Kejar Cakupan, Pemerintah Genjot Vaksin Untuk Bumil

Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus genjot vaksin Covid-19 untuk memperluas cakupan dan capaian target. Langkah tersebut dilakukan dalam upaya ikhtiar bersama untuk bangkit dan beranjak dari pandemi yang sudah berlangsung hampir dua tahun terakhir. Target vaksin terus dikejar agar segera terbentuk herd immunity, sehingga aktivitas masyarakat secepatnya bisa normal kembali, salah satu syaratnya jika cakupan vaksin sudah memenuhi target.

Hal itu setidaknya terlihat di beberapa puskesmas, Leksono 1, Sukoharjo 1 dan 2,  yang hari ini jumat (3/9/2021), dikunjungi Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat didampingi Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat M.Aziz Wijaya, Kabag Umum Setda dan Camat beserta jajaran forkopimca setempat yang sedang melaksanakan vaksinasi dengan sasaran Ibu Hamil (Bumil). Yang beberapa waktu sebelumnya vaksin telah menyasar kepada penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Di Puskesmas Leksono 1 misalnya, menurut penuturan dr. Lilis, penyuntikan vaksin sinofarm yang diberikan hari ini  menyasar kepada ibu hamil dengan target sebanyak 23 bumil, namun ada beberapa bumil yang tidak lolos skrining, dan hal lain, maka untuk sementara waktu harus ditunda hingga bisa dinyatakan memenuhi syarat untuk dilakulan suntik vaksin tersebut.


“Sasaran masih belum semua tervaksin, karena setelah dilakukan skrining ada yang belum masanya vaksin, juga ada yang sudah mau bersalin, dan perlu konsultasi ke dokter Spesialis Kandungan dulu, apakah layak di vaksin atau tidak,” ungkapnya.

Lebih lanjut Lilis mengatakan, terkait animo masyarakat terhadap vaksin boleh dibilang lumayan antusias, hal itu ditunjukan dengan jumlah pendaftar yang tercatat mencapai ratusan orang perhari perdesa. “Kalau kemarin-kemarin vaksin untuk masyarakat umum, pendaftar dari masyarakat perdesa lumayan banyak, rata-rata 150 sampai dengan 250 orang perhari,” katanya.

Sementara untuk sasaran penyandang disabilitas dan ODGJ, Lilis mengatakan seperti halnya yang dilakukan puskesmas lain, Leksono 1 memberikan vaksin dengan cara mengundang bagi yang memungkinkan untuk datang, selebihnya dilakukan dengan cara door to door, petugas yang mendatangi kerumah warga tersebut. Selain karena mereka terkendala keterbatasan mobilitas, namun masa Expired Date (ED) vaksin juga menjadi pertimbangan untuk segera disuntikan.


“Kemarin sempat diundang ke puskesmas, bagi yang memungkinkan datang, dan mereka kooperatif, dan sudah ada yang datang, tapi karena mereka ada keterbatasan dan karena vaksin juga keburu ED bulan depan jadi harus segera di suntikkan jadi kami harus aktif door to door,” tuturnya.

Hal yang sama dilakukan Puskesmas 2 Sukoharjo. dr Sri Suwanti menuturkan pihaknya bersama tim juga melaksanakan vaksin serupa, dengan cara door to door. Sementara untuk sasaran bumil telah selesai dlaksanakan. “Untuk sasaran bumil telah selesai, namun utuk disabilitas dan ODGJ kita bersama Tim harus je.out bola door to door,” tuturnya.

Bupati menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan vaksinasi ini, terutama bagi dua kelompok masyarakat tersebut. “Kami sampaikan apresiasi dan kami sangat mendukung kegiatan ini, karena semua elemen masyarakat sesuai peraturan Pemerintah harus mendapatkan vaksin, agar semua sehat agar semua selamat, ini sebuah ihktiar kita semua dalam upaya memerangi covid-19 sehingga pandemi global ini segera usai,” pungkasnya.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *