Vaksinasi Terus Digenjot, Kemenkes Minta Penyandang Disabilitas Dijadikan Prioritas

Kementerian Kesehatan menggolongkan penyandang disabilitas fisik dan mental sebagai kelompok rentan terhadap paparan covid-19, sehingga diminta untuk menjadi prioritas penerima vaksin agar ikut terlindungi. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonosobo dr. Mohamad Riyatno, M.Kes., saat dihubungi melalui pesan singkat.

dr. Riyatno menyampaikan bahwa,  pihaknya sudah melaporkan kepada Kemenkes dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah agar mengalokasikan vaksin bagi para penyandang disabilitas fisik dan mental yang ada di Kabupaten Wonosobo. Dari laporan tersebut sudah ditindaklanjuti dengan memberikan alokasi vaksin Sinopharm secara bertahap yang diterimakan kepada Dinkes Kabupaten. Dan sesuai data yang disingkronkan dengan yang ada di Dinkes, vaksin sudah didistribusikan ke puskesmas-puskesmas yang ada. Selain itu juga disalurkan langsung melalui vaksinasi di tempat terpusat di Kabupaten, Desa-desa dan door to door atau jemput bola dengan mendatangi kerumah disabilitas.

“Dari data Dinsos, para penyandang disabilitas tersebut sudah kami laporkan ke Kemenkes dan Dinkes Provinsi Jateng agar mendapatkan laokasi vaksin, dan alhamdulillah sudah diberikan secara bertahap, dan sudah kami distribusikan ke puskesmas-puskesmas yang disinkronkan datanya sesuai jumlah sasaran di puskesmas dan data dari Dinkes. Selain itu juga kami salurkan langsung terpusat di desa-desa dan door to door,” ungkapnya.


Ia menambahkan kenapa vaksinasi juga disalurkan melalui Puskesmas dan desa, karena menurutnya, sebaran penyandang disabilitas lebih banyak tersebar diwilayah pedesaan. Dan mereka beragam ada yang masih mampu beraktivitas dan banyak juga yang tidak mampu sehingga harus didatangi oleh petugas vaksin termasuk ODGJ. Dan yang mampu menjalankan tugas itu hanya petugas dari puskesmas bekerjasama dengan elemen yang ada di wilayah.

Menurut informasi Pujiyati, SST.M.Si, Programmer PTM dan Keswa (Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa) Dinkes, menyampaikan prosentasi capaian vaksinasi yang dilaporkan hari ini sudah mencapai 67,61 %. Dari total 3915 sasaran. “Capaian vaksinasi sampai saat ini belum mencapai seratus persen, dan teman-teman masih jalan sampai besok. Capaian yang kami laporkan hari ini mencapai 67,61 % dari total 3915 sasaran,” ungkap puji di sela bertugas vaksin dosis 2 di Gedung Adipura Kencana (10/9/2021).


Puji menuturkan pelaksanaan vaksinasi bagi disabilitas dan ODGJ memang tidak mudah, sehingga harus dilakukan door to door. Berbagai kendala ditemui di lapangan, misal adanya kondisi yang tidak memungkinkan, sata dikunjungi, sasaran tidak berada dirumah, hingga adanya penolakan.

Sementara itu Kepala seksi rehabilitasi sosial Heny Wijiastuti, S.Sos menyampaiakan, bahwa data penyandang disabilitas dan ODGJ tahun 2020 di Kabupaten Wonosobo secara keseluruhan tercatat berjumlah 7496 orang. Namun tidak semua menjadi sasaran vaksin, disebabkan karena adanya aturan yang ada. “Data tahun 2020 total ada 7496, namun karena aturan yang ada tidak semua bisa divaksin. Dari data itu pada bulan Mei tahun ini, coba kita verval, dan pertengahan Juni kita kirim ke Dinkes,”

“Banyak tantangan dalam proses vaksinasi ini. Salah satunya perlu edukasi pemahaman untuk disabilitas akan pentingnya vaksinasi disabilitas. Dan dalam pelaksanaan Dinsos sendiri sudah mengupayakan layanan antar jemput bagi disabilitas untuk wilayah yang tidk ada layanan jemput bola. Untuk daerah yang ada layanan jemput bola Dinsos dibantu TKSK ikut serta bersama tim dari Puskesmas untuk layanan door to door,” pungkasnya.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *