Bupati Mengajak Momentum Pandemi Saatnya Bergotong-Royong

Bupati Kabupaten Wonosobo H. Afif Nurhidayat, S.Ag Launching Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Beras PPKM dari Kementerian Sosial Republik Indonesia untuk keluarga tidak mampu yang diprioritasnya kepada masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial, diluar penerima Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Sosial Tunai (BST), dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang bertempat di Kantor Kelurahan Wonosobo Timur Kecamatan Wonosobo, Senin (9/08/2021).

Hadir pada acara tersebut mendampingi bupati Kepala Dinsos Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Dra. Harti, MM, jajaran Forkopimca Wonosobo dan finalis Mas dan Mbak Wonosobo 2021 serta 3 orang perwakilan penerima Bansos.

Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Bupati Afif Nurhidayat yang didampingi oleh Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Wonosobo langsung kepada 3 perwakilan penerima bansos. Kegiatan dilangsungkan secara terbatas dan sederhana dikarenakan masih diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk memperketat aktivitas masyarakat untuk mencegah penyebaran COVID-19 semakin meluas.

Kepala Dinsos Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Harti dalam laporannya menyampaikan bahwa Bantuan dari pemerintah kali ini yang diberikan langsung dari Kemensos RI yang berjumlah totalnya 3.000 paket atau 15 ton beras yang masing-masing mendapatkan 5 kg beras, diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu yang belum mendapat bantuan sosial diluar penerima program PKH, BST dan BPNT.

Sementara dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa, penyaluran beras kali ini langsung dari Kemensos RI dan pemerintah daerah hanya menyalurkan saja jadi memohon maaf apabila dalam penyalurannya masih terdapat kekurangan serta berharap kepada penerima manfaat dapat terbantu oleh bantuan ini.

“Kemensos RI melalui Pemerintah Kabupaten Wonosobo menyalurkan beberapa bantuan, salah satunya adalah bantuan beras BB-PPKM, yang diberikan kepada masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang belum mendapatkan bantuan sosial diluar penerima bantuan PKH, BST dan BPNT. Saya mewakili pemerintah daerah meminta maaf apabila dalam penyaluran bantuan ini terdapat kekeliruan atau kekurangan tapi mudah-mudahan hal ini bisa terselesaikan dan mohon dimaklumi karena kita hanya menyalurkan saja” terang bupati.

Lebih lanjut bupati menyampaikan pada masa-masa pandemi seperti sekarang ini mengajak kepada semua masyarakat yang mampu secara ekonomi, punya jabatan memiliki Kesehatan agar digunakan untuk menolong sesama agar hidupnya lebih bermanfaat.

“Ayo momentum sekarang pada masa pandemi ini saatnya kita bergotong-royong saling membantu kepada sesama saudara-saudara kita yang membutuhkan agar hidup kita lebih bermanfaat. Bagi yang mempunyai rejeki berbagilah kepada sesama tolonglah, bagi yang punya jabatan tolong gunakan jabatan untuk membantu menolong dan bagi yang mempunyai nikmat sehat gunakan untuk yang bermanfaat” lanjut bupati.

Pada kesempatan tersebut bupati berpesan untuk tetap patuhi himbauan pemerintah dengan selalu menerapkan protokol Kesehatan dimanapun dan kapanpun.

“Saya berpesan kepada semua masyarakat Wonosobo walaupun sekarang kabupaten kita mengalami penurunan kasus COVID-19 tetapi senantiasa tetap mematuhi dan menerapkan Protokol Kesehatan, dimanapun dan kapanpun. Karena kita semua, adalah garda terdepan dalam upaya penanganan penyebaran COVID-19. Terapkan 5M, Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan dan Mengurangi Mobilitas” pungkas bupati.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *