FASI 2021 Sebagai Ajang Membangun Generasi Yang Religius Serta Cinta Tanah Air

Ada yang berbeda pada Festival Anak Sholih Indonesia (FASI) Kabupaten Wonosobo Tahun 2021 ini. Selain meperlombakan bidang Agama Islam,  namun dalam rangka menanamkan jiwa patriotisme dan cinta tanah air gelaran ke-13 ini juga diisi cabang lomba membaca Naskah Pancasila dan Naskah UUD 1945.

Sebanyak 759 peserta mengikuti lomba FASI ke-13 Kabupaten Wonosobo. Mereka berasal dari Lembaga Pendidikan Al Quran (LPQ) yang datang dari 15 Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo. Sementara kegiatan dipusatkan di Kampus 2 MI Maarif Kliwonan dengan menggelar 26 cabang perlombaan, minggu (5/12/2021).

Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar membuka secara resmi gelaran tahunan tersebut. Didampingi Sekretaris Daerah One Andang Wardoyo dan Kepala Kantor Kementrian Agama Wonosobo Achmad Farid, Danramil 01 Kota Kapten inf. Sugeng Haryanto yang hadir mewakili Dandim 0707 Wonosobo serta Ketua BADKO Wonosobo Soleh Rosyadi.

Dalam sambutanya Wabup menyampaikan selamat datang kepada anak-anak seluruh kafilah dari 15 kecamatan se-Kabupaten Wonosobo, yang terpilih menjadi peserta terbaik di tingkat kecamatan serta siap berkompetisi untuk mengikuti Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Kabupaten Wonosobo Ke-13 Tahun 2021 ini.


Gus Albar mengungkapkan, pembinaan generasi muda melalui pendekatan keagamaan menjadi sesuatu yang sangat tepat dan strategis, untuk membangun masyarakat Indonesia yang religius dan berakhlak mulia, serta memiliki orientasi yang jelas, pasti dan terarah.

“Penyelenggaraan kegiatan-kegiatan keagamaan, seperti halnya Festival Anak Shaleh Indonesia saya pandang sangat penting, sebagai salah satu upaya pembinaan kesalehan generasi muda, maupun dalam rangka menggalakkan dan memperkuat upaya penanggulangan krisis sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat, khususnya generasi muda kita,” ungkapnya.

FASI merupakan salah satu rumus dalam upaya mensosialisasikan nilai-nilai kesalehan kepada anak-anak, sekaligus membangkitkan semangat, kegembiraan dan keceriaan anak, disamping sebagai ruang pengembangan kreativitas, bakat serta minat yang dimiliki anak.

“Melalui Festival Anak Shaleh Indonesia Kabupaten Wonosobo Tahun 2021 ini, saya harap juga dapat dijadikan sebagai wahana untuk kita mengevaluasi sejauh mana keberhasilan pembelajaran di Lembaga Pendidikan Al-Quran,” harapnya.

Hal senada disampaikan Kakan Kemenag Kabupaten Wonosobo bahwa untuk mencetak karaktetistik anak masa depan  yaitu melalui pendidikan formal dan non formal seperti Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al Quran (BADKO) ini. “Seiring misi dan visi Bupati, saya pikir yang paling efektif untuk mencetak karakteriatik anak masa depan ya lewat pendidikan formal dan nonformal seperti badko ini,” ucapnya.

Kakan kemenag mengutarakan ke anggaanya terhadap potensi religius yang luar biasa di Kabupaten Wonosobo salahsatunya dengan keberadaan LPQ ini,  sehingga kegiatan seperti ini diharap terus di jaga dipertahankan serta ditingkatkan lagi. “Kami selalu mengajak agar kegiatan seperti ini terus ditingkatkan dan dipertahankan, karena banyaknya BADKO LPQ di Kabupaten Wonosobo ini merupakan potensi luar biasa untuk membentuk generasi yang gemilang dan religius di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *