Jateng Bersholawat di Alun-Alun Wonosobo

Ribuan umat Islam memadati alun-alun Kota Wonosobo untuk bersholawat bersama Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan tajuk Jawa Tengah Bersholawat, Jumat (01/03/2019) malam. Acara yang mengambil yang mengambil tema ‘Rajut Persatuan dan Kesatuan dalam Bingkai Kebhinekaan’ tersebut juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo.

Meski harus berbecek-becek karena selama acara diwarnai hujan gerimis, para syecher mania dan masyarakat muslim Wonosobo tetap semangat bersholawat bersama Habib Syech dan Gubernur Jawa Tengah, Bupati Wonosobo serta jajaran Forkopimda Kabupaten Wonosobo.

Jateng bersholawat ini juga mengobati kerinduan para syecher mania dan masyarakat wonosobo terhadap Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf, yang terakhir bersholawat di alun alun Wonosobo empat tahun yang lalu.

Bupati Wonosobo, Eko Purnomo, pada kesempatan itu menyampaikan bahwa Jateng bersholawat yang diselenggarakan di Wonosobo ini merupakan bentuk rasa syukur kita terhadap anugerah yang diberikan Tuhan YME. Semoga dengan bersholawat ini bisa membawa kebaikan bagi Wonosobo khususnya dan Jawa Tengah pada umumnya.

“Dengan bersholawat ini nantinya akan membawa masyarakat Wonosobo lebih bersatu dalam menghadapi pembangunan di Kabupaten Wonosobo, serta akan menciptakan suasana yang adem ayem, kondusif dalam menghadapi Pemilu 2019,” pungkas Eko Purnomo.

Sementar pada kesempatan itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan, pihaknya meminta agar masyarakat selalu menjaga kerukunan, agar Kabupaten Wonosobo dan Jawa Tengah pada umumnya tetap kondusif dan tenteram. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun politik dan April nanti diselenggarakan Pemilu serentak tahun 2019.

Ia menambahkan, pihaknya meminta agar tidak ada konflik antar sesama masyarakat meski terdapat perbedaan calon pemimpin yang dipilih. Ia berharap siapapun pemenangnya nanti, bisa didukung bersama, agar Jawa Tengah dan Indonesia umumnya semakin maju.

“Di era politik ini tetap jaga kerukunan. Siapapun pilihannya, jangan sampai memecah belah persatuan dan kesatuan. Harus tetap jaga kondusifitas demi menjaga keutuhan NKRI,” ujarnya.

Ganjar juga menyoroti pentingnya kedewasaan masyarakat untuk tidak memandang remeh kehadiran media sosial. Sebagai sarana berkomunikasi dengan siapapun, masyarakat diminta agar tidak terpengaruh atau bahkan menjadi penyebar isu atau kabar hoax. Pasalnya kabar hoax itu sangat berbahaya bagi keutuhan NKRI.

“Diharapkan masyarakat bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Jangan sampai menjadi penyebar hoax, SARA, dan hal negatif lainnya. Karena bisa merusak keutuhan NKRI ini. Mari kita jaga bersama-sama negara tercinta ini,” pungkasnya.

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *