Jelang Natal dan Pergantian Tahun 2019

Jelang peringatan Hari Raya Natal 2018 dan pergantian Tahun 2019, pihak terkait diharapkan terus meningkatkan koordinasi pengamanan kamtibmas, hal ini disampaikan Asisten Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, Sumaedi, saat membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektor Jelang Peringatan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang diikuti seluruh Camat dan Pimpinan OPD serta jajaran Forkopimda, Senin, 17 Desember, di Ruang Mangoenkoesoemo Setda Kabupaten Wonosobo. Menurutnya persoalan kamtibmas jelang Hari Natal dan pergantian tahun bisa terjadi dimana saja dan oleh siapa saja. Benturan kepentingan di tengah masyarakat karena berbagai perbedaan, seperti yang terjadi di beberapa daerah di tanah air dewasa ini, juga bisa saja terjadi di wilayah Wonosobo, jika tidak ada penanganan konflik yang baik.

Sumaedi yakin, jika penanganan konflik dilakukan dengan baik, maka dapat menjadi modal strategis untuk mewujudkan kehidupan bermasyarakat yang baik, serta bisa membantu masyarakat melaksanakan ibadah di Hari Natal 2018 dan merayakan Tahun Baru 2019 dengan tenang, aman dan nyaman. Dengan kondisi keamanan yang terjamin, masyarakat yang tertib dan tentram, otomatis menjadi kondisi yang ideal serta kondusif bagi pelaksanaan natal dan Tahun Baru,

Terkait hal ini, Sumaedi mengajak seluruh komponen masyarakat serta instansi terkait, untuk bergandengan tangan meningkatkan koordinasi, sehingga kehidupan masyarakat tetap bersatu dalam kehidupan yang penuh kedamaian.

Khusus kepada Bagian Kesra Setda bersama dengan Kantor Kesbangpol, diminta bisa melakukan langkah-langkah koordinatif dengan pihak keamanan, seperti POLRI dan TNI, dalam melakukan langkah-langkah pengamanan tempat ibabah. Kemudian kepada Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM bersama Bagian Perekonomian Setda, diminta melakukan langkah-langkah antisipatif, terkait kemungkinan kenaikan harga sembilan bahan pokok di tengah masyarakat, termasuk harga Elpiji dan BBM. Mereka diminta untuk memastikan kondisinya aman dan stabil, baik dari sisi stok maupun harga, sehingga tidak menimbulkan gejolak dalam perayaan natal dan pergantian tahun.

Adapun kepada Dinas Perkimhub, juga harus bisa dipastikan, kondisi infrastruktur jalan dan sarana prasarana lalu lintas, dengan melakukan langkah-langkah koordinatif dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga. Selanjutnya kepada para pihak diminta untuk mengantisipasi dengan baik, lonjakan jumlah pengunjung di tempat-tempat wisata dan hiburan, yang berpotensi mengalami kenaikan, dikarenakan adanya libur panjang Natal dan Tahun Baru serta libur sekolah.

Sumaedi juga minta kepada pihak terkait, untuk menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Wonosobo, agar dalam merayakan pergantian tahun, bisa menghadapinya dengan penuh kesederhanaan, jangan berlebihan, bermewah-mewahan, apalagi sampai merugikan orang lain.

Wakapolres Wonosobo, Kompol Sopanah, mengungkapkan, sebanyak 300 personel akan dilibatkan dalam operasi lilin candi 2018, yang mana mereka akan bertugas mengatasi berbagai perkiraan ancaman selama masa peringatan Natal 2018 dan pergantian tahun 2019. Diantaranya ancaman perkelahian atau tawur massa, kecelakaan lalu lintas, kemacetan lalu lintas, pencurian, perjudian, penipuan, pengompasan, penjambretan dan pencopetan, penyalahgunaan narkoba dan miras oplosan, ancaman terorisme berupa bom, pawai atau balapan liar, kebakaran akibat petasan termasuk ancaman bencana alam seperti tanah longsor dan angin puting beliung.

Untuk melayani masyarakat, para personil POLRES tersebut akan bertugas di beberapa POSPAM, yakni di Pospam 01 yang berlokasi di Simpang Empat Kertek, di Pospam 02 yang berlokasi di Simpang Tiga Dieng serta Pos Pelayanan di Alun-Alun Wonosobo. Adapun fokus pengamanan di 34 gereja di seluruh wilayah Wonosobo, yakni Agama Kristen sebanyak 27 Gereja dan Agama Katholik sebanyak 7 Gereja, serta pusat-pusat massa dan perbelanjaan dan obyek wisata.

Sementara, Pasiops Kodim 0707/Wonosobo, Kapten.Czi.Sarwiyono, menyampaikan untuk komposisi dan dislokasi pasukan selama peringatan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, untuk personel yang bertugas sejumlah 2 Satuan Setingkat Pleton (SST) yakni 50 orang. Dengan dislokasi pasukan, di alun-alun Wonosobo sejumlah 15 orang, di Simpang 4 Kota sejumlah 10 orang, di Terminal Mendolo sejumlah 5 orang, di Simpang 3 Pasar Kertek sejumlah 5 orang, di Simpang 4 Terminal Sawangan sejumlah 5 orang dan di Komplek Dieng Plateau sejumlah 10 orang.

Mereka bertugas untuk antisipasi kerawanan yang terjadi pada peringatan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, diantaranya potensi ancaman dari kelompok radikalisme yang terdiri dari radikal kanan, radikal kiri dan radikal lainnya yang akan memisahkan dari NKRI dan potensi bencana alam curah hujan tinggi. Kemudian untuk satuan kowil diminta untuk melaksanakan komunikasi sosial kepada Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum dan masyarakat, untuk mensosialisasikan perdamaian, penegakan hukum dalam rangka menciptakan kondisi wilayah yang kondusif. Selain meningkatkan kesiapsiagaan satuan dalam rangka memberikan bantuan kepada Pemerintah Daerah dan PAM BKO kepada POLRI, menyiapkan dan menyiagakan pasukan di wilayah yang berpotensi terjadi gangguan keamanan, mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas pada saat ibadah Natal dan perayaan Tahun Baru, antisipasi terhadap kriminalitas jalanan dan pencegahan aksi teror dan terorisme. Kepada aparat KOWIL beserta komunitas intelijen di wilayah juga diminta senantiasa memonitor perkembangan situasi dalam rangka temu cepat dan lapor cepat terhadap indikasi potensi kerawanan bidang keamanan serta melaksanakan gelar pasukan dan show of force untuk memberikan rasa aman terhadap masyarakat.

 

0 Comments

There are no comments yet

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *