Berbagai Program Sebagai Wujud Kehadiran Pemerintah

Berbagai Program kegiatan pembangunan baik yang bersumber dari dana Transfer Desa, APBD Kabupaten, APBD Provinsi maupun APBN, merupakan salah satu bentuk atau wujud kehadiran pemerintah dalam rangka memfasilitasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik untuk masayarakat. Demikian disampaikan Bupati Wonosobo, pada kegiatan penyerahan Sertifikat Hak Atas Tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Kabupaten Wonosobo tahun 2021. Bertempat di Balai Desa Rejosari, Kecamatan Kalikajar, Senin (18/10).
Kegiatan penyerahan setifikat program PTSL ini juga menjadi momentum bagi Bupati dan Wakil Bupati menyapa dan bersilaturahmi kepada masyarakat di berbagai wilayah desa. Serta untuk mengetahui berbagai persoalan yang ada di wilayah sebagai bahan untuk menentukan kebijakan yang akan dilakukan pemerintah Kabupaten untuk pembangunan Wonosobo.
Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag menyampaikan bahwa dalam rangka untuk mendukung keberhasilan pembangunan, dibutuhkan kerjasama dan sinergitas semua elemen masyarakat. Salah satu kuncinya adalah kerukunan masyarakat dan menghidupkan kembali spirit gotong-royong sebagai modal dasar dalam rangka untuk memaksimalkan dana pembangunan baik dan transfer Desa, APBD Kabupaten, APBD Provinsi dan APBN sebesar-besarnya untuk kemakmuran serta kesejahteraan masyarakat.
“Disamping itu demi keberhasilan pembangunan perlu adanya kepercayaan dari masyarakat kepada Kepala Desa, Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten, sehingga anggaran yang ada dapat mengurai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat,” ungkap Bupati.
Pemerintah juga terus ber komitmen untuk pembangunan Wonosobo, seperti infrastruktur dan sanitasi. Secara bertahap pemerintah akan terus melaksanakan pembangunan baik fisik maupun non fisik, termasuk didalamnya sanitasi dan jambanisasi. Mengingat sekarang anggaran yang ada di pemerintah sedang difokuskan untuk penanganan pandemi Covid 19, tetapi secara bertahap pembanguan akan terus dilakukan agar wonosobo semakin maju. Masyarakat juga diharapkan untuk ikut mensukseskan program sanitasi dan jamban sehat, mengingat status Wonosobo sebagai kabupaten ter-miskin ke-2 di Jawa Tengah, dimana salah satu indikatornya adalah masih sedikitnya jamban yang sehat.
Pada kesempatan itu juga, Bupati berpesan kepada masyarakat penerima Sertipikat PTSL untuk digunakan sebaik-baiknya untuk peningkatan usaha ekonomi. “manfaatkan sertifikat yang sudah dimiliki dengan sebaik baiknya, jaga dan rawat dengan baik karena itu bukti yang sah dari aset yang kita miliki. Apabila dipergunakan, gunakanlah sebagai penunjang usaha produktif. Jangan sampai saat Sertipikat yang sudah didapatkan digunakan agunan kredit yang akan menimbulkan masalah baru. Apabila sertifikan memang harus digunakan sebagai agunan kredit, pilihlah bank yang jelas atau bank yang valid, agar sertifikat terjamin keamanannya,” pungkas Bupati.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *