Pembangunan Zona Integritas Untuk Kerja Yang Berkualitas

Pembangunan Zona Integritas menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem birokrasi yang bersih, akuntabel, kapabel, dan menjamin pelayanan publik yang prima, serta hasil kerja yang berkualitas. “Pencanangan Pembangunan Zona Integritas ini, saya harap dapat membentengi dan melindungi segenap karyawan dan karyawati dari perilaku tercela yang menyimpang dari peraturan, serta memperkokoh integritas pada diri masing-masing personil”. Demikian ditegaskan Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar saat menghadiri acara Pencanangan Zona Integritas di Kantor Kementerian Agama Wonosobo, kamis (16/12). Acara tersebut dihadiri anggota Forkopimda Kabupaten Wonosobo serta jajaran Kantor Kementrian Agama Wonosobo.

Selain itu, Gus Albar menekankan hal ini harus menjadi pemahaman bersama bahwa pencanangan ini tidak hanya menjadi simbol semata, namun dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh karyawan dan karyawati, untuk sepenuh hati memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, serta menghindarkan diri dari segala potensi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). “Saya harap seluruh jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo khususnya dan instansi lainya, dapat senantiasa menjaga komitmen dan integritas demi mewujudkan tujuan mulia, yakni Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani,” tegasnya.


Menurutnya, pembangunan Zona Integritas menjadi salah satu bentuk implementasi Reformasi Birokrasi, yang bertujuan melaksanakan penataan terhadap sistem penyelenggaraan pemerintahan yang baik, efektif dan efisien, serta akuntabel. Sehingga pelayanan masyarakat dapat terlaksana secara cepat, tepat, dan profesional. Dengan kata lain, melalui Pencanangan Pembangunan Zona Integritas, Kantor Kementerian Agama telah menyatakan diri bahwa seluruh jajaran manajerial hingga pelaksana, akan menghindari bad practice seperti KKN dan penyalahgunaan wewenang, serta berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. “Oleh karena itu, saya menyambut positif Pembangunan Zona Integritas di Kantor Kementerian Agama, yang menjadi langkah strategis dalam mewujudkan sistem birokrasi yang bersih, akuntabel, kapabel, dan menjamin pelayanan publik yang prima,” ungkapnya.

Wabup berpesan, “Jadikan diri Bapak-Ibu masing-masing sebagai pengawas bagi diri sendiri maupun rekan sejawat, saling mengingatkan akan aturan yang berlaku, serta mengingatkan rekan sejawat apabila terdapat indikasi melakukan perilaku menyimpang. Jaga betul-betul komitmen yang telah terucap hari ini, demi mewujudkan perilaku antikorupsi, birokrasi yang bersih, serta pelayanan publik yang prima,” pesanya.

Ia juga mengharapkan kepada semua pihak untuk ikut memantau, mengawal, mengawasi, dan berperan serta dalam pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kantor Kementerian Agama. “Saya harap seluruh pihak yang hadir di sini dapat turut memantau, mengawal, mengawasi, dan berperan serta dalam pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kantor Kementerian Agama. Penegakan komitmen tidak dapat dilakukan dengan optimal tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, saya mengajak seluruh hadirin untuk mendukung pelaksanaan Pembangunan Zona Integritas di lingkungan Kantor Kementerian Agama, dengan cara saling menjaga diri dari perilaku menyimpang, menerapkan perilaku jujur dan bertindak sesuai koridor peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta melaporkan kepada pihak berwenang apabila terdapat indikasi penyimpangan, dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama,” pungkasnya.


Sementara itu Kepala Kantor Kementrian Agama Wonosobo, Ahmad Farid mengungkapkan segala keterbatasan yang ada di jajaranya, baik sarana maupun SDM yang ada, namun tidak menurunkan semangatnya untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan di wilayah Kabupaten Wonosobo. “Kemenag bukan suatu institusi yang memiliki fasilitas yang memadahi, SDM kami tidak melimpah namun cukup, skill yang kita miliki tidak sepenuhnya baik namun kami mencoba melatih dan memaksa diri kami untuk bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat denga segala keterbatasan, karena itu merupakan tuntutan birokrasi dan wujud komitmen kami sebagai ASN, maka Kemenag mau tidak mau harus menyelesaikan tuntutan dinamika dan masyarakat,” ungkapnya.

Dari hal itu pihaknya telah melakukan berbagai upaya. Dengan mengambil langkah sesuai dengan Perpres Nomor 81 tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025.  “Kita awali dengan menata potensi SDM yang ada, kemudian kami kombinasikan dengan volume kerja yang kami miliki sehingga kami akan menuju pada efektifitas bekerja, pembinaan dan pelatihan secara masif juga kita laksanakan sehingga kami memberanikan diri, di tahun 2022, Kemenag Wonosobo masuk dalam pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBM, langkah ini terobsesi dan terilhami oleh lahirnya Perpres Nomor 81 tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi jangka panjang 2010-2025,” terangnya.


Sementara itu Kepala Ombudsman RI perwakilan Jawa Tengah, Siti Farida menegaskan, bahwa integritas itu adalah melakukan apa yang dikatakan. ” Integritas adalah melakukan apa yang kita katakan, maka dengan komitmen ini, kita hanya akan melaksanakan komitmen kita tadi, maka mari kita melakukan apa yang kita katakan,” katanya.

Farida menambahkan, kenapa yang menyatakan integritas ini harus ASN dalam hal ini penyelenggara pelayanan, menurut dia karena aparat negara ini dipandang memiliki kompetensi, kewenangan dan kemampuan untuk melakukan, dimana ada kewenangan maka ada potensi penyalahgunaan wewenang. “Nah pertanyaanya kenapa yang melakukan pernyataan harus ASN dalam hal ini penyelenggara pelayanan, karena Bapak Ibu dipandang memiliki kompetensi, memiliki kewenangan dan memiliki kemampuan untuk melakukan, jadi bapak ibu dianggap memiliki kemampuan itu, sehingga dimana ada kewenangan, ada potensi penyalahgunaan wewenang,” katanya.

Terkait komitmen seperti ini ia berharap tidak berhenti di satu titik saja namun harus diupayakan berkelanjutan. “Jadi harapan kami sekali dicanangkan tidak boleh berhenti, tidak hanya berhenti di ruangan ini saja tapi terus berkumandang sampai ke semua kecamatan di Wonosobo, sampai ke Desa-desa dan sampai ke kita semua, sampai ke keluarga kita di rumah,” pungkas Farida.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *