Kembali Ke Level 3, Masyarakat Diminta Tingkatkan Prokes, Ikuti Vaksin Dan Aktifkan Jogo Tonggo

Kasus konfirmasi positif covid-19 yang meningkat cepat, menjadikan Wonosobo kembali ke level 3. Hal ini menjadi perhatian serius dari Pemerintah. Bersama Forkopimda serta instansi terkait, kamis (17/2) bertempat di ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda, Pemkab gelar rapat koordinasi untuk menyusun strategi dalam upaya penanganan dan pencegahan penularan virus corona agar tidak merebak semakin luas.

Menurut penjelasan juru bicara satuan tugas penanganan covid-19 Kabupaten Wonosobo dr M. Riyatno, mengungkapkan  bahwa Wonosobo yang kembali masuk ke dalam maping PPKM level 3 ini ditentukan bersdasar tiga indikator, yaitu Tingkat Transmisi Komunitas, Kapasitas Respon dan Cakupan Vaksinasi. 

Pada rakor tesebut Riyatno melaporkan kondisi perkembangan kasus covid-19 hingga saat ini. Dimana sampai dengan 14 februari kasus covid-19 di Wonosobo tercatat sebanyak 510 kasus, aktif 477 kasus, dan hari ini ada penambahan 105 kasus konfirmasi. Namun hal itu juga diikuti dengan kesembuhan sebnyak 5 orang. Sehingga total kasus 577 orang. Sedangkan total yang dirawat di RS dan tempat Isolasi terpusat sebanyak 48 orang. Sedangkan sisanya melakukan karantina dengan isolasi mandiri.

“Sampai dengan 14 Februari kita mempunyai total kasus covid 510, yang aktif 477 kasus, namun hari ini ada penambahan 105 kasus konfirmasi, tetapi juga diikuti kesembuhan 5 kasus, sehingga, total aktif ada 577 kasus karena ada penambahan 100 kasus, total dirawat di Rumah Sakit dan fasilitas Isolasi terpusat ada 48 orang, sedangkan sisanya mengikuti kegiatan secara isolasi mandiri atau mengkarantina diri sendiri,” katanya.

Terkait cakupan vaksinasi, Riyatno menjelaskan bahwa saat ini vaksin tahap kedua umum, baru mencapai angka 57,99 persen, sementara untuk vaksin tahap dua lansia baru mencapai 54 persen, sedangkan untuk menuju level dua, syaratnya adalah, vaksin tahap dua umum minimal sudah mencapai 70 persen dan tahap dua lansia minimal mencapai 60 persen.

“Sekarang ukuran untuk level tidak hanya sekedar pada vaksinasi satu umum dan vaksinasi pertama lansia, tetapi ukuranya sudah menjadi vaksinasi dosis kedua untuk total dan kedua untuk lansia, sementara saat ini vaksin tahap kedua total, baru mencapai angka 57,99 persen, dan untuk vaksin tahap dua lansia baru mencapai 54 persen. Sedangkan untuk menuju ke level dua setidaknya kita harus mengejar tahap dua lansia minimal 60 persen dan tahap dua umum 70 persen,” ungkapnya.

Riyatno menjelaskan ada kendala yang dihadapi saat ini yakni terhambat pada kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi. Hal itu terlihat dengan menurunya angka capaian harian. Menurutnya catatan dalam satu minggu ini hanya di kisaran dua hingga tiga ribu limaratus orang yang tervaksin. Padahal sebelumnya bisa mencapai angka tujuh hingga sepuluh ribu.

“Untuk mengejar cakupan kami akan terus upayakan, hanya saja ada kendala yang kami hadapi saat ini, kita terhambat pada kesediaan masyarakat untuk melakukan vaksinasi, capain harian sampai satu minggu terakhir ini, yang dulu bisa mencapai tujuh hingga sepuluh ribu sekarang hanya diangka dua hingga tiga ribu limaratus,” ungkapnya.

Menyikapi hal ini Bupati Afif Nurhidayat, S.Ag., minta kepada seluruh warga masyarakat Wonosobo untuk tetap tenang dan tidak panik. Namun harus tetap waspada dengan selalu disiplin dan memperketat penerapan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun berada. “Kami minta masyarakat tetap tenang dan tidak panik namun waspada, harus disiplin dan terus memperketat penerapan prokesnya, kapanpun dan dimanapun berada,” ujar Bupati.

Hal senada di sampaikan Dandim 0707 Wonosobo Letkol Inf Rahmat S.E,M.Si dan  Wakapolres Wonosobo Kompol Arie Iman Prasetya, S.Pd., yang menyepakati bahwa pandemi covid-19 belum usai, dimana akhir-akhir ini terjadi tren meningkat, dan hal itu tidak hanya di Wonosobo saja namun di daerah lain juga mengalami hal yang sama. Menyikapi hal itu Dandim maupun Wakapolres menegaskan semua harus bergerak, berkoordinasi dan bersinergi untuk melakukan upaya tersebut. “Kita sepakat bahwa covid belum usai bahkan saat ini terjadi tren menaik, dan itu tidak hanya di wilayah kita saja namun daerah lain juga sama. Menyikapi hal ini tidak bisa hanya satu pihak saja, tidak hanya nakes saja, namun semua harus bergerak, berkoordinasi dan bersinergi untuk melakukan upaya ini,” tegas Dandim.

Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Drs. Muhammad Albar. M.M. menyampaikan bahwa dalam menghadapi gelombang ketiga ini memang tidak mudah. Situasi kondisi masyarakat sudah mulai berubah. Ia menegaskan harus ada treatmen dan solusi untuk melakukan percepatan vaksinasi. “Menghadapi gelombang tiga ini memang tidak mudah, situasi kondisi masyarakatnya sudah berubah sehingga harus ada solusi yang harus di implementasikan, percepatan vaksin harus disegerakan, dan harus ada treatmen khusus untuk atasi kendala vaksinasi kepada masyarakat ,” ucapnya.

Selain itu, dalam mencapai cakupan vaksin Wabup minta instansi terkait untuk terus  melakukan sosialisasi, juga agar bisa menyajikan data yang valid dari beberapa desa  dan masyarakat yang cakupan vaksinasinya masih rendah dan belum divaksin. “Saya minta didata desa yang vaksinasinya masih rendah, selain itu harus ada data masyarakat yang belum vaksin dari seluruh desa dan kelurahan sehingga mudah bagi kita untuk mendeteksinya, selain itu mantabkan sosialisasi prokes harus terus dilakukan,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Daerah Drs. One Andang Warsoyo, M.Si., minta agar masyarakat kembali mengaktifkan jogo tonggo lagi, posko diwilayah agar di gerakan lagi. Kepada Camat dan Kepala Desa agar mengaktifkan satgas covid-19 di wilayahnya masing-masing. “Kami minta kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, ketat dan disiplin prokes, aktifkan lagi jogo tonggo, dan posko diwilayah agar digerakan lagi, kepada Camat dan Kades saya minta untuk mengaktifkan kembali satgas covid-19 diwilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *