Java Balloon Attraction Wonosobo 2019

Sebanyak seratus sembilan belas balon udara, sabtu pagi (15/6), menghiasi langit Wonosobo. Bertempat di lapangan Pagerejo, Kecamatan Kertek, balon-balon tersebut tengah berlomba dalam festival balon tradisional yang dikemas dalam Java Baloon Attraction Wonosobo 2019, yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan hari jadi Wonosobo ke 194, atas kerja sama Pemkab Wonosobo dengan AirNav Indonesia.

Balon warna-warni dengan ukuran besar tersebut, terlihat sangat elegan meskipun bahan pembuatnya tidak terlalu mahal dan bisa diperoleh di mana-mana. Plastik, kertas, kain, adalah bahan dasar pembuat balon, sedang untuk bahan bakar, berasal dari ilalang kering, daun kering, kayu bakar, bensin, yang dibakar dalam tungku sederhana. Terlihat antusias ribuan masyarakat Wonosobo yang tumpah di lapangan Pagerejo sehingga sempat memacetkan lalu lintas, khususnya di jalur menuju lapangan, selama hampir empat jam.

Meskipun balon-balon tersebut bisa terbilang sederhana dan tidak butuh biaya banyak, yakni sekitar satu juta hingga tiga juta rupiah mulai dari pembuatan balon sampai mengudara, tapi karena dikemas menarik dan atraktif, masyarakat jadi sangat terhibur. Apalagi balon yang diterbangkan kali ini berjumlah ratusan. 106 balon peserta lomba ditambah 13 balon dari sponsor. Sehingga terlihat semakin meriah.

Pihak AirNav melalui Direktur keselamatan Penerbangan dan Keamanan Penerbangan Yurlis Hasibuan memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival balon tersebut, seraya mengajak kepada masyarakat untuk tetap menjaga tradisi tanpa harus membahayakan keselamatan penerbangan dengan cara ditambatkan sesuai peraturan. “Mari bersama tetap menjaga tradisi tanpa membahayakan keselamatan penerbangan dengan cara menerbangkan balon dengan ditambatkan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 40 Tahun 2018”, katanya.

Sementara Bupati Wonosobo Eko Purnomo mengucapkan terimakasih kepada Menteri Perhubungan Republik Indonesia, yang mendukung penuh kegiatan ini, termasuk dari Otoritas Bandara Surabaya dan AirNav Indonesia. Khusus AirNav Indonesia, kami sangat berterimakasih, atas segala dukungannya, serta upayanya mensosialisasikan kepada masyarakat Wonosobo terkait, keselamatan penerbangan dan bahaya menerbangkan balon udara secara liar.

“Hampir tiga tahun terakhir ini, kami juga terus berupaya dalam memberikan penjelasan dan sosialisasi kepada masyarakat, terkait kegiatan tradisi menerbangkan balon udara, yang sebelumnya kerap dilaksanakan sebagian masyarakat Wonosobo pada saat peringatan Syawalan ataupun acara-acara lain”, katanya.

Ia berharap, melalui kegiatan Java Ballon Attraction ini, paling tidak, bisa menjadi salah satu sarana untuk pemahaman bagi semua, khususnya terkait peningkatan keselamatan penerbangan, mengingat Wonosobo termasuk dalam jalur penerbangan Yogyakarta – Jakarta, sehingga keberadaan balon-balon tanpa awak di udara perlu diperhatikan dengan seksama.

“Secara pribadi saya sebenarnya sangat berat hati, untuk menghimbau masyarakat Wonosobo, yang notabene menjadikan penerbangan balon udara tradisional sebagai tradisi dan ajang hiburan, yang secara tidak langsung ikut memeriahkan setiap peringatan hari besar dan di beberapa sektor ikut menggerakkan perekonomian masyarakat, namun merujuk pada ketentuan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan AirNav Indonesia, maka masyarakat diminta untuk bisa menerbangkan Balon Udara Bebas Tanpa Awak dengan aman, sehingga tidak membahayakan keselamatan penerbangan”.

Bupati bersyukur, melalui kerjasama, komunikasi dan koordinasi semua pihak, maka sekarang tradisi Penerbangan Balon Udara Tanpa Awak yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan, telah berubah menjadi Tradisi Penerbangan Balon Udara yang aman bagi penerbangan, sehingga bisa mendorong perkembangan pariwisata di Wonosobo.

Dan yang terpenting kegiatan penerbangan balon udara tradisional yang sudah menjadi tradisi, atau lokal wisdom masyarakat Wonosobo, bisa tetap berjalan dengan tetap mengindahkan berbagai aturan yang telah ditetapkan. Saya juga minta, kepada para Peserta Festival Java Balon Attraction agar dapat meningkatkan kreativitas dan inovasinya, sehingga karya yang dihasilkan selain memiliki ciri khas, juga selalu berkembang mengikuti selera masyarakat.

Melalui momentum ini, yang juga merupakan bagian dari Festival Sindoro Sumbing sekaligus Peringatan Hari Jadi ke-194 Kabupaten Wonosobo, saya harap muncul kesadaran di tengah masyarakat dan semua pihak, untuk melestarikan tradisi menerbangkan balon udara, dengan cara-cara yang lebih bijaksana dan taat aturan. Tradisi tidak bisa luntur, bahkan masyarakat akan semakin kreatif dengan membuat balon semakin indah.

Terkait gelaran tersebut, Pemkab bersama AirNav Indonesia, sebelumnya telah mensosialisasikan Balon Udara Tradisional yang aman bagi keselamatan penerbangan, tepatnya  Kamis (16/5) di Ruang Rapat Mangoenkosoemo Setda.

Menurut Kabag Pemerintahan Setda Wonosobo, Tono Prihatono, pihaknya menggelar sosialisasi Balon Udara tradisional bersama AirNav Indonesia, selain untuk mensosialisasikan Java Traditional Balloon Festival 2019, juga untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap keselamatan penerbangan, khususnya terkait dengan tradisi Balon Udara tradisional, yang selama ini tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan masyarakat Wonosobo, pada saat hari-hari besar, seperti Idul Fitri 1 Syawal maupun Hari Jadi Wonosobo.

Dikatakan Ida Yuniarti, Kepala Sub Divisi Pengendalian Operasi Pelayanan Lalu Lintas Penerbangan AirNav indonesia, yang hadir saat itu, didampingi Widi Atmono, Kepala Biro Hukum AirNav Indonesia, menyampaikan selama ini ada tradisi menerbangkan Balon Udara tradisional pada saat Syawal di beberapa kota di Jawa Tengah, antara lain Wonosobo dan Pekalongan. Di tahun 2018 kemarin, setidaknya ada 20 laporan yang menyebutkan, melihat Balon Udara pada ketinggian lebih dari 25.000 kaki, yang merupakan ketinggian en route pesawat udara, termasuk pula di dalamnya rute internasional. Akibatnya, rute penerbangan W45 dari Bandara Cengkareng ke Surabaya ikut terdampak, saat melewati langit Pekalongan dan Wonosobo. Bahkan rute darurat W15-M635 dari Bandara Cengkareng ke Surabaya ikut terdampak. Pilot melaporkan, melihat adanya Balon Udara di rute darurat ini serta adanya konsumsi fuel lebih banyak.

Hal ini sangat berbahaya, mengingat dampak yang bisa diakibatkan. Jika terhisap ke dalam mesin jet pesawat, akan mengakibatkan kerusakan struktur mesin yang bisa berakibat fatal sampai dengan mesin mati. Jika tersangkut pada sayap atau ekor akan mengganggu flight control, yakni instrumen untuk mengendalikan arah pesawat di udara yang terdiri dari elevator, rudder dan aileron. Dan jika tersangkut di hidung pesawat udara, akan menutupi pilot tube dan pilot static hole serta menghalangi pandangan pilot yang mengakibatkan terganggunya kemampuan pilot dalam mendapatkan informasi akurat mengenai arah dan kecepatan pesawat.

Terkait hal tersebut, AirNav Indonesia telah melakukan berbagai uji coba dan secara rutin menggelar sosialisasi penerbangan Balon Udara ditambatkan, yang aman bagi penerbangan, termasuk dengan telah terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 40 tahun 2018 mengenai Penggunaan Balon Udara Pada Kegiatan Budaya Masyarakat. Dalam Pasal 3 ayat 1 Permenhub ini disebutkan, bahwa penggunaan Balon Udara pada kegiatan budaya masyarakat wajib ditambatkan. Di ayat 2, disebutkan bahwa penggunaan Balon Udara wajib memenuhi ketentuan pelaporan penggunaan Balon Udara dalam bentuk rencana kegiatan, warna dan ukuran Balon Udara, batasan area penggunaan Balon Udara, peralatan pelengkap untuk penggunaan Balon Udara, lokasi penggunaan Balon Udara; dan waktu penggunaan Balon Udara. Rencana kegiatan disampaikan oleh setiap orang yang menggunakan Balon Udara kepada kepolisian, pemerintah daerah dan/atau Kantor Otoritas Bandar Udara setempat paling lambat 3 (tiga) hari kalender sebelum pelaksanaan kegiatan. Rencana kegiatan paling sedikit memuat informasi mengenai penanggung jawab kegiatan, lokasi atau kawasan penambatan Balon Udara, jumlah dan ukuran Balon Udara dan waktu penggunaan Balon Udara.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *