51 Ribu Sertifikat Program PTSL Siap Dibagikan

Sekitar 51 Ribu sertifikat tanah program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2021 Kabupaten Wonosobo siap untuk dibagikan kepada masyarakat. Dimana pembagiannya akan dilaksanakan sesuai kebijakan pemerintah pusat, bahwa pembagiannya akan dibersamakan momentum penyerahan sertfikat oleh Presiden RI. Demikian disampaikan Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Wonosobo, Siyamto, A.Ptnh. M.Si, usai upacara peringatan Hari Agraria Dan Tata Ruang (HANTARU) tahun 2021. Bertempat di halaman kantor ATR/BPN Kabupaten Wonosobo, Jum’at (24/9).


Pada kesempatan itu Siyamto juga menyampaikan bahwa program dari BPN yang telah dilaksanakan yang paling utama adalah PTSL, dimana program ini telah dilaksanakan sejak 2017 sampai saat ini, dengan target yang terus ditingkatkan tahun demi tahun.
“Untuk Kabupaten Wonosobo sendiri di tahun 2021 ini ditargetkan sebanyak 51 ribu lebih, dan alhamdulillah sudah terselesaikan, sertifikatnya sudah ada dan siap untuk dibagikan. Untuk tahun 2022 Wonosobo targetnya 63 ribu bidang tanah,” jelas Siyamto.
Artinya program PTSL ini sangat bermanfaat dan sangat membantu masyarakat. “ Karena program ini didanai dari APBN, sehingga masyarakat tidak dibebani biaya untuk pertanahan, seperti pendaftaran, pengukuran dan sebagainya di kantor pertanahan,” ungkap Siyamto.


Dengan adanya PTSL ini tentu saja seluruh bidang tanah dalam satu desa terdaftarkan tanpa terkecuali. Dan dengan PTSL ini manfaatnya jelas bagi masyarakat. “ Manfaatnya jelas bagi masyarakat, dengan adanya sertifikat, kepastian hukumnya jelas, batas bidang tanahnya juga jelas dengan adanya pemasangan patok tanda batas serta potensi sengketanya jadi berkurang. Sementara bagi pemerintah kabupaten Wonosobo, dengan rencana dari Bupati untuk menyusun Rencana Detail tata Ruang (RDRT), suporting database pertanahan yang berupa parsel bidang, parselbase atau mapping itu sangat bermanfaat dengan adanya PTSL. Seluruh bidang tanah akan terpetakan dan hasil pemetaannya bisa digunakan oleh Pemkab dalam menyusun RDRT,” tambah Kakan ATR/BPN.
Terkait pelayanan elektronik di bidang pertanahan Siyamto juga menyampaikan bahwa saat ini sedang digelorakan di seluruh Indonesia. Dan pada tahun ini untuk sertikat elektronik itu sedang masuk dalam tahap langkah langkah uji sampling atau uji cobanya sertifikat elektronik. Namun untuk pelayanan secara elektronik atau online, hampir di seluruh kantor BPN sudah melaksanakannya termasuk Wonosobo. seperti Hak tanggungan, Roya, Ceking Sertifikat dan Surat keterangan pendaftaran tanah, masyarakat sudah tidak perlu datang ke kantor, semua sudah dilayani secara online.
“Kantor ATR/BPN mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan Pemkab Wonosobo yang terus mendorong desa untuk melaksanakan pra sertifikasi dan melakukan sosialisasi terkait pentingnya sertifikat tanah, betapa pentingnya pendaftaran tanah dan betapa pentingnya pemetaan bidang tanah, sehingga antusiasme warga untuk mensertifikasikan tanahnya cukup tinggi,” pungkas Siyamto.
Sementara pada kesempatan itu Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, S.Ag, ketika menjadi pembina Upacara Hari Agraria dan tata Ruang tahun 2021, yang dihadiri pula jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo, menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jajaran Karyawan-Karyawati Agraria Dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Wonosobo. “Semoga Peringatan Hari Agraria Dan Tata Ruang Tahun 2021, serta program-program pertanahan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Wonosobo memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Bupati.


Bupati ketika membacakan sambutan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Pada Peringatan Hari Agraria Dan Tata Ruang tahun 2021 menyampikan bahwa dalam rangka memerangi Kejahatan Pertanahan, atau yang kita kenal dengan Mafia Tanah, yang semakin meresahkan masyarakat, Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), untuk bersama-sama mengurangi dan memberantas Mafia Tanah sampai ke akarnya. Beberapa kasus besar sudah diungkap, ada yang sudah divonis dan ada juga yang sedang dalam proses hukum. “Bagi pegawai Kementerian ATR/BPN, baik ASN ataupun PPNPN, jangan sekali-kali menjadi bagian dari Mafia Tanah. Saya tidak segan-segan untuk mengambil tindakan tegas, bahkan memecat oknum yang terbukti terlibat,” ungkap Bupati ketika membacakan sambutan Menteri ATR/BPN RI.
Dalam rangka percepatan PTSL, Menteri mengajak Gubernur dan Bupati/Wali Kota untuk menyukseskan program ini, dengan membantu masyarakat yang kurang mampu melalui penyediaan anggaran Pra-PTSL, serta membantu meringankan beban masyarakat dengan pengurangan atau bahkan penghapusan BPHTB, sehingga target tahun 2025 seluruh bidang tanah di Indonesia terdaftar dapat dicapai.
Pada upacara Hari Agraria dan Tata Ruang tahun 2021 kabupaten Wonosobo, Bupati, Dandim 0707, dan Kapolres Wonosobo juga menyematkan Pin dan penghargaan Satya lencana karya satya kepada karyawan dan karyawati kantor ATR/BPN Kabupaten Wonosobo atas pengabdiannya.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *