Wabup Minta Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan Dan Kesiapsiagaan

Menyikapi datangnya musim penghujan dan cuaca yang ekstrim, Wakil Bupati Wonosobo Drs. Muhammad Albar, M.M., menghimbau kepada seluruh masyarakat  untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap curah hujan yang turun dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama. Ditambah kondisi geografis Wonosobo yang rawan terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam. Seperti tanah longsor yang terjadi di beberapa tempat baru-baru ini, sehingga  perlu kesiapsiagaan dari seluruh warga, terutama yang berada dikawasan rawan bencana.

“Baru-baru ini banyak terjadi bencana alam longsor di beberapa Kecamatan, karena hujan deras dan berlangsung lama, sehingga menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan bagi kita semua. Kwaspadaan menjadi penting karena bencana itu datangnya tiba-tiba, tidak bisa dikontrol oleh manusia, kita dituntut selalu siap siaga dalam kwaspadaan untuk menanggulangi bencana yang terjadi di wilayah kita,” demikian di tegaskan Gus Albar saat emnjadi pembina apel di Kantor Kecamatan Kepil, senin (15/11/2021).


Selain terhadap bencana alam, Wakil Bupati juga menghimbau warganya agar tetap waspada terhadap penyebaran virus corona. Walaupun saat ini Wonosobo sudah turun ke level 2, namun tidak berarti berarti sudah terhindar atau sudah bebas dari Covid-19, untuk itu kepada seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan dan desa/kelurahan diminta untuk memberikan contoh dalam pelaksanaan protokol kesehatan 5M. Kepada masyarakat agar jangan menurun dan kendor, tapi harus tetap disiplin terapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun berada. Jangan sampai terjadi munculnya gelombang ketiga yang saat ini sedang berlangsung di belahan dunia lain seperti Amerika dan Eropa.

“Alhamdulillah Kabupaten Wonosobo saat ini sudah turun level dari 3 menjadi level 2 karena cakupan vaksinasinya sudah lebih dari 50%, dan ini harus kita pertahankan dan kita turunkan agar segera ke level satu dan selelsai tanpa level, sehingga kita bisa segera beranjak dari pandemi ini. Namun  kita tidak boleh lantas berleha-leha dan abai terhadap covid-19, karena kita tidak tahu sampai kapan ini berakhir. Kita tetap harus waspada, karena dibelahan dunia, di Eropa dan Amerika sedang berlangsung gelombang ketiga, jangan sampai kita terlena”.


Selaku Wakil Bupati Gus Albar minta maaf kepada masyarakat Wonosobo, karena masih banyak infrastruktur yang belum sempurna dan sebagian ada yang rusak. Masyarakat diminta bersabar karena saat ini anggaran masih difokuskan untuk penanganan pandemi covid-19.  “Atasnama pemerintah kami mohon maaf karena masih banyak infrastruktur yang rusak, dan belum sempurna, kami minta panjenengan semua bersabar, saat ini kita masih dalam situasi sulit karena refocusing anggaran, baik Pemerintah Pusat, Provinsi maupun Kabupaten saat ini difokuskan untuk penanganan pandemi covid-19,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu masyarakat Kepil penerima simbolis sertifikat PTSL, Sucipto  menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati, Wakil Bupati, Camat dan Lurah Kepil beserta seluruh pejabat di Kabupaten Wonosobko atas kehadirannya di Kepil, yang hadir untuk menyambangi masyarakat, karena baru kali ini dapat bertatap muka dengan pejabat. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati dan Wakil Bupati dan BPN yang telah memfasilitasi program PTSL yang sangat berguna bagi peningkatan usaha dan tentunya kami berharap berdampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Informasi ini juga dapat dilihat di :

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *