Wakil Bupati Membuka Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

Mensikapi semakin banyaknya kasus warga isolasi mandiri yang meninggal dunia, serta kurangnya kesiapan masyarakat dalam pemulasaraan Jenazah terkonfirmasi covid-19, Pemerintah Daerah melalui Bagian Kesra Setda, bekerjasama dengan MUI Wonosobo dan Baznas Wonosobo menyelenggarakan pelatihan pemulasaraan jenazah terkonfirmasi covid-19.

Pelatihan dilaksanakan rabu (4/8), dibuka oleh Wakil Bupati Wonosobo Drs, Muhammad Albar, M.M., didampingi oleh Plt. Kabag Kesra, jajaran Komisioner Baznas dan Sekretaris MUI Wonosobo. serta instansi terkait. Dengan sasaran peserta pelatihan dari unsur perempuan, MUI Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo.

Dalam sambutannya Wakil Bupati menyampaikan harapannya setelah dilaksanakannya pelatihan ini, tidak akan terjadi lagi rebutan atau sengketa jenazah antara warga atau keluarga dengan petugas pemakaman apabila harus dilaksanakan memakai protokol kesehatan.

“Saya berharap dengan pelatihan ini bisa menjadi bekal pengetahuan, bagaimana cara pemulasaraan jenazah yang aman dan benar, sehingga jangan sampai terjadi lagi rebutan jenazah antara keluarga dan petugas dari rumah sakit, apabila harus ditangani memakai prokes,” harapnya.


Plt. Kabag Kesra Singgih Kuncoro, S.E., M.M., mengungkapkan, pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan bekal pengetahuan kepada masyarakat, bagaimana cara pemulasaraan jenazah yang aman secara medis dan benar secara agama. Sehingga peserta yang sudah dilatih tersebut nantinya memiliki pengetahuan dan menguasai cara yang benar dan aman.

Selain itu, pelatihan ini didasari karena melihat kondisi masyarakat saat ini yang belum memiliki pengetahuan tentang bagaimana pemulasaraan jenazah terkonfirmasi covid-19. Juga belum adanya satu pemahaman yang sama antara petugas kesehatan di Kecamatan dengan tingkat Kabupaten terkait pemulasaraan jenazah yang aman dari penularan covid-19. Oleh karena itu, dipandang perlu adanya pembekalan ini, untuk mengetahui bagaimana cara pemulasaraan secara syar’i atau agama dan secara medis yang aman tentunya. Sekaligus mengefektifkan fungsi koordinasi satuan tugas covid-19, Pemerintah Daerah dan masyarakat.


Singgih menambahkan, pelatihan tersebut di Kabupaten sudah diselenggarakan dua kali, yang pertama digelar pada 28 Juli lalu, dengan peserta dikhususkan untuk kaum laki-laki yaitu Ketua MUI Kecamatan dan Penyuluh Agama se-Kabupaten Wonosobo. Sementara hari ini merupakan lanjutan dari kegiatan tersebut, dengan peserta kaum Perempuan MUI Kecamatan dan para Penyuluh Agama se-Kabupaten Wonosobo. Dengan menghadirkan Nara Sumber dari MUI dan RSUD Setjonegoro.

“Pelatihan ini di Kabupaten sudah dua kali dilaksanakan, yang pertama pada 28 juli lalu dengan peserta Kaum Pria, dan para penyuluh agama, dan hari ini sebagai lanjutanya, dengan peserta Ibu-ibu dan penyuluh agama,” ungkapnya.

Singgih menambahkan lagi, hal ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan ditingkat  Kecamatan dengan peserta diambil dari desa masing-masing Kecamatan. Harapanya setelah mendapatkan pengaetahuan dari patihan tersebut, para peserta bisa meneruskan kepada warga masyarakat sehingga dalam.penanganan dilapangan bisa dilaksanakan pemulasaraan yang benar menurut aturan agama dan lancar dan aman menurut prokes yang telah dibakukan.

“Kami harapkan dengan pelatihan ini para peserta bisa mengetahui dan meneruskan kepada warga masyarakat yang lain sehingga dalam penanganan dilapangan bisa dilaksanakan pemulasaraan yang benar menurut aturan agama serta lancar dan aman menurut prokes yang telah dibakukan,”pungkasnya.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *