Kegiatan TP-PKK Tetap Bergeliat Walau Dimasa Pandemi

Pandemi covid-19 di Indonesia belum usai. Kabupaten Wonosobo dilihat pada mapping peta penyebaran covid-19 masuk dalam zona orange dan turun ke PPKM level 3. Namun demikian tidak berarti segala kegiatan PKK dihentikan. Beberapa kegiatan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, selain itu juga dilakukan beberapa terobosan kegiatan PKK. Demikian diungkapkan Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo Dyah Afif Nurhidayat, saat menerima kunjungan Kaji Banding dari TP PKK Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah di Pendopo Bupati, rabu sore (29/9/2021).

“Kabupaten Wonosobo saat ini berada di level 3, namun demikian tidak berarti segala kegiatan PKK kami hentikan. Beberapa kegiatan tetap dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, kami juga melakukan beberapa terobosan kegiatan PKK,” ungkap Isteri Bupati Wonosobo ini.

Dyah menambahkan, TP PKK Kabupaten Wonosobo memiliki kurang lebih 17.000 kader, yang tersebar dilini terkecil wilayah, yaitu RT sampai Dasa Wisma, pada 265 desa/kelurahan yang bisa didayagunakan menjadi energi penggerak, yang mampu menjadikan setiap ibu atau perempuan di desa menjadi lebih tangguh dalam menghadapi pandemi covid-19 ini.


Beberapa kegiatan yang lakukan antara lain, pertemuan, sosialisasi, pembekalan secara daring atau online. Dalam rangka HKG PKK ke-49, mengadakan webinar pelayanan posyandu selama masa pandemi, serta webinar kesiapan orang tua dan anak dalam menghadapi pembelajaran tatap muka. “Dan untuk menggali potensi desa/kelurahan, kami mengadakan kompetisi potret keren PKK desaku, dengan cara mengupload foto di instagram desa/kelurahan masing-masing, dan lomba tiktok kompetisi edukasi tangguh cegah covid-19,” katanya.

Berbagai kegiatan secara langsung juga dilakukan antara lain, PKK desa /kelurahan aktif di kegiatan jogo tonggo membantu warga lainnya, aksi berbagi dan gerak bareng berbagi untuk warga desa. Selain itu, dalam pengawalan perencanaan desa/ kelurahan 2022, PKK juga mengadakan zoom meeting yang diikuti 265 desa/kelurahan dan 15 PKK Kecamatan, didalamnya terdapat  penyampaian materi mengenai peran PKK dalam mengawal musrenbangdes.

Ada 5 kegiatan wajib desa/kelurahan untuk tahun  2022, dengan penganggaran dari desa/kelurahan. bahwa pkk wajib hadir, usulkan minimal 5 kegiatan tersebut dan mengawal sampai masuk di perencanaan desa/kelurahan.

TP PKK Kabupaten juga melaksanakan evaluasi PKK dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, dengan membentuk 2 tim untuk turun ke lapangan. “Alhamdulillah walaupun sedang pandemi covid-19, namun semangat dalam gerakan PKK tetap tidak surut, ada perbedaan yang signifikan yang lebih baik, setelah desa/kelurahan dibina oleh tp pkk kabupaten. Sehingga geliat pemanfaatan pekarangan hatinya PKK yang semakin nyata, gotong-royong dalam masyarakat yang semakin membudaya, perilaku hidup bersih dan sehat yang semakin baik, dan upaya untuk lebih peduli terhadap lingkungan semakin terlihat, dengan banyaknya bank sampah yang menjalankan aktifitasnya,” ungkap Dyah.

Pada kesempatan yang sama, selain ucapan selamat datang, Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar, mengatakan TP PKK merupakan mitra pemerintah yang memiliki fungsi strategis, dengan kelembagaan mulai dari tingkat pusat hingga desa dan bahkan dasa wisma. Ini akan memungkinkan TP PKK hingga tingkat dasa wisma untuk berkiprah membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan perempuan dan anak, dengan merumuskan program implementasi 10 Program Pokok PKK, menggerakkan kader, membangkitkan gotong-royong, dan turut aktif dalam kegiatan perencanaan di desa.

“Saya menghimbau kepada seluruh pengurus dan kader TP PKK di Kabupaten Wonosobo untuk terus bergerak mengentaskan masalah yang cukup krusial ini, serta mendorong pula TP PKK Kabupaten Lamandau untuk peka terhadap isu-isu dan permasalahan terkait yang ada di daerah, sehingga dapat merumuskan kegiatan yang sesuai untuk mengatasinya,” tegasnya.


“Kekuatan TP PKK yang sedemikian besar harus mampu menjadi penggerak ditengah masyarakat, sehingga dapat terbentuk keluarga-keluarga berkualitas dalam berbagai aspek. Selain itu, TP PKK diharapkan mampu bersinergi dengan Pemerintah Daerah setempat, menyelaraskan program kerja dengan visi dan misi daerah. Dengan demikian, diharapkan sinergitas ini akan berimplikasi kepada percepatan pencapaian visi dan misi, yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut,” pungkas Gus Albar.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Lamandau Kalimantan Tengah, Rudiyanti Hendra Lesmana selaku ketua rombongan menyampaikan, kaji banding yang mereka laksanakan tersebut, selain untuk menjalin silaturahmi dan kerjasama, tujuan utamanya untuk belajar bersama terkait pelaksanaan administrasi TP PKK serta PAUD Holistik Integratif dalam program pokja 3 yaitu kegiatan program hatinya PKK.

“Usia kami sangat muda yang baru 19 tahun, kami merasa masih banyak kekurangan pengalaman, atas dasar itulah kami datang kaji banding ke Kabupaten Wonosobo ini, pertama untuk silaturahmi dan jalin kerjasama, tujuan lain terutama terkait pelaksanaan administrasi TP PKK serta PAUD Holistik Integratif dalam program pokja 3 yaitu kegiatan program hatinya PKK. Kami berharap dan yakin akan mendapatkan transfer edukasi yang berharga yang nantinya bisa membawa perubahan kemajuan, dalam pelaksanaan TP PKK,” ungkapnya.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *