SOSIALISASI KETENTUAN DIBIDANG CUKAI BAGI MASYARAKAT PEDAGANG DAN KONSUMEN ROKOK

Senin (11/10), sosialisasi terkait ketentuan dibidang cukai digelar oleh Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo (Setda). Sosialisasi ini merupakan awal dari rangkaian sosialisasi sejenis yang akan dilaksanakan di seluruh kecamatan di Kabupaten Wonosobo. Kali ini Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam menargetkan masyarakat pedagang dan konsumen rokok di Kecamatan Wonosobo, sebagai peserta dari sosialisasi ini.

Acara dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan, Retno Eko Syafariati N, S.Sos., M.M., mewakili Bupati Wonosobo. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Staf Ahli Pembangunan Ekonomi dan Keuangan dikatakan bahwa semakin besar hasil Cukai hasil tembakau yang dipungut suatu daerah maka akan mendapat pembagian DBH CHT yang lebih besar pula. Maka untuk semakin meningkatkan pemasukan dari sektor cukai, tentu perlu adanya keterlibatan semua pihak, untuk mengawasi dan ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu Retno berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan dan mengikuti sosialisasi ketentuan tentang Cukai dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Dra. Siti Nuryanah, M.Si, dalam laporannya mengatakan acara ini diikuti oleh 120  peserta perwakilan Masyarakat Pedagang dan Masyarakat Konsumen Rokok se-Kecamatan Wonosobo. Dirinya menambahkan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat perihal barang barang yang dikenai cukai, utamanya cukai pada barang hasil tembakau. Sehingga diharapkan masyarakat dapat membedakan pita cukai legal dan pita cukai ilegal sebagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal ditengah masyarakat Kecamatan Wonosobo.

Sosialisasi ini diharapkan membangun pengertian dan pemahaman masyarakat pedagang dan konsumen terkait cukai, sehingga mampu membedakan antara pita cukai asli dan pita cukai palsu, dan diharapkan dapat bermuara kepada dapat ditekannya peredaran barang kena cukai ilegal, utamanya peraderan rokok ilegal di Kabupaten Wonosobo. Selain itu, diharapkan pula sosialisasi ini dapat mengurangi peredaran rokok ilegal sehingga dapat meningkatkan penerimaan negara dari sumber cukai, dengan demikian DBHCHT yang dibagikan kepada Daerah penghasil juga meningkat dalam rangka mendukung pembangunan daerah. Terakhir, sosialisasi diharapkan dapat menghindarkan pelanggaran hukum bagi masyarakat pedagang dan konsumen.

Narasumber dari Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, Siswanto, menjelaskan materi antara lain tentang pengertian cukai, jenis-jenis Barang Kena Cukai (BKC), pelunasan dan pembayaran cukai, analisis pelanggaran cukai beserta modusnya yang marak terjadi di masyarakat. Selain itu, dijelaskan pula tentang identifikasi pita cukai melalui kasat mata atau beberapa alat seperti kaca pembesar dan lampu UV. Melalui acara ini, diharapkan para peserta bisa memahami aturan cukai serta dapat menyampaikan pengetahuan yang didapat selama sosialisasi kepada masyarakat lainnya, sehingga tujuan pengenaan cukai, mengawasi atau membatasi penggunaan barang tertentu dapat tercapai.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *