Ratusan Penyandang Disabilitas Dan ODGJ Mendapatkan Vaksin Sinofarm Dosis Satu

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Muhammad Albar di dampingi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M. Aziz Wijaya melakukan serangkaian kunjungan kerja dibeberapa Instansi dan Puskesmas lingkup Pemkab Wonosobo. Senin 30/8/2021.

Sedikitnya ada tiga Puskesmas yang dikunjungi, yakni Puskesmas 2 Kertek, dan Puskesmas 1 dan 2 Kalikajar. Selain untuk memastikan pelayanan yang prima yang diberikan kepada masyarakat, kunjungan itu dilakukan untuk memantau secara langsung proses vaksinasi tahap satu yang menyasar kepada para penyandang disabilitas dan ODGJ di wilayah tersebut.

Ratusan penyandang Disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) wilayah Kabupaten Wonosobo, meliputi Puskesmas 2 Kalikajar, Puskesmas 2 Kertek, dan Puskesmas Watumalang dan Wadaslintang (27/8), mendapatkan vaksin sinofarm dosis pertama dari Pemerintah.


Vaksinasi covid-19 dengan sasaran Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan Disabilitas tersebut dilaksanakan oleh TIM vaksinasi UPTD Puskesmas masing-masing berkolaborasi dengan TNI POLRI beserta elemen masyarakat lainya. Pelaksanaan digelar terpusat di puskesmas atau balai desa, maupun secara door to door atau mendatangi rumah ke rumah. Hal ini dilakukan agar target vaksinasi bisa terserap dan tersalurkan secara optimal, karena mereka memiliki keterbatasan dan juga kendala dalam mobilitas.

Kepala Puskesmas Kalikajar 2, drg. Farida Chaerunnisa mengatakan, Tim pelaksana meliputi Bidan pembina wilayah /Bidan desa, Perawat Darbin, Koramil dan Polsek dengan sistem jemput bola atau door to door bersinergi melaksanakan serbuan vaksinasi kepada penyandang disabilitas dan ODGJ sesuai dengan target. “Kami lakukan dengan jemput bola door to door, agar bisa menjangkau target secara optimal, karena mereka memiliki keterbatasan dan kendala dalam mobilitasnya, maka dari itu kami yang harus langsung mendatangi mereka,” ungkapnya.

Farida menambahkan, secara teknis tim mendatangi rumah penyandang disabilitas dan seperti yang dilakukan pada vaksinasi umum dengan melakukan skrining terlebih dahulu untuk memastikan kesehatanya, jika dinyatakan sehat maka bisa dilakukan suntikan vaksin. Untuk target pemberian vaksinasi di wilayah kerjanya, ia mengatakan total berjumlah 92 orang dengan rincian ODGJ sebanyak 72 orang dan Disabilitas 20 orang.


Kegiatan serupa juga dilakukan di Puskesmas Kertek 2. Sesuai informasi dari Kepala Puskesmas, dr. Marina melalui pesan singkatnya mengatakan bahwa pelaksanaan vaksinasi digelar dua kali, yakni 30-31 Agustus, yang dilaksanakan terpusat di Puskesmas Kertek 2 untuk ODGJ yang stabil dan Disabilitas yang dapat mengakses ke puskesmas.  Sementara bagi yang belum tersasar, menyusul akan dilakukan kunjungan ke desa-desa. Dengan target sasaran vaksin total 181 orang dengan rincian ODGJ berjumlah 54 sementara untuk penyandang disabilitas sebsnyak 127 orang.

“Bagi ODGJ yang stabil dan penyandang Disabilitas yang bisa mengakses ke Puskesmas, pemberian vaksin kita tempatkan terpusat di Puskesmas Kertek 2 ini, sementara bagi ODGJ dan Disabilitas yang tidak dapat berkunjung ke puskesmas, akan dilakukan sweeping vaksinasi kunjungan ke desa, namun jadwal akan menyusul,” ungkap Marina.

Pihaknya berharap adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak dalam pelaksanaan vaksin door to door. “Harapan kami, dalam pelaksanaan vaksinasi door to door nanti mendapat dukungan dari lintas sektoral, perangkat desa berpartisipasi aktif, sehingga para ODGJ dan Disabilitas dapat tervaksin sesuai target,” harapnya.

Marina menambahkan selama pelaksanaan vaksin terhadap dua kelompok ini, ada beberapa kendala yang ditemui, yaitu kurangnya partisipasi dari perangkat desa dalam memfasilitasi ODGJ dan Disabilitas untuk datang ke puskesmas.
Sementara Puskesmas hanya memiliki satu mobil Pusling, yang mana kendaraan itu juga digunakan untuk merujuk pasien dengan kegawatdaruratan. Ditambah adanya keterbatasan tenaga kesehatan untuk pelaksanaan vaksinasi di desa, karena kegiatan rutin UKM di puskesmas tetap harus berjalan.


Sementara terkait animo masyarakat terhadap vaksin ini menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum tertarik pentingnya vaksin tersebut. “Masih banyak masyarakat yang tidak mau divaksin, biasanya kelompok masyarakat yg tidak punya kepentingan pergi ke luar kota, kalau masyarakat usia produktif banyak yang berminat, karena untuk kepentingan bepergian atau persyaratan tertentu,” katanya.

Secara garis besar, semua puskesmas tidak menemui efek KIPI yang berat.Namun selama ini hanya ada beberapa orang yang mengalami KIPI ringan saja.

Serbuan Vaksinasi ini terus digencarkan sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam rangka percepatan perluasan cakupan vaksinasi di wilayah Kabupaten Wonosobo menuju terbentuknya herd immunity atau kekebalan kelompok.

Baik Bupati maupun Wakil Bupati, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan vaksinasi ini, terutama bagi dua kelompok masyarakat tersebut. “Kami sampaikan apresiasi dan kami sangat mendukung kegiatan ini, karena semua elemen masyarakat sesuai peraturan Pemerintah harus mendapatkan vaksin, agar semua sehat agar semua selamat, ini sebuah ihktiar kita semua dalam upaya memerangi covid-19 sehingga pandemi global ini segera usai,” pungkasnya.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *