat rekomendasi tersebut dikarenakan adanya kendala teknis yang harus dipenuhi. Namun ia berharap kepada jajaran birokrasi agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih dipercepat lagi.

“Kami serahkan surat rekomendasi untuk PKBM desa Tlogo, Kecamatan Garung yang sudah mengajukan dari tahun 2018 lalu, tapi karena ada kendala-kendala teknis sehingga baru hari ini bisa kami serahkan, kami mohon maaf kepada Lembaga An-Nidzhom sudah terlalu lama menunggu, kami berharap kepada jajaran birokrasi agar pelayanan terhadap masyarakat bisa lebih dipercepat lagi, sesuai standar yang ada namun bisa dipercepat”, ujar Wabup.

Menurut Gus Albar, di Wonosobo masyarakat yang tidak sekolah cukup tinggi, sehingga minta kepada PKBM lebih dioptimalkan lagi agar bisa menampung masyarakat yang belum memiliki ijazah, agar bisa diarahkan dan diberikan pendidikan sebagai bentuk kepedulian dan sumbangsih terhadap bangsa dan negara ini bagi dunia pendidikan.

“Wonosobo ini termasuk Kabupaten yang masyarakat tidak sekolanya itu luar biasa banyak, sehingga menyumbang prosentase yang tinggi di jateng, sehingga saya minta kepada PKBM-PKBM bisa lebih digiatkan lagi agar bisa menampung masyarakat yang belum memiliki ijazah, agar bisa diarahkan dan diberikan pendidikan sebagai bentuk kepedulian dan sumbangsih terhadap bangsa dan negara ini bagi dunia pendidikan”, ungkapnya.

“Selain itu bagi madrasah diniyah dan ponpes kami juga berharap bisa menambahkan pendidikan kesetaraan ini didalam lembaganya masing-masing, sehingga selain ngaji juga ada pendidikan formal, walaupun melalui lembaga kesetaraan. Sehingga mutu pendidikan masyarakat secara menyeluruh baik dari kualitas dan kwantitas pendidikanya bisa ditingkatkan”, pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kabid PAUD, Dikmas, Pemuda dan Olahraga Harjanto, mengatakan, Lembaga An-Nidzhom sudah memenuhi syarat untuk berdiri sebagai PKBM, dengan harapan bisa membantu Pemerintah Daerah dalam upaya mengentaskan angka tidak sekolah.

“Hari ini kami mengeluarkan rekomendasi pendirian PKBM An-Nidzhom. Berdasarkan prosedur teknis dan usulan masyarakat, lembaga AN-Nidzhom sudah memenuhi syarat untuk berdiri sebagai PKBM, kedepan kami berharap, karena tingginya angka tidak sekolah di Wonosobo ini menjadi keprihatinan bagi kita semua, sehingga dengan tambahnya PKBM ini bisa membantu Pemerintah Daerah dalam upaya mengentaskanya”, terang Harjanto.

Harjanto mengungkapkan angka tidak sekolah berdasarkan data Kemendikbud menyebutkan ada 3500 orang, namun yang sudah diverifikasi dan menyatakan melanjutkan sekolah ada 600 orang. Dari jumlah tersebut menurutnya akan dientaskan melalui jalur formal dan informal. Dan hari ini baru dilakukan tahap verifikasi dari masing-masing PKBM. Dari informasi tersebut, PKBM diminta jemput bola agar bisa dijaring di lembaganya masing-masing.

 

“Angka tidak sekolah berdasar data Kemendikbud tercatat ada kurang lebih 3500 orang, sementara yang akan melanjutkan pendidikan terferivikasi sebanyak 600 orang, dari enam ratus tersebut sebanyak 501 orang akan melanjutkan melalui PKBM, sementara sisanya akan dientaskan melalui pendidikan formal. Dan hari ini dilakukan tahap verifikasi masing-masing PKBM. Dari data tersebut PKBM diminta jemput bola agar bisa dijaring menjadi siswa di lembaganya masing-masing,” ungkap Harjanto.

Sementara itu, pemilik Lembaga An-Nidzhom, Nur Farida, mengatakan sejak tahun 2008 lalu telah menyelenggarakan pendidikan kesetaraan paket semua umur melalui Kemenag. Namun karena lembaga yang berada dibawah naungan Kemenag tersebut, mulai tahun 2018 tidak bisa mengantarkan peserta dengan usia 21 tahun ke atas, sehingga  lembaga An-Nidzhom dan sebelas lainya diharuskan pindah melalui naungan Dinas Pendidikan.

“Kami yang sebelumnya dari 2008 adalah penyelenggara pendidikan kesetaraan dibawah naungan Kemenag waktu itu, yakni paket Ula atau A, paket B atau Wustho, dan paket C atau Ulia, namun berhubung dari tahun 2018 kemenag tidak bisa menghantarkan peserta usia expired yaitu 21 tahun ke atas, sehingga kami satu dari 17 lembaga penyelenggara agar pindah ke naungan Dinas”, ungkapnya.

Ida (sapaan akrabnya) mengatakan alasan dan tujuan mendirikan PKBM ini adalah untuk membantu program pemerintah dan mengentaskan pendidikan di Kabupaten Wonosobo, dengan peserta didik baik dalam daerah maupun luar daerah.

“Kenapa kami mendirikan lembaga pendidikan kesetaraan yang tujuanya adalah satu untuk membantu program pemerintah dan kedua untuk menuntaskan pendidikan di wilayah Garung fan sekitarnya khususnya dan Kabupaten Wonosobo umumnya serta alhamdulillah dari luar daerah juga ada yang menjadi peserta didik kami, dan sudah bisa bermanfaat ijazahnya”, katanya.

Ida menyampaikan terimakasih atas keluarnya surat tersebut. “Dari 2018 kami mengajukan ijin melalui Dikpora, dan alhamdulillah setelah melalui proses yang lama kami menunggu alhamdulillah sekarang sudah terbit, kami sangat berterimakasih kepada jajaran Pemerintah Kabupaten, Dinas Pendidikan, khusunya Gus Albar yang sangat intens mengawal dan mendampingi kami”, pungkas Ida.

 

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/06/wakil-bupati-berharap-pkbm-di-wonosobo-berikan-sumbangsih-bagi-dunia-pendidikan/

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *