Tangkal Radikalisme, Lima Desa Dicanangkan Sebagai Kampung Pancasila

Dilatarbelakangi maraknya faham radikalisme akhir-akhir ini, sehingga memunculkan instruksi dari Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) yang memerintahkan kepada jajaran dibawahnya bekerjasama dengan pemerintah daerah masing-masing untuk melaksanakan pencanangan Kampung Pancasila. Di Wonosobo sendiri ada lima desa yang hari ini Kamis (31/3) dikukuhkan, yakni Desa Kapencar Kecamatan Kertek, Desa Buntu Kecamatan Kejajar, Desa Giyanti Kecamatan Selomerto, Kampung Seruni Kelurahan Jaraksari Kecamatan Wonosobo, dan Desa Tanjunganom Kecamatan Kepil serta Desa Jonggolsari Kecamatan Leksono.

“Hari ini kita canangkan lima kampung pancasila, kegiatan ini dilatarbelakangi selain karena perintah dari Pak KASAD, juga dirasakan akhir-akhir ini semarak dengan adanya kegiatan radikalisme, sehingga ini harus dilakukan sebagai upaya menangkal faham-faham radikalisme,” tegas Dandim 0707 Wonosobo Letkol Inf. Rahmat yang juga sebagai penyelenggara acara tersebut.

Dandim menambahkan, atas saran dan arahan KASAD yang menginginkan terbentuknya kampung-kampung Pancasila secara masif ditiap kecamatan, minimal satu kecamatan ada satu kampung Pancasila. Oleh karena itu bagi Kecamatan yang belum terbentuk, agar segera melaksanakanya.

“Semoga ini bisa menjadi role model bagi desa yang lainya, sesuai saran dan arahan Bapak KASAD, yang menginginkan terbentuknya Kampung-kampung Pancasila secara masif ditiap-tiap Kecamatan, berarti minimal satu kecamatan satu, jadi monggo bagi Kecamatan yang belum ada, agar segera dibentuk supaya tiap Kecatan memiliki kampung Pancasil,” tambahnya.

Sementara tujuan pembentukan kampung Pancasila ini menurut Dandim ialah untuk mengajak masyarakat, khususnya kaum muda dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari sebagai kecintaan terhadap bangsa dan negara. Dimana kaum milenial ini adalah sebagai generasi penerus bangsa yang akan menentukan arah kemajuan negara ini di masa mendatang, serta agar tidak mudah diombang ambingkan oleh pengaruh utamanya faham radikalisme. Sehingga dengan dibentuknya kampung Pancasila ini diharapkan menjadi wadah dan sarana pengamalan nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara yang mengandung sendi-sendi budaya bangsa.

“Kita sadar di era sekarang ini sudah semakin luntur, generasi kita saat ini banyak yang tidak hafal Pancasila, ini contoh yang tidak perlu ditiru, jadi mudah-mudahan ini menjadi wadah dan sarana pengamalan nilai luhur Pancasila dasar negara yang mengandung sendi-sendi budaya bangsa. Sehingga generasi penerus jangan sampi terkontaminasi,” ungkap Dandim.

Hal senada disampaikan oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat pada kesempatan itu, Pancasila harus tertanam dalam hati, dibaca, dipahami, dihayati dan diamalkan, karena disana terkandung nilai dasar bagi kehidupan manusia, yang bisa diterapkan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Pancasila harus tertanam dan terpatri dalam hati, dibaca, dipahami, dihayati dan diamalkan, karena disana terkandung nilai dasar bagi kehidupan manusia, yang bisa diterapkan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkap Bupati.

Bupati menekankan, bahwa Pancasila adalah ideologi bangsa, yang wajib dijiwai, dipertahankan, dan dilaksanakan dalam setiap aspek kehidupan. “Saya mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa menjaga harmoni kehidupan, serta mengedepankan semangat kebersamaan, toleransi, persatuan, dan kesatuan yang akan membentengi kita dari potensi perpecahan”.

Bupati mengungkapkan diilhami dari nilai luhur Pancasila masyarakat Wonosobo sudah mengimplementasikanya dalam kehidupan sehari hari, yang salahsatunya ditunjukan dari lima desa yang dikukuhkan hari ini sebagai kampung Pancasila yang mana dengan keberagaman dan kebhinekaan yang ada didalam kehidupan masyarakatnya namun mampu menjaga persatuan dan kesatuan, kebersamaan dan kedamaian dalam nuansa nilai luhur Pancasila.

“Digali dan diilhami dari nilai-nilai dasar Pancasila masyarakat Wonosobo sudah mengimplementasikanya dalam kehidupan sehari hari, yang salahsatunya ditunjukan dari masyarakat yang ada di lima desa yang hari ini dicanangkan sebagai kampung Pancasila ini,” tegasnya.

“Saya berpesan, Sekolah Pancasila wajib dimanfaatkan secara optimal, untuk membentuk jiwa-jiwa dan kepribadian Pancasilais dalam diri anak-cucu kita, sebagai pemegang tonggak kepemimpinan dimasa depan,” pungkas Bupati.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

https://prokompim.wonosobokab.go.id/2022/04/tangkal-radikalisme-lima-desa-dicanangkan-sebagai-kampung-pancasila/

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *