Abah Chotob Kembali Terpilih Menjadi Ketua MUI Wonosobo

Mantan Rektor UNSIQ Dr. KH. Muchotob Hamzah M.M., kembali terpilih menjadi Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Wonosobo masa Khidmat 2021-2026. Yang sebelumnya selama empat periode Abah Chotob sapaan akrabnya telah memimpin MUI Wonosobo.

Bertempat di Pendopo Bupati, hari selasa (11/1) dilakukan pengukuhan pengurus MUI Wonosobo dan dilanjutkan Halaqoh ( rakor)  pimpinan MUI se-Karesidenan Kedu.

Selain Bupati, Wakil Bupati beserta anggota Forkopimda Kabupaten Wonosobo, hadir pada kesempatan itu Sekretaris MUI Jateng Drs. KH. Muhidin, MA., yang ditugasi melantik pengurus MUI Wonosobo, mewakili Ketua MUI Jateng. Serta para pimpinan MUI se-Karesidenan Kedu.

Muhidin menyampaikan terimakasih kepada Ketua terpilih yang telah dikukuhkan hari ini, karena bersedia memimpin kembali MUI Wonosobo yang ke sudah sekian kalinya. Selain itu ia mengatakan bahwa keberadaan MUI ditengah masyarakat sering kali mendapatkan sanjungan dan juga mendapatkan hujatan. Oleh karena itu ia mengajak untuk introspeksi diri. “Kami menyampaikan dan mengingatkan kepada kita semua bahwa keberadaan MUI ditengah masyarakat itu disamping mendapatkan sanjungan juga banyak mendapatkan hujatan, maka mari introspeksi diri kembali”.

Pihaknya menyadari kenapa hujatan tersebut muncul, diantaranya karena posisi MUI sebagai khodimul umah, yang mempunyai kewajiban menjaga dari aqidah yang sesat. Yang selanjutnya adalah menjaga keamanan dan kehalalan makanan. Serta menjaga praktik muamalah yang tidak sesuai syariah. Hal inilah yang sering kali menimbulkan perkara yang sensitif dimasyarakat sehingga melahirkan berbagai tanggapan atau ktitik. 

“Kita perlu tau kenapa sih masyarakat menghujat kita, diantaranya MUI itu tegas, posisinya sebagai khodimul umah karena itu punya kewajiban menjaga dari anil aqidah al batilah yaitu menjaga aqidah yang sesat, lalu anil aqli wa shurbi ghoiri halal, yaitu menjaga aman dan halal pangan, lalu anil muamalah ghoiri syariah, imat kita harus dijaga dari praktik pratik yang tidak sesuai syariah,” ungkapnya.

Ia mengibaratakan tugas MUI sebagai kue bika.” Bahwa MUI itu ditengah masyarakat itu seperti kue bika, ke atas panas kebawah kalau enggak open panas juga pasti gosong, kepada umat MUI ulama memang habitatnya itu menjadi panutan umat, lalu kepada atasaan memang kewajiban MUI untuk menjadi mitra yang kritis, mitra yang serasi dengan pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu Abah Chotob menegaskan  adanya alih generasi dslam kepemimpinan MUI Wonosobo. “Saya diangkat menjadi Ketua umum, padahal bukan orang yang terbaik, sebenarnya saya ingin alih generasi kepada yang lain yang lebih muda yang lebih trengginas dan lebih cantas,” tegas Abah.

Abah mengungkapkan, tugas MUI saat ini sangat berat. Ia merasa sangat kecil ketika melihat visi yang sangat besar ini, dibandingkan realita yang terjadi ditengah masyarakat saat ini, ditambah isu global yang sangat mempengaruhi umat islam secara luas.

“Kita sebagai orang yang disebut ulama ini mewarisi Nabi, berarti ke-Islaman ini diserakan kepada kita, begitu beratnya tugas kita, kita masih jauh sekali antara idealitas kita dengan realitas yang kita hadapi dimasyarakat didepan kita. Itulah sebabnya saya merasa sangat kecil ketika visi kita sedemikian tingginya, apalagi ditambah isu global yg mungkin banyak mempengaruhi umat islam secara luas, termasuk di Wonosobo dan se-Karesidenan Kedu ini,” ungkapnya.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, S.Ag., mengucapkan selamat kepada jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonosobo masa khidmat 2021-2026 yang baru dikukuhkan. “Saya ucapkan selamat, dan kepada para pengurus lama saya ucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, atas segala kontribusi dan karya yang telah diberikan selama menjabat. Peran aktif MUI dalam menciptakan hubungan harmonis antar umat Islam dan antar umat beragama, termasuk umat Islam dengan pemerintah, menjadi sebuah esensi penting dalam berjalannya fungsi MUI sebagai organisasi kemasyarakatan.
Kehadiran MUI dibutuhkan dalam membimbing, membina, dan mengayomi seluruh kaum muslimin,” ucap Mas Afif.

Bupati menegaskan kehadiran MUI sangat berarti ditengah masyarakat, ataa nama pemerintah pihaknya akan sepenuhnya mendukung tugas mulia MUI ini. “MUI selalu hadir dan selalu ada di tengah masyarakat, tentunya kami Pemkab Wonosobo beserta jajaran akan selalu hadir memfasilitasi dan membersamai langkah tugas mulia MUI Wonosobo ini,” pungkas Mas Afif.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *