BUDAYA, YANG MENYATUKAN INDONESIA

Budaya adalah yang menyatukan bangsa Indonesia dari keberagaman agama, suku, ras dan bahasa. Kita bisa kokoh berdiri sampai hari ini, ya karena budaya. Ungkap Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, yang juga merupakan alumnus IIQ yang saat ini menjadi UNSIQ, dalam kuliah umum mahasiswa Inbound Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka UNSIQ. Bertempat di Pendopo Bupati belakang, Senin (20/12).
Kegiatan kuliah umum yang diawali dengan penandatanganan MoU antara UNSIQ dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo tersebut diikuti Oleh Rektor Unsiq, Dr. Zaenal Sukawi, M.A, civitas akademika UNSIQ serta sejumlah mahasiswa Inbound dari Sulawesi, Nusa Tenggara, Sumatra dan Kalimantan.


Di depan para mahasiswa, Bupati berharap Wonosobo semakin dikenal ke seluruh Nusantara. Karena Kabupaten Wonosobo memiliki potensi yang sangat luar biasa. Potensi tersebut bukan saja potensi sektor pertanian, alam yang indah untuk Pariwisata namun juga masyarakat di Kabupaten Wonosobo yang sangat damai walaupun berbagai elemen ada di Wonosobo. “Di Wonosobo terdapat Dieng yang sudah dikenal sebagai destinasi wisata sejak jaman dulu. Selain itu di Kabupaten Wonosobo terdapat desa Buntu di Kecamatan Kejajar yang merupakan miniatur keberagaman bangsa. Di Desa Buntu terdapat berbagai macam agama dan kepercayaan, namun masyarakatnya damai bahkan suasana saling membantu antar umat beriman sangat terlihat. Karena budaya di Indonesia pada umumnya adalah budaya gotong royong dan saling menghormati,” jelas Afif.
“pertukaran mahasiswa dengan latar belakang suku dan agama yang berbeda di UNSIQ diharapkan dapat mempererat persatuan Bangsa Indonesia,” tegas Bupati.


Dalam kegiatan kuliah umum tersebut Bupati juga memberikan motivasi kepada mahasiswa sebagai generasi penerus untuk tetap berpegang teguh kepada identitas budaya bangsa. Jangan sampai kelak dikemudian hari kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Budaya yang berkembang di Nusantara sudah cukup untuk dijadikan identitas bangsa. Bupati juga mencontohkan budaya asli Nusantara yang dikenal oleh kalangan Internasional adalah Peci. “Pak Karno kepingin menciptakan Identitas Indonesia, bahwa umat Islam di Indonesia berbeda dengan Arab Saudi, berbeda dengan yang lain, identitasnya sangat sederhana, orang mengenal Indonesia dari Peci” terangnya.
Pesan Bupati selanjutnya, mahasiswa harus saling menghargai saling menghormati, walaupun masing masing punya identitas pribadi yang berbeda. Secara khusus kepada mahasiswa UNSIQ untuk lebih ramah, lebih bisa memberikan rasa aman kepada tamu yang berkunjung di Kabupaten Wonosobo. Agar Wonosobo lebih dikenal sebagai destinasi wisata sebagaimana daestinasi wisata Nusantara lainnya. “Kita akan coba membangun ekosistem pariwisata dimulai dari tata kelola sumber daya manusia. Semua elemen masyarakat harus ramah menyambut tamu ke Wonosobo. Mahasiswa UNSIQ juga harus ramah,” pungkas Bupati.

Informasi ini dapat dilihat juga di :

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *