#BupatiTilikDesa, Ajak Warga Tingkatkan Kesadaran Pendidikan dan Pikirkan Ekonomi Lokal

Demi mendekatkan dengan warga masyarakatnya,  Bupati Wonosobo bersama jajaranya sapa warga dalam agenda Tilik Desa. “Kedatangan kami dalam tilik desa ini tidak lain hanya untuk mendekatkan kami kepada semua warga masyarakat Wonosobo”.Tilik desa kali ini menyambangi wilayah Kecamatan Garung.

Selain itu, agenda ini dimanfaatkan untuk mengkampanyekan pentingnya pendidikan dan ajakan kepada masyarakat untuk bersama-sama pikirkan ekonomi lokal demi menunjang kesejahteraan warganya.

Bupati mengajak warga masyarakat agar meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan. Jangan sampai warga Wonosobo masih ada yang tidak sekolah. Namun jika masih ditemukan, Eko meminta agar diarahkan untuk mengikuti pendidikan kejar paket, dan didorong ke dunia pendidikan entrepreneurship.

“Saya minta tingkatkan kesadaran pentingnya pendidikan, jangan lagi ada warga Wonosobo yang tidak sekolah, namun jika masih ada, Pak Kades bisa mendorong warganya agar diarahkan ke pendidikan kejar paket ataupun ke pendidikan nterpreaunership agar nantinya bisa mengenal dunia usaha, dengan harapan kedepan mampu untuk mengangkat ekonomi masyarakat, serta dengan memanfaatkan media online sebagai sarana promosi potensi ekonomi lokal yang ada”, tegasnya.

Bupati menambahkan, Wonosobo harus segera bebas ODF. Khusus Kecamatan Garung agar segera menggiatkan upayanya dalam bebas ODF 100 persen. Kepada Camat dan Kades diminta terus mendorong warganya agar segara bebas ODF.”Eek ojo sembarangan, nopo malih teng blumbang, di maem iwak, iwak didhahar warga, ya sami mawon kirang sehat niku”. (Buang air jangan sembarangan apalagi di kolam ikan, kotoran dimakan ikan, ikan dimakan warga, sama aja itu tidak sehat).

Bupati juga mengajak semangat gotong royong masyarakat harus terus dipupuk. Jaga lingkungan, buang sampah jangan sembarangan apalagi di saluran air. Perlakukan sampah dengan benar, pilah sampah organik dan anorganik, olah dan manfaatkan.

Senada Bupati, Sekda Wonosobo One Andang Wardoyo menambahkan seraya mengajak warga untuk pikirkan ekonomi, potensi UMKM lokal harus dikembangkan. Baik olahan makanan maupun potensi pertanian. “Bangkitkan ekonomi lokal berbasis Pertanian, bangkitkan potensi lokal madi pikirkan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan kita”.

Sekda mendorong agar produk lokal bisa jadi ikon, dengan memanfaatkan gudget ataupun media online sebagai sarana promosi. Agar produk-produk lokal bisa di kenal di dunia luar, bahkan mancanegara. “Kita harus bangga dan  tidak ragu memperkenalkan produk lokal kita, bahwa kita juga bisa, kita juga punya, kita juga mampu, ayo kenalkan produk kita ke dunia”.
Selain itu, Sekda menegaskan, tingkat nikah dini di Kabupaten Wonosobo masih relatif tinggi oleh karena itu Andang mendorong agar para kaum muda untuk menghindari nikah dini. “Saya mengajak kepada kaum muda untuk menunda nikah di usia yang belum matang”.

Pada kesempatan tilik desa kali ini juga di berikan berbagai bantuan kepada warga masyarakat. Ada empat desa yang mendapat bantuan, di Desa Gemblengan di berikan bantuan semen 25 sak dan IMB gratis kepada 5 orang warga. Bantuan seng diberikan untuk Desa Lengkong sebanyak 1000 lembar dan Kayugiyang sejumlah 500 lembar, guna membantu warga yang terdampak angin puting beliung beberapa waktu lalu. Sementara untuk Desa Sendang Sari bantuan semen 20 sak dan bantuan UP2K sebesar 20 juta.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *