Wakil Bupati Wonosobo Buka Pelatihan Boga Bagi Mustahik Se-Karesidenan Kedu

Bupati Wonosobo Muhammad Albar, membuka pelatihan Boga bagi Mustahik se-Karesidenan Kedu yang diselenggarakan oleh Baznas Provinsi Jawa Tengah di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Wonosobo, senin (24/1). Acara tersebut dihadiri Ketua Baznas Jateng Ahmad Darodji, Ketua Baznas Wonosobo Teguh Ridwan, Kabag Kesra Setda Kabupaten Wonosobo, M. Said.

Gus Albar menyampaikan apresiasi positif atas terselenggaranya pelatihan ini, karena kegiatan ini sebagai salah satu bentuk penyaluran zakat produktif dari Baznas Provinsi Jawa Tengah. “Zakat produktif dapat diibaratkan sebagai sebuah jembatan, yang mampu mengantarkan penerimanya kepada peningkatan keterampilan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Terlebih dalam situasi Pandemi Covid-19 yang tidak menentu,” tuturnya.

“Saya juga menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih mendalam kepada BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, yang telah memfasilitasi pelatihan boga bagi para penerima zakat ini,”ucapnya.

Wakil Bupati berharap melalui pelatihan ini akan muncul potensi-potensi baru, yang siap mengembangkan bisnis dibidang industri boga, serta mampu mengidentifikasi keunggulan diri dibanding produk dari pengusaha sejenis lainnya. “Saya harap melalui pelatihan ini akan muncul potensi-potensi baru, yang siap mengembangkan bisnis dibidang industri boga, serta mampu mengidentifikasi keunggulan diri dibanding produk dari pengusaha sejenis lainnya. Munculkan ciri khas usaha boga yang Saudara jalankan, sehingga akan menjadi penanda yang membekas di benak masyarakat,” harapnya.

Selain itu, menurut Gus Albar, pelatihan dibidang industri boga ini menjadi salah satu alternatif, yang harus dimanfaatkan secara sungguh-sungguh oleh para peserta. “Saya harap keterampilan tambahan ini dapat dijadikan alternatif untuk memperkuat kemampuan Saudara, untuk beradaptasi dalam mempertahankan maupun membuka peluang ekonomi”.

Sementara pada kesempatan itu Ketua Baznas Jateng mengatakan, kegiatan ini terselenggara dilatarbelakangi adanya amanah pengentasan kemiskinan. Berbagai upaya telah dilakukan Baznas Jateng salah satunya dengan menyelenggarakan pelatihan-pelatihan, dan dari itu telah bisa dirasakan hasilnya sebagai kontribusi Baznas dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jateng. “Baznas ini mendapatkan amanah untuk pengentasan kemiskinan, yang di Indonesia secara umum masih diatas 10 persen, berbagai usaha telah kita lakukan salah satunya dengan menyelenggarakan berbagai pelatihan, kita sudah ada sebelas macem pelatihan dan kalau dihitung sudah ribuan orang yang kita berikan pelatihan, alhamdulillah dari evaluasi yang kita lakukan lebih dari 80 persen berhasil, artinya kita ikut berkontribusi untuk pengentasan kemiskinan, memang tujuan jateng ini merubah mustahik menjadi muzaqi, tadinya penerima menjadi pemberi,” ungkap Kyai Ahmad Daroji.

Uotput dari pelatihan ini menurutnya, para peserta bisa mengamalkan apa yang diperoleh, mereka bisa menjalankan apa yang didapat dari pelatihan ini sehingga bisa terus bekerja. “Output nya, ya tentu mereka bisa mengamalkan ilmunya ini, dan umumnya begitu dilatih di berikan alat kerja mereka bisa menjalankan apa yang didapatkan dari sini sehinga mereka sudah bisa bergerak dan menghasilkan, alhamdulillah karena dari sini ada bimbingan dari penyuluh, maka tidak ada yang nganggur karena dibimbing untuk bekerja,” pungkasnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *