Pentingnya Pengembangan Obyek Daya Tarik Wisata Religi Untuk Meningkatkan Nilai-Nilai Spiritual

Wakil Bupati Wonosobo Drs. H. Muhammad Albar, MM didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Agus Wibowo, S.Sos, menindaklanjuti kerja sama dengan Fakultas Dakwah Dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Walisongo dalam Pengembangan Obyek daya Tarik wisata Religi melalui Rapat koordinasi, yang bertempat di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan pada 10/10/2021.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Wonosobo memberikan apresiasinya kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan yang telah menginisiasi pengembangan Pengembangan Obyek daya Tarik wisata Religi, disamping itu Wakil Bupati Wonosobo juga menyampaikan terima kasih kepada Fakultas Dakwah Dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Walisongo yang mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Wonosobo tersebut.
Inisiasi tersebut tentunya berdasar, mengingat Wonosobo yang dijuluki Kota Santri dan Religius didukung banyaknya potensi Pengembangan Obyek Daya Tarik Wisata Religi, dibuktikan dengan banyaknya tempat-tempat religi bersejarah seperti: Makam Al Maghfurlah KH. Muntaha, Al Hafidz (Pendiri Universitas Sains Al Qur’an Wonosobo), Makam KH. Asy’ar, Makam KH. Abdurrahim, Makam Kyai Tumenggung Kertowongso, Pendakian gunung Bismo, Terowongan Gajah, Wisata Edukasi (Ayam Petelur), Wisata Budaya (ada 14 grup kesenian), Sport Tourism (Olahraga Tonis), Wakade Cithakan (Warung Kali Deroduwur). Untuk itu perlu terus digali dan dikembangkan, bukan hanya sebatas dalam rangka untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan menciptakan lapangan kerja baru, serta pegembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Wonosobo, tutur Wakil Bupati.


“Akan tetapi lebih dari itu, pengembangan Obyek Daya Tarik Wisata Religi, ini tentunya saya harap dapat meningkatkan nilai-nilai spiritual dan melestarikan sejarah yang mulai terlupakan digerus zaman dan globalisasi”, berikut disampaikan Wakil Bupati.
“Mari kita kembalikan ruh Wonosobo sebagai Kota Santri dan Religius, serta mengembalikan pondasi yang sudah dibangun oleh para pendiri dan alim-ulama, yang selama ini telah menjadi cikal bakal kemajuan dan pembaharuan masyarakat Wonosobo, untuk itu mari kita lanjutkan tatanan serta spirit yang ada”.
Rapat Koordinasi dilaksanakan untuk pemaparan konsep pariwisata desa religi, diskusi pengembangan desa religi dan survey desa religi. Selaras dengan itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, menyampaikan “Rencananya desa wisata religi akan dibangun di Desa Deroduwur Kecamatan Mojotengah, yang didalamnya terdapat Makam para Pendiri dan Alim-Ulama yang selama ini memeiliki perana penting dalam pembangunan di Kabupaten Wonosobo dan Peneybaran Agama Islam, khususnya”.
Destinasi wisata yang akan dibangun di desa religi diantaranya adalah Makam Pendiri UNSIQ, Pendakian Gunung Bismo, Terowongan Gajah, Wisata edukasi ayam petelur dan Wisata Budaya. Desa ini memiliki potensi desa wisata religi, karena disana terdapat makam Mbah Kyai Muntaha Al Hafidz atau biasa dikenal dengan Mbah Muntaha. beliau adalah pendiri pondok pesantren Al Asyariah Kalibeber.

Di sekitar Obyek Daya Tarik Wisata Religi di Desa Deroduwur tersebut, adalah75% lahan pertanian dan sisanya perkampungan, yang tentunya kedepan sangat potensi untuk dikembangkan Agrowisata maupun Wisata Permukiman Tradisional, disamping itu lokasi ini sangat strategis karena berbatasan dengan Gunung Bismo disebelah Utara, Desa Mojosari di Sebelah Selatan, Desa Krinjing di Sebelah Barat, yang memiliki potensi wisata lainnya, jadi nanti dapat dibangun Kawasan Wisata yang integral.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *