Kunjungi Wonosobo, Pemkab Tapsel Belajar Pertanian

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan lakukan kunjungan kerja Ke Pemerintah Kabupaten Wonosobo, selasa (8/2). Tim kunker yang dipimpin langsung oleh Bupati Dolly Pasaribu didampingi isteri serta pejabat terkait diterima langsung di Ruang Perundingan Pendopo oleh Bupati Afif Nurhidayat beserta Isteri, dan Wakil Bupati Muhammad Albar didampingi para pejabat Pemkab Wonosobo.

Bupati Tapsel mengungkapkan, kunjungan yang dilakukan tersebut dalam rangka studi referensi tentang pertanian. Hal ini menurutnya, dilatarbelakangi dari pertemuanya dengan Menteri Pertanian yang merekomendasikan untuk belajar pertanian ke Kabupaten Wonosobo dan Temanggung. Karena Wilayah geografis Kabupaten Tapsel yang memiliki potensi pertanian yang baik dimana 70% masyarakat Tapsel adalah petani. “Kunjungan ini dilatarbelakangi pertemuan kami dengan Menteri Pertanian, kami sampaikan bahwa Tapsel itu tujuhpuluh persen warganya adalah petani, dan beliau merekomendasikan untuk belajar pertanian ke Wonosobo dan Temanggung. Setelah itu kami diberikan tantangan oleh Menteri Pertanian, karena menurut beliau yang terbaik adalah Wonosobo dan Temanggung, maka dari itu kami belajar langsung kepada suhunya yakni Wonosobo dan Temanggung begitu kurang lebihnya” ungkapnya,

Dari kunjungan yang dilakukan, Bupati Tapsel menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo atas perhatian yang diberikan kepada warganya terutama kepada para petani, selain itu juga kepada masyarakat yang mampu mengelola dan memanfaatkan potensi alam yang subur. “Saya kira yang pertama teman-teman disini mestinya harus terus bersyukur karena lahanya begitu subur, yang kedua kami menyampaikan apresiasi, pemerintah disini cukup perhatian dengan warganya, terbukti tadi berkali-kali ketua kelompok tani menyampaikan kerja pemerintah melalaui dinas terkait sangat luar biasa, ini membuktikan bahwa pimpinan melayani betul kepada masyarakatnya,” Ungkapnya lagi.

Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyampaikan ucapan selamat datang atas kunjungan yang dilakukan Pemkab Tapsel. Pihaknya mengakui potensi alam Kabupaten Wonosobo memang luar biasa, yang mana mayoritas lahanya adalah pertanian. Sehingga sektor pertanian diandalkan sebagai salah satu penopang kemajuan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Alhamdulillah kami diberikan anugerah alam yang luar biasa dan subur, yang mana mayoritas lahan kami adalah pertanian, dan sektor pertanian kita andalkan sebagai salahsatu penopang kemajuan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Mas Afif.

Ditambah adanya kebijakan pemerintah pusat yang memilih Kabupaten Wonosobo sebagai pengembangan kawasan Food Estate, sehingga Pemkab terus melakukan inovasi dan terobosan terkait pertanian, dengan melakukan pendampingan dan kerjasama dengan para petani. Dan hal itu mendapatkan perhatian dari Presiden RI yang menyempatkan waktu untuk hadir langsung menanam cabe bersama para petani di lahan Food Estate di Desa Lamuk, Kecamatan Kalikajar awal Desember tahun lalu. “Kami menyambut baik pengembangan kawasan Food Estate waktu itu, yang mana Bapak Presiden hadir langsung untuk menanam cabe bersama para petani kami. Program Food Estate sejalan dengan konsep Integrated Farming (pertanian terintegrasi) yang digagasnya selama ini. Antara bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang akan dibangun dalam satu kawasan. Bahkan kini tengah dirancang desain tiap desa punya satu produk (One Village One Product),” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan kabupaten Wonosobo, Dwiyama mengatakan rintisan Food Estate di Kabupaten Wonosobo ini memang sangat bagus, dan berdampak baik. Menurutnya, sejak adanya kunjungan Presiden, makin banyak pihak yang ingin tahu dan belajar di Wonosobo, yang kemudian diaplikasikan di daerahnya masing-masing. Pihaknya mengakui jika nantinya semakin luas secara nasional hal ini akan mendukung ketahanan pangan nasional. “Sejak kunjungan Presiden Desember tahun lalu banyak pihak yang ingin tahu dan belajar ke Wonosobo untuk diaplikasikan di daerahnya, ini sangat baik, yang secara Nasional nantinya akan mendukung ketahanan pangan walaupun baru sebatas spot-spot belum semua daerah melakukan namun pasti akan bergulir,” ungkap Yama.

Selain itu dengan adanya skema Food Estate para petani akan lebih diuntungkan sehingga menjadi semakin kuat dan memiliki daya tawar yang lebih tinggi. Dengan harapan, hal ini akan menambah semangat para petani Wonosobo untuk terus melakukan peningkatan “Dengan banyaknya kunjungan otomatis para petani akan merasa bangga bahwa dia telah melakukan itu yang nanti diwujudkan dengan semangat bertambah, pengetahuanya bertambah dan perluasanya juga bertambah. Karena ternyata skema Food Estate ini lebih menguntungkan petani yang dulu merasa pada posisi lemah ternyata dengan Food Estate ini petani menjadi lebih kuat, petani mempunyai daya tawar yang lebih tinggi karena untuk bisa menjual komoditasnya harus melalui negosiasi harga, ini membuktikan para petani memiliki posisi tawar,” pungkasnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *