Sosialisasi Ketentuan Dibidang Cukai Bagi Masyarakat Pedagang dan Konsumen Rokok Kecamatan Sapuran

Bekerja sama dengan Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Wonosobo kembali menggelar Roadshow Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai dan Gempur Rokok Ilegal Hari Kesepuluh kepada para pedagang rokok dan konsumen bertempat di Kantor Kecamatan Sapuran 25 Oktober 2021.

Acara di buka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Junaedi, SKM, M.Kes , mewakili Bupati Wonosobo. Dalam sambutan Bupati yang dibacakan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan dikatakan bahwa semakin besar hasil Cukai hasil tembakau yang dipungut suatu daerah maka akan mendapat pembagian DBH CHT yang lebih besar pula. Maka untuk semakin meningkatkan pemasukan dari sektor cukai, tentu perlu adanya keterlibatan semua pihak, untuk mengawasi dan ikut memberantas peredaran rokok ilegal. Oleh karena itu beliau berharap agar seluruh peserta dapat memaksimalkan dan mengikuti sosialisasi ketentuan tentang Cukai dengan baik.

Pada Laporan Penyelenggara Kabag Perekonomian dan SDA Setda Wonosobo, Dra.Siti Nuryanah,M.Si mengatakan acara ini diikuti oleh perwakilan Masyarakat Pedagang dan Masyarakat Konsumen Rokok se-Kecamatan Sapuran, Dra. Siti Nuryanah, M.Si menjelaskan, sosialisasi ini bertujuan  untuk memberikan pemahaman kepada dan pengetahuan kepada masyarakat perihal barang barang yang dikenai cukai, utamanya cukai pada barang hasil tembakau sehingga masyarakat dapat membedakan pita cukai ilegal dan pita cukai ilegal sebagai upaya untuk menekan peredaran rokok ilegal kepada Masyarakat Kecamatan Sapuran.

Turut hadir menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi dari Kantor Dirjen Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY KPPBC TMP Magelang, FX Gilang Bambang Dwi Loka.

FX Gilang Bambang Dwi Loka, Pejabat Fungsional Bea Cukai Magelang menyampaikan mengenai cukai hasil tembakau, “Cukai hasil tembakau terdiri dari beberapa jenis yaitu sigaret, tembakau iris, klobot, kelembak menyan, cerutu, dan hasil pengolahan tembakau lainnya (HPTL). Berbagai jenis cukai hasil tembakau tersebut memiliki tarif cukai dan batasan harga jual eceran yang berbeda-beda sesuai dengan jenis dan golongannya masing-masing,” tuturnya.

Kemudian,  FX Gilang Bambang Dwi Loka juga menjelaskan mengenai jenis-jenis dan ciri umum rokok ilegal, “Jenis-jenis rokok ilegal diantaranya yaitu rokok polos (tanpa dilekati pita cukai), berpita cukai palsu, bekas, dan berbeda yaitu salah peruntukan dan salah personalisasi. Sedangkan, untuk ciri umum rokok ilegal yaitu merek rokok tidak dikenal, tidak ada nama pabrik rokok, merek mirip dengan produk rokok resmi, tidak disertai tanda peringatan pemerintah mengenai bahaya merokok, dan dijual dengan harga yang sangat murah,” ucapnya. Sebagai penutup, FX Gilang Bambang Dwi Loka juga menjelaskan mengenai aplikasi berbasis website yang telah dibangun oleh Kantor Bea Cukai Magelang dengan nama Sistem Informasi Laporan Masyarakat (SILAT). Aplikasi SILAT adalah aplikasi yang dapat digunakan oleh masyarakat ataupun Pemda untuk menyampaikan informasi adanya peredaran barang kena cukai ilegal di wilayahnya.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *