Wonosobo Terima Gelontoran 2 Ribu Liter Minyak Goreng

Kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng Nasional sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang dihadapi Pemerintah. Terkait hal itu pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar operasi pasar tahap 2 di Kabupaten Wonosobo. Dengan menggelontorkan dua ribu liter minyak goreng, yang diberikan kepada para pelaku UMKM.

Secara simbolis minyak goreng di serahkan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng Arif Sambodo kepada Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat yang kemudian diteruskan kepada perwakilan pelaku UMKM. Penyerahan dilakukan di pendopo Bupati belakang, selasa sore (22/2), dihadiri Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Wonosobo Ika Gunadi, Asisten Ekonomi Pembangunan Junaedi, Tim pengendali inflasi Daerah, Kepala Dinas Perdagangan UKM Bagiyo Sarastono, Kabag Perekonomian Setda Khristiana Dhewi serta pimpinan perangkat daerah terkait. Juga para pelaku usaha mikro.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng mengatakan permasalahan minyak goreng ini merupakan isu Nasional yang perlu langkah-langkah tepat dan tegas, dalam arti tepat kebijakanya dan tegas terhadap kemungkinan adanya penyelewengan dalam distribusi. “Ini memang suatu isu Nasional, yang nampaknya perlu langkah-langkah tepat dan langkah tegas, dalam artian tepat itu kebijakan yang turun, tegas ketika ada bias-bias kemungkinan didalam distribusi ada penyelewengan dan sebagainya, itu perlu tindakan tegas,” ungkap Arif.

Lebih lanjut Arif mengungkapkan, para produsen atau pemilik perusahaan dan perkebunan kelapa sawit sudah berkomitmen berdasarkan Domestic Market Obligation (DMO), akan  menggelontorkan bahan baku ke dalam negeri dengan ketentuan harga Rp. 9.300- Rp 10.300 perliter, artinya perusahan pengolah menjadi minyak goreng mendapatkan bahan baku dengan harga tersebut, sehingga setelah turun ke konsumen, harga minyak curah sebesar Rp 11.500, minyak kemasan sederhana Rp 13.500, sedangkan kemasan premium seharga Rp 14.000.

“Para produsen, mereka yang memiliki pabrik-pabrik minyak sawit dan juga kebun kelap sawit berkomitmen bahwa dengan DMO dan aturan Pemerintah yang mewajibkan sebagian bahan baku yang diekspor digelontorkan  didalam negeri, dengan ketentuan harga yang dijual dari produsen itu sebesar 9.300 dan untuk olein 10.300, artinya perusahan pengolah menjadi minyak goreng mendapatkan bahan baku dengan harga 9.300 dsn 10.300. Sehingga nanti ketika turun ke tingkat komsumen harga minyak curah menjadi Rp 11.500, minyak kemasan sederhana Rp 13.500, sedangkan kemasan premium Rp 14.000,” ungkap Arif.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo mengatakan pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perdagangan Koperasi UKM, telah membagi kupon secara bertahap kepada yang berhak mendapatkan operasi pasar tahap 2 ini. Dan dimulai pagi ini telah mendistribusikam minyak goreng kemasan premium yang ditetima dari Pemprov Jateng melalui bulog Kota Semarang sejumlah 2000 liter. “Temen-temen Disdag sudah membagi kupon dan besok akan mulai dibagi secara bertahap kepada mereka yang memang berhak mendapatkan kupon operasi pasar tahap dua ini. Dan kami laporkan mulai tadi pagi telah didistribusikam minyak goreng kemasan premium melalui operasi pasar tahap dua yang ditetima dari Pemprov Jateng melalui bulog Kota Semarang sejumlah 2000 liter ” tutur Sekda.

Sekda mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan beban masyarakat utamanya umkm dan pedagan kecil dalam rangka memenuhi kebutuhan minyak goreng ditengah keterbatasan pasokan minyak goreng dipasar, membantu umkm dan pedagang kaki lima untuk dapat membeli minyak goreng dalam operasi pasar ini dengan harga yanh sesuai dengan harga eceran tertinggi yaitu 14.000 perliter untuk minyak goreng denga kemasan premium,” katanya.

Sementara pada kesempatan itu Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan terimakasih kepada semua yang terlibat atas terlaksananya operasi ini. Pihaknya bersama pemerintah Provinsi akan berusaha menstabilkan harga dengan cara operasi pasar ini salah satunya. “Kami pemerintah Provinsi dan Kabupaten akan berusaha menstabilkan harga dengan cara apa, dengan cara operasi pasar,” ungkapnya. 

Bupati menegaskan, “Sinergitas yang baik ini dilakukan dalam rangka, kita hadir untuk masyarakat, kita hadir untuk mensejahterakan rakyat, kita hadir untuk memberi solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat”.

“Ini tidak hanya dirasakan masyarakat Wonosobo tapi ini Nasional, jadi tidak usah panik, Kami minta masyarakat untuk tidak panik, kami pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin untuk bersama mencari solusi dan jalan keluar sehingga nanti pada giliranya masyarakat akan mendapatkan minyak goreng dengan harga stabil dan terjangkau yang sudah menajdi ketentuan pemerintah,” pungkasya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *